
Acara resepsi pernikahan mewah kedua anak Pengusaha sekaligus Mafia Eropa membuka mata musuh dalam selimut Adrian dan Miller. Acara yang diadakan Hanz Parker di Boone Hall Plantation menjadi salah satu tempat terbaik bagi kedua keluarga Visser dan Lim. Kawasan perkebunan di bagian selatan California ini juga menjadi pilihan Willems Dedrick Van Visser dan Stela Moreno Lim sebagai tempat pesta pernikahan mereka.
Artis papan atas Yuni Sarah dan Maya Estianti diundang khusus oleh Hanz Parker untuk menyanyikan tembang milik mereka, Justine Timberlake menyanyikan sebuah lagu Mirror untuk menghibur kedua mempelai dan keluarga, penyanyi Kipop Korea atas permintaan Chay-in. Kehadiran beberapa model terkenal juga turut hadir diacara itu. Semua tamu undangan khusus turut bahagia, tentu mendoakan yang terbaik untuk Dedrick dan Stela cucu kesayangan Hanz Parker.
Adrian mengatur strategi datang bersama Camille atas izin Fene. Tentu dengan pertikaian sengit, membuat Adrian semakin gemes melihat kecemburuan istrinya.
Stela menggunakan gaun pengantin rancangan Nichole. Sedangkan Dedrick menggunakan jas putih rancangan desaigner ternama.
Edward Lincoln dan Katty Lincoln datang bersama, didampingi Hanz Parker dan Irene Parker.
Fene didampingi, Chay-in, Brian Lincoln dan Jasmine Lim datang bersama Kevin Stuard dan Nichole.
Miller Van Visser dan Veni Visser hadir bersama dengan jadwal bersamaan.
Michel dan Mesi turut hadir tanpa pasangan. Tak lupa juga dengan kehadiran Petter dan Holi Helberg bersama Lusi.
Samuel Hu dan Maria Alexa membawa Lois bersama mereka.
Media dikejutkan kehadiran Adrian Moreno Lim bersama Camille Clark. Semua mata tertuju pada mereka, menganggap kabar perceraian Fene dan Adrian semakin santer diperbincangkan.
Aliandra dan Eko turut hadir pada acara pernikahan anak ketiga Adrian dan Fene. Beberapa karyawan Fene Group dan FeneSwiss Group turut hadir menyaksikan resepsi pernikahan putri tercinta Adrian dan Fene.
Acara pesta sangat mewah dan meriah, terlihat beberapa kolega memberikan ucapan selamat dan kado termewah untuk pasangan Dedrick dan Stela.
Hanz Parker dan Edward Lincoln tersenyum sumringah saat melihat Mr.Huang dan Khol datang bersama. Semua mafia turut hadir disana, tentu dengan pengawalan ketat.
Miller dan Adrian tersenyum bahagia, "ternyata saham ku semakin naik nilainya Miller!" Kekeh Adrian.
"Siap-siap kau akan dikejar palarazi setelah acara selesai karena membawa Camille bersama mu!" Goda Miller.
"Ck! Itu hanya selenting Miller! Apa kau tidak melihat wajah mertua ku yang ingin membunuh ku!" Kekeh Adrian.
"Apakah Fene menemuimu?" Tanya Miller penasaran.
"Ya! Dia datang menyerahkan dirinya!" Tawa Adrian.
"Besok kalau Veni ngambek, aku pakai caramu!" Tawa mereka pecah.
Adrian melihat Dovi dan Lusi berciuman. Adrian memijat pelipisnya, "sepertinya anak muda sekarang penuh gairah dan diam-diam saling mencintai." Bisik Adrian mengarahkan tatapan kepada Dovi dan Lusi.
"Yaah! Hasrat Adrian! Sudah masanya mereka mencoba!" Miller terkekeh.
Fene dan Veni menghampiri suami mereka, "puas! Dengan foto mesra kamu Adrian!" Geram Fene menatap Adrian.
