
Sepanjang perjalanan Stela hanya diam, tak membayangkan kejadian hari ini akan mengacaukan pikirannya. "Kenapa aku melihat sosok pria itu, seperti melihat Daddy? What is this feeling?" Batinnya.
"Wife, you oke?" Tanya Dedrick merasa aneh pada istrinya.
"Hmm, kamu pernah nggak melihat orang yang mau mati menatapmu aneh?" Tanya Stela mengalihkan pikirannya.
"Apa Pedro seperti akan mati, wife?" Dedrick meyakinkan hatinya. 'Sekeritis itukah Pedro?' Batin Dedrick.
"Maybe!" Kenang Stela tersenyum tipis.
Dedrick menambah kecepatan untuk segera tiba di Beverly, "Aku gerah! Pengen mandi, kamu mau mandi bareng?" Godanya didagu Setela.
"Iya! Berenang aja yah?" Pintanya memeluk manja lengan Dedrick.
"Hmm! Kalau itu aja hoby banget!" Kekeh Dedrick.
"Iya dong! Habis enak!" Kekeh Stela kembali bermanja pada suaminya. "Hubby, kamu tau gituan dari umur berapa? Kok bisa langsung minta nikah sama aku!" Senyum Stela memandang wajah tampan suaminya masih fokus dengan kemudi.
Dedrick menaikkan alisnya satu, "penting?" tanya Dedrick yang sesungguhnya tak tahu apa jawaban dari pertanyaan Stela.
"Hmm! Penting nggak yah? Aku juga nggak ngerti!" Senyumnya mengalihkan pandangan kedepan.
Dedrick memarkirkan mobil, menatap Stela dengan senyum kurang nyaman karena pertanyaan Stela barusan. "Kenapa dia bertanya seperti itu? Apakah dia merasakan sesuatu setelah bertemu Pedro?" Batinnya. Sebagai suami, Dedrick sangat paham bagaimana pikiran Stela. Sejujurnya Dedrick menikahi Stela, agar Pedro tidak mengejarnya. Pedro adalah sahabatnya kala itu di Netherland, Pedro selalu menceritakan kecantikan cucu Hanz Parker pada Dedrick, jika Keluarga Arlan pulang berkunjung dari Los Angeles, didukung kecantikan dan tubuh ideal nyaris sempurna. Tanpa dia ketahui sejak awal, Stela Moreno Lim adalah wanita yang selalu diceritakan Pedro Arlan masa dulu. Tentu akan menjadi dunia baru baginya jika memiliki Stela lebih dulu.
Tok tok tok, lamunan Dedrick seketika pecah.
"Kamu mau dimobil aja?" Tanya Stela tengah berdiri diluar.
Dedrick membuka pintu mobil merangkul tubuh Stela.
Mereka disambut oleh Kevin dan Nichole.
"Aunty!" Peluk Stela manja pada Nichole.
"Dari mana sexy?" Goda Kevin mengacak rambut Stela.
"Golf!" Senyumnya.
"Pantes!" Ucap Kevin dan Nichole bersamaan.
Mereka menuju ruang keluarga, Stela memilih berlalu kekamarnya. Mencari Dedrick disekeliling kamar. "Hubby!" Panggilnya. "Ck! Kemana dia?" Batin Stela.
Stela membuka baju seperti biasa mengganti dengan dress, tanpa disadari Stela, sosok mata asing melihat dari luar kamar menelan salivanya, karena pintu kamar terbuka lebar. Posisi kamar Dedrick dan Ruang Kerja Visser saling berhadapan posisi serong. Stela tak menyadari, ternyata ada rapat penting keluarga mereka.
Nichole mengetuk pintu kamar, Stela terlonjak kaget. "Aunty!" Ucap Stela pada dadanya.
"Kok pintunya nggak ditutup? Orang ramai di ruang kerja Daddy!" Bisik Nichole sambil menutup pintu pelan.
"Oogh, ya? Ada Siapa?" Tanya Stela penasaran.
__ADS_1
"Daddy kamu, Miller, Mami, Fernando dan Uncle Tommy!" Jelas Nichole.
"What? Sejak kapan?" Tanya Stela penasaran. "Bukannya mereka ada di rumah sakit?" Jujur Stela.
"Rumah sakit?" Nichole tambah penasaran menaikkan alisnya.
Deg, Stela menutup mulutnya. Sesungguhnya Nichole tidak tahu kejadian Stela menembak Pedro.
