See Eye Stela

See Eye Stela
Kekuatan.


__ADS_3

Stela menatap indah kamar mereka yang ditata khusus oleh Dedrick dan Adrian.


Keindahan pagi dilangit Netherland sudah memasuki musim dingin, membuat Stela enggan melangkahkan kaki lebih dulu turun dari ranjang. Dia lebih senang menatap Dedrick yang masih terlelap.


Stela membelai lembut kepala Dedrick, kemudian berbisik, "I love you hubby!" Bisiknya.



Stela menindih tubuh Dedrick, "Hubby!" Rengeknya terdengar manja oleh Dedrick.


"Hmmm!" Dedrick membuka pelan matanya, menatap istri cantik sudah berada diatas tubuhnya.


"Morgen!" Kecup Stela mesra pada bibirnya.


"Morgen wife! Apa kamu sudah terbiasa spreche deutch wife?" Goda Dedrick melepas ciuman Stela.


"Hmm! Sedikit," Kekehnya manja mencium mesra cerug leher Dedrick.


Drrrt, drrrt. "Dovi!" Bisik Dedrick.


"Ya Dov!"-Dedrick.


"Aku harus berangkat ke Italy lusa, membawa Lusi! Aku akan menikahinya. Jika kau ada waktu, kunjungi aku!" Jelas Dovi.


"Hmm!" Dedrick tak menjawab, karena ada Stela dihadapannya.


"Oklah!" Dovi sangat memahami keadaan Dedrick segera menutup telfonnya.


Stela yang masih mendengar deguban jantung suaminya, malah tertidur di dada tegap itu.


Pelayan membunyikan bel agar Dedrick membukakan pintu kamar mereka, membawa sarapan untuk sang majikan.


Perlahan Dedrick memiringkan tubuhnya, agar Stela tidak terganggu. Dedrick meletakkan kepalanya diatas bantal dengan pelan. Stela meringkuk manja, Dedrick mengecup dalam sudut kening istrinya.


Dedrick bergegas membuka pintu kamar, mengizinkan pelayan masuk meletakkan makanan dimeja.


"Tuan muda! Tuan Miller ada di bawah. Menunggu Tuan." Jelas pelayan.


"Ya! Saya mandi dulu." Jawab Dedrick, membiarkan pelayan meninggalkan kamar majikannya. Dedrick bergegas masuk kekamar mandi.


Usai mandi, Dedrick mengintip Stela masih terlelap, mengusap lembut kepala istrinya. "Hmmm! Pulas sekali tidur mu, Stel!" Kecup Dedrick pada bahu mulus itu.


Dedrick bergegas menemui Miller, meminta pelayan, agar menemani Stela dikamarnya.


"Haii Dad!" Senyum Dedrick sangat segar.


"Haai boy! Bagaimana Stela? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Miller.


"Baik Dad! Mungkin besok aku akan ke Italy, setelah itu kami ke New yourk." Jelas Dedrick pada Miller.


"Hmm! Aku akan mengawal kalian." Miller menatap kearah luar.


"Mami mana Dad?" Tanya Dedrick karena tak melihat kehadiran Veni.

__ADS_1


"Diresto! Lagi ngambek! Secretaris lama ku menemuiku!" Kenang Miller tersenyum tipis.


Dedrick mengetahui kisah kelam Miller, hanya menaikkan bahunya. "Kalau urusan itu, aku tak berani ikut campur Dad!" Senyum Dedrick.


"Hmm! Semoga kau akan selamanya bersama Stela tanpa wanita lain!" Miller menepuk pundak putranya.


"Stela sudah sangat baik dan sempurna untukku! Aku tak mampu melirik wanita lain. Apa lagi kondisi dia seperti sekarang! Aku ingin fokus membahagiakan dia. Today aku akan membawa ke butik dan restoran." Jalas Dedrick.


"Baiklah! Aku akan ke kantor! Kita bertemu di rumah sore yah! Tawari Stela untuk berenang! Aku merindukan kalian." Miller berlalu, bersama beberapa pengawal kawat besinya.


Dedrick menatap punggung Miller meninggalkan apartemen mereka. "Hmm! Masa lalu akan selalu meminta pertanggung jawaban dimasa depan!" Batin Dedrick bergegas menuju kamar peribadinya.


Dedrick melihat Stela sudah sangat cantik, rambut tergerai panjang. Dedrick tersenyum, menatap mesra istrinya. "Kamu cantik wife! Apakah kita akan jalan-jalan?" Ajak Dedrick mesra.


"Ya! Aku mau pake Ferrari." Pinta Stela manja dibahu Dedrick.


"Oke!"Dedrick meminta pengawal Miller mengantarkan Ferrarinya segera. "10 menit mereka akan tiba disini sayang!" Kecup Dedrick pada punggung tangan Stela.


"Kamu udah sarapan?" Tanya Dedrick pada Stela.


"Hmmm!" Stela menujuk kearah meja, tentu hidangan sudah disapu bersih oleh Stela.


