See Eye Stela

See Eye Stela
Duka yang terdalam.


__ADS_3

Dedrick terlalu larut tidak ingin meninggalkan Roma lebih cepat. Dia mencari disetiap sudut kota romantis itu. Roma menjadi saksi Stela meninggalkannya.


"Why did you leave me Stela? What did I do to you, tell me! I really miss you! Stelaaaaaaa where are you!" Tangisnya disudut kota Roma.


Dovi menemani Dedrick dalam kegalauannya. Menghubungi Lois berkali-kali. "Kemana bocah ini! Ck, apa dia sesibuk artis papan atas? Hingga tidak bisa mengangkat telfon ku!" Batin Dovi masih menemani Dedrick disudut Kota Roma.


Dovi duduk menemani Dedrick disampingnya. "Apa yang kau lakukan pada Stela? Hingga dia meninggalkan mu seperti ini?" Tanya Dovi sedikit penasaran.


"Ck! Jika mengingat kesalahanku, sangat banyak Dov!" Jelas Dedrick lemas.


"Apa? Bisa kau ceritakan pada ku? Papi juga belum menemukan Stela." Senyum Dovi.


Mereka berdua duduk disalah satu ketinggian gedung tua, melihat keindahan Roma menyambut malam.



Keindahan Roma, Italy.


"Aku sering menyakitinya beberapa bulan lalu! Aku menyakiti tubuhnya untuk melampiaskan nafsuku dengan berbagai macam alat *** toys. Aku tau itu sangat menyakitkan baginya. Hingga kami sempat berpisah setelah aku menceraikannya. Tapi aku berfikir kembali, aku tak bisa jauh darinya, aku membutuhkan Stela! Akhirnya Daddy Adrian membujuknya dan kami kembali. Begitu banyak persyaratan yang dia beri pada ku kala itu! Dia mengalami trauma sangat dalam, Dov! Aku merasakannya." Cerita Dedrick panjang lebar.


"Apakah sesakit itu yang kau lakukan padanya Dedrick? You crazy? Hingga kau menyiksa istri sendiri! Stela itu wanita lembut Bro! Aku yakin, orang dibelakangnya adalah orang kepercayaan keluarganya! Bukan orang sembarangan! Kenapa kau tidak mencoba menghubungi Brian? Uncle Kevin atau Grandpa Edward? Karena mereka tidak datang ke acara pernikahanku!" Jelas Dovi, sedikit membuka pikiran Dedrick.


"Aku yang bodoh, saat itu aku sangat cemburu pada Pedro! Mereka berciuman dirumah sakit Dov! Aku melihatnya. Wajar aku cemburu! Bahkan aku melakukan dengan cara yang tak pernah kami lakukan. Aku fikir dia menikmatinya, ternyata aku salah! Keceriaannya pada ku, ungkapan cintanya semua semu dan palsu!" Kesal Dedrick semakin egois.


"Heeii! Dia itu Keluarga Parker, mereka tumbuh di kehidupan nyaris sempurna. Kalau Pedro mencintainya mengaguminya itu wajar! Mereka teman kecil Dedrick! Lusi cerita padaku! Bahkan Pedro sahabat terbaiknya yang menolong mereka saat Stela mengalami depresi hebat karena pemaksaan Fene ibunya. Ambisi keluarga Stela untuk menjadikannya seorang wanita hebat dan berkuasa tak mudah dia terima. Stela tumbuh dalam tekanan Nyonya Fene dan Tuan Adrian! Kau tau mertuamu seperti apa! Aku yakin, Tuan Adrian tidak akan tinggal diam mencari putri kesayangannya." Timpal Dovi.


"Apa Stela pergi bersama Pedro? Atau Dean?" Tanya Dedrick menatap lekat wajah Dovi.


"Mana aku tau! Apa kau akan mengajakku mencarinya? Jangan gila! Lusi sedang hamil! Nggak mungkin aku meninggalkan dia! Apalagi kami baru menikah! Aku akan stay di Pisa untuk sementara waktu, sampai Lusi lahiran." Jelas Dovi pada Dedrick.


"Tolong lah aku, Dov! Aku mohon! Ini akan menjadi duka ku yang terdalam." Rungut Dedrick kehilangan separuh jiwanya.


Dovi terdiam, "Hmmm! Jika aku ikut mencari Stela, apakah Lusi mengizinkan?" Batin Dovi melirik wajah sahabatnya yang terlihat lusuh.


Drrrt, drrrt. "Daddy!" Bisik Dedrick.


"Ya Dad!"-Dedrick.


"Kau dimana? Kembali ke hotel sekarang! Aku sudah menemukan istrimu!" Tegas Miller.


Dedrick menutup telfonnya, berlari meninggalkan Dovi.

__ADS_1


"Bro! Kau meninggalkan aku!" Geram Dovi.


"Daddy telah menemukan Stela!" Teriak Dedrick.


Dovi menaikkan alisnya, "secepat itukah?" Batin Dovi menyusul Dedrick menuju mobil mereka.


****************


Disudut Amsterdam, Adrian dan Fene mencari keberadaan Dean, tapi tidak menemukan Putra Richard dan Sandra.


Begitu murkanya Adrian menatap semua berkas dihadapannya.


BRAAAK,


"Kenapa kalian menutupi semua ini dari ku?" Sarkas Adrian.


"Ini semua atas permintaan Tuan Edward dan Nyonya Irene, Tuan! Selebihnya kami tidak tahu." Ucap Dokter Senior yang menangani Stela selama ini.


"Aku akan menuntut kalian!" Tunjuk Adrian pada Dokter itu.


