See Eye Stela

See Eye Stela
Kejujuran.


__ADS_3

Veni masih penasaran, kejadian apa di Vegas, kenapa Dedrick menjadi trauma, batinnya.


"Sayang, bisa kamu ceritakan bagaimana kamu mencintai putri mereka?" Tanya Veni sangat lembut.


Adrian dan Fene saling tatap, jujur keduanya juga penasaran, kenapa putri kecilnya berubah menjadi wanita yang pembangkang saat ini.


"Aku membencinya dikampus mi! Aku mengancam sepupunya! Ternyata sore itu dia datang ke resto kita, sangat mengagumkan ku. Saat itu aku melihatnya sangat sempurna! Dia menggoda imanku! Aku mencari tahu tentang dia lewat daddy! Ternyata, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku juga merasakan dia mencintaiku! Kami merasakan getaran itu, bukan hanya untuk *** aku meminta menikahinya, karena ingin menjaganya dari helder yang mengawalnya. Demi kebebasan Stela, matanya sangat indah mi! Mami kalau melihatnya, pasti sama seperti daddy, good! Dia pintar, manja dan penuh gairah. Dia membuat aku nyaman mi!" Jujur Dedrick panjang lebar membuat Adrian dan Fene ternganga mendengar kisah singkat anaknya.


"Terus ada apa dengan Vegas?" Veni sangat memahami cerita Dedrick.


"Hmm! Aku membawanya jalan-jalan! Dia sangat bahagia bersama ku! Dia nggak pernah tau siapa aku, Aku memang menciumnya! Tapi aku izin sama dia untuk menyentuhnya mi! Dia selalu memberikan sinyal dia ingin bersamaku selamanya. Aku benar-benar gila karena mencintai putri Tuan dan Nyonya ini, tapi tak ada satupun yang memahami ku, kecuali daddy!" Tunduknya.


Hidung Dedrick yang mancung, mulai memerah, membendung air mata, meratapi akhir cintanya.


"Hmm! Kamu dihajar oleh pengawalnya?" Tanya Veni sangat lembut.


"Tuan ini yang menghajarku! Aku salah, aku menciumnya hingga membuka bajunya! Tapi aku nggak berani untuk menyentuhnya! Dia mengizinkanku, melakukan apapun. Dia butuh aku mi. Dia sangat kesepian, tanpa teman! Dia menerima pinanganku! Dia benar-benar telah membiusku." Dedrick menangis dibahu Veni.


"Oogh my God!" ucap Fene.


Adrian menatap Dedrick, membayangkan perasaannya beberapa tahun lalu untuk mendapatkan Fene.


"Hmm! Mereka tidak mengenal kamu! Kamu putra Miller Van Visser, kamu anak ku! Aku paham siapa kamu! Adrian, Fene sahabatku! Aku memang tidak pernah menceritakan mereka pada mu! Karena kesalahan ku!" Jelas Veni.


"Oogh! No!" Usap Fene pada tangan Veni yang ada di meja.


"Aku ingin kamu menjaganya, seperti daddy menjagaku!" bisik Veni lembut.


"Yah! Saya minta maaf pada mu Dedrick, Saya akan menikahkan Stela dengan mu, dengan syarat kamu tidak memberi tahu pada Stela, keluarga besar kita, hingga usia Stela 20 tahun! Kamu mengerti? Saya akan mengizinkan kalian jalan-jalan tanpa pengawal setiap weekend, ingat hanya jalan-jalan! Bukan tinggal bersama!" Tegas Adrian. "Jika kamu melanggarnya, saya akan membuat perhitungan dengan Miller dan Veni. Apa kamu mengerti sampai disini?" Tanya Adrian.


"Saya mengerti Tuan!" Jawab Dedrick sopan.

__ADS_1


"Hmm! Berkas yang kau kirim pada ku sudah ku daftarkan! Besok jam 10.00 waktu Netherland kita sudah bisa melaksanakan pernikahan mereka. Ingat Dedrick, kali ini kami mengalah untukmu! Aku tidak akan membantu lagi, jika kau melanggar janjimu!" Tegas Miller sedikit mengancam.


"Terimakasih dad! Terimakasih mi! You my best parent!" Kecup Dedrick pada kepala Veni dan Miller. "Terimakasih Tuan, kau sudah mau menerima ku menjadi menantumu! Inilah aku, pria yang akan terus menjaga putrimu. Nyonya! Maafkan aku telah mencium putrimu malam itu! Aku terbawa suasana! Aku akan membantu Stela mencapai cita-citanya." Dedrick menghampiri Adrian menyalaminya, memeluk, melakukan hal yang sama pada Fene.


