
Universsity of Southern California, kampus pilihan anak muda seperti Dedrick dan Stela untuk menjadi seorang Publik Relation. Setelah beberapa bulan Dedrick tidak muncul dikampus tercinta, "huufgh, today is not bad!" batin Dedrick.
"Baaagh!" kejut Dovi dan Lois sahabat terbaiknya selama di La.
"Aaagh! Seneng kali kalian mengejutkan ku!" kesal Dedrick.
"Hari ini kita kemana?" tanya Dovi.
"Restoran!" tegas Dedrick.
"Ck! Masak berbulan-bulan ngilang kita hanya kerestoran." kekeh Dovi.
"Kita kerumah Lusi aja bagaimana? Tadi dia nelfon aku!" Jelas Dovi.
"Ya udah, emang Lusi nggak kuliah?" tanya Dedrick menatap Dovi.
"Lusi sesi 1 bro! Kuliahnya dua hari lagi, jarang ketemu juga kalau dikampus!" Jelas Dovi.
Lois masih sibuk menggoda gadis incarannya, Tifani.
"Oke, kita kerumah Lusi! Aku pengen berenang!" ucap Dedrick, merangkul Lois dan Dovi.
Mereka bersenda gurau hingga parkiran kampus. Banyak cerita selama dua bulan meninggalkan Los Angeles. Dedrick melempar kunci mobilnya pada Lois, tentu Lois akan memberikan pada Dovi tertawa ala mereka.
Saat membuka pintu mobil, mata Dedrick dikejutkan dengan kehadiran Ferrari Hanz Parker dihadapannya, memberi kedipan lampu dua kali.
"Stela!" bisik Dedrick.
Stela keluar dari mobil, menggunakan baju kaos Louis vuitton berwarna putih, dipadu dengan celana jeans merk terkenal milik desaigner Paris, mendekatinya.
"Haii!" sapa Stela sedikit gugup dihadapan Dedrick.
Jantung Dedrick rasa mau copot, berhadapan dengan gadis yang sudah sah dinikahinya. "Hmm, ya haii!" senyum Dedrick mencium aroma parfum milik Jo Malone Violet tercium dari aroma tubuh Stela.
"Long time no see, how are you dear?" sapa Stela sangat lembut dan manja.
"I'm fine, I miss you!" ucap Dedrick.
"Apakah kau akan kerestoran?" tanya Stela sedikit kepo.
"No! Kami akan mengunjungi Lusi! Apa kau tidak dihubunginya?" tanya Dedrick.
"Hmm! Belum seeh, atau kita pergi bersama?" Senyum Stela menanti jawaban Dedrick.
__ADS_1
'Gimana nolaknya! Dia muncul tiba-tiba!' batin Dedrick, "oke, apa pengawal mu akan menjaga kita?" goda Dedrick menerima kunci dari tangan Stela.
"Come on! Pengawal ku sangat jarang mengikuti ku kalau kuliah." Kekehnya.
"Ya sudah, berarti kita kuliah aja terus!" Goda Dedrick meninggalkan Lois dan Dovi yang kebingungan, ditinggal tanpa kata oleh Dedrick.
"Heei bro! Hati-hati, heldernya garang!" teriak Lois dihadapan Stela dan Dedrick.
"**** you!" Dedrick memberikan jari tengah sebelum memasuki mobil Hanz Parker.
Stela tersenyum, melihat Dedrick seperti salah tingkah saat memasuki mobil bersamanya. "Ehem!" Stela mendehem menyatakan dirinya tidak baik-baik saja, dadanya berkecamuk, ingin rasanya dia memeluk tubuh atletis disampingnya karena perasaan rindu.
"Hmm! Are you teasing me dear?" Kekeh Dedrick menatap Stela terlihat salah tingkah.
"No!" Stela tak berani menatap lagi.
Dedrick sengaja tak menyentuh wajah istri cantiknya. "Aaaagh! Aku menginginkan mu sayang!" geramnya dalam hati.
Dedrick melajukan kecepatan menuju kediaman Lusi di Atherton. Stela menikmati waktu berduaannya, "walau hanya sesaat, aku ingin menghabiskan waktu bersama kekasih hatiku." batin Stela.
"Apa kau lapar dear?" tanya Dedrick pelan saat akan memasuki kawasan Atherton.
"Hmm! Apa kau akan mengajakku berkencan?" Stela menatap Dedrick yang memelankan kecepatannya.
Stela seperti melayang karena ucapan mesra Dedrick padanya. "Aku tidak lapar, kita minta buatkan masakan spesial aja sama maid!" Jelas Stela.
"Oke!" Dedrick menambah kecepatan laju mobilnya.
Dovi dan Lois lebih dulu sampai dikediaman Lusi, menunggu Dedrick diparkiran.
