See Eye Stela

See Eye Stela
Jadwal shooting.


__ADS_3

Suasana shooting di Buhl 3,



Salah satu castel di oberstdorft



Danau indah obsertdorft.


Oke, author akan menceritakan sesi shooting Stela dan Mario yang membuat Dedrick terbakar api cemburu. Begitu romantis ungkapan cinta Mario pada Stela. Membuat hati Dedrick meledak terbakar cemburu.



Visual dunia acting Mario dan Stela.


Dedrick tak bisa menahan perasaan cemburunya hingga, menarik leher baju Mario menghujamkan tangan kekarnya,


BHUUUK,


BHUUUK,


BHUUUK,


BHUUUK,


Pukulan bertubi tubi melayang kewajah Mario dari Dedrick saat Stela beradu tatap dengan Mario.


"Dedrick!!" Teriak Stela, Adrian, Fene Miller dan Veni secara bersamaan.


"Ooogh my God, Dedrick!" Brian dan Lois cepat mendekati Mario dan Dedrick untuk melerai.


Seketika, BRAAAK, Dedrick mendorong keras, membuat Lois terpental mengenai meja lipat yang tidak begitu jauh dari pertikaian kedua pria itu.


"Aaaaaugh!" Ringis Lois.


Samuel bergerak cepat melerai Mario dan Dedrick.


"Cut! Cut! Bangsat," Geram Samuel melerai Mario dan Dedrick.


"Apa-apaan kamu Dedrick! Ini film ku! Kau menghancurkan karya ku!" Bentak Samuel pada Dedrick.


"Linceeeee! Bawa Mario! Obati dia!" Tegas Samuel menatap geram ke arah Dedrick.


Dedrick masih tersulut emosi, masih mengejar Mario. "Anjing kau!" Teriak Dedrick.


"Dedrick stop!" Sarkas Samuel. "Ini shooting, tidak serius! Ini dunia ku, bukan real!" Tegas Samuel frustasi melihat semua berantakan.


"Tapi dia menyentuh istriku Uncle!" Tegas Dedrick membela diri.


"Itu hanya di film!" Samuel membentak mendekati Lois menolong putranya.


Stela mendekat ke arah Dedrick, menangis ketakutan menatap mata suaminya yang penuh amarah. "Hubby!" Ucap Stela lembut.


Dedrick langsung memeluk Stela, menutup mata mencium puncak kepala istrinya. "Maafkan aku, aku tak bisa melihat dia menatapmu seperti itu! Aku sangat takut Stel!" Jelas Dedrick.


"Tapi kau menghancurkan karya Uncle! Dia kejar tayang hubby, Aunty Maria sedang menunggu. Minggu depan harus segera lounching." Jelas Stela agar Dedrick mengerti.


"Aku akan bicara pada Uncle! Maaf!" Ucap Dedrick melepas pelukannya mengejar Samuel.


Adrian menarik tangan Dedrick. "Jangan sekarang! Biarkan Samuel tenang, dia masih emosi!" Jelas Adrian berlalu mendekati Samuel.

__ADS_1


Miller mengikuti langkah Adrian, mendengus kesal pada kecerobohan putranya.


Fene dan Veni mendekati putra dan menantunya, "apa yang kamu lakukan Dedrick? Ini dunia berbeda nak!" Jelas Veni.


"Aku cemburu sekali Mi! Ntahlah, aku tidak mengerti dengan perasaan ku kali ini." Tegas Dedrick mengacak rambutnya.


Fene berbisik pada Veni, "Apakah rasa cemburunya seperti Bram cemburu saat aku hamil Brian, Ven!" Jelas Fene.


"Ck, bisa jadi!" Senyum Veni.


Stela menghampiri Lince dan Mario membawa Dedrick bersamanya. Terlihat wajah Mario yang memar, hidung mancungnya seperti patah karena masih mengeluarkan cairan merah segar. Sesekali terdengar dia meringis.


Stela mendekati Mario, lengan Stela di tahan oleh Dedrick.


"Aku akan bicara padanya!" Tegas Dedrick.


Stela menunduk, "ternyata dia mengerikan saat cemburu." Kesal Stela.


Dedrick menghampiri Mario, melihat hasil karyanya yang sangat memuaskan menurutnya. "Maaf, aku akan menanggung biaya pengobatanmu jika hidungmu patah! Aku harap kau tidak menuntut keluarga ku, karena kami akan membenamkan mu jika kau melakukan hal itu!" Tegas Dedrick membuat mata Lince membelalak kesal.


"Heiii, sombong sekali kau!" Bentak Lince.


Dedrick menatap sinis pada Lince, "aku sedang bicara pada actor tampan yang berani menggoda istriku! Kau tau, istriku sedang hamil dan aku membenci pria yang berani mengganggunya." Sarkas Dedrick pada Lince.


"Tapi itu shooting! Bukan beneran!" Jelas Lince mendengus kesal.


"Shooting menurut mu? Dia sempat mencium istriku dua hari lalu dan terexpose di media! Apa kalian tidak tau tentang gosip murahan itu?" Jelas Dedrick menggeram.


Lince menatap Mario, karena dia memang tidak mendengar berita itu. "Apa benar kau mengganggu istri orang Mario?" Lince semakin kesal dengan kedua pria dihadapannya.


Mario hanya mengusap hidungnya, agar cairan merah itu berhenti. "Ck! Tidak seperti itu Lince! Aku hanya membantu Stela menggunakan sarung tangan, bukan menggodanya." Jawab Mario malas.


"Aaaagh! Tolong kau jaga sikapmu dengan keluarga ku! Jika kau masih ingin lama di dunia ini!" Dedrick menarik tangan Stela, meninggalkan ruangan pengobatan para kru.


Stela memilih masuk kekamarnya atas perintah Dedrick, dia justru mendekati Lois dan Miller.


"Kau kenapa?" Kesal Lois.


"Aku cemburu! Salah aku cemburu?" Tegas Dedrick.


"Yaaaah, setidaknya mereka hanya menghayati peran Dedrick! Bukan serius." Jelas Lois tenang.


Dedrick melempar ponsel miliknya kearah Lois, agar dia melihat berita yang mengisukan perceraiannya dengan Stela.


Lois membaca dan termenung. "Hanya karena gosip murahan ini? Kau merusak actor terbaik Papi ku?" Remeh Lois.


"Murahan menurutmu! Mahal untuk hubungan ku yang hampir kandas!" Jawab Dedrick dingin.


Lois tersenyum sinis, "Bukannya kau membiarkan Stela tanpa mencarinya? Dia bersama kami apa itu salah? Kau terlalu cemburu Dedrick!" Ucap Lois menatap nanar hezel manik Dedrick.


"Hmm! Jangan membahas kenapa aku tidak mencarinya! Kau tau aku hampir gila di La! Terus media memberitakan ini! Jika kau jadi aku, apa yang kau lakukan Lois? Aku tidak terima! Kau tau aku karena aku sahabatmu! Jangan pojokin aku lagi! Karena aku melindungi rumah tangga ku, dari sampah dan gosip murahan itu. Kau tau betapa berat aku memperjuangkan semua ini!" Kesal Dedrick.


"Oke, aku tidak ingin berdebat! Apalagi mempermasalahkan masalahmu! Sekarang kau bantu Papi agar film kami tidak bernatakan. Mami menunggu hari ini. Kau mengacak program kami!" Tegas Lois.


"Aku akan menggantikannya! Aku akan berperan! Jangan Pria Spain itu yang tengah berharap mencium istriku! Karena aku akan menghajarnya." Jawab Dedrick tenang.


"Oke! Ni naskahnya!" Lois memberi naskah dihadapan Dedrick. "Kau hapal, dan 1 jam lagi kita akan shooting. Jangan buat malu didepan kru!" Tegas Lois beranjak pergi meninggalkan Dedrick dan Miller.



Naskah film Samuel Hu.

__ADS_1


Dedrick menelan salivanya. Dia pria kaku, tiba-tiba harus berperan menjadi pemuda yang banyak bicara dan alay yang mencintai wanita pujaannya dengan banyak adegan berpuitis.


"Dad!" Ucap Dedrick menatap Miller lemas.


"Duduklah! Jangan menatapku seperti itu! Kau bukan actor!" Tawa Miller manatap wajah putranya yang berubah seketika saat menerima naskah dari Lois.


"Tapi aku tidak bisa dan pasti semua akan menertawakan ku Dad!" Rengek Dedrick menutup wajahnya dengan kedua tapak tangannya.


Miller tertawa, "inilah dunia peran boy! Tidak mudah dan juga tidak sulit jika kau menghayatinya." Jelas Miller menepuk pundak putranya. "Kau pinta Stela membantumu, atau Brian! Aku rasa ini dunia baru untukmu." Miller berlalu meninggalkan Dedrick masih menggenggam naskah.


Dengan langkah gontai, Dedrick masuk kekamarnya. Menyesali kebodohannya. Setidaknya berperan itu tidak mudah.


"Aaaaaagh!" Kesal Dedrick membuka hendel pintu. Menatap Stela yang tengah berbalut handuk, baru selesai membersihkan diri.


Seketika dia berubah pikiran, melihat bahu mulus sang istri yang sudah lama dia lupakan.


Dedrick mendekati Stela, mencium lembut bahu istrinya yang telah lama tak dia sentuh. "Hmmm! Wangimu masih khas wife!" Kecup Dedrick.


Stela membalikan tubuhnya, "apa kau sedang menginginkan ku?" Bisik Stela menikmati cumbuan Dedrick yang jarinya sudah bermain di bagian ehem.


"Hhhmmgh, sayang!" De sa han Stela mulai terdengar.


Dedrick me lu mat bi bir istrinya yang lembut dan masih semanis dulu, me main kan terus ja ri nya di be la han pa ha sang istri.


"Aaaaaugh, aaaaagh, hmmmm!" Na fas Stela terdengar sangat meng gair ahkan di telinga Dedrick.


Dedrick yang tengah strees, mendadak melupakan rasa penatnya karena Stela sangat pandai bermain diatas tubuhnya. Membuat emosi Dedrick teredam seketika saat mencapai pelepasan setelah 20 menit melakukan manuver.


"Terimakasih wife, kamu sangat pandai membuat aku tenang!" Kecup Dedrick.


"Hmm, tumben lama?" Bisik Stela.


"Kan biar kamu puas wife! Bener kata orang, segala sesuatu mesti diselesaikan di ran jang!" Godanya di puncak hidung Stela.


"Terus? Gimana?" Senyum Stela mencepol rambutnya, memperbaiki duduknya melepas pesawat airbus yang masih berada di landasan.


"Aaaagrrrh!" Goda Dedrick.


"Aaagh, kamu!" Rengek manja Stela.


"Nggak apa apa si ucet didalam sayang?" Usap Dedrick pada perut Stela.


"Iighs! Cuma tadi linu aja saat mentok!" Jujur Stela.


"Maaf yah! Punya kamu enak banget, masih sempit aja!" Bisik Dedrick masih menggoda.


"Hmmm!" Stela melirik naskah yang ada dinakas. "Ini buat apa?" Tanya Stela penasaran.


"Ajarin aku! Aku bakal memerankan Mario!" Rengeknya manja. "Kamu tau aku nggak pandai acting!" Sesalnya.


Stela tertawa, mengusap lembut kepala Dedrick. "Aku bacain, kamu simak! Nanti kita saling dialog! Oke! Sekarang kita mandi, habis itu makan, lanjut menghapal!" Jelas Stela.


"Ya!" Dedrick menggendong tubuh istrinya membawa mandi bersama, tentu melakukan lagi.



Visual yah readers... 🤭❤️


_______******❤️❤️❤️


Maaf ini hanya penghangat kisah ini, agar tidak mengantuk...🤭☕

__ADS_1


Like and Vote, jangan lupa comment yah... ❤️


Terimakasih, Fillen danke, Thankyou...🙏


__ADS_2