See Eye Stela

See Eye Stela
Merindukan kamu.


__ADS_3

Dedrick membawa Stela kembali ke Gueshause tempat Stela menginap. Adrian dan Miller ternyata sudah ada disana. Veni dan Fene berusaha mendekati anak menantu karena perasaan rindu yang teramat sangat.


Tapi mereka enggan mendekati Stela, karena Dedrick memberi jarak dengan terus memeluk tubuh istrinya saat dikamar untuk berkemas. Brian memberi pengertian pada Adrian dan Fene, agar memberi ruang bagi Dedrick dan Stela untuk menyelesaikan masalah mereka.


Tanpa sepengetahuan Brian, Mario hadir membawa beberapa makanan untuk Stela. Mario tertegun didepan pintu, menyaksikan pemandangan yang sangat mengiris hatinya. Melihat Stela begitu manja memeluk Dedrick.


Dedrick yang menyadari kehadiran Mario bergegas menutup daun pintu dengan kakinya.


BRAAAK,


Semua mata tertuju pada pintu kamar, dan Mario yang ada dihadapan mereka.


Brian baru menyadari kehadiran Mario, menyambut kedatangannya, "masuklah! Kenalkan ini Daddy Adrian, ini Daddy Miller, ini Momy Fene dan Momy Veni. Mereka orang tua ku dan mertua Stela!" Senyum Brian.


Mario melangkah masuk, menelan salivanya, kembali menatap pintu kamar Stela. "Salam kenal Tuan, Nyonya! Saya Mario, sahabat Brian." Senyumnya.


"Hmm!" Jawab Adrian tak mengacuhkan. "Dasar pria tak tau malu!" Bisik Adrian menggeram.


Fene tersenyum menatap Mario. "Duduklah," Ucap Fene.


"Ya Nyonya! Saya permisi!" Mario memilih berlalu meninggalkan rumah itu dengan hati yang berkecamuk, tapi Samuel menghalangi langkahnya.


"Mau kemana kamu? Bukannya sin terakhir peranmu dengan Stela?" Ucap Samuel menatap Adrian dan Miller.


Adrian dan Miller tersedak mendengar penjelasan Samuel. Fene memberi air pada Adrian dan Miller.


Samuel memeluk sahabatnya, "kenapa kalian tidak memberitahu ku berada disini?" Tanya Samuel menepuk bahu Adrian.


"Kami ingin bulan madu disini! Jadi surprise!" Kekeh Adrian.


"Aaagh! Stela mana? Tadi dia sakit, kata Brian dia hamil? Bener? Selamat yah, kalian akan menjadi kakek! Dia masih ada sin satu sesi lagi untuk shooting bersama Mario, selesai ini baru kita pulang!" Jelas Samuel menuju kamar Stela.


Tok tok tok,


Dedrick membuka pintu dengan wajah sembab, "Uncle!" Peluk Dedrick pada Samuel.


"Heiii! Kapan kamu nyampe? Ikut shooting sama Stela juga?" Goda Samuel pada Dedrick.


"Ooogh, nggak uncle! Aku justru ingin membawa Stela pulang ke La, karena kondisinya hamil!" Jelas Dedrick dapat di dengar Mario.


"Ooogh, wait! Stel, kamu masih ada sin sama Mario kan? Nanti malam atau besok pagi? Setelah ini baru bisa pulang yah? Kamu masih kuat kan?" Usap Samuel pada bahu Stela.


Stela menatap Dedrick lekat, meminta persetujuan dimata suaminya.


Dedrick mengangguk, "jika untuk pekerjaan aku izinkan!" Ucap Dedrick tegas pada Samuel.


"Oke! Nanti kabari Brian yah? Kita di pemandangan danau! Oke dear!" Samuel berlalu meninggalkan Dedrick dan Stela.


"Uncle, Lois mana?" Tanya Dedrick.


"Ooogh, dia masih tidur! Karena baru selesai menemani saya! Kelelahan sepertinya." Jelas Samuel.

__ADS_1


Dedrick mengangguk, kembali menatap Stela. "Kamu mau ketemu Momy dan Daddy?" Tanya Dedrick pada Stela.


Stela mengangguk, hanya menunduk patuh pada Dedrick.


"Yuuk, kita keluar!" Ucap Dedrick, membawa Stela bertemu orang tua mereka.


Stela menatap ke arah Mario dan Brian dengan perasaan serba salah, seketika luluh karena Adrian dan Fene lebih dulu mendekapnya.


"Ooogh Stel, I Miss you!" Peluk Adrian memeluk tubuh putrinya.


Stela merasa nyaman dipelukan Adrian. "I miss you too Dad!" Stela memeluk dan mengusap perut Adrian.


Adrian merenggangkan pelukannya, "Kamu hamil?" Tanya Adrian meyakinkan.


"Ya!" Stela mengangguk.


"Syukurlah!" Adrian kembali memeluk putrinya, menepis rasa marah yang terpendam selama ini.


Fene mengusap lembut punggung putrinya, "kita akan pulang ke La! Mami akan merawat kamu!" Pujuk Fene.


"Nggak Mi, aku mau sama Dedrick aja!" Ucap Stela menatap ke arah Dedrick.


