
Dedrick memeluk tubuh Stela hingga pagi, tak melepas tangan dari tubuh istrinya.
Stela terlonjak kaget saat membuka mata. "what are you doing here, hubby?" Tanya Stela begitu membuka matanya.
Dedrick tersenyum menatap wajah istrinya terlihat kaget. "Kamu udah bangun?" Kecup Dedrick pada kepala Stela.
"Hmm! Siapa yang membawa mu kesini?" Tanya Stela masih belum yakin dengan kehadiran Dedrick disampingnya.
"Mami! Mami jemput aku wife! Mami juga membawa aku kesini! Maafkan aku, tidak bisa menolongmu saat Daddy membawamu dari ku!" ucap Dedrick.
"Semua hancur Dedrick! Hancur!" Tangis Stela pecah seketika mengenang Fene menampar Adrian.
"Uuups! Kamu kenapa barantakin kamar begini?" tanya Dedrick lagi membawa Stela ke dadanya.
"Aku benci sama daddy! Terlalu jahat sama kamu! Kejam! Sangat kejam!" Isaknya.
Stela mengusap wajah Dedrick terlihat memar. "Maafkan aku hubby! Aku telah membuatmu terluka." ucap Stela.
"Kita akan pergi setelah ulang tahun mu! Meninggalkan Los Angeles." tegas Dedrick.
"Netherland?" tanya Stela.
"No! Kita akan ke Spain! Barcelona. Kita akan hidup disana." Tegas Dedrick.
"Aku mau, asal sama kamu! Aku mau kemana saja." Bisik Stela.
"Mami meminta aku meninggalkan La secepatnya. Daddy tidak akan tinggal diam karena sangat mencintai mu!" ucap Dedrick.
"Apa dia akan terus mengganggu kita?" Tanya Stela sedikit takut.
"Maybe!" Jawab Dedrick ragu.
"Apa kita mampu bertahan hubby? Aku takut! Daddy sangat garang, tak seperti dulu! Aku kecewa!" Kenang Stela makin terisak.
"Tenanglah! Aku akan memberi tahu keluarga ku, tentang kita." Jelas Dedrick.
"Apa yang kau sembunyikan dariku tentang perjanjianmu pada daddy?" tanya Stela diatas dada Dedrick.
"Daddy meminta aku tidak menyentuhmu hingga usiamu 20! Aku menerima tawaran itu, karena aku tak mau kehilanganmu, tapi aku tak bisa menahan hasratku jika sudah didekatmu! Aku ingin, maaf kan aku!" Peluknya pada Stela.
"Kenapa kamu baru mengatakan itu pada ku?" tanya Stela.
"Aku tak mau mengganggu pikiranmu dengan perjanjian itu wife! Aku betul-betul telah merusak kepercayaan Tuan Adrian pada ku dan keluargaku!" rundung Dedrick.
"Kita akan pergi dari sini! Apa kau mau?" Tanya Stela.
"Ya! Aku mau!" jawab Dedrick semangat.
Stela menghubungi Chay-in adik bungsunya, agar ke kamarnya segera.
__ADS_1
Tok tok tok,
"Chay-in," bisik Stela berlalu ke pintu membuka secara perlahan.
Chay-in masuk ke kamar Stela dengan wajah tersipu malu melihat Dedrick bersamanya.
"You crazy sis!" Goda Chay-in.
"Yes! I'm crazy about love," Jawab Stela.
"Hmm! Aku sudah mendengar pernikahan kalian dari Grandpa. So?" tanya Chay-in menaikkan alisnya sebelah menatap Stela.
"Bantu aku untuk keluar dari rumah hari ini! Aku minta kau mengambil mobil ku di Beverly bersama Lois! Oke!" Jelas Stela.
"What? Aku akan dibunuh daddy, sis! Dari tadi malam dia tidak keluar kamar! Aku rasa mereka bertengkar hebat!" Rundung Chay-in.
"I'dont care! Sekarang aku mau pergi bersama Dedrick. Sebentar lagi Lois akan menjemputmu! Please." mohon Stela.
"Hmm! Oke! Hubungi pengawal lo, bro!" Perintah Chay-in pada Dedrick.
"Aku sudah mengabari mereka! Mereka telah menunggumu! Nanti Lois akan menjemputku kesini." Jelas Dedrick pada Chay-in.
"Oke! Wait!" Chay-in berlalu meninggalkan kamar Stela, mereka melakukan aktifitas hanya mengurung diri dikamar, pelayan mengantar makanan ke kamar Stela, sesuai perintah manjikan.
Lois menanti Chay-in di kediaman Hanz Parker. Saat Chay-in masuk ke mobil, Lois hanya melirik tidak suka pada adik bungsu Keluarga Lim. "Ck, sangat sombong!" Batinnya melajukan kecepatan menuju Beverly Hills.
"Lo temen Dedrick?" Tanya Chay-in sedikit tegas.