"Aaagh kamu! Lihat tu sekarang adikku Michel mendekati Camille." Tawa Adrian.
"Hmm! Aku fikir kamu mencintainya sayang!" Peluk Fene pada Adrian yang sangat tampan dibalut jas hitam ditubuhnya.
"Rencana!" Kekeh Adrian mengecup bibir Fene dihadapan Veni dan Miller.
__ADS_1
"Iigh! Bikin gue mupeng!" Veni menatap Miller, tentu disambut Miller dengan ciuman mesra.
Dedrick dan Stela teriak bersama melihat kedua orang tuanya sangat bar bar. "Aaagh! Yang resepsi aku kenapa kalian yang jadian!" Teriak Stela manja memeluk Adrian dan Fene.
"Heeei! Kami baru jadian karena masih saling mencintai, kamu pikir permasalahan rumah tangga nggak rumit?" Kecup Adrian pada kening putrinya.
"Daddy!" Teriak Jasmine menghampiri Adrian.
Adrian memeluk Jasmine dengan erat, "apa kabar kamu?" Adrian menangkup pipi Jasmine. Mencium kening putrinya.
"Baik dad! Aku mendengar momy masuk rumah sakit! Aku khawatir." Cemberut Jasmine.
"Momy baik-baik aja sayang!" Senyum Fene.
Samuel dan Maria mendekati kedua keluarga mempelai, "aagh! Kau menutupi pernikahan anakmu Adrian! Padahal aku mau menjodohkan Stela dengan Lois!" Kekeh Samuel dapat didengar oleh Dedrick dan Miller.
"Hmmm! Sepertinya putra mu lebih mencintai putri ku Chay-in!" Jujur Adrian.
"Oogh! Realy! Sory! Aku terlalu sibuk! Hingga lupa bertanya hatinya!" Kekeh Samuel.
"Kau lihat saja mereka, sibuk sama dunia mereka!" Tunjuk Adrian.
"Hmm! Apakah kita akan melangsungkan pernikahan secara besar lagi disini?" Goda Samuel.
Adrian menggeram, "Hmm!" menatap Miller.
Adrian membalas pelukan Dedrick, "maafkan aku! Jangan kau kecewakan putriku, jika kau masih ingin menetap di Los Angeles!" Bisik Adrian tapi dapat didengar oleh Miller dan Samuel.
Mereka tertawa mendengar Adrian mengancam menantunya. "Kau menakutinya Adrian!" Kekeh Miller memeluk Dedrick.
"Apakah Lois akan kau ancam juga Lim?" Goda Samuel tertawa.
"Jika dia minta nikah sekarang makin parah ku buat!" Kekeh Adrian asal.
"Wooow! Kau menakuti ku, Adrian!" Rangkul Samuel dibahu Adrian. "Apakah bisa kita berlibur bersama? Aku rindu suasana Hawaii!" Ucap Samuel.
"When?" Tanya Adrian.
"Besok! Kita berangkat bersama membawa anak-anak!" Ide Samuel.
"Oke!" Adrian memberi tahu Miller, Dedrick, Dan Fene.
Anak-anak mendengar sangat bahagia. Berlibur bersama, menemani Dedrick dan Stela berbulan madu.
Semua hadirin diacara diminta untuk berdansa bersama, dengan pasangan masing-masing. Fene dan Adrian menikmati acara sesekali mencurahkan isi hatinya.
Camille mendekati Adrian tengah memeluk Fene dengan berdansa, "thankyou Dri, besok aku akan kembali ke Vegas dulu. Maaf aku belum bisa menemanimu ke Hawaii!" ucap Camille.
Fene membalikkan kepalanya, menyandarkan didada Adrian, karena mendengar kalimat Camille.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa! Next time aja, kita kesana! Aku juga harus segera kembali ke Jakarta.
"Oogh, oke! See you Adrian." Camille mencium pipi Adrian dan Fene, kemudian berlalu meninggalkan pesta setelah memberi kado terindah pada putri Adrian, sebuah kalung berlian jika ditaksir secara rupiah 450 juta. Nilai yang sangat fantastis untuk sebuah kado, jika tidak memiliki perasaan khusus pada Adrian Moreno Lim.
