See Eye Stela

See Eye Stela
Digoda.


__ADS_3

Para sugar daddy sibuk cerita, sementara sugar mommy sibuk menggosip, menceritakan anak masing-masing.


"Stela mana Fen?" Tanya Nichole.


"Dikamar!" Fene melirik Lois dan Chay-in sibuk dengan handphone masing-masing.


"Lusi?" Tanya Nichole lagi.


"Sebentar lagi kesini, sedang menunggu Petter, Holi tadi ada diapartemen pas gue antar Lusi dan Dovi.


"Ooogh!" Senyum Nichole.


Cekreek, Stela dan Dedrick keluar dengan senyum sumringah tentu dengan rambut yang basah.


Fene menatap putrinya hanya menutup bibirnya tersenyum tipis.


Veni dan Fene saling tatap, merasa anak mereka sangat memalukan.


"Haii Aunty!" Sapa Stela pada Nichole dan Maria.


"Haii! Kamu makin cantik! Basah lagi rambutnya! Habis ngapain?" Tanya Nichole sambil melirik Fene dan Veni yang tertunduk malu.


"Digodain mulu sama Dedrick, aku kan jadi mau!" Jawabnya jujur dan manja.


Maria menahan senyum, memijat pelan pelipisnya. "Lois!" Panggil Maria.


"Iya Mom!" Jawab Lois tengah asyik mengobrol sama Dedrick.


"Kalian tapi mau jalan! Pergilah!" Senyum Maria.


"Haaah! Realy! Yeay! Hubby kita jalan," Peluk Stela pada Dedrick, tentu disambut mesra oleh Dedrick.


Maria masih menahan senyum.


"Puyeng gue! Dirumah dikamar mulu Fen! Ampe jarang keluar! Makan aja dianterin sama pelayan. Kapan gedenya anak lo?" Bisik Veni.


Fene hanya tersenyum, "Belum saatnya nikah, minta nikah yah beginilah! Gue pasrah! Semoga kita masih diberi umur panjang untuk menjaga mereka hingga mapan." Senyum Fene.


"Tapi Stela kalau kerja fokus lho! Nggak rewel! Jarang nelfon Dedrick juga! Karena ada gue kali yah!" Tambah Nichole.


"Duit masuk! Ya iyalah! Fene kan begitu! Kalau kerja fokus! Kalau berdua kalau nggak manuver, yah berantem! Kadang dua-duanya!" Goda Veni.


"Ck!" Fene hanya tersenyum mendengar sahabatnya bicara.


"Fen, Stela emang mirip kamu! Cantik! Pantes dulu Samuel ngasih jet pribadi buat nakhlukin hati kamu!" Tambah Maria.


"Apaan seeh?" Wajah Fene berubah.


"Sssst! Miller juga! Sebelum ketemu gue, nyari janda Bram! Eee ketemunya gue!" Tawa Veni.


"Bohong! Nggak bener! Mereka datangnya ke Papi, bukan ke gue! Gue nggak maulah! Coba datang ke gue! Gue seleksi satu-satu!" Jawab Fene asal.


"Dasar lo! Pantes lo mau nerima Adrian, karena emang masih cinta kan?" Goda Veni.


"Sebenernya bukan cinta, cuma minta tanggung jawab!" Gelak Fene dapat di mengerti oleh Veni dan Nichole.

__ADS_1


"Tanggung jawab apa?" Bisik Maria.


"Tanggung jawab karena udah membobol lebih dulu!" Ucap Veni semakin asal.


"Jiiiah! Emosi!" Kekeh Fene.


"Ya iyalah! Gue diputusin tau nggak Maria! Alasan Adrian cinta ama Fene! Padahal malam dia baru jalan sama gue, siang diputusin! Gue temuin Bram, langsung deh Bram ambil alih!" Kenang Veni terkekeh ala ibu-ibu rumpi.


Disela-sela mereka mengenang, Holi dan Petter datang bersama Lusi dan Dovi. Jadi deh tambah seru. Holi mulutnya melebihi kaleng rombeng.


"Mi!" Panggil Dedrick pada Veni.


"Hmm!" Ganggu aja ni bocah, batin Veni.


"Aku jalan yah!" Dedrick mencium semua sugar momy, berlalu ke sugar daddy. tentu mendapat ledekan luar biasa dari para kaum Adam diluar sana, karena rambut Stela yang masih terlihat lembab.


"Ya! Bye!" Goda para Momy kepada keenam anak mereka yang seumuran.


Kalau nggak kuat Iman dikeluarga ini, mungkin sudah angkat tangan untuk memilih out kembali ke dunia nyata.


"Kemana aja Sis!" Sambut Fene pada Holi adik tersayangnya.


"Ada disini!" Senyum Holi, berlalu menyalami satu-satu para momy muda yang selalu cantik ula la.


