See Eye Stela

See Eye Stela
Aku hanya milikmu


__ADS_3

Stela memajang beberapa foto bersama Dedrick di apartemen mereka.


"Kenapa kebanyakan foto kamu wife? Kenapa sedikit sekali foto ku?" Kekeh Dedrick.


Stela mengalungkan tangannya keleher Dedrick, karena posisi mereka tidak begitu jauh, "Aku adalah ratu dirumah ini dan aku ingin semua kisah kita ada disini. Aku hanya milik mu hubby!" Bisik Stela manja ke telinga Dedrick.


"Hmmm! Apa kau sedang merayu ku sayang?" Dedrick mengangkat tub uhnya agar bisa saling berc iuman.


"Aku tidak merayu mu! Karena aku ingin dirumah ini, kita beri warna yang berbeda." Kecup Stela pada le her Dedrick.


"Hmmm!" Dedrick memejamkan mata, saat istrinya mulai mencumbunya dengan posisi masih berdiri.


"Ehm, kamu wangi sayang!" bisik Stela meninggalkan jejeak merah dileher belahan jiwanya.


"Kamu mau? Aku udah on!" Kekeh Dedrick mengusapkan pesawat ke landasan, membawa Stela ke sofa ruang keluarga.


"Aaaugh! Besar banget hubby! Didalam sini aja kerasa sama aku!" Rengeknya malu, karena merasakan milik Dedrick semakin berontak.


"Ini pesawat airbus sayang! Bukan foker!" Kecup Dedrick menc umbui cerug leher milik Stela.


"Aaaagh," Perlahan des ahan manja keluar dari bibir Stela.


Dedrick perlahan menaikkan keatas mini dress yang digunakan istrinya, terlihat tu buh indah Stela semakin meng goda. "Kali ini kamu nikm ati yah sayang! Aku akan membuatmu merasakan lebih!" Ucap Dedrick me lu mat bibir tipis Stela, mulai mengeksplore di tiap inci tubuh indah itu tanpa terlewatkan.


Stela benar-benar meni kmati permainan Dedrick, membuat ehemnya semakin ba sah. Dedrick lebih sering bermain-main di dada Stela, jarinya bermain dibagian ehemnya.


Sesekali terdengar suara desa han me mo hon terus me mo hon. Bukan Dedrick namanya jika Stela benar-benar tidak kehabisan nafas dalam memohon.


"Please hubby! I deg you!" Stela benar-benar mer onta, menge rang ingin segera menikmati pesawat lepas landas menuju awan biru nan indah.


Dedrick membuka kedua pa ha Stela meng usap kembali dengan jarinya, memainkan ujung pesawat di tepi landasan,


"Aaaugh! Please hubby! Aaaaugh, ouoogh!" Stela menatap wajah suami yang nakal dihadapannya.


Blezzz, Dedrick men ekan per lahan hingga mene mbus awan biru.


"Aaaagrrhh!" Keduanya mend esa h bersama.


Stela menutup matanya, menerima tub uh suaminya yang akan mencumbui pay u da ra nya, meng usap lembut kepala Dedrick.


Perlahan Dedrick meng gerakkan ping gulnya maju mundur cantik, membuat Stela mende sah gila, mere mas sofa yang berwarna abu-abu, memberikan pesona yang berbeda.


Semakin lama semakin mempercepat ritme permainan mereka, lebih kurang 30 menit, karena Dedrick memegang kendali. Beberapa kali Stela mene gang dalam penca paiannya, disambut Dedrick dengan ciu man ha ngat seha ngat lid ahnya yang senang bermain di pa yu da ra milik Stela.

__ADS_1


"Sayang! Aku, aaaagrh!" Dedrick mengh entakkan pesawatnya hingga mentok mencapai pelepasan menyemburkan aftur cinta kedalam rahim Stela. "I love you wife! Kamu membuat aku keca nduan akan hal ini!" Kecup Dedrick kuat dibahu Stela.


Stela tersenyum merasa permainan kali ini sangat lama. "Kamu minum obat?" Tanya Stela penasaran merasakan nik mat yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"Nggak! Aku normal!" ucap Dedrick jujur.


"Kok bisa lama?" Tanya Stela sambil tersipu.


"Aku pengen buat kamu senang wife. Berapa kali?" Goda Dedrick pada hidung Stela.


"Aaagh! Iiighs kamu selalu buat aku bahagia!" Senang Stela dengan godaan sang suami.


"Iya dong! Biar kamu nggak tertarik dengan pria lain!" Kekeh Dedrick.


Stela menyatukan alisnya. "Kamu pikir semudah itu pria buat aku jatuh hati!" Ejek Stela.


"Oogh, ya! Bagaimana dengan Dean?" Tanya Dedrick niat awal hanya bercanda.


"Dean?" Stela memegang kepalanya, berusaha mengingat sesuatu.


"Ooogh! Apa kamu tidak ingat dengan Dean?" Tanya Dedrick mencoba lagi.


"Aku tidak mengenalnya! Yang aku tau aku hanya milikmu, dan Pedro sahabat ku! Just it!" Jelas Stela menghadap Dedrick membiarkan tubuh mulusnya terbuka.


Mesi yang awalnya akan diantar ke apartemennya, berubah haluan minta diantar ke hotel. Karena Mesi tipe orang yang tidak suka privasinya terganggu. Baginya ada hal orang lain boleh tau, ada hal yang tidak.


Setelah mengantar Mesi, Dedrick menjemput Stela kerumah membawa istrinya agar beristirahat sebentar. Tentu dengan bullyan yang luar biasa dari para sahabat dan keluarga.


Dean berusaha mendekatkan diri dengan Stela, hanya bisa berbincang dengan Lusi. Menurut keinginan Holi tentunya, karena Dokter.


Tanpa diketahui keluarga, Dovi dan Lusi sudah sering menghabiskan waktu bersama di Atherton California, tentu Lois sebagai sahabat dekat tidak tahu kegilaan mereka 'OMG'. Ini akan ada cerita sendiri ya, author lagi fokus sama Mesi dan Jasmine dulu. Next.


"Ya udah sayang! Kita mandi? Dari pada nanti Mami dan Daddy nelfon kita!" Kekeh Dedrick menggendong tubuh Stela semakin hari semakin berisi.


Stela berada digendongan Dedrick ala bridal. Sudah 6 bulan tak merasakan keberasamaan, sangat berbeda bucinnya dari awal nikah dulu. Apalagi semenjak peringatan dari Kevin.


Stela membiarkan Ferrari diparkiran rumah Keluarga Visser, karena dia ingin menikmati semua pemberian Dedrick. Ingat pesan Brian, "menghargai pemberian suami lebih baik, walau sebenarnya mampu membeli untuk diri sendiri." ucapan Brian yang selalu terngiang ditelinga Stela.


Drrrt, drrrt,


"Daddy!" Batin Dedrick menatap layar handphone milik Stela.


Stela tengah mengeringkan rambut, Dedrick melihat jam didinding pukul 08.00 waktu Amsterdam.

__ADS_1


"Ya Dad!"-Dedrick.


"Kalian dimana? Kenapa belum datang?"-Adrian.


"Oogh, ya! Ini mau otewe daddy!" Kekeh Dedrick.


"Cepat, sebentar lagi Mesi akan tiba!" Adrian menutup telfonnya.


Dedrick menaikkan alisnya, "coba sama anaknya ngomong! Halus lembut, sama aku! Iiiiighs! Mertua kejam!" Batin Dedrick.



Stela Moreno Visser.


"Wooow! Kamu cantik sekali sayang." Kecup Dedrick pada punggung Stela yang terbuka.


"Hmm! Jangan mancing dulu nanti aku jadi mau, kenak omel kita sama Daddy dan Momy!" Kekeh Stela menikmati ciuman Dedrick.


"Jika ini bukan acara resmi, akan aku buat kamu semakin menje rit di ran jang sayang!" Bisik Dedrick.


"Hmmm!" Stela melemas. Jujur dia tak pernah bisa menolak setiap godaan yang di beri Dedrick padanya.


"Udah aaagh! Ayo sayang! Kita jalan, I love you wife!" Dedrick membukakan pintu untuknya, menggandeng mesra pinggang istrinya. Sesekali menatap penuh damba pada manik mata itu.


Setiba di apartemen mewah milik Stela yang dibelikan Adrian dengan sambutan pelayan pada Nona Muda.


"Woow! Ini apartemen mu sayang?" Kekeh Dedrick. "Apakah Daddy Adrian sedang menghinaku?" Tambah Dedrick menggeram bercanda.


"What? Aku masih di apartemen mu hubby! Ini aku yang minta, agar keluarga datang nginap disini! Sesekali kita juga bisa menginap disini." Ucap Stela menenangkan suaminya, merangkul erat lengannya memasuki ruang keluarga.


Sambutan hangat dan bullyan hangat juga dapat terdengar untuk pasangan muda yang selalu tampil apik sangat elegant. Beberapa kali Dean melirik pada Stela, memuji dalam hati kesempurnaan ciptaan Tuhan dihadapannya.


Dovi menarik tangan Dedrick, karena ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan serius.


Tentu menjadi kesempatan untuk Dean, mendekati Stela dengan kelucuannya, keisengannya, keromantisannya. Seperti malam ini, Dean menyelipkan bunga mawar putih ketelinga wanita yang dia cintai.


"Ooogh! Kamu seperti Rosalinda!" Goda Dean membuat Stela berbung-bunga.


"Thankyou!" Senyum Stela melepas bunga dari daun telinganya, meletakkan dinakas dekat kursi.


Tentu banyak cara bagi Dean, menarik perhatian sahabat kecilnya. "Banyak cara menuju Roma, Stela!" Batinnya.


Dedrick menggeram kesal, melihat istrinya terlalu dilirik pria lain. "Ya Allah, kapan semua ini berakhir!" Geramnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan pesan dan Like mu yah...❤️❤️


__ADS_2