
Miller dan Veni menyambangi apartemen Adrian dan Fene, membawa Dedrick bersama mereka.
Miller telah mendapat kabar dari Edward Lincoln kenapa Stela memilih pergi dari putranya. Memohon agar tidak mencari cucunya untuk sementara waktu, apapun alasannya. Hanya Dedrick yang harus mencari, bukan Miller ataupun Adrian.
Miller juga mengetahui semua cerita sebenarnya dari Edward.
Begitu miris, sepanjang perjalanan Miller hanya menggeram menghadapi Dedrick. Miller tidak menyangka putranya melakukan hal yang memalukan bagi keluarganya.
"Apa yang kau lakukan pada istrimu sangat menyakitkan Dedrick!" Tegas Miller. "Kau menggores luka pada Stela. Kejam sekali kau! Aku tidak akan mencari Stela lagi." Sarkas Miller pada Dedrick dihadapan Adrian, Fene dan Veni.
Dedrick terdiam, menatap tajam kearah Miller dan Veni, "Apa karena itu Stela pergi dariku? Berarti selama ini dia membohongi ku? Dengan berpura-pura sakit dihadapan kita semua?" Tanya Dedrick terdengar kesal.
"Hmm! Menurutmu?" Sarkas Adrian menahan emosinya.
"Aaaagh! Berarti kalian tak pernah memahami duniaku! Bahkan Stela sekalipun!" Dedrick pergi meninggalkan keluarganya tanpa mau memikirkan Stela. "Terserah dia! Kenapa dia begitu egois! Aku sudah benar-benar berubah! Malah menipuku. Meminta seakan-akan dia putri di dunia ini. Sombong! Aku tidak akan pernah memohon padanya. Jika dia ingin kembali, kembalilah! Jika tidak mau silahkan pergiiiii!" Kesalnya dalam hati.
"Dedrick! Stop!" Tegas Miller.
Dedrick menghentikan langkahnya, "I'm not looking for it Dad! Will never!" Tegas Dedrick menatap kecewa pada kedua orang tua itu.
"What? Kau membuat aku membencimu Boy!" Teriak Adrian.
"Ooogh, ya! Ingat Tuan Adrian, aku Imam untuk istriku! Dia tidak menginginkan ku, bahkan dia meninggalkan ku! Why doesn't he talk to me? Why Mr.Adrian?" Sarkas Dedrick dengan mata memerah.
Kali ini Dedrick tak mampu menahan egonya, dia benar-benar kecewa atas sikap Stela, "kenapa dia tidak bertanya pada ku, jujur pada ku, bawa aku bicara, kenapa dia sangat egois? Sangat menyebalkan! Seolah-olah dia harus aku dengarkan! Apa kurang ku memanjakannya? Hingga aku lupa memanjakan Mami dan Daddy! Aku begitu bodoh hanya karena cinta ini! Aku kecewa sama Stela! Aku kecewa sama kalian semua! Bawa dia dihadapanku! Jika memang dia tidak ingin dengan ku aku akan melepaskannya dengan baik! Jangan membuat aku seperti ini! Aku gila karena dia!" Dedrick meluapkan kekesalannya dihadapan orang tua dan mertuanya. Dia menangis, kemudian berlalu pergi meninggalkan semua. "Aku bosan berdebat! Aku akan menyelesaikan masalah ku sendiri! Jangan Ganggu aku!" Sarkas Dedrick benar-benar berlalu.
"Dedrick, Dedrick!" Panggil Veni.
Dedrick tak menghiraukan, dia benar-benar pergi meninggalkan apartemen Stela.
__ADS_1
Miller dan Adrian hanya tertegun, Fene dapat merasakan apa yang dirasakan Dedrick. Kecewa seorang suami pada istri, yang sangat dalam.
Kali ini keluarga mereka tak bisa bicara.
"Apa yang mesti kita lakukan Mil! Lakukan sesuatu! Dia putraku! Aku tak ingin menyakitinya Miller!" Tegas Veni merengek dihadapan Adrian dan Fene.
"Tenang Ven! Gue juga sedang berfikir." Usap Fene pada bahu Veni.
"Gue nggak suka jika Dedrick seperti ini Fen! Gue takut, dia akan pergi lagi!" Isak Veni tak tertahankan.
"Tenanglah! Paling dia akan kembali ke Los Angeles. Aku akan terus memantau Dedrick!" Peluk Miller pada Veni.
Jujur mereka adalah orang tua yang sangat menyayangi Dedrick, apalagi semenjak Dedrick memutuskan menikah muda. Tak mudah bagi Miller dan Veni menghadapi Dedrick yang sangat arogan.