"Syukurlah! Ingat, kalian tidak boleh melakukan lebih! Aku akan membunuhmu jika itu terjadi sebelum usia Stela 20 tahun! Tegas Adrian dihadapan Veni dan Miller.


"Hmm! Lo suka banget ngancam yah Dri!" Kesel Veni menatap Fene dengan wajah terkekeh.


"Adrian belum berubah Ven!" tambah Fene.


"Oya! Kevin mana?" tanya Veni.


"Kevin ngambek! Dia di Jakarta!" Jelas Adrian.


"Hmm! Kevin ngambeknya sebentar, ntar lagi juga baikkan!" Senyum Veni.


Fene tertawa, mengingat ucapannya pada Kevin saat itu. "Maafin gue, Vin! Kali ini gue denger nasehat lo!" batin Fene.


"Ya udah, kami ke hotel yah! Sampai ketemu besok Miller! Terimakasih jamuannya! Sangat nikmat! Restoran kalian sangat luar biasa!" Adrian merangkul hangat bahu Miller.


Dedrick mendengar ucapan Miller hanya tersipu malu. 'Besok aku resmi jadi suaminya Stela Moreno Lim!' batinnya senang.


Veni dan Fene saling berpelukan, tak menyangka mereka akan menjadi besan. Cinta anak-anak yang sangat rumit, demi kebaikan bersama, mereka mengalah.


Fene menghubungi Kevin, bagaimanapun Fene dapat bernafas lega, semua bisa berjalan sesuai rencana.


"Dri! Kok Kevin nggak angkat telfon aku?" Tanya Fene memeluk tubuh Adrian saat tiba dihotel.


"Dia lagi meeting! Nanti dia nelfon tuh! Tadi aku sudah memberi tahu dia di wattshap!" jelas Adrian mengecup puncak kepala Fene.


"Kita kapan ke Jakarta?" Tanya Fene.

__ADS_1


"Kita nggak ke Berlin? Jenguk daddy dan Jasmine! Brian juga belum ada kabar! Aku dengar dia disini." Adrian mengusap punggung Fene.


"Anak-anak lebih tertutup, nggak kayak anak Veni! Selalu terbuka!" Curhat Fene di dada Adrian.


"Kita terlalu sibuk Fen! Sampai lupa pada mereka." rundung Adrian.


Drrt, drrrt.


"Kevin!" bisik Fene.


Fene menggeser layar hijau dihandphone miliknya, "ya Vin!" tanya Fene lembut.


"Gimana? Sory tadi lagi meeting!" Jelas Kevin.


"Ternyata Dedrick anak Veni Smith,.Vin!" Jelas Fene.


"Oooh!" Kevin sudah tau dari kemaren, "terus? Stela menikah?" tanya Kevin.


"Iya, besok Adrian menikahkan Stela dan Dedrick, tanpa sepengetahuan daddy dan papi." Jelas Fene.


"Ok! Ada lagi?" tanya Kevin masih garing.


"Gue kangen sama lo!" ucap Fene sedikit menghibur.


"Me too! Ada lagi?" tanya Kevin masih garing.


"Lo masih marah sama gue?" tanya Fene sedih.


"Fen, gue nggak pernah marah sama lo! Lo harus perhatiin keempat anak lo, agar mereka bisa terbuka sama lo! Ingat Fen, Brian titipan dari Bram, Jasmine titipan dari istri Adrian yang pertama, Stela anak lo paling cantik, Chay-in anak lo paling manja. Jangan kecewain mereka karena keegoisan lo. Gue sayang sama lo, sama Adrian, sama anak-anak lo! Kejadian di vegas, itu sebagai tamparan buat kalian. Ngurus anak nggak mudah! Bukan ngasih duit doang! Gue seneng, lo nikahin Stela! Setidaknya dia udah aman, sekarang Brian! Brian udah nikah sama Marelin tanpa ngasih tau lo! Jadi, tugas lo belum beres yah Fen." Jelas Kevin panjang lebar.


Fene tertunduk mendengar nasehat sahabat. Fene menelan salivanya. "Lo tau darimana Brian udah nikah?" tanya Fene.

__ADS_1


"Brian minta gue jadi saksinya. Gue sayang keponakan gue! Gue siap lakukan apapun demi mereka!" Kevin menutup telfonnya.


Fene terdiam, merasa ditampar. Tertunduk, menangis sejadi-jadinya.***


__ADS_2