See Eye Stela

See Eye Stela
Menghilang.


__ADS_3

Pernikahan Dovisyoso Alfareli dan Lusiana Helberg di Roma Greja Ketedral Basilica Santa Maria in Aracoeli.



Semua mata tertuju pada pernikahan Dovi dan Lusi yang sangat mewah dan hikmat, walau tanpa kehadiran Holi.


Fene sebagai wali untuk menemani Lusi selaku keponakan satu-satunya hanya memendam kesal pada Holi.


Fene mengusap sudut matanya, menatap kearah Petter dan Irene yang duduk paling depan. Adrian mengusap pelan bahu Fene, mengerti akan keputusan Holi selaku ibu kandung Lusi.


Ternyata Dovi adalah anak pengusaha ternama di Italy, memiliki hotel di Eropa dan Los Angeles.


Putra semata wayang Kirland Alfareli dan Kinan Alfareli. Mereka sangat bahagia mendapat menantu seperti Lusiana Helberg, tidak keberatan dengan keputusan Dovi menikah diusia sangat muda.


Stela terkesan cuek dengan pernikahan Lusi, yang dulu sangat menggebu karena kehamilan Lusi, kini dia justru diam membungkam bibirnya.


Stela hadir disana karena ingin membahagiakan Dedrick dan Lusi. Jauh dilubuk hatinya, dia tidak ingin melakukan hal segila ini. Tapi hatinya sudah teramat sakit hingga membuat keputusan yang menyakitkan seluruh keluarga.


Dedrick menatap Stela duduk disampingnya. "Apa yang kau pikirkan wife?" Tanya Dedrick penasaran.


"Hmm! Apa aku terlihat sedang berfikir?" Bisik Stela.


Dedrick menatap aneh ke arah Stela, "Aku tidak yakin dia melupakan semua! Tapi aku akan menemukan jawaban secepatnya." Batin Dedrick.


Setelah pemberkatan pernikahan Lusi dan Dovi, acara selanjutnya resepsi di restoran hotel tempat mereka menginap.


Tentu sangat tertutup untuk media. Dovi tersenyum bahagia saat Dedrick dan Stela mengucapkan selamat padanya.


"Lois tidak hadir?" Tanya Dedrick pada Dovi.


"Dia sedang sibuk, akan melakukan perjalanan dengan Tuan Samuel!" Bisik Dovi.


"Hmm!" Dedrick mengangguk mengerti. "Ternyata dia lebih mementingkan perjalanannya dibanding sahabat!" Kekeh Dedrick.


"Yaah! Selama di La, jarang bertemu dengannya. Karena aku terlalu sibuk dengan Lusi yang mengalami morning sickness lumayan berat!" Jelas Dovi santai.


Stela menjaga jarak dari pesta yang meriah, menghubungi seseorang melalui handphone pribadi miliknya, tanpa sepengetahuan siapapun.


Irene menghampiri Stela, "Stel! How are you girl?" Bisik Irene pada Stela.


Tentu Stela terlonjak kaget, memeluk Irene dengan penuh kerinduan. "I miss you Grandma!" Tangisnya memeluk Irene erat.


"Sampai kapan kau ingin menyembunyikan semua ini girl?" Bisik Irene ditelinga Stela menarik tangan cucunya ketempat lebih sepi dan aman.

__ADS_1


Stela menangis terisak disana, dia mengungkapkan semua pada Irene. "Aku kecewa dengan keputusanku menikahi Dedrick, Grandma! Semua terlalu cepat! Daddy menikahkan ku, tanpa bertanya pada ku! Tidak memberi ruang agar kami melakukan pendekatan lebih dulu!" Jelas Stela.


"Tapi kau mencintai Dedrick, Stel!" Tegas Irene.


"No! Aku mencintainya, tapi dia tidak mencintai ku! Dedrick hanya kasihan pada ku saat ini! Bukan mencintai ku!" Tegas Stela pada Irene.


Cukup lama mereka saling mencurahkan isi hati, tanpa memperdulikan semua mata yang mencari keberadaan Stela.


"Aku akan pergi! Silahkan Grandma mengalihkan perhatian mereka! I love you Grandma!" Peluk Stela pada Irene, berlalu pergi meninggalkan resto yang sangat tertutup melalui pintu belakang, tentu sudah ditunggu oleh seorang pria atas permintaan Stela.


Irene melepas Stela dengan perasaan iba dan sedih, tapi dia tau cucunya. Tidak akan mudah bagi Stela memaafkan semua orang yang menyakitinya. Saat Hanz masih bersama mereka, Hanz punya cara tersendiri menghadapi Stela yang sangat keras. Bagi mereka Stela bukan wanita lemah. Dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan dirinya sendiri.


Dedrick belum menyadari kepergian Stela, dia berfikir Stela pergi ke toilet atau mengambil makanan kesukaannya.


Adrian dan Fene sedikit gelisah, karena tidak melihat putrinya sejak setengah jam lalu.