"Aku tau Stela saat ini di Berlin bersama Edward! Brian sudah bersamanya!" Jelas Miller.
"Ya! Aku sudah mengetahui dari Alberth." Jawab Adrian memijat pelan pelipisnya.
"Begitu banyak harapan aku dan Fene, Mil! Ingin Stela menjadi seperti yang kami mau. Dia memang mengalami amnesia masa kecilnya, saat ini sering kambuh! Tapi tidak separah yang dialaminya hingga melupakan kita semua. Dia hanya tidak sanggup menerima Dedrick sepenuhnya seperti dulu!" Tambah Adrian.
"Yaaah! Aku memahami kondisi itu, karena aku juga terlalu sibuk, hingga melupakan Dedrick! Mendidik dia seperti yang aku mau. Jujur Dedrick mengalami perubahan semenjak bertemu dengan putrimu. Semoga mereka tetap bersama. Saat ini mereka masih sama-sama egois." Miller memejamkan matanya.
Veni memeluk Miller, menangis tersedu mengingat Dedrick putranya.
Drrrt, drrrt, handphone milik Miller berdering.
"Ya!"-Miller.
"Tuan, Tuan Muda sedang berkemas menuju bandara, segera kembali ke La." Jelas pengawal.
__ADS_1
"Ya! Biarkan dia pergi!" Miller menutup telfonnya.
Veni menatap wajah Miller, "kenapa honey?" Veni menyeka airmatanya.
"Dedrick kembali ke La! Biarlah, biar dia menyelesaikan kuliahnya. Pengawal akan menjaganya." Ucap Miller mengusap lembut punggung Veni.
"Aku nggak mau jauh dari dia Mil! Aku khawatir, dia akan berubah menjadi pria nakal!" Rengek Veni.
"Tenanglah, dia laki-laki! Jika dia nakal, Adrian akan mengurusnya!" Senyum Miller menatap Adrian.
"Apa aku seperti bodyguard putramu Mil?" Sungut Adrian.
"Setidaknya, jika Dedrick nakal! Adrian akan memenggal kepalanya." Goda Miller.
"Aaaagh! Dedrick tak separah itu Ven! Mereka saling mencintai. Kenny akan menjaganya disana." Hibur Adrian. "Aku akan ke Berlin! Menemui Stela, mungkin dia meminta aku membujuknya! Aku harap kita tidak lose contac, aku tidak suka situasi ini! Apalagi sampai media tahu! Akan ada orang yang bertepuk tangan jika kita pecah." Adrian mengusap kasar wajahnya.
"Awalnya aku berfikir Stela pergi bersama Pedro atau Lois." Senyum Miller.
"Tidak! Alberth membawa Stela ke Berlin, mereka akan berlibur bersama di Buhl 3. Villa Daddy ada disana. Daddy memintaku untuk menyusulnya." Jelas Adrian.
"Baiklah, aku permisi! Semoga besok menjadi lebih baik! Sudah rindu suasana rumah! Home sweet home Dri!" Goda Miller.
"Ooogh! Oke, see you Mil! Aku minta maaf! Aku akan menemui Dedrick, jika aku sudah bertemu Stela." Adrian dan Miller saling berpelukan, mengucapkan salam perpisahan.
Setidaknya mereka lega, ini hanya karena ego putra putri mereka. Kalau hanya masalah perlakuan Dedrick, itu hal biasa dalam rumah tangga. Mungkin Stela merasa tidak dihargai karena perlakuan Dedrick seperti melecehkannya.
Disatu sisi, Dedrick benar-benar meninggalkan Eropa. Dia tidak ingin berada disana. Baginya Stela tidak fear. Jika hanya karena perlakuannya, kenapa mesti meninggalkan. Dia merasa tertipu karena keluguan Stela. terpesona dengan kepolosan. Ternyata Stela lebih berani meninggalkannya, dibanding bertahan dan bicara bersama.
"Untuk apa aku disini! Hanya aku yang ingin bertahan! Dia anggap aku tidak bisa hidup tanpa dia, selama ini aku juga biasa menghabiskan waktu semua sendiri. Jika dia tidak menginginkan ku lagi, yaaah! Lebih baik aku kembali ke duniaku. Ternyata memiliki istri lebih muda tidak semudah yang aku bayangkan. Aku ingin mencari wanita lebih dewasa dan biasa saja! Jika memang pernikahanku tidak bisa di pertahankan lagi! Tapi aku masih merindukan dia! Stela Moreno Visser yang sangat aku cintai! Aaaagrh! Aku tidak akan melepasmu Stel! Aku akan mencarimu dan membawa mu kembali." Dedrick memejamkan mata masuk ke dunianya.
__ADS_1
______Like and Vote...❤️❤️