See Eye Stela

See Eye Stela
Tak biasa.


__ADS_3

Pernikahan Mesi dan Jasmine tetap berlangsung, terpaksa diadakan di Amsterdam. Ketakutan keluarga meninggalkan Stela yang masih belum siuman membuat kekhawatiran semakin menjadi.


Ditambah Stela sempat mengalami kejang, membuat panik Dedrick dan Adrian.


Sudah lebih 1 bulan Stela terbaring di Rumah Sakit Sint Lucas Andreas. Setiap malam Dean selalu menemani Stela secara bergantian dengan Dedrick.


"Kapan Stela akan siuman Dean?" Tanya Dedrick pada Dean saat mereka tengah menyesap secangkir kopi di kamar Stela.


"Berdoa saja bro! Aku yakin kamu pasti kuat!" Senyum Dean.


"Hmm!" Dedrick masih belum bisa tersenyum. "Dimana kau kenal dengan Stela, Dean?" Tambah Dedrick.


"Dulu saat dia sering ke Jogja, kami berteman sangat akrab. Hingga aku mengungkapkan cinta padanya, dia tak menoleh pada ku! Padahal aku sangat mencintainya kala itu!" Kenangnya. "Kini aku justru sedih, wanita yang dulu sombong, dingin menjadi wanita yang hangat dan peduli!" Tambah Dean.


"Ya, Stela aku kenal dulu sangat sombong, aku sangat kesal padanya." Kekeh Dedrick.


Dean mengangguk, "semoga Stela lekas siuman!" Senyum Dean.


Saat mereka tengah bercanda, karena merasa nyaman sering bercerita, mengenal satu dengan yang lain, terdengar suara Stela memanggil "Hubby".


"Hubby!" Erang Stela menggerakkan tangannya.


Dedrick dan Dean mendekat seketika, "ya sayang!" Dedrick berkaca-kaca bahagia.


"Aku kangen hubby!" Bisik Stela dengan mata masih tertutup.


"Ya! Buka mata mu perlahan sayang!" Mohon Dedrick mencium telapak tangan yang lembut.


Perlahan Stela membuka matanya, samar dia melihat Dedrick berada disampingnya.


Dedrick menatap jam dinding pukul 13.45 waktu Amsterdam.


Dean memanggil Dokter senior untuk memeriksa kondisi Stela.


Dedrick kembali menunggu di luar, meninggalkan Dokter, Dean dan perawat.


Adrian, Fene, Edward dan Veni mendekat pada Dedrick. Mereka membeli kebutuhan untuk Dedrick.


"Bagaimana Stela, Dedrick?" Tanya Adrian.


"Udah siumanan Dad! Sedang dilakukan pemeriksaan." Jelas Dedrick.


"Alhamdulilah," Ucap Fene dan Veni bersamaan.


Edward dan Adrian tampak bahagia. Ada perasaan lega, mendengar Stela sudah siuman.

__ADS_1


Dean memanggil Dedrick, agar ikut masuk ke ruangan Stela dirawat.


Dedrick masuk ke ruangan. "Stela!" Senyum Dedrick bahagia memeluk Stela yang sudah diposisikan sedikit duduk agar tidak merasa pusing.


"Hubby! Kamu kenapa nggak bilang ada Dean disini! Dia sahabat ku!" Kekeh Stela manja.


Deg, "bukannya kemaren dia lupa?" Bisik Dedrick, begitu juga Dean.


"Oough ya? Syukurlah, jadi kamu disini ada temen!" Kekeh Dedrick mengecup kepala Stela.


"Kiss me!" Stela memanyunkan bibirnya. Dedrick mencium setelah mendapat Dokter senior mengizinkan.


Dokter senior memberi tahu pada Adrian dan Fene kondisi Stela.


"Stela hanya mengingat beberapa! Jika dia tidak ingat, jangan dipaksa! Karena akan membuat dia sedih dan shook. Kembali depresi, bahkan lebih parah. Bisa jadi akan melupakan Keluarganya sendiri." Jelas Dokter pada Adrian dan Fene.


Adrian mengangguk mengerti. Berucap syukur, memeluk Fene. Masuk ke kamar Stela, melihat putri kesayangan mereka tengah bermanja dengan Dedrick. Sementara Dean mengambil hasil labor sesuai perintah Dokter seniornya.


Stela tampak bahagia dan segar. Tentu, karena obat-obatan, asupan yang diberikan adalah kualitas terbaik.


"Mami!" Stela membuka lebar tangannya menyambut Fene.


Fene memeluk, berucap syukur pada Allah, masih dapat melihat putri kesayangannya.


"Lusi udah melahirkan sayang?" Tanya Stela pada Dedrick masih berada dipelukan Fene.


Stela masih meringkuk manja dipelukan Fene, "Sayang jawab aku!" Rengek Stela manja pada Dedrick.


"Oogh! Kayaknya kamu mimpi sayang!" Senyum Dedrick gugup mengalihkan pembicaraan mereka.


"Iiighs! Dia mau ngasih anaknya ke kita hubby! Dia bilang sama aku!" Racau Stela.


