See Eye Stela

See Eye Stela
Keputusan ganti nama.


__ADS_3

Dedrick lebih dulu terjaga menikmati wajah cantik istri yang masih terlelap disampingnya. Pa ha Stela berada dipinggul Dedrick sehingga dengan mudah mengeksplore pesawat yang semakin menge ras.


"Eeegh!" Stela mengerang.


Dedrick berusaha mengelus lembut pa ha dan kembali meraba bagian ehem Stela mengarahkan pesawatnya agar lebih mendekat dilandasan, mendekap er at agar memudahkan manuver.


"Aaagh! Hubby! Hmmmfgh! Haaagh!" Dedrick me lu mat bibir Stela lebih dalam membuat mereka semakin men de cap nik mat.


"Hubby! Aku baru bangun! Kamu, hmmfgh! Aaagh!" De sah Stela semakin menjadi, saat Dedrick menyen tuh bagiang indah di dada istrinya tampak segar berwarna merah muda.


Dedrick tak tinggal diam, semakin mengeksplore tubuh indah Stela, agar dapat men cum buinya di pagi hari. Desa han mereka saling bersahutan, Stela menggigit bahu Dedrick saat mereka melakukan manuver lebih kurang 20 menit. Tentu mengakhiri permainan dengan mandi bersama sangat mengga irahkan keduanya.


Dedrick mengajarkan banyak hal pada Stela tentang *** melalui media sosial. Perlahan Stela dapat memahami, mau menerima maaf dari Dedrick walau masih belum bisa sepenuhnya bermanja seperti dulu.


"Sayang! Bisa kah kamu seperti dulu membutuhkan aku?" Bisik Dedrick pada Stela saat tengah mengeringkan rambutnya. "Apa karena masih di Paris yah? Jadi dia merasa ada yang merhatiin! Belum sepenuhnya membutuhkan aku!" Batin Dedrick.


"Aku sangat membutuhkan mu sayang! Aku hanya inscure untuk diriku, agar tidak terlalu kecewa pada mu, hubby!" Jujurnya.


Dedrick terdiam, memahami apa yang telah dia perbuat selama ini pada Stela. Memang hanya 6 bulan, tapi sangat menyakitkan.


"Apakah pernikahan kita akan bertahan sayang?" Stela masih sibuk mengurus rambut dan penampilannya.


Deg, Dedrick sedikit bingung. "Of course! Tentu kita akan bersama selamanya." Kecup Dedrick pada kepala istrinya.


Stela tersenyum bahagia, mendengar jawaban dari Dedrick yang menenangkannya.


Dedrick bersiap menemani Stela untuk kegiatan bersama Brian dan Kevin.


Mereka menghabiskan waktu bersama melakukan foto mesra sebagai momment terbaik di kota romantis itu.



Story IG status Stela Moreno Visser.



Sosial media yang beredar, Stela Moreno Visser di Paris.


Drrrt, drrrt. "Pedro!" bisik Dedrick melirik handphone berada diatas meja restoran.


"Angkat aja!" Perintah Kevin pada Dedrick.


Dedrick menghela nafas dalam, "ya!"-Dedrick kaku.


"Who?"-Pedro.


"Aku! Dedrick Visser, suami Stela Moreno Visser!" Tegas Dedrick.


"Kau? Bukannya kalian sudah berpisah?" Tegas Pedro mengingatkan.


"Ck! Ada apa?" Tanya Dedrick malas.


"Kalian di Paris?"-Pedro.

__ADS_1


"Apa urusanmu?" Geram Dedrick.


"Hmmm! Ya sudah! Foto Stela sangat cantik di sosial media! Selamat! Aku kaget aja melihat nama belakangnya menjadi namamu! Berarti dia sudah menjadi milikmu selamanya." Jelas Pedro.


Dedrick mengkerutkan keningnya, membuka beberapa sosial media melihat semua informasi mengenai Stela. Semua akun Stela berubah menjadi 'Stela Moreno Visser.'


"Sejak kapan?" Batin Dedrick senang. "Yess! Terimakasih ya Allah! Aku bisa kembali lagi pada istriku!" Batinnya dengan mata berkaca-kaca.


"Hubby!" Stela menepuk lembut bahu Dedrick. "Siapa hubby?" Stela mengambil handphone miliknya dari tangan Dedrick, melihat nama yang tertera, 'Pedro!' batinnya. "Ya Pefi!" Stela melanjutkan sambungan telfon Pedro.


"Heei! Kamu di Paris?" Tanya Pedro.


"Iya! Besok kembali ke Netherland!" Jelas Stela.


"Selamat yah! Nama kamu sudah berganti dari Lim ke Visser." Kekeh Pedro.


"Ya iya dong! Dedrick suami ku!" Jawabnya enteng membuat Dedrick semakin melayang mendengarnya.


"Ooogh ya, ya girl! Aku senang mendengarnya. Aku akan ke La untuk melanjutkan kuliahku. Kamu bahagia yah! I love you!" Ucap Pedro menutup telfonnya.


"I love you too!" Mata Stela menatap Drdrick sambil tersenyum. "Mati!" Kekeh menutup bibirnya.


Dedrick mengusap gemas kepala istrinya. "I love you sama aku aja! Jangan sama Dia!" Sindir Dedrick sambil tersenyum.


Kevin dan Brian saling tatap, meredam Dedrick melalui tatapan mata.


Disisi lain seseorang pria melihat Stela berada di Paris dari sosial media.