"Iya! Aku cek kehamilan!" Kekehnya mengalihkan pembicaraan mereka.
"Hmmm!" Nichole bukan wanita bodoh, dia sangat tau Stela menyembunyikan sesuatu.
"Gimana? Dokter bilang apa?" Senyum Nichole pada Stela menanti kejujuran keponakannya.
"Hmm! Nggak penting deh! Belum boleh hamil! Buatnya udah boleh!" Kekehnya menutup bibir mungilnya. "Aunty, menikah itu harus setia yah?" Tanya Stela duduk disamping ranjang bersama Nichole.
"Ya harus dong! Emang kenapa? Kamu naksir dokter yang memeriksamu?" Goda Nichole pada puncak hidung Stela.
"Aaaagh, Aunty! Aku bingung, aku tadi menatap mata seseorang merasakan perberdaan! Ada cinta yang berbeda disana, persahabatan, kesetiaan kedamaian! Dia pria yang tegas! Penuh cinta! Beda sama Dedrick, Aunty! Apakah cinta serumit yang dibilang Mami?" Kenang Stela menatap Nichole.
"Ooh! Hmm, Aunty nanya! Jawab jujur! Kamu menikah dengan Dedrick atas dasar apa?" Tanya Nichole menatap mata Stela yang sangat indah.
"Dedrick menatapku, dia mengganggu ku, berkenalan, kencan dan kami menikah! Aku tidak pernah bertanya kenapa dia mencintaiku! Kenapa dia mencium ku saat thanksgiving! Aku sangat menikmatinya, karena itu ciuman pertama ku Aunty! Wajar aku merasakan sesuatu! Seperti hasrat ingin lagi dan lagi! Tanpa aku tahu, kenapa dia menikahi ku!" Kenang Stela meletakkan jarinya didagu.
Deg, "apa kamu menatap seseorang yang berbeda dari Dedrick?" Tanya Nichole.
"Ya! Dia menatapku sangat berani Aunty, mata elang itu milik Pria Spain." Senyum Stela menatap langit-langit kamar penuh khayalan.
"Dedrick mencintai ku Aunty, dia memiliki ku! Dia memberiku kenikmatan dalam bercinta, dia ingin memiliki tubuh ku! Bukan menciptakan dunia yang berbeda Aunty!" Pikiran Stela membuat Nichole ternganga. "Dedrick hanya memanjakan ku disini, diranjang ini." Tepuk Stela pada ranjang yang sedang mereka tiduri.
"Kenapa kamu tidak bertanya pada Dedrick, sayang?" Usap Nichole pada rambutnya.
"Dia tidak tau jawabannya Aunty!" Kenangnya. "Aku terlalu luluh akan cintanya, tanpa aku sadari di luar sana ada cinta yang berbeda! Dedrick hanya memberi kemewahan yang telah aku dapatkan dari Momy dan Daddy. Tidak cinta yang sesungguhnya! Aku terlambat menyadarinya. Apa aku bisa bertahan Aunty?" Tanya Stela membuat Nichole terkejut dengan pernyataannya.
"Dear, bertahan atau tidak suatu hubungan, tergantung kamu memperjuangkannya, menyikapinya. Jangan nodai pernikahanmu dengan pengkhianatan. Aunty tau kamu sangat special dimata orang terdekatmu." Ucap Nichole agar Stela mampu mengendalikan akal dan perasaannya.
"Apakah Dedrick menikahiku hanya untuk ***, Aunty?" Tanya Stela membelai lembut wajah Nichole makin terlihat cantik semenjak kehamilannya.
"Hmm! Bicarakanlah, hanya Dedrick yang tau jawabannya." Senyum Nichole.
"Hmm! Ya, aku akan membicarakannya! Apakah Daddy Miller dan Keluarga Arlan sangat dekat?" Tanya Stela ingin tau.
"Setau Aunty, Fernando dan Carlos dulu tinggal di Netherland! Lumayan lama, mereka berbisnis bersama, hingga Fernando memutuskan pindah ke Spain, Carlos ke Berlin, Uncle Tommy masih tetap di Napoli. Aunty hanya mengetahui Fernando memiliki hubungan dengan Marelin. Siapa yang kamu lihat mata elang Pria Spain itu? Apakah Fernando?" Goda Nichole memecah lamunan Stela.
"No! Aku tidak pernah menyukai pria hidung belang seperti mereka. Aku menatap mata Pedro putra Carlos, Aunty!" Jujur Stela.