Fene dan Adrian semakin sinis menatap Dedrick.


Tok tok tok,


Dean berdiri membawakan makanan untuk Stela bersama seorang perawat. "Kamu makan dulu yah Stel! Puji Tuhan kamu sudah membaik!" Jelas Dean.


"Iya! Kamu temanin aku! Kita udah lama nggak jumpa! Terakhir aku juga lupa!" Kekeh Stela.


Dedrick mendekati Stela, "Aku aja sayang yang suapin kamu!" Pinta Dedrick menegaskan pada Dean.


Dean tersenyum, Fene melepas pelukannya, berlalu keluar mengambil handphone miliknya, segera menghubungi Lusi.


Lusi jujur mau tidak mau, menyatakan dia hamil anak Dovi.

__ADS_1


Fene kembali menangis, "cobaan apa lagi ini Ya Allah! Aku sangat lelah dan jengah! Kenapa anak-anak kami hancur begini. Apa yang salah?" Isak Fene dalam kesendiriannya.


Fene segera menghubungi Holi, perdebatan Fene dan Holi sangat sengit. Holi yang egois tidak peduli dengan Lusi karena tidak menyukai Dovi. Tanpa sepengetahuan Fene, Holi telah memblokir semua akses keuangan Lusi. Membuat Fene semakin kesal pada Holi.


"Gila lo yah! Anak lo lagi hamil, tinggal di La! Lo pikir dia mau situasi begini Hol?" Kesal Fene. "Gue bakal ngomong sama Petter! Ternyata lo kejam yah!" Tambah Fene.


"Lusi anak gue! Gue urus cara gue! Gue nggak mau punya menantu Dovi, dia pria Italy, sama seperti Mark! Gue nggak mau!" Jelas Holi.


"Kenapa lo samain Dovi sama Mark? Mark Napoli, Dovi Pisa! Sangat jauh Hol!" Geram Fene.


"Sama-sama Italy, Fen!" Jelas Holi terdengar egois.


"Terserah lo deh! Pusing gue! Yang penting gue udah kasih saran. Gue akan menanggung Lusi, dan gue akan bicara dengan Petter! Lo egois!" Fene menutup telfon dengan sangat kesal.


Menggeram karena kebodohan Holi, Fene menunduk, mengusap wajahnya kasar. Menatap kearah Adrian semakin mendekat.


"You oke?" Tanya Adrian tersenyum.


"Not good!" Senyum Fene dengan wajah sendu. "Kenapa kita terlalu di pusingkan dengan masalah Dri? Semenjak Papi nggak ada, keluarga kita berantakan! Stela memburuk! Kita terlalu larut!" Fene memeluk Adrian yang duduk disampingnya.


"Tenanglah! Holi seperti itu karena punya alasan sendiri Fen. Dia tidak begitu menyukai Pria Italy dan Prancis dari dulu! Yah, karena kecewa!" Senyum Adrian.


"Tapi Dovi kan pria Amerika! Hanya blesteran. Sama kayak kita! Anak-anak! Holi terlalu egois, masak dia mau nikahkan anaknya sama Dean. Hamilnya ama Dovi, nikah sama Dean! Kamus apa itu? Ditambah dia memblokir semua keuangan Lusi. Dipikirnya Dovi bakal diam? Dovi juga tajir Adrian!" Fene melepas pelukannya, memijat pelipis pelan.


"Sama kayak kamu, tidurnya sama siapa, nikahnya sama siapa!" Goda Adrian terkekeh.


"Iiighs! Kamu juga sama! Tidur ama siapa, nikahinnya siapa! Wwweeek!" Kesal Fene.


"Kondisinya beda Fen! Kita nggak sampe hamil!" Adrian semakin ngelantur.


"Sama aja! Kayaknya anak-anak malah lucu dan unik!" Pusing Fene. "Miller masih meeting Dri?" Tambah Fene lagi.


"Iya, aku udah ngasih tau, Stela udah siuman! Mereka akan segera ke sini." Jelas Adrian.


"Hmm!" Fene hanya mendehem.


Fene dan Adrian hanya saling berpelukan masuk kepikiran mereka masing-masing. Merenung, apa yang terbaik untuk anak mereka.


Mendengar Stela siuman, Kevin dan Brian menghampiri rumah sakit. Katty dan Irene juga menghampiri cucu tersayangnya. Richard dan Sandra justru telah kembali ke Jogja, karena pekerjaan mereka. Mesi dan Jasmine hanya bisa datang seminggu sekali menjenguk adik tersayangnya. Sementara Chay-in masih sibuk dengan ujian akhir semester.


Fene memutuskan untuk menutupi kehamilan Lusi dari keluarga atas permintaan Holi. Fene memberi kebebasan pada Holi dalam menyelesaikan masalah keluarga sendiri. Holi punya alasan sesuai ucapannya.


Asyiiik... ❤️❤️


__ADS_1


Visual Dedrick dan Stela Visser di media sosial mereka...❤️❤️🥰🥰


__ADS_2