See Eye Stela

See Eye Stela
Yogja.


__ADS_3

Pukul 12.30, Adrian dan rombongan tiba di Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta. Mereka dijemput oleh driver perusahaan FeneSwiss Group menuju Hotel Sheraton. Tentu disambut teriakan manja Chay-in untuk Fene dan Adrian.


"Mami! Aku rindu! Kok nggak bawa Lois? Aku kan kangen!" Rengek Chay-in dilengan Fene.


"Hmmm! Mami kerja sayang, bukan ngedate!" Pujuk Fene mengusap lembut wajah putri bungsunya.


"Tu, mereka kenapa kucel gitu?" Kekeh Chay-in melihat Stela dan Dedrick tak seperti biasa.


Fene tersenyum menatap Stela dan Dedrick masih muka bantal berpelukan mesra.


"Boy! Kamu istirahat dikamar! Mami dan Daddy mau ke kantor sekalian ke sekolah Chay-in." Jelas Fene pada Dedrick.


"Iya Mi!" Dedrick berlalu membawa Stela menuju kamar mereka, bersama Miller dan Veni.


Fene membawa Chay-in bersama, karena hari ini adalah penerimaan nilai semester putri bungsunya. Richard selaku orang kepercayaan Fene di Kota gudek itu, sangat memahami keinginan Adrian dan Fene mempersiapkan semuanya dengan sangat matang dan nyaman.


Saat tiba dikamar Dedrick dan Stela benar-benar melanjutkan tidur mereka, hingga Adrian dan Fene kembali ke hotel mendapati anak mantunya masih terlelap.


Richard mempersiapkan Family room untuk Keluarga Lim, walaupun disibukkan dengan pekerjaan, mereka masih ada waktu untuk keluarga.


Richard terkekeh saat menemukan pasangan pasutri itu tengah tertidur berpelukan disofa.


"Tuan! Kenapa mereka tidak masuk kekamar mereka?" Tanya Richard pada Miller dan Veni.


"Saya nggak ngerti! Mereka sepertinya kecapean, nggak tau tadi malam tidur jam berapa." Jelas Miller.


Chay-in menggoda Stela yang tengah terlelap. "Sis! Bangun! Kita shooping yuk!" Kekeh Chay-in.


"Hmm! Aku masih males! Ntar lagi!" Rengeknya.


"Iighs!" Chay-in berlalu menuju ruang makan yang sudah tersedia beberapa makanan sesuai permintaan Richard.


Miller berbisik, "uangnya udah masuk Stel! Come on! Wake up lazy girl!" ucap Miller mengusap kepala menantunya yang berada didada Dedrick.


Fene dan Veni hanya geleng-geleng kepala.


Stela mengusap matanya, mengambil handphone miliknya dinakas langsung cek M-Banking. Bener saja, Stela berteriak senang mencium Dedrick.


BHUUK, Stela dan Dedrick terjatuh dilantai.


Miller terkekeh memeluk Veni yang turut meringis melihat tingkah anaknya. "Dasar anak Lim matre!" Bisik Miller pada Veni.


"Aaaugh!" Ringis Dedrick yang masih setengah sadar.


"Aaaaugh, sakit!" Rengeknya, memegang kepala yang kejedot di meja membuat ponsel digenggaman terjatuh.


"Iiighs! Kamu tu yah!" Ringis Dedrick, mengusap mengecup kepala istrinya.


"Sakit hubby! Oya, uang ku udah aku terima! Aku pasrah mau kamu apaain sekarang." Kekehnya bahagia.


"Grrrhm! Stelaaaaaaa!" Teriak Dedrick sangat kesal karena ucapannya.


Stela berlari ke kamarnya meninggalkan Dedrick yang tertegun.


"Mata ku masih ngantuk Stel!" Rengek Dedrick.


Stela yang menyadari Dedrick masih diluar kembali mendekati suami terncintanya.

__ADS_1


"Hubby masih sakit? Aku lapar!" Senyumnya.