Brian mendekati Adrian dan Fene membawa seorang gadis cantik. Marelin model Netherland yang sangat dibenci Fene kala itu. Brian menyatakan telah menikahi Marelin di Netherland, Fene terdiam.
Fene menarik tangan Brian mengungkapkan kekecewaannya atas pilihannya.
"Aku mencintainya Mi! Sangat mencintainya!" Jelas Brian.
Fene memijat pelipisnya pelan, tak menyangka pilihan Brian Lincoln adalah seorang gadis biasa, hanya berkerja sebagai model dan memiliki story kelam yang diketahui banyak orang. Marelin adalah simpanan Fernando, seorang mafia kelas kakap di Spanyol. Fene tidak menyetujui, karena akan mengancam keluarga Lim secara keseluruhan.
Marelin diselamatkan oleh Brian dari Fernando dengan alasan mafia itu memiliki *** yang ganas, dia akan mengikat gadisnya dan menyiksa tanpa ampun setiap berhubungan. Fernando juga drug dealer terbesar di Spanyol, tentu dengan bantuan beberapa mafia Italy.
Brian menyelamatkan Marelin, membawanya ke Netherland, memulihkan kesehatannya. Kevin menjadi saksi dipernikahan Brian, atas permintaan putra pertama Fene dan Almarhum Bram.
Fene mencium, kepura-puraan Marelin saat mereka pernah bertemu di Berlin. Marelin bukan orang yang tulus, melainkan dia diperalat Fernando untuk menghancurkan Edward keluarga Brian Lincoln.
Miller sudah mencium semua gerak gerik mereka, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membuka mata Brian Lincoln.
Saat Stela dan Dedrick bermesraan disebuah ruangan, Stela mendengar seseorang berbisik tentang bisnis Miller yang sesungguhnya. Dedrick segera membawa Stela agar istrinya tidak mengetahui siapa Daddy Miller sesungguhnya.
"Hubby! Apakah yang dibicarakan pria itu benar?" Tanya Stela sedikit takut.
"Jangan didengerin! Hoax!" Kecup Dedrick pada bibir Stela.
"Hhhuufgh!" Dedrick tak memberi kesempatan pada Stela untuk bernafas.
Saat bersamaan pengawal menghampiri Dedrick, sehingga Dedrick melepaskan ciuman mesranya, "Tuan Muda! Besok Tuan dan Nona akan ke Hawai bersama keluarga! Apakah malam ini Tuan menginap dirumah atau di hotel?" Tanya pengawal pribadi Dedrick.
"Hmm! Aku dirumah saja! Selesai acara kita langsung pulang! Tutup semua media, aku sudah membaca berita tentang pernikahanku. Aku tidak mau kampusku membuangku! Sayang duitnya!" Kekeh Dedrick berbisik pada pengawalnya.
"Baik Tuan! Tapi Mertua Tuan buat sensasi, sulit saya menutup semua." Kekeh pengawal.
"Mertua saya sedang fuber! Biarkan saja!" Kekehnya.
Saat masih dalam pelukan Dedrick, Stela mendapat buket mawar putih dari seseorang yang dibawa oleh pelayan.
"Siapa wife? yang mengirim bunga ini?" Tanya Dedrick penuh curiga.
"Nggak tau! Aku nggak kenal!" jelas Stela memberikan senyuman kudanya.
"Oogh!" Dedrick kembali memeluk Stela. "Malam ini kita akan bersenang-senang hingga pagi!" Bisik Dedrick di telinga Stela.
"Ya! Aku mau! Buat aku seperti kemarin!" Stela mencium bibir Dedrick dengan gemas.
"Aaaugh! Jangan digigit!" Ringis Dedrick.
Stela tak peduli, hanya melanjutkan kecupannya pada bibir Dedrick yang kini telah menjadi suaminya.***
__ADS_1