"Cantik sekali dia! Anak gadis Uncle Lim! Kenapa dia mengganti nama belakangnya? Apakah dia sudah menikah?" Bisik pria itu.


Media kembali menggugah foto kebersamaan Stela,



Visual Dedrick dan Stela selama di Paris.


Membuat seluruh mata terbakar cemburu. Terasa panas membakar hati yang teriris perih.


"Kenapa Dedrick? Why? Kenapa bukan aku? Dia wanita cantik dan sempurna." Bisik pria itu semakin menggeram.


"Aku akan menghubungi Uncle Mesi! Ingin mencari nomor telfon Stela! Dia tak mengingat ku? 3 kali aku mengatakan cinta padanya! Tapi dia tidak pernah menerima, melirik ku pun tidak." Kesalnya lagi.


Dia mencari sosok Dedrick, ternyata anak pengusaha restoran Van Visser di Negaranya, Netherland.


"Ooogh! Dia mencintai seorang anak mafia Miller Van Visser!" Dia sibuk membatin.


Disisi lain Miller dan Veni dikejutkan dengan foto cantik menantunya disosial media.


"Sayang! Cantik sekali putri Lim! Dia sudah mengganti nama belakangnya menjadi Visser sayang!" Ucap Veni disela-sela makan siangnya.


"Ya! Mereka sudah berani mengumbar kemesraannya! Kemaren-kemaren aku tidak melihat keberanian Stela untuk muncul di media. Saat ini semua mata tertuju padanya! Semoga mereka bahagia selalu Ven!" Jelas Miller.


"Butuh waktu sayang!" Ucap Veni memeluk Miller dari belakang.

__ADS_1


"Ya," Kecup Miller pada kepala Veni.


Melihat nama Stela sudah berganti, keluarga Parker terutama Irene dan Lusi sangat senang. Dovi dan Lois tak menyangka, Stela berani menggugah kebersamaannya dengan Dedrick. Selama ini Stela jarang aktif di sosial media. Beberapa foto yang dia unggah sangat menawan hati kaum Adam. Tentu Dedrick harus kuat mental memiliki istri sangat sempurna.


Adrian dan Fene tersenyum bahagia, dengan keputusan putrinya, setelah membaca media.


"Kita akan mengadakan pesta besar di Netherland Mill!" Ucap Adrian saat menelfon Miller.


"Hmmm! Ya, aku akan menunggu kalian disini." Jelas Miller pada Adrian. "Baiklah! Aku rasa, aku akan meminta mereka melanjutkan kuliahnnya disini Dri!" Tambah Miller lagi.


"Oogh! Sayang Mill, biarkan mereka menyelesaikan di La, tapi terserah mereka saja. Kita tidak bisa memaksa." Senyum Adrian.


"Ya." Miller mengakhiri sambungan telfon mereka.


Media semakin meliput kebersamaan Stela dan Dedrick. "Ooogh! Paris is a witness to your true love!" Bisik Brian pada Stela, saat melihat foto-foto adiknya.



Visual suasana malam Dedrick dan Stela. Makin membakar lemak kaum Adam.



Keindahan Paris...❤️❤️



Visual pemotretan bersama Dedrick Visser.



Visual sesi pemotretan PFW.


Stela tersenyum melihat wajahnya menghiasi media di Paris saat ini.


"Uncle, besok aku akan kembali ke Netherland." Peluk Stela pada Kevin.


"Ya! Uncle segera menyusul kalian. Membawa Stuard Junior!" Kekeh Kevin pada Stela mengecup kening keponakan dengan mesra.


"Daddy dan Momy akan segera menyusul untuk membelikan apartemen di Amsterdam." Tawanya.


Brian yang mendengar perkataan Stela, langsung menarik tangan adik manjanya.


"Bukannya kamu tinggal di apartemen Dedrick? Kenapa minta apartemen lagi?" Tanya Brian.


"Kecil! Aku nggak nyaman! Maid mesti diminta! Aku mau semua otomatis seperti apartemen Daddy di La." Rungut Stela.


"Listen! Hargai pemberian suamimu! Itu uangnya Stel! Biarpun kecil, dia memberi mu kemewahan luar biasa. Dia memberi mobi kesukaanmu. Dia memberikan rumah mode untuk mu disana. Apa lagi? Jangan bilang kamu meminta lebih?" Brian menatap lekat mata Stela yang biru.


"Hmm! Aku hanya meminta hak ku karena perlakuannya yang buruk pada ku!" Jelas Stela sinis.


"Stela! Perlakuan buruknya kemaren itu adalah pengenalan pertama kalian, karena kalian tidak saling mengenal sebelumnya. Jangan semuanya dihitung dengan uang! Dedrick laki-laki baik, dia sangat mencintai mu. Jangan banyak menuntut padanya! Karena kau adalah wanita kaya yang dinikahinya. Jangan rusak citra mu menjadi wanita matre." Brian menangkup kedua pipi Stela, "I love you Stel!" Ucap Brian.


Stela memeluk Brian sangat erat. Dia menyadari apa yang dikatakan Brian ada benarnya. Stela tersenyum mencium pipi Brian.

__ADS_1


"Kita akan bertemu tiga bulan lagi di New york! Aku mau kau dan Dedrick menjadi model di edisi itu." Senyum Brian.


Stela mengangguk, hanya menaikkan alisnya, tanda setuju.


__ADS_2