
Adrian membawa Fene ke Ronald Reagan UCLA Medical Center, salah satu rumah sakit terbaik di Los Angeles.
Fene segera dibawa ke emergency. Adrian menunggu diluar terukir jelas wajah bersalah dan frustasi.
Irene duduk menghampiri Adrian, mengusap lembut bahu Adrian, "kalian kenapa?" suara Irene sangat menyejukkan.
"Mi, maafkan aku! Aku telah menyakiti istriku sendiri." Tangis Adrian pecah dibahu Irene.
Hanz dan Edward sangat emosi, ingin menghajar anak sekaligus menantu yang semakin egois pada istrinya.
"Kau siksa Fene, Adrian?" bisik Hanz sambil menggeram.
"Pi! Aku salah! Aku terlalu mencintai dia! Aku terlalu cemburu! Please, maafkan aku!" Tangis Adrian pecah.
"Cih! Cemburumu terlalu tidak beralasan Adrian! Kau terlalu egois terhadap istrimu sendiri! Lihat wajahmu! Pakaian mu! Buat malu!" Kesal Hanz.
"Hanz!" Irene mengingatkan Hanz agar tenang.
"Kau sakiti dia Adrian!" Geram Hanz menggenggam leher baju Adrian.
"Hanz! Ini rumah sakit!" Edward menahan Hanz.
"Kau bawa dia pulang! Atau ku habisi dia disini!" Kesal Hanz melepas genggamannya.
"Aku mau disini pi! Fene butuh aku!" Tangisnya.
"Dia nggak butuh kau! Dia butuh Adrian yang memperlakukannya dengan baik! Bukan Adrian seperti ini! Ini bukan kau Adrian." Sarkas Hanz.
Edward menarik paksa tangan Adrian, "Ikut aku!" tegas Edward.
Hanz mendengus kesal melihat Adrian yang sangat berantakan.
Chay-in melihat punggung daddynya berlalu meninggalkan mereka. "Grandma!" Tangisnya. "Aku mendengar mami disakiti daddy tadi malam! Mami teriak kesakitan!" Jujurnya dihadapan Irene dan Hanz.
Hanz mengusap bahu cucunya, "tenanglah! Kita tunggu dokter yah!" ucap Hanz pada cucunya.
Dokter muncul dihadapan Hanz ditemani seorang Dokter Spesialis.
"Apakah Tuan Lim ada disini?" tanya Dokter Spesialis.
"Ogh! Saya Hanz Parker! Orang Tuanya, bagaimana keadaan putri saya? Suaminya sedang keluar sebentar!" Jelas Hanz.
__ADS_1
"Nyonya Fene tidak mau diganggu oleh Tuan Lim, Tuan!" Jelas Dokter.
"Why? Tuan Lim suaminya!" Jelas Hanz.
"Ada trauma, di sebabkan suaminya Tuan. Nyonya Fene mengalami depresi ringan. Jika Tuan Lim sudah datang, saya ingin berbicara dengan beliau ya Tuan!" Jelasnya lagi.
"Baik!" Hanz menatap Irene, "apa yang dilakukan Adrian pada Fene? Hingga dia tidak mau menemui Adrian!" Geram Hanz sedikit berbisik pada Irene.
"Tenanglah Hanz! Biarkan mereka menyelesaikannya!" ucap Irene menenangkan Hanz.
"Aku akan membunuh dia, jika dia masih menyakiti Fene." Wajah Hanz berubah kesal.
Chay-in menghubungi Lois, menyatakan ngedate mereka tidak bisa dilakukan hari ini, karena Fene masuk rumah sakit. Lois terkejut mendengar berita itu, segera menghubungi Dedrick dan Stela, agar pulang ke La, kemudian Lois menyusul Chay-in kerumah sakit.
Irene penasaran, mengejar dokter spesialis keruangannya dengan perasaan khawatir. "Dokter, apa ada penyakit yang serius pada putri ku?" Tanya Irene khawatir.
"Hmm! Nyonya Fene mengalami hypoactive sexual desire disorder, beliau dipaksa melayani suaminya saat dirinya enggan melakukannya. Depresinya disebabkan oleh kekerasan fisik yang dia terima dari Tuan Lim, nyonya." Jelasnya pada Irene.
"Apakah mereka ada masalah nyonya?" tanya Dokter wanita seumuran dengan Fene.
"Hmm! Saya belum menanyakannya! Saya rasa jika sudah tenang, dia akan menceritakan pada saya, sejauh ini saya lihat mereka sangat baik dan mesra!" Jelas Irene.
"Tuan Lim mungkin ada masalah pribadi nyonya! Jadi ada sesuatu hasrat jika menyakiti orang yang dicintai akan menemukan kepuasan tersendiri nyonya. Mungkin ya!" senyum dokter pada Irene.
Irene menggenggam tinjunya geram atas pernyataan dokter. Dari kejauhan Irene melihat Adrian bersama Edward kembali. Irene dengan wajah garang, menghampiri Adrian.
PLAAAK..