"Makanan ada di meja Nona!" Jelas Richard masih terkekeh melihat kelakuan keponakannya.


"Iya Uncle!" Senyum Stela. "Kita makan? Udah disiapin Uncle Richard." Tanya Stela pada Dedrick.


"Ya! Aku juga lapar!" Dedrick menerima tangan Stela untuk menggandengnya.


"Eiiiits! Mandi dulu! Jika udah bersih baru balik kesini!" Tegas Miller pada Dedrick dan Stela.


"Iiighs!" Stela berlari menuju kamar mandi, disusul Dedrick.


"Stel! Kita mandi berdua!" Pujuk Dedrick.


"Hmm!" Stela membuka pintu, menatap suaminya berdiri tanpa sehelai benangpun. Stela menelan salivanya, sangat merindukan tubuh suami yang sudah lama tak disentuhnya.


"Mandi!" Ucap Dedrick manja masih berdiri di pintu.


Sejujurnya selama di Netherland Stela merasa kesepian. Dedrick tidak pernah menjadikannya seperti ratu, bahkan membuatnya seperti wanita murahan yang sangat menyakitkan. Berkali-kali kasar saat melakukan hal itu.


"Iya!" Stela menarik tangan Dedrick untuk mandi bersama.


Dedrick mandi berdua istri saling bercanda. "I love you Stel!" Bisik Dedrick dibawah cucuran shower.


Stela menatap mata Dedrick, menci um lem but bibir suaminya.


Dedrick mende kap tubuh Stela agar lebih dekat dengannya, mematikan aliran shower.


"Aku nggak suka begini, sangat sakit hubby!" Bisiknya manja.


"Hhhm hhfh... hubby!" Stela sangat menikmati sentuhan yang diberi Dedrick.


Dedrick me mainkan li dah nya di bagian kenyal yang berwarna pink itu. "Makin menggemaskan sayang! Aku suka!" Dedrick kembali mencium leher jenjang Stela meninggalkan beberapa tanda diseputar leher dan dadanya.


"Aaaagh, huuufgh!" Des ahan Stela semakin tak beraturan.


Tangan Dedrick mengelus lembut seluruh tubuh istrinya, hingga terhenti dibagian ehem sang istri. Dia tersenyum memainkan jarinya dibagian intim Stela dapat terdengar era ngan dan des ahan dahsyat dari bibir mungil merah merona tanpa polesan.


"Huuufgh! Sayang! Oogh, kau membuat aku gila hubby! Aaaagh aaaagh, please!" Stela terdengar memohon padanya.


"Do you want now baby!" Dedrick terus menatap wajah cantik Stela yang terus mend esah nikmat dengan permainan jari dibawahnya.


"Please hubby, do it now baby! I beg you, I want you!" ucapnya dengan wajah semakin mengg airahkan.


Dedrick meng angkat kaki Stela satu, menahan dengan tangannya agar lebih terbuka, melakukan manuver secara perlahan. Mengelus lembut pesawatnya, mengarahkan ke landasan untuk segera terbang ke angkasa.


Blees.. Stela merasakan penuh saat milik Dedrick men ekan lebih dalam. "Oogh, aaagh!" Des ahan keduanya menyatu dalam penyatuan cinta mereka.


Dedrick membuka matanya, menatap Stela mengalungkan tangan keleher, agar istrinya tetap nyaman. Dia mengg erakkan pinggul maju mundur secara perlahan.


Tubuh Stela terasa melayang menikmati permainan yang baru diberikan suaminya.


"Aaafgh, hubby! Terdengar des ahan Stela semakin menggila.


"You like it wife!" Dedrick menambah kecepatannya.


Lebih dari 20 menit mereka saling mend ecap, mend esah mesra,

__ADS_1


"Ya, Oogh, aaagh!" Stela sangat menikmati permainannya kali ini, terasa seluruh persendiannya akan mengeluarkan rasa cinta yang pa nas, dia mendekap erat tubuh suaminya. "Aaaghmm! Hubby, ooogh yeszssh!" Stela menegang, meremas punggung Dedrick.


