See Eye Stela

See Eye Stela
Serba salah


__ADS_3

Mesi membawa Fene duduk di teras kamar, kediaman Miller. Mesi menceritakan semua kisah yang tidak diketahui Adrian dan Fene. Mesi tak mampu membendung perasaannya, mereka sering menghabiskan waktu bersama di Swiss. Jasmine memilih tinggal diapartemen dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja di Berlin.


Edward dan Alberth sengaja menutupi hubungan mereka. Bagi Edward, Mesi adalah pria baik. Mereka menutupi ini karena Adrian dan Fene terlalu sibuk dengan Stela.


Fene semakin terenyuh sebagai ibu, dia gagal menjaga putri tercintanya Jasmine.


"Apakah sejauh itu hubungan mu dengan Jasmine? Apakah kamu tau, nahkoda kita berbeda? Oogh, ya Allah! Apa salahku?" Tangis Fene menutup wajahnya.


"Aku sangat mencintainya, Fen! Jujur aku kagum padanya, selalu berprestasi tanpa kalian memujinya! Akhirnya dia menjadikanku tempat curhatnya! Apa aku salah jika aku memberi kenyamanan dan cintaku padanya? Aku laki-laki single, Fen! Aku akan menikahinya. Dia wanita yang baik dan cerdas! Apa yang harus aku lakukan? Untuk menikahi putrimu Jasmine." Cerita Mesi jujur tanpa mau berdebat lebih lama.


"Temui Adrian! Dia Daddy, Jasmine! Aku mengizinkan jika Adrian mengizinkan." Tegas Fene.


"Oogh Fen! Kau lihat, apa yang dia lakukan pada ku? Adrian menyakiti ku! Kenapa tidak kau yang bicara padanya?" Kesal Mesi menatap ke arah kolam masih ada Adrian dan Jasmine sedang bicara serius.


"Hmmm! Kau tau aku hanya ibu sambung Jasmine, Mesi! Adrian lebih berhak memberi restu! Karena dalam agama kami, anak perempuan adalah hak ayah kandung mereka untuk menikahkannya." Jelas Fene.


"Baik! Aku akan belajar jika memang syarat utama untuk menjadi suami putrimu adalah seiman.” Tegas Mesi.


"Tapi tidak mudah! Kau tumbuh di keluarga atheis dan aku tau keluarga mu!" Sanggah Fene.


"Mami dan Papi sudah lama meninggal Fen! Aku sendiri sering belajar dengan Jasmine tentang Imannya. Tapi kami terlalu terlena! 2 tahun ini terlalu berat untuk ku dan Jasmine! Apalagi semenjak kau menikahkan Dedrick dan Stela! Di tambah kondisi Stela yang tidak baik beberapa bulan ini! Jasmine menjelaskan semua padaku! Aku mengerti itu! Tapi pahami juga perasaan kami, Fen!" Geram Mesi.


"Aku paham! Tapi tolong, temuin Adrian! Aku tidak bisa memutuskan." Fene memijat pelipisnya. "Ternyata punya anak cewek berat banget cobaannya!" Batinnya.


Fene meninggalkan kamar Mesi, ternyata Adrian dengan wajah memerah sudah menaiki anak tangga.


"Sayang!" Sapa Fene menahan Adrian.


"Beraninya dia telah merusak putriku, Fen! Aku gagal Fen!" Tangis Adrian pecah di bahu Fene.


"Atur pernikahan Jasmine dan Mesi segera! Aku tidak mau kita masih bergelimang dosa atas dosa anak-anak kita Dri! Please! Mereka saling mencintai! Jangan egois." Pujuk Fene.


Adrian menggenggam jemari Fene, untuk ikut menemui Mesi dikamar.


Adrian masuk tanpa mengetuk, "kenapa kau tega sama aku? Apa salahku pada mu?" Sarkas Adrian.


Mesi terkejut, menatap lekat Adrian dan Fene. "Apa aku salah terlalu mencintai Jasmine, Adrian? Jika masalah usia yang kau bahas, banyak diluar sana lebih jauh selisihnya! Kenapa ini menjadi masalah bagimu?" Tegas Mesi.


"Kau tau kami! Kami sangat berbeda dengan mu!" Ucap Adrian.


"Jika memang kau ingin aku seiman dengan mu, aku siap jika itu syaratmu! Aku akan menikahi Jasmine, apapun Iman kalian!" Sarkas Mesi.


"Kau!" Adrian menggeram.


"Oke! Aku mengaku salah Adrian, telah merebut putrimu! Tapi aku lakukan itu karena kami sama-sama saling mencintai dan nyaman! Semua terjadi begitu saja! Jarak Swiss dan Berlin hanya 1 jam! Why not!" Jelas Mesi jujur.


PLAAK, Adrian semakin menggeram.


"Adrian!" Fene memeluk Adrian masih tersulut emosi.


"Bangsat kau! Kau perdayai dia dengan gombalan mu! Kau jebak dia." Geram Adrian.