"Fen, Stela mana? Kok dari tadi tidak kelihatan?" Tanya Adrian pada Fene.


"Hmm! Tanya Dedrick, dari tadi aku tidak melihatnya." Ucap Fene tengah duduk dihadapan besan baru mereka Keluarga Alfareli.


Adrian melihat sisi ruangan, bertanya pada Miller dan Veni, sesekali berbisik pada Petter yang telah duduk bersama Irene.


Irene hanya diam tanpa ekspresi. Dedrick baru menyadari Stela tidak ada di resto mulai panik, mencari Stela.


Semua mencari keberadaan Stela yang tidak tau dimana keberadaannya.


Miller mengerahkan seluruh pengawal untuk mencari Stela.


Yah, Stela memutuskan pergi lebih cepat, sebelum Adrian mencium kebenaran sang putri.


"Shiiit! Dari kemaren aku melihat keanehan pada Stela! Aku yakin Stela merahasiakan sesuatu dariku!" Bisiknya pada Fene menggeram.


"Dri! Jangan berfikir buruk dulu, Stela sedang sakit! Pasti dia juga sedang ketakutan diluar sana!" Jelas Fene menenangkan Adrian.


Adrian meremas erat lengan Fene, "Aku tau putriku! Dia adalah kau masa muda! Dia tidak menderita sakit separah itu! Aku akan mencari kebenarannya!" Tatapan manik Adrian sangat mengerikan bagi Fene.


"Maksud mu?" Tanya Fene semakin tak mengerti.


"Kau akan mengerti jika semua ini terbongkar!" Adrian menarik Fene bergegas meninggalkan hotel, tapi tertahan oleh Miller dan Veni.


Miller menatap kearah Adrian, "Apa yang kau lakukan Lim? Apa kau ingin menyakiti putraku lebih dalam?" Geram Miller menuduh Adrian tanpa bukti.


"Heii! Justru aku sedang panik tidak menemukan keberadaan putri ku Mil! Kenapa kau justru menuduhku akan menyakiti putramu?" Jawab Adrian menatap kesal pada Miller.

__ADS_1


"Miller, sebaiknya kita mencari Stela bersama! Bukan malah menuduh!" Kesal Fene mengikuti langkah Adrian yang meninggalkan resto lebih dulu.


"Shiiit! Mereka pasti akan menjauhkan putraku dari putrinya." Miller benar-benar dikuasai pikirannya. "Aku telah memberikan segalanya untuk putri mereka, tapi malah begini! Aaaagrrh!" Miller meninju kesal keudara.


Veni dan Dedrick masih mencari Stela, kepanikan terlihat jelas diwajah keduanya. Memeriksa semua CCTV, tapi tidak menemukan Stela.


"Mi! Stela pergi meninggalkan aku!" Isak Dedrick dipelukan Veni, menuju kamar mereka.


Stela tidak meninggalkan apapun yang berarti dikamar itu. Dia juga tidak membawa apapun disana, kecuali tas hermes kesayangannya.


"Kemana Stela?" Batin Dedrick.


"Kenapa dia meninggalkan ku?" Bisik Dedrick lagi.


"Aku sangat mencintainya! Ya Allah, apa yang mesti aku lakukan." Isaknya termenung meringkuk dibawah ranjang kamar mereka.


Semua menghilang, Adrian dan Fene memutuskan meninggalkan Italy hari itu juga menuju Netherland, mencari bukti tentang penyakit Stela.


"Apa maksud Stela melakukan ini? Apa dia ingin merusak hubungan ku dengan Miller?" Batin Adrian menyandarkan tubuhnya di kursi pesawat.


Sebelum mninggalkan Italy, Adrian sempat menghubungi Kevin dan Brian, agar melacak keberadaan Stela.


"Jika benar dia ingin pergi, kenapa dia tidak memberitahuku? Ada apa dengan Stela? Why?" Pertanyaan itu juga diajukan Adrian pada Kevin dan Brian.


Tentu saat ini tak mudah bagi Kevin melacak keberadaan Stela, karena handphone milik Stela ada ditangan Dedrick. Setahu Dedrick, Stela tidak memiliki nomor lain selain yang ada ditangan Dedrick.


"Where is stela? Where is he?" Bisik Kevin dan Nichole.


Brian tak kalah paniknya, "Ada apa dengan Stela? Kenapa dia berbuat seolah-olah dia mengalami sakit yang serius! Siapa dibelakang dia? Ya Allah! Lindungi Stela! Semua berubah semenjak dia menikah. Apa dia tidak bahagia dengan pernikahannya selama ini? Kenapa dia tidak pernah menceritakan semua pada ku!" Batin Brian dengan pikirannya sendiri.


"Aaaargh!" Semua berkeluh kesah menggeram, mencari keberadaan Stela Moreno Visser.


_________________*



Hmm, Author mau mencari Stela.


"Ada yang tau dimana keberadaan Stela Moreno Visser?"


Hikz...😭❤️


Like and Vote...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2