Dedrick merasakan hal yang sama akan mencapai pelepasan, menambah kecepatan untuk lepas landas.


"Aaaghzzzsh! I love you wife!" Dedrick mend esah mem eluk erat tubuh langsing istrinya menikmati pencapaiannya menyirami rahim istrinya dengan cinta mereka.


Dengan nafas terengah, mereka menikmati air yang kembali mengalir.


"Kamu suka sayang?" Tanya Dedrick mencium telinga Stela.


Stela mengusap lembut wajah Dedrick dengan jarinya, "sangat! I love you too!" Bisiknya.


Dedrick kembali memeluknya menutup mata menikmati kedamaian yang baru iya rasakan setelah 6 bulan dia menyakiti istrinya.


Mereka melanjutkan ritual mandi bersama, saling menggoda dan bermanja mesra. Membantu Stela mengeringkan rambutnya, agar tidak menjadi bahan ledekan oleh kedua orang tua mereka.


Dikamar, Stela mengurus dengan baik semua kebutuhan Dedrick yang dibawa oleh Veni di dalam bag.


"Hubby, ini baju kaos dari aku semua? Ini udah lama lho! Kenapa masih kamu pakai? Kita udah ada baju baru lho! Hoodie, cardigan dan jacket, kaos. Lusa aku akan ke Paris untuk pemotretan bersama Brian." Jelasnya panjang lebar.


"Aku yang bawa! Karena aku kangen kamu!" Dedrick memeluk tubuh Stela dari belakang, membuka handuk dari tubuh Stela.


"Hmm!" Stela membalikkan tubuhnya, kembali mengecup bibir Dedrick.


CEKREEK, Fene membuka pintu tanpa mengetuk, matanya tertuju pada Stela yang tidak menggunakan apapun. Dedrick segera memeluk tubuh istrinya.


"Mami!" Teriak Stela melihat Fene tengah tersenyum.


"Cepet! Kita mau kerumah Aunty Alea!" Fene melihat kelakuan mesum anakya. "Mami nggak lihat!" Fene menutup pintu terkekeh geli.


"Iighs!" Rungut Stela. "Hubby, nanti kita jalan-jalan yah!" Jelas Stela.


"Jangan diporsir, kita dikamar aja! Lagian lusa kamu mau berangkat! Aku temanin kamu yah? Sekalian kita bulan madu, kali aja kamu bisa hamil sayang!" Kecup Dedrick pada bahu Stela.


"Serius kamu mau kalau aku hamil?" Raut wajah Stela semakin bahagia menatap wajah suami tersayang.


"Iya, aku mau! Aku temanin kamu! Aku ikut sama kamu!" Senyum Dedrick sumringah.


Stela memilihkan baju dan menata rambut suami yang semakin tak beraturan.


Sementara Stela menggunakan mini dress tanpa lengan menutup area leher.


"Kamu sangat cantik sayang! I love you! Nanti malam kita lanjut lagi yah!" Kekeh Dedrick mencepol rambut istrinya.


"Iya, yuuk! Nanti Mami teriak lagi!" Kekeh Stela merangkul mesra Dedrick.


Saat keluar kamar Miller dan Adrian malah saling menggoda. "Sepertinya kita akan segera menjadi kakek Dri!" Kekeh Miller.


"Daddy!" Tatap Dedrick merasa malu.


"Hmm! Saya pasrah!" Ucap Adrian mengedipkan mata pada Stela.


"Dad!" Stela berlari mengalungkan tanggan pada leher Adrian, mengecup bibir cinta pertamanya, "Lusa aku ke Paris, kita ketemu di Amsterdam minggu depan!" Kecup Stela pada kedua pipi Adrian.


"Iya! Yuuk, kita jalan." Peluk Adrian pada bahu Stela.


Mereka mengunjungi keluarga Eko Nugroho suami dari Alendra Leonard Kind yang menikahi seorang TNI. Indahnya kebersamaan.***

__ADS_1


__ADS_2