"Aku tulus, akan bertanggung jawab pada putrimu!" Mesi mengambil tasnya, berlalu meninggalkan Adrian dan Fene. "Hubungi aku! Jika kau sudah reda Adrian! Aku ingin menikahi Jasmine! Bukan menjadikannya hanya teman tidur, tanpa ikatan!" Sarkas Mesi.


"Mesi! Mesi!" Fene menggeram pada Adrian. "Kamu nggak pernah bisa baik ngomong sama calon mantu? Dia mau tanggung jawab Adrian! Oogh Adrian! Please! Jangan seperti ini menyelesaikan masalah sayang! Please!" Isak Fene dipangkuan Adrian, menangis sesengukan dengan bahu bergetar.


Tak lama, Jasmine dan Stela naik kelantai dua menyaksikan kedua orang tuanya. Setelah melepas Mesi menuju apartemen Dedrick, tentu Lois dan Dovi ikut bersama.

__ADS_1


Tok tok tok,


"Dad!" Ucap Stela dan Jasmine bersamaan.


Adrian dan Fene menatap kedua putrinya semakin mendekat.


"Hmmm! Masuklah!" Ucap Adrian menatap kedua putrinya sangat cantik.


"Maaf kan aku Dad! Mam! Karena telah mengecewakan kalian! Aku benar-benar mencintai Uncle Mesi! Sangat mencintainya." Isak Jasmine bersimpuh di pangkuan Adrian.


"Ya! Aku mengerti! Aku akan menikahkan mu secepatnya. Kita akan tinggal di apartemen Stela beberapa hari! Apakah kau akan stay di Swiss?" Tanya Adrian menatap lekat mata putrinya Jasmine.


"Aku akan stay di Swiss Dad! Karena aku mendapat tawaran menjadi Dokter disana!" Jujur Jasmine.


"Oogh Jasmine! Kenapa kau tidak pernah bicara padaku? Tentang dunia mu?" Isak Adrian, memeluk tubuh Jasmine. Membayangkan wajah Almarhum Jasmine istrinya. "Maafkan aku! Aku akan merestuimu, karena kau lah anak Jasmine Mutya Lim, yang di titipkan Allah untuk ku. Maafkan aku telah menyia-nyiakanmu Jasmine!" Tangis Adrian semakin pecah mengenang kepergian Maminya Jasmine.


Stela dan Fene tersenyum bahagia, mendengar Adrian memberi restu.


"Pinta Mesi datang nanti malam untuk melamarmu secara resmi diapartemen Stela! Aku akan mempersiapkan pernikahan kalian di Berlin! Kita akan pulang!" Tegas Adrian. "Fen, pinta Luisa mengurus tiket untuk Irene dan Brian! Kita menikahkan Jasmine minggu depan!" Tambah Adrian.


Fene memeluk Adrian erat, "Terimakasih sayang! I love you!" Bisik Fene. "Kita turun? Kasihan Miller dan Samuel!" Hibur Fene mengusap punggung Adrian.


"Ya!" Adrian menyeka wajahnya, mencuci sebentar dikamar mandi, membawa istri dan anaknya menuju ruang keluarga.


Jasmine menggenggam tangan Fene, sementara Adrian dan Stela.


"Daddy akan terlihat tampan kalau sering tersenyum!" Goda Stela.


"Apa kau sedang menggoda ku?" Wajah cemberut Adrian masih terlihat jelas.


"Naiklah kepunggung ku sayang!" Adrian melepas tangan Stela, membungkukkan tubuhnya menerima tubuh putrinya dibelakang dengan enteng.


Adrian dan Stela saling menggoda, tak menghiraukan Dean yang masih menunggunya.


"Mumpung Dedrick tidak ada, coba berbasa basi seperti dulu." Kekehnya membatin.


Miller dan Samuel menyambut Adrian, yang sudah tampak tenang.


Begitu juga Fene, memberi tahu agar semua keluarga yang berkumpul saat itu, untuk hadir di Berlin menghadiri pernikahan Jasmine dan Mesi.


Veni sangat antusias, dengan keputusan besannya. "Ternyata jodoh anak kita di keluarga semua yah! Apa salahnya dari keluarga luar!" Kekeh Veni.


"Ck! Holi tu, yang kita belum tau keluarga Dovi!" Goda Fene.


"Lusi mau aku jodohkan sama Dean aja anak Richard! Ganteng!" Kekehnya.


"Iiighs! Mami!" Wajah Lusi berubah saat melihat Dean.


Visual wajah Dean.



Nama: Deanil Camenzind


Wewenang: Putra Richard Camenzind dan Sandra Sibuea Camenzind.


Usia: 19 tahun

__ADS_1


Pekerjaan: Mahasiswa Kedokteran di Netherland.


Penampilan: Cool, smart, berdarah Swiss dan Indo.


Sifat positif: tenang dan bersahabat, pecicilan.


Sifat negatif: keras dan egois


Hubungan dengan karakter: Sahabat Stela masa kecil. Putra tunggal Richard sahabat Adrian.


Holi tertawa, "Ganteng! Dokter lagi Lusi! Bosan Mami pengusaha mulu!