Stela menahan tangan Dedrick agar tidak keluar lebih dulu dari mobil. "Hmmm! I miss you dear!" ucap Stela menyandarkan kepalanya di bahu Dedrick.
Dedrick salah tingkah tak kuasa menahan kerinduannya. Perlahan Dedrick mendaratkan ciumannya kebibir Stela. "Huuufgh!" Stela menyambut tanpa rasa takut dan ragu. Cukup lama mereka saling mendecap lembut, merasakan kenyamanan luar biasa. "I love you my wife!" ucap Dedrick menangkup geram pada leher Stela.
Stela melepas kecupannya, menaikkan alisnya, "wife?" tanya Stela kaget.
"Ya, kamu istriku, akan menjadi istriku!" Kecup Dedrick pada kening Stela berlalu keluar.
Stela berteriak senang, "Aaaagh! Dia akan melamarku!" teriaknya.
"Kamu mau sampai kapan disini?" Kejut Lusi membuka pintu penumpang yang diduduki Stela.
"Oogh! Ya, aku turun!" Stela keluar dari mobil memeluk sepupunya yang melilitkan kain pantai dipinggang. "Apa kita akan berenang dear?" tanya Stela memasuki rumah Lusi.
__ADS_1
"Ya, aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian." Jelas Lusi, membawa Stela ke kolam renang.
Stela menyaksikan kelucuan Dedrick, Dovi dan Lois, sudah masuk kekolam seperti ikan arwana saling bercanda.
"Aku ganti baju dulu yah?" Stela beranjak kekamar Lusi, mencari bikini yang biasa dia pakai jika menghabiskan waktu disana.
Lusi mengacungkan jempol menuju kursi santai dipinggir kolam, menikmati suasana yang sangat nyaman.
Pelayan menyiapkan semua kebutuhan Lusi dan teman-temannya, termasuk Stela saat menghabiskan waktu bersama.
Mata Dedrick menikmati keindahan dari kaca sebuah pemandangan, Stela menggunakan bikini violet sangat cocok dikulitnya yang putih mulus.
"Amin!" Usap Lois pada wajah Dedrick menggunakan air kolam.
"******!" kesal Dedrick, duduk dipinggir kolam menunggu kehadiran Stela yang akan melalui tempat dia duduk.
"Stela, you **** girl!" goda Lois saat Stela melewatinya.
Dedrick menarik wajah Lois seperti akan membunuh pria itu hidup-hidup karena sudah berani menggoda istrinya. "Jaga ucapan kau!" Geram Dedrick berbisik.
"Why?" Tanya Lois menatap Dedrick penasaran.
"Dia istriku!" bisik Dedrick pada Lois, melirik kearah Stela dan Lusi yang asik mengobrol.
"Kalian menutupi semua dari keluarga?" Tanya Lois penasaran.
"Ssst! Tak ada yang tahu, Stela pun tidak tau! geram Dedrick masih berbisik pada Lois.
"Apa kau akan dibunuh oleh keluarga Parker bila menyentuhnya?" tanya Lois penasaran.
Dedrick memberikan telunjuk kelehernya berarah vertikal.
"Aaagh! Kau menakutiku!" Kekeh Lois kembali kekolam. Ada perasaan tak percaya dihati Lois, 'ini gila, semua akan berantakan jika ini terbongkar!' batin Lois.
Dedrick menatap Stela yang juga sedang menatapnya, memberikan sinyal untuk mendekatinya. Stela memasuki kolam dengan sangat ****, menyelam, mengarah kan tubuhnya kearah Dedrick. Lusi dan Dovi sibuk bercanda berdua. Dedrick tak tinggal diam, masuk kedalam kolam, memeluk tubuh Stela dari dalam.
Stela terlonjak kaget merasakan ada sentuhan tangan menyentuh perut langsingnya, naik keatas untuk mengambil nafas dengan cepat, "Aaagh!" nafas Stela terengah melihat pria dari dalam kolam mendekapnya ikut naik keatas.
"Dear! kamu mengejutkan aku!" Stela memukul lembut dada Dedrick yang tegap berada dihadapannya. "Sangat ****!" bisik Stela.
"Sorry!" Dedrick mengecup lembut bibir Stela, perlahan tangan Dedrick merangkul pinggang Stela tak melepas ciumannya. "You verry sweet wife!" Dedrick melepas ciumannya dengan kening masih menyatu. Nafas keduanya masih menderu. Stela memeluk Dedrick.
"Jangan pergi lagi, aku mencintaimu! Sangat mencintaimu!" bisik Stela tanpa memperdulikan Lusi, Lois dan Dovi yang ternganga melihat keromantisan mereka.
__ADS_1
"Aku janji, akan selalu menjagamu!" Kecup Dedrick pada kening Stela. Dedrick kembali mencium bibir Stela membawa kedasar kolam dengan mesra.***