"Good! Semoga kamu cepet hamil!" Bisik Dedrick mengusap lembut perut tipis istrinya.


"Hmm! Semoga yah! Aku senang kamu begini!" Kekeh Stela.


Dedrick menggandeng tangan Stela, menuju lantai bawah ruang keluarga, menanti pengawalnya.


"Tuan! Mobil sudah sampai!" Jelas pengawalnya.



Masih musim dingin.


Terakhir mereka menghabiskan waktu di butik.


Begitu banyak tawa canda yang mereka ciptakan.


"Dari sini kita mau kemana?" Tanya Stela menatap manik mata Dedrick.


"Terserah! Kita berenang di rumah keluarga ku? Kebetulan ada undangan makan malam!" Jelas Dedrick.


Stela tak menjawab, dia hanya mengangguk dan menaikkan kedua bahunya.


"Apa kamu tidak mau berenang?" Tanya Dedrick menggoda Stela.


"Heeeii boy! Hari ini musim dingin! Mau berenang dimusim dingin?" Kekeh Stela, membuat Dedrick salah tinggkah dan tertawa bersama.


"Aku lupa! Hanya menginginkan menghabiskan waktu bersama. Karena aku selalu hangat jika didekatmu wife!" Goda Dedrick meyakinkan.


"Apa kamu pikir aku masih 16 tahun? Aku sudah 17 tahun boy! Jadi sudah dewasa!" Tawa Stela sangat cantik membuat Dedrick meremas geram.


"Kita jalan sekarang? Aku mau mengajakmu kerestoran Keluarga ku." Dedrick menggandeng tangan Stela menuju mobil, membawanya ke Restoran Keluarga Visser.

__ADS_1


Stela mengikuti langkah Dedrick, sangat nyaman bersamanya, batinnya.


Mereka saling bercerita, menggoda dan tertawa. Sangat bahagia.


"Saat ini Stela menjadi kekuatan ku." Dedrick membatin.


Dedrick memarkirkan mobil didepan restoran Keluarga Visser. Tentu disambut hangat oleh Veni dengan rasa bahagia dan haru.


Stela turun dari mobil, menggandeng tangan Dedrick, bersembunyi dibalik tubuh Dedrick karena takut melihat Veni semakin mendekat padanya.


"Tenang sayang! Wanita itu sahabat kita! Jangan Takut!" Bisik Dedrick merangkul mesra tubuh Stela.


Stela tersenyum, mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan Veni tanpa mau dipeluk.


"Hmmm!" Veni tersenyum mengerti, membawa anak menantunya masuk kedalam restoran.


Memesan beberapa makanan kesukaan Stela, sambil mengelus tangan menantunya yang berada diatas meja. "Kalian udah makan sayang?" Tanya Veni dengan senyuman.


"Hmm! Belum Aunty! Masih ngemil aja tadi di butik!" Jawab Stela menatap Dedrick yang berada disampingnya.


"Kita makan disini yah! Aunty bayarin! Dissert disini sangat lezat." Ucap Veni mempromosikan kepada Stela.


Stela mengangguk, menatap kearah Dedrick sesekali mencium bahu Dedrick.


"Oogh! Sweet!" Senyum Veni menatap kearah Dedrick.


Dedrick tersenyum menjelaskan pada Veni rencana mereka. "Kami besok akan ke Italy, Mi! Dovi akan menikahi Lusi!" Senyum Dedrick menjelaskan.


"Why? Kenapa Mami tidak di undang?" Tanya Veni sedikit kaget.


"Hmm! Sssst! Itu masalah keluarga mereka, jika mereka tidak memberi tahu, yaaah! Somethink wrong Mi!" Senyum Dedrick.


Stela hanya memdengarkan pembicaraan mereka tidak berfikir apapun, mengingat pun tidak. Dia hanya menikmati sepotong cake. Sesekali menatap kearah Veni dan Dedrick.


"Ck! Mami tidak mengenal Holi! Setau Mami mereka dekat saat usia 24 tahun. Holi termasuk wanita keras dan sangat membenci Pria Italy dan Prancis." Jelas Veni pelan.


"Yaaah! Itulah masa lalu! Buktinya Mami dan Daddy ribut hanya karena masa lalu." Kekeh Dedrick.


"Kamu!" Rungut Veni tidak suka jika sudah membahas tentang Miller dan mantan secretarisnya.


"Oke, apa kita akan memghabiskan malam bersama?" Hibur Dedrick menatap Stela.


Stela mengangguk, mengikuti apapun permintaan sang suami.


"Ya! Kita makan malam, karena Daddy merindukan mu Son!" Ucap Veni lembut mengusap wajah putra satu-satunya.


Mereka menikmati hidangan dengan lahap, Dedrick sangat memanjakan Stela. Menyuapkan, membersihkan bibir istrinya dari sisa makanan. Terlihat romantis dan sangat sempurna.



Visual Dedrick Visser dan Stela Visser.❤️❤️


Asyiiik yah... ❤️❤️❤️

__ADS_1


Like and Vote...😘🙏❤️⭐


__ADS_2