Nichole terkejut menutup bibir dengan kedua tangannya. "Hmm! Dia dulu sering berkumpul bersama kita disini, saat Natal atau Tahun Baru. Yaaa, usiamu 8 atau 9 tahun! Kamu sering bermain dengannya di kolam. Berenang, bercerita bersama ditemani Aunty Marisa." Senyum Nichole.
"Oogh! Apakah Dedrick kenal sejak dulu dengan mereka?" Tanya Stela lagi semakin penasaran.
__ADS_1
"Aunty tidak tahu, karena kami tidak saling mengenal! Aunty hanya mengenal Uncle Tommy, Aunty Marisa dan Pedro kecil. Pedro yang sekarang Aunty tidak tahu sayang." Jelas Nichole.
"Aku telah, hmm! Sudahlah Aunty. Kita lupakan saja. Kita berenang?" Stela berdiri menukar dress dengan bikini, melilitkan kain pantai dipinggangnya.
"Perfect!" Usap Nichole pada kepala Stela.
Mereka menuju kolam renang, ternyata Dedrick lebih dulu ada disana.
"Hubby! Kamu kemana? Kok aku cari dikamar nggak ada?" Tanya Stela saat melihat Dedrick duduk di pinggir kolam.
"Apa kamu merindukan aku, wife." Goda Dedrick, menyambut tubuh Stela yang sudah duduk diatas perutnya.
"Ya! Aku merindukanmu sayang, cup!" Stela mencium mesra bibir Dedrick.
Dedrick mengusap punggung mulus istrinya. "Jangan disini, banyak orang. Kita berenang yah!" Bisik Dedrick saat melihat Stela mulai memberikan sinyal yang berbeda.
"I want you hubby! Now!" Kecup Stela dengan wajah memohon.
"Hmm! Aku tidak pernah bisa menolak mu sayang!" Dedrick menggendong Stela kekamar yang terletak di paviliun kolam, lebih private.
"Aaagh, hubby!" Teriak manja Stela saat Dedrick mencumbunya mesra dan lembut.
"You want me, dear! I love you wife!" Ucap Dedrick menutup pintu kamar, melakukan manuver disana.
Kevin dan Nichole yang memperhatikan kedua pasutri itu dari balik kaca hanya geleng-geleng kepala.
"Vin! Kamu lihat Stela bisa nggak jika lepas dari Dedrick?" Tanya Nichole.
"Why? Kenapa kamu tanya begitu? Apakah mereka ada masalah sayang?" Tanya Kevin memperbaiki duduknya menatap Nichole.
"No! Stela baru menyadari! Pernikahan mereka hanya sebatas ranjang! Tidak pakai otak dan perasaan, hanya nafsu!" Jelas Nichole.
"Saat di Vegas aku sudah tau Dedrick begitu! Adrian terlalu nekat menghajar anak itu, jadi timbul rasa penasaran mereka untuk melakukan lebih. Sekarang jika terjadi sesuatu, bersiaplah!" Jawab Kevin mengusap kasar wajahnya.
"Stela merasakan sesuatu saat menatap mata Pedro, Vin! Apakah dia mencintai teman kecilnya?" Tanya Nichole membuat Kevin membulatkan bola matanya.
"Oogh, shiiiit! Berarti Stela tidak tau keluarga Arlan dulu sering ke La?" Batin Kevin semakin penasaran. "Biarlah sayang! Jika terjadi sesuatu! Kita akan menyelesaikannya, membantu mereka!" Kekeh Kevin di perut Nichole.
"Iighs! Mereka ini suami istri Kevin Stuard! Bukan pacaran." Kesal Nichole pada Kevin.
"Nggak mungkin Stela mencintai Pedro sayang! Karena Pedro hampir mati ditembak Stela. Uuups!" Kevin menutup bibir asalnya.
"Apa? Kamu ulangi? Stela menembak Pedro? Kevin! Jelaskan! Apa yang aku nggak tau!" Tegas Nichole.
"Lupakanlah! Kita berenang!" Goda Kevin mengalihkan pembicaraan mereka.
"Ya! Iiighs! Eeeghrrr!" Kesal Nichole menemani Kevin di tepi kolam.
"Kamu nggak berenang sayang!" Goda Kevin.
__ADS_1
"No! Aku disini aja!" Jawab Nichole, pikirannya traveling kemana-mana. "Aku akan cari tau semua sendiri!" Batin Nichole, menatap kamar peraduan keponakanya.