"Kalian tidak bisa menuntut kami Tuan! Karena Tuan Edward telah mengamankan kami. Maaf, saya tidak bisa menemani anda lebih lama! Saya harus melakukan tindakan Tuan!" Jelasnya berlalu meninggalkan Adrian dan Fene.


Kesal. Ya, Adrian sangat kesal kali ini. Kecewa atas perlakuan keluarga padanya. "Apa salah ku hingga mereka melakukan semua ini pada ku?" Batin Adrian meremas geram bahu Fene.


"Tenanglah Dri, aku akan menghubungi Veni!" Ucap Fene memilih berlalu.


Adrian menahan tangan Fene, "Jangan! Kita cari tau dulu, kenapa Stela melakukan ini pada kita!" Tegas Adrian.


Fene mengikuti semua perintah suaminya, menunduk berlalu meninggalkan Sint Lucas Andreas.


Adrian kembali ke apartemen Stela, "kita menunggu Miller disini. Mereka sudah berangkat!" Jelas Adrian pada Fene.


"Aku mau nelfon Mami, Dri!" Izin Fene meninggalkan Adrian di sofa ruang keluarga mereka.


"Huuufgh!" Adrian hanya menghela nafas dalam.


Panggilan tersambung pada Irene,


"Kenapa Mami sembunyikan semua dari ku?" Tanya Fene sedikit kesal pada Irene.


"Sayang! Biarkan Dedrick mencari Stela! Biarkan Dedrick memperjuangkan cintanya. Stela tidak ingin kalian terlalu mencampuri urusannya. Dia baik-baik saja. Dia aman Fen! Mami tahu betul bagaimana Stela. Jangan memaksakan kehendak kalian untuk mencarinya di seluruh pelosok dunia ini! Pahami yang Stela butuhkan Fen! Dia terlalu kecewa! Dia sangat sakit dengan perlakuan Dedrick. Kamu bayangkan, di usia dia 17 tahun, harus melayani Dedrick dengan *** toys! Ini nggak lucu Fen! Biarkan Dedrick mencarinya. Aku sudah trauma ikut campur urusan kalian, karena Adrian selingkuh darimu, karena Papi dan Mami terlalu keras padanya! Biarkan Stela menyelesaikan dengan caranya. Apa kau mengerti maksudku?" Tegas Irene pada Fene.

__ADS_1


Fene menelan salivanya, menarik nafas dalam, "apakah dia akan kembali pada Dedrick, Mi?" Tanya Fene sedikit memaksa.


"Aku tidak tahu itu! Aku mau Stela bahagia! Tanpa tekanan, tanpa disakiti oleh Dedrick! Cukup dia menyiksa cucuku selama 6 bulan! Bukan uang atau mobil yang dia pinta! Dia hanya ingin tahu, seberapa besar Dedrick berjuang tanpa kalian." Tambah Irene.


"Ya, aku mengerti! Syukurlah, kalau Stela baik-baik saja Mi! Dimana dia? Apakah dia di Berlin?" Tanya Fene semakin penasaran.


"Hmm! Tidak perlu ku katakan dia ada dimana! Yang pasti, putrimu baik-baik saja." Tegas Irene menutup telfon dari Fene.


Fene menarik nafas dalam, memijat pelan pelipisnya, mendekati Adrian yang tengah bersantai menikmati segelas wine.


"Kenapa? Apa Mami tau keberadaan Stela?" Tanya Adrian bersandar dibahu Fene.


"Ya! Stela baik! Dia ingin Dedrick mencarinya tanpa kita! Dia ingin Dedrick memperjuangkannya tanpa kita." Jelas Fene sedikit. "Hmm! Ternyata kamu benar, Stela sama seperti ku! Dia ingin diperjuangkan karena terlalu sakit!" Kenang Fene menatap sendu mata Adrian.


"Maksudnya?" Tanya Adrian mencoba memahami ucapan Fene.


"Yah! aku akan bicara pada Miller dan Veni, untuk menghentikan pencarian Stela! Mami nggak bilang dia dimana! Mami meminta Dedrick mencarinya sendiri, tanpa bantuan Miller dan kamu Dri!" Fene mengusap lembut pipi Adrian.


"Berarti putriku tidak memaafkan Dedrick selama ini?" Tanya Adrian lagi.


"Begitulah. Perlakuan Dedrick sangat menyakitkan Stela, Dri! Dedrick menyakitinya dalam *** selama 6 bulan. Pantas dia melarikan diri ke kita, bahkan kita memaksa mereka kembali, bahkan yang membujuknya adalah kau! Bukan Dedrick. Aku paham sekarang mau putriku! Aku akan menjelaskan semua pada Miller dan Veni! Agar tidak salah paham antara." Fene memeluk Adrian, bersandar di dada suami yang arogan tapi penyayang itu.


"Hmm, jujur aku ingin tau seperti apa Dedrick menyakitinya di ranjang!" Goda Adrian pada Fene.


"Iiighs! Stela itu disakiti pakai sextoys Adrian! Aku rasa Dedrick punya kelainan! Masak putriku masih 17 tahun udah disakiti seperti itu. Laki-laki menyebalkan!" Geram Fene.


"What? Ooogh my God! Aku akan menghajarnya!" Kesal Adrian.


"No! Biarkan Dedrick yang mencarinya sendiri. Aku rasa dia tidak akan menemukan putriku dalam waktu dekat." Rungut Fene.


"Hmmm, ya! Kita lihat saja." Kecup Adrian pada kepala Fene.



Hmm, Author mau mencari Stela.


"Ada yang tau dimana keberadaan Stela Moreno Visser?"


Hikz...😭❤️


Like and Vote...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2