Fene mengangguk mengerti, "tapi kamu harus ada yang menemani!" Jelas Fene tegas.


"Ya!" Stela menunduk melangkahkan kaki menuju mertuanya. "Dad, Mami!" Mata Stela seketika basah, ada perasaan bersalah dihati, karena telah jahat pada mertua yang selama ini sangat menyayanginya.


"Ooough dear!" Sambut Veni, mengecup kening menantu kesayangan. Mengusap lembut perut Stela. "Sudah berapa bulan?" Tanya Veni sedikit penasaran, agar hilang tanda tanya dihati.


"Syukurlah! Kamu terlihat senang ada disini! Sangat menikmati duniamu!" Senyum Veni menatap Miller dan Dedrick.


"Iya Mi! Brian menawarkan ku! Beberapa bulan lalu! Uncle Samuel juga mengajakku! Jadi aku ikut! Ternyata aku hamil! Maafkan aku telah mengecewakan kalian!" Ucap Stela dengan mata basah tertunduk malu.


"Uuuups, nggak ada yang salah! Hanya karena ego kalian saja! Ingat kamu lagi hamil cucu Mami, nggak boleh strees apalagi nangis! Nggak baik!" Kecup Veni pada kepala Stela.


Miller tak kuasa menahan rasa rindu pada Stela, langsung mendekap menantu kesayangannya. "Terimakasih, kau masih memberi kesempatan pada putraku!" Bisik Miller ditelinga Stela. "Jaga kandunganmu! Aku tidak mau kenapa napa denganmu dan cucuku!" Jelas Miller lagi.


Stela mengangguk,


Dedrick mendekat pada Stela, "I love you!" Kecup Dedrick pada kepala istrinya.


Stela kembali memeluk Dedrick, "aku kangen kamu!" Bisiknya.


"Ya! Nanti kita mepas rindu! Sekarang masih ramai!" Godanya mengusap lembut punggung Stela yang ada didekapannya.


Mereka meninggalkan keluarga, berjalan menyisir daerah nan sejuk dan ramah. Begitu juga Adrian, Miller Fene dan Veni. Mereka ingin menghabiskan waktu melihat kota kecil nan ramah dan jauh dari polusi udara.



Kawasan Buhl 3 Oberstdorft..


__ADS_1


Pemandangan pegunungan nan sejuk...


Stela dan Dedrick saling bercerita sepanjang jalan, memeluk hangat bermanja-manja. Memesan segelas coffe kesukaan Dedrick.



Kemesraan Dedrick dan Stela sepanjang perjalanan. Membuat hati seorang pria terbakar cemburu, karena kebucinan dua insan yang kembali bertemu setelah tiga bulan berpisah.


"Makasih yah hubby, kamu mau menyusul aku kesini!" Ucap Stela dengan manja.


"Berjanjilah pada ku, tidak akan meninggalkan ku lagi Stela, aku sangat merindukan dirimu yang manja!" Dedrick menatap iris mata Stela yang biru.


"Ya! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi! Aku berjanji pada mu dan anak kita!" Tunduk Stela dengan mata berkaca kaca.



Bermain bersama selayaknya anak remaja yang kembali jatuh cinta.


"Semudah itukah mereka kembali Fen?" Tanya Adrian mengagetkan Fene yang tengah membeli minuman untuk suami dan besannya.


"Sssst, wait and see Dri! Semua akan mudah, jika keduanya mau mengalah!" Sambung Fene.


"Aku takut aja, Dedrick akan menyakiti Stela lagi!" Rundung Adrian.


"Ck, ini malasnya gue sama lo! Suka banget berfikir negatif sama anak dan menantu sendiri!" Kesal Fene menepuk lembut dada Adrian.


"Wajar dong, ada kekhawatiran! Apalagi kondisi Stela lagi hamil, aku takut mereka akan seperti kemaren!" Peluknya meletakkan dagu di bahu Fene.


"Iiighs, udah deh! Ni, kasih ke Miller! yang ini buat Veni!" Kekeh Fene, memberi 2 cup minuman panas di tangan Adrian.


"Danke Herr!" Ucap Fene pada pelayan toko.


"Auf wieder sehen Frau (Sampai bertemu kembali Nyonya)!" Ucap pelayan pada Fene.


"Toush!" Fene berlalu membawa 2 cup minuman untuk Veni.


"Disini sangat indah dan bisa nambah anak lagi kita Dri!" Kekeh Fene.


"Serius kamu mau?" Ucap Adrian.


"Aaaagh, nggak mau! Orang kita akan ada cucu, masak anak sama cucu seumuran! Nggal lucu sayang!" Kecup Fene pada pipi Adrian.


"Yaaah, boleh aja! Asal kamu siap! Lagian anak udah besar-besar gini sepi Fen!" Rengek Adrian.


"Ogah! Kandungan Stela yang mesti kita jaga Dri! Bukan aku!" Tawa Fene pecah seketika.



Nikmat mana lagi yang engkau dustai...


________******❤️❤️❤️

__ADS_1


Like and Vote, jangan lupa comment yah... ❤️


__ADS_2