"Gimana rumah sakit Hol?" Tanya Maria sembari mencicipi hidangan di meja.


"Aman dong!" Holi mengambil chese cake dihadapan Nichole.


"Kita ke Bandung yuukz! Besok!" Ajak Nichole.


"Jalan lah! Ngapain lagi! Udah rindu masakan Bandung, batagor, bubur ayam, cuanki, somay!" Kekeh Nichole.


"Makanan yang lo sebutin ada didepan restoran tu diseberang! Lo mau? Gue panggil! Kita serbu rame-rame!" Ide Veni.


"Boleh! Jarang-jarang bule suka kan?" Kekeh Nichole.


"Boleh deh! Saya mau coba! Menikmati, khas indonesia food!" Ucap Maria.


Veni memanggil pelayannya, agar membawa 1 gerobak batagor masuk ke gerbang mereka.


"Es dawet aku mau!" Pinta Holi.


Masuklah penjual es dawet, dan es doger. Tentu karyawan Veni sangat senang, dengan ide sang majikan.


"Tumben lo minta makanan indonesia Nic? Hamil lo?" Bisik Holi.


"Ssst! Gue telat 2 bulan! Cuma malu buat ngasih tau Kevin. Umur kita udah nggak muda!" Rungut Nichole.


"Serius!" Teriak Fene bahagia.


"Serius! Gue hamil! Cuma gue males ngomong ama Kevin! Masih kesel!" Kekehnya.


"Kesel, diranjang nggak kesel!" Ejek Holi.


"Beda dong! Ranjang kebutuhan, kalau kesel yah kesel aja." Kekeh Nichole.

__ADS_1


"Aaaaaagh! I'm happy, akhirnya lo hamil Nic! Alhamdulilah! Seneng banget. Gue kasih tau Kevin!" Fene ingin berlalu, tapi ditahan oleh Nichole.


"Why?" Tanya Veni penasaran.


"Gue nggak mau! Gue masih sakit!" Isaknya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Nichole! Ini anak lo sama Kevin! Dia harus tau! Kalau kenapa-kenapa, dia bisa jagain lo!" Tegas Fene.


Yang lain mengangguk sama.


"Terserah deh." Jawab Nichole pasrah.


Fene dan Veni lari keluar menemui para sugar daddy, menarik tangan Kevin.


"Apaan seeh!" Kevin males gabung sama ibu-ibu ribet.


"Nichole hamil Kevin Stuard!" Jelas Veni.


"What? You kidding me?" Tampak rona kaget diwajah Kevin.


Kevin menatap Nichole, "Realy honey? You serius?" Tanya Kevin ragu.


Nichole mengangguk senang.


"Ooogh yes! Yes! Yes! Akhirnya gue bisa buntingin lo honey! Yes! Gue bakal punya anak Fen!" Kevin berlari ke arah Nichole memeluk, mengelus mesra perut istrinya. Setelah 23 tahun pernikahan mereka baru sekarang Nichole mengandung anaknya.


"Oogh Jesus! Thankyou! Makasih sayang! Kamu udah sabar sama aku selama ini." Ucap Kevin penuh haru.


Adrian, Miller, Petter dan Samuel turut terharu. Melihat Kevin dan Nichole segera memiliki anak. Setidaknya, Tuhan menjawab semua doa Keluarga Stuard untuk memiliki buah hati.


"Untung Stela nggak jadi hamil Dri!" Ucap Miller. "Kalau nggak, udah sama-sama nyambut anak sekaligus cucu kita!" Tambah Miller, membuat semua keluarga membelalakan mata.


"What? Gue belum siap Ven!" Jujur Fene.


"Sama! Gue juga belum!" Jelas Veni.


"Oogh! Kenapa mereka nggak bisa menahan!" Rungut Fene.


"Jumpa mulu! Gimana mau tahan!" Kekeh Miller.


"Ck! Setidaknya mereka tengah menikmati keputusan mereka!" Jelas Adrian.


Samuel menggoda Adrian, "Lois justru minta saya melamar Chay-in buat dia!" jelas Samuel.


"No!" Jawab Fene, Adrian dan Maria serempak.


Samuel dan Miller tertawa. "Trauma bro!" Jawab Miller.


Samuel mendekati meja melihat beberapa makanan yang terhidang. Ada batagor, chese cake, pasta, lasagna and spageti. Samuel mengambil batagor, ingin mencoba jajanan khas Indonesia.


Kevin menemani Nichole menikmati batagor, sesekali menggoda istrinya tengah hamil muda.


Holi dan Fene saling bercerita, Adrian dan Miller memilih membawa makanannya ketempat duduk semula.


Petter sibuk membawa hidangan menyusul Adrian dan Miller, "ada apa dengan Petter dan Holi?"***

__ADS_1


__ADS_2