"Ck! Mereka menikah terlalu cepat, ilfil gue! *****-an!" Kekeh Chay-in.
"Emang kamu bukan tipe *****-an?" Lois menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Ya nggaklah !" Jawab Chay-in spontan. "Iiish! Mau ngapain kamu?" Kesal Chay-in menatap sinis kearah Lois karena sudah dekat dengan wajahnya.
"Mau buktiin kamu *****-an atau nggak!" Kesal Lois mendekatkan bibir mereka.
Jantung Chay-in rasa mau meloncat dari dadanya. "Jangan macam-macam! Huffgh!" Bibir Lois sudah berada dibibir Chay-in sedang meracau tak jelas.
Lois merasakan sesuatu sangat berbeda, menikmati ciuman pertama mereka walau hanya beberapa detik, tangan Lois menarik seatbelt agar digunakan Chay-in.
Chay-in terlihat gugup, salah tingkah saat Lois masih menatapnya.
"Berapa umur kamu?" Tanya Lois tegas, melanjutkan perjalanan mereka.
"14!" tunduknya malu, pipinya memerah seketika, tak bisa berucap.
"So! Gimana? Aku cium kamu? Ada yang aneh?" Tanya Lois sinis, menahan egonya. Sesungguhnya dia merasakan perbedaan, niatnya hanya untuk mengerjai gadis sombong disebelah.
"Hmm!" Chay-in menghembuskan nafasnya pelan, jika dia tidak dihadapan Lois mungkin dia akan berlonjak bahagia, karena dicium oleh Lois Sandro Hu anak Samuel Hu.
__ADS_1
Lois tersenyum tipis sesekali melirik gadis belia disampingnya, semakin salah tingkah. "Ngomong doang nggak *****-an, dicium langsung salting." Batin Lois terkekeh. "Nggak dapat kakaknya, adiknya juga cantik seeh! Mirip Tuan Adrian yang kaku!" Senyum tipis Lois membuat hati Chay-in semakin berbunga.
"Apa ini yang dirasain Stela yah!" Kekehnya dalam hati. "Hmm! Nggak aaagh! Bisa digantung papi gue!" Batinnya.
Mobil berhenti dihalaman Kediaman Van Visser yang sangat megah, Chay-in menahan lengan Lois agar tidak langsung keluar mobil.
"What?" tanya Lois kaku.
Chay-in menelan salivanya, berharap akan terulang, tapi tak dihiraukan oleh Lois!
"Hmmm! Ternyata kamu *****-an dari aku! Jangan gila! Dedrick lebih dulu mencuri start! Kita harus menolongnya. Tunggu aku di persimpangan Bel Air. Aku akan menjemputmu!" tegas Lois, berlalu keluar mengambil kunci mobil Dedrick dari pengawal memberikan pada Chay-in.
Chay-in menuruti perintah Lois, mereka berpisah dan akan bertemu dititik yang di janjikan.
Lois memberi kabar pada Dedrick, dirinya sudah menuju kediaman Hanz Parker.
Dedrick dan Stela keluar rumah sangat santai membawa tas ransel, mengawasi orang-orang, tampak sepi tak seperti biasa.
"Kemana mereka?" Batin Stela.
Dedrick menggenggam tangan Stela, menuju pintu luar, Lois memberi kabar sudah di parkiran
Dedrick menuntun Stela agar masuk lebih dulu, menghubungi pengawal menyiapkan jet pribadi keluarga, dengan membawa mobil mereka.
"Kalaian mau kemana?" Tanya Lois khawatir.
"Aku akan ke Spain, kau jangan buka mulut walaupun sama Lusi dan Dovi." Tegas Dedrick.
"Kau dalam masalah besar bro!" ucap Lois sedikit khawatir.
"Ya! Aku membawa istriku bro! Aku ingin hidup tenang!" Bisik Dedrick.
"Apakah helder mereka menghajarmu?" Tanya Lois penasaran.
"Bukan helder melainkan mertua ku yang mirip Lorenzo!" Jujur Dedrick.
"Oogh!" Lois meringis merasakan kesakitan Dedrick.
"Apa kalian akan lama disana?" tanya Lois.
"Kenapa?" Dedrick kembali bertanya.
"Aku akan menyusulmu ke Spain, jika kau lama disana!" Jelas Lois.
"Aku urus restoran momy disana! Karena lumayan lama mereka tidak visit! Nanti kita berkabar saja!" tegas Dedrick.
Dedrick melihat mobil kesayangannya, sudah berada dihadapannya. "Thankyou bro! Jika ada apa-apa hubungi aku via DM!" Dedrick membawa Stela turun memberikan pelukan hangat pada Chay-in, kemudian berlalu.
Dedrick memacu kecepatannya menuju bandara. Stela sangat tenang menikmati semua keadaan, hanya Dedrick yang dia butuhkan saat ini. Bukan Fene, Hanz Parker apalagi Adrian.
__ADS_1
Mereka terbang menuju Barcelona.***