Adrian terkejut menatap Irene, "Aagh, Mami!" Memegang pipi yang terasa akan merontokkan giginya.
"Irene!" Kejut Hanz.
"Ireene!" Edward menahan tangan Irene yang akan menghantam wajah Adrian sekali lagi.
Dengan wajah garang Irene menatap mata Adrian, "apa masalah mu dengan putri ku! Hingga dia mengalami trauma padamu? Haah! Atau kau mau membunuh dia Adrian? Jawab aku!" Lantang suara Irene mengejutkan orang berada di koridor rumah sakit.
"Mami! Aku mohon maaf! Jangan hukum aku seperti ini mi! Aku mohon, maaf kan aku! Aku khilaf!" Jawab Adrian dengan nafas terasa sesak.
"Pergi kau dari sini! Fene tidak ingin menemuimu!" Tegas Irene.
"Aku suaminya mi! Aku suaminya!" Jelas Adrian.
__ADS_1
"Oogh! Suami! Suami yang kasar jika memiliki banyak masalah! Hingga kau siksa Fene untuk melayani nafsu mu! Cih! Tidak sudi aku punya menantu seperti mu! Aku akan meminta pengacara, mengurus perceraian kalian!" Tegas Irene terdengar jelas ditelinga Edward, Hanz, Lois dan Chay-in.
Hanz menarik tangan Irene meninggalkan koridor rumah sakit, agar tidak semakin kacau.
"Ooh my God!" Bisik Lois, melirik Chay-in yang terkejut berusaha membendung air matanya. "You oke?" Tanya Lois pada Chay-in.
"Hmm! Bawa aku keluar dari rumah sakit ini Lois!" Pinta Chay-in masih shook.
Lois menggandeng tangan Chay-in membawa keluar koridor rumah sakit, mereka bertemu Irene menangis dipelukan Hanz membuat bahunya bergetar. Hanz menenangkan Irene.
"Bawa aku pergi dari sini Lois!" Perintah Chay-in berbisik.
Lois menghampiri Hanz memohon izin, membawa Chay-in. Hanz mengizinkan tanpa banyak bertanya.
Dokter Spesialis menyampaikan semua rasa trauma dan depresi Fene. Adrian tertunduk lemas. Berharap dia bisa segera bertemu Fene untuk meminta maaf.
Adrian duduk dikursi koridor. Edward menghampirinya duduk disamping Adrian, "kenapa kau tidak cerita pada ku tentang pernikahan Stela? Ada apa? Kenapa kau perlakukan Fene seperti ini Adrian? Kenapa kau begitu bodoh mencintai Fene dan Stela, Adrian? Hingga kau sakiti mereka berdua!" Edward menatap kaku pintu ruangan.
"Aku terlalu mencintai mereka pi! Stela sangat mirip dengan Fene!" Curhat Adrian.
"Apa kau melupakan Jasmine? Chay-in? apa kau melupakan mereka?" Tanya Edward.
Adrian tak menghiraukan pertanyaan Edward, dia menangis sesengukan, berdiri menuju ruangan Fene dirawat.
"Maaf Tuan! Anda siapa?" Tanya perawat.
"Saya suaminya Adrian." Jelas Adrian.
"Tuan! Saya hanya kasih waktu 15 menit!" Tegas perawat yang menjaga.
Fene masih menerima telfon dari seseorang, menatap kehadiran Adrian dengan tatapan benci.
"Fen! Maafkan aku! Kecup Adrian pada punggung tangannya.
"Aku akan mengajukan perceraian kita! Aku tidak ingin bersama mu lagi!" Jelas Fene.
"Fen! Aku mohon! Jangan lakukan ini pada ku! Aku benar-benar menyesal." tangisnya. "Pikirkan Chay-in Fen! Stela dan Jasmine sayang!" Isaknya.
"Apa salah ku, Dri? Sangat menyayat Dri, diseluruh tubuh aku. Kita menikah hampir 20 tahun, dua hari kamu sekap aku dengan kesalahan yang tak jelas! Kamu ada masalah apa? Apakah aku pernah mengkhianati mu? berselingkuh darimu? Atau tidak mengurusmu Adrian! Aku mencintai mu lebih dari apapun! Aku terima baik dan buruk mu! Kamu kasar, saat emosi aku terima Adrian! Kali ini aku kalah! Maafkan Aku! Pergilah! Pengacara akan mengurus semua! Aku mau istirahat!" Ucap Fene, membaringkan tubuhnya, berusaha memejamkan mata, tanpa memperdulikan Adrian masih berada disampingnya.
Ada perasaan sakit melihat Adrian rapuh seperti ini, karena cemburu menyelimuti akal dan pikirannya, hingga tega melakukan hal kasar pada Fene istrinya sendiri, saat melakukan aktifitas ranjang, rasa takut semakin jelas diraut wajah Fene.
__ADS_1
Adrian menghela nafas dalam, beralalu keluar meninggalkan Fene. Irene, Edward dan Hanz mendengar pembicaraan mereka.
Adrian tak menghiraukan apapun, dia pergi meninggalkan Fene.***