See Eye Stela

See Eye Stela
Why?


__ADS_3

Dovi sangat serius membicarakan suatu hal pada Dedrick. Membuat mata Stela tak berhenti menatap ke arah mereka.


Jasmine yang tengah berbunga bunga dilamar oleh Mesi, memeluk Stela yang berada didekatnya.


"Apakah bajumu kekurangan bahan untuk menutup leher mu yang seperti macan?" Celetuk Jasmine pada adik tirinya.


"Why?" Tanya Stela tak menyadari begitu banyak stempel kepemilikkan Dedrick.


"Apa kau tidak menyadarinya Stel?" Jelas Jasmine memberi selendang pada leher adiknya itu.


"Ooogh my God! Aku lupa Sis! Dedrick tak memberitahu ku sebelum berangkat." Kesal Stela melirik Dedrick.


"Apa kau bahagia bersama cintamu?" Bisik Jasmine menggoda Stela.


"Sangat Sis! Aku sangat bahagia. Dedrick mencintaiku! Dia membuatku melayang setiap harinya!" Kenang Stela tersipu malu.


"Syukurlah! Jika kau bahagia! Aku akan pindah ke Swiss setelah pernikahan ku! Aku harap kau akan selalu mengunjungiku!" Kekehnya mengingatkan Stela.


"Ya! Aku akan selalu mengunjungimu!" Hibur Stela pada Jasmine.


"Apakah Brian sudah menemukan kekasih baru?" Bisik Jasmine.


"Hmm! Aku rasa belum! Karena dia hanya fokus pada butik di Paris! Dia juga tidak begitu banyak mengambil peran lagi. Cuma ada satu film yang akan diperankannya. "Life in Paris". Jelas Stela.


"Hmmm! Sepertinya dia akan menerima keponakan Aunty Nichole, Chesie!" Jelas Jasmine pada Stela.


"Semoga saja." Senyum Stela membawa Jasmine mendekati Lusi yang tengah murung duduk sendiri.


"Haii! Kamu kenapa?" Tanya Stela pada Lusi.


"Bisa kita bicara Stel? Aku butuh kamu!" Tangis Lusi pecah dibahu Stela.


"Ada apa?" Stela bingung.


Lusi menarik tangan Stela menjauh dari Jasmine dan semua keluarga. Lusi membawa Stela kelantai dua.


Stela bingung, melihat mata Lusi yang basah. "Apakah ada masalah serius Lusi?" Tanya Stela.


"I'm pregnant Stel!" Lusi menangis menutup wajahnya.


Stela tertegun, sesungguhnya dia yang menginginkan kehamilan justru sepupunya Lusi lebih dulu dinyatakan hamil. "What? You kidding me?" Tanya Stela menatap lekat wajah Lusi yang masih di tutupi tangan halus itu.


"I'm not kidding Stel! I'm really pregnant! I'm afraid Mami and Papi will be angry with me! Please help me Stel." Tangis Lusi semakin pecah.


Stela tak bisa berucap, hanya menatap wajah Lusi yang benar-benar stress.


"Apa yang harus aku lakukan Stel?" Pertanyaan Lusi seperti wanita bodoh.

__ADS_1


"Apakah kalian melakukannya tidak menggunakan pengaman? Atau hmm!" Stela membayangkan saat pertama kali melakukannya, Dedrick tidak seperti saat sekarang. Dedrick selalu melepaskan di perut Stela agar tidak hamil, tapi semenjak ketahuan oleh Adrian, Dedrick sudah bebas melepaskan dimana saja, batinnya. 'Tapi aku sudah menikah! Kalau Lusi, dia belum menikah! Ini akan jadi musibah bagi Keluarga Helberg. Apalagi Keluarga Dovi tidak ada di La. Keluarga Dovi berada di Pisa Italy.' Batin Stela lagi.


"Aku bingung Stel! Mami tak menginginkan hubunganku dengan Dovi!" Tangisnya terisak.


"Biarkan dulu! Sejauh ini Mami kan ada di Berlin! Kamu bisa santai di La bersama Dovi! Jika anak mu lahir, kamu beri pada ku! Aku akan menjaganya!" Ide konyol Stela di terima baik oleh Lusi.


Anak-anak belum cukup umur yah begini kasih ide. Tidak memikirkan dampak persalinan diusia muda. Usia mereka sama-sama 17 tahun. Akan mendapatkan masalah sedemikian rupa.


"Hmm! Berapa bulan usia kehamilanmu?" Tanya Stela mengelus perut sepupunya Lusi.


"Baru 5 minggu!" Jujur Lusi.


"Wooow! Kau akan menjadi seorang ibu yang cantik! Aku janji akan merawatnya. Jika kau membutuhkan sesuatu kau kabari aku!" Kekeh Stela.


"Dovi takut Stel! Takut akan seperti Daddy memperlakukan Dedrick dan Uncle Mesi!" Isaknya.


"Hmm! Papi Petter tidak seperti itu! Dia ingin kamu menjadi putri yang bahagia." Hibur Stela pada Lusi.


Pembicaraan mereka sedang di dengar oleh seorang ibu, yang pasti akan menjadi masalah besar. Semenjak kepergian Hanz Parker, semua hancur dan berubah. "Tuhan, kenapa kau beri keluarga ku cobaan seperti ini!" Batin seseorang yang mendengar curhatan putri mereka.


Holi tertegun, memilih menyendiri di apartemen lantai atas milik keponakannya Stela. "Apa aku harus menerima Pria Italy itu?" Batin Holi menangis meratapi nasib putri semata wayangnya.


Stela dan Lusi tertawa tak menyadari kehadiran Holi disana.


"Aku yakin, anak kalian akan menjadi anak yang baik! Karena kalian melakukan dengan cinta!" Kekeh Stela lagi mengacak rambut Lusi.


"Dia hanya bingung sayang! Dia mau jujur pada Papi dan Mami, dia nggak sanggup. Belum mampu! Karena takut! Ucap Stela. "Kita bereskan dulu urusan Jasmine dan Mesi, nanti baru kamu!" Goda Stela pada puncak hidung sepupunya.


"Tapi aku sudah mengecewakan semua Stel!" Isak Lusi.


"Tenanglah, aku akan menjagamu! Aku yakin Dedrick akan memberi solusi terbaik pada Dovi." Stela mengusap lembut punggung sepupunya.


Mereka tertawa berlalu ke lantai bawah berkumpul dengan keluarga lainnya. Para sugar daddy memilih berjudi ala mereka, sementara sugar momy sibuk membicarakan busana yang akan mereka kenakan diacara resepsi Jasmine dan Mesi.


Dedrick memeluk Stela dari belakang, "kita pulang sekarang? Aku sangat merindukanmu wife!" Bisiknya tanpa malu didepan Lusi, Dovi dan Lois.


Dean mendengus kesal mendengar rayuan pulau kelapa Dedrick yang sangat lebay super alay di telinganya. "Bisakah kalian tidak semesum ini didepan ku! Membuat aku mual!" Geram Dean.


Dedrick tertawa, "apa masalahmu? Apakah kau kalah selangkah dari ku boy?" Ucap Dedrick sinis.


"Apaan seeh!" Kejut Stela pada kelakuan Dedrick dan Dean. "Udah, ayo kita pulang!" Stela merangkul lengan Dedrick, menjauh dari Dean yang menurutnya sangat mengganggu.


"Jika Dean benar-benar mengenalku! Kenapa dia baru hadir sekarang? Aku tidak pernah menemuinya, bahkan bicara padanya. Terkadang kejujuran mereka membuat aku muak!" Ucap Stela dalam hati.


Stela dan Dedrick mendekati para sugar daddy untuk pamit pulang ke apartemen Dedrick lebih dulu, Adrian menahan tangan putrinya.


"Kamu mau kemana?" Adrian mendekati cinta seumur hidupnya itu. Merapatkan tubuh putrinya seperti akan memakan Stela, tanpa menyisakan untuk Dedrick.

__ADS_1


"Aku mau pulang Dad!" Peluk Stela manja pada Adrian.


"Menginap disini! Aku masih merindukan mu!" Bisik Adrian pada telinga Stela melirik kearah Dedrick.


Stela menatap Dedrick meminta persetujuan suaminya. Dedrick mengangguk setuju.


"Kamar ku yang dimana?" Tanya Stela menatap manja mata Adrian.


"Lantai dua paling ujung! Semua sudah disiapkan disana. Naiklah! Ada sesuatu untukmu dari Momy dan Daddy!" Bisik Adrian penuh senyuman.


"What!" Stela menyatukan alisnya.


"Pergilah keatas! Bawa suamimu!" Kekeh Adrian mengusap lembut punggung putrinya.


"Oke Dad! I love you!" Stela memeluk Adrian menggandeng tangan Dedrick ke lantai dua mencari kejutan yang diberi Adrian dan Fene.


"Night! Sweet dreams dear!" Adrian kembali ke meja judinya.


Miller merasa cemburu melihat keromantisan Adrian dan Stela.


"Sayang, aku tidak memiliki putri seperti mu!" Goda Miller.


Adrian hanya tertawa mendengar racauan besannya.


Tiba dikamar Stela, dia dikejutkan dengan mawar merah dan wangi aroma therapi yang dihias khusus sebagai kamar bulan madu mereka.


"Oogh sweet hubby!" Peluk Stela pada Dedrick.


"Kapan mereka menghiasnya? Bukankah kita hanya pindah lokasi beberapa jam saja?" Kekeh Dedrick, menyambut tubuh istri yang mengalungkan tangan kembali kelehernya.


Dedrick menghempaskan tubuh mereka di atas bunga mawar. Mencumbu Stela dengan penuh kelembutan. "Semoga kamu cepat hamil yah sayang! Aku sangat menginginkan anak darimu!" Bisik Dedrick ketelinga Stela.


"Hmm! Tapi! Eee! Lusi hamil sayang!" Cerita Stela diatas tubuh Dedrick.


"Ck! Ya! Aku meminta mereka untuk melahirkan anak itu dan memberikan pada kita." Senyum Dedrick pada Stela.


"Kok? Sama?" Kekeh Stela.


"Karena kita sudah sering melakukan, tapi kamu belum hamil! Apakah kita kurang usaha?" Goda Dedrick.


"Hmmm! Setiap ada kesempatan kita lakukan, berdoa! Semoga kita diberi kepercayaan memiliki Baby!" Senyum Stela memberikan keningnya pada Dedrick.


Dedrick melepas ikat rambut Stela, "Kamu terlihat cantik jika melepasnya rambutmu!" Ucapnya. Dedrick me lu mat bibir Stela membalikkan tubuh istrinya dengan mudah.


Ciu man itu lama kelamaan berubah menjadi ciu man ter pa nas malam itu. Dedrick tak ingin memikirkan masalah orang lain, baginya saat ini ingin menghabiskan waktu bersama Stela, tanpa melewatkan moment kebersamaan mereka.


__ADS_1


____Mau dibikin hot author takut kebanjiran, yang penting udah tau kalau udah sampai ranjang adengannya gimana...🤭❤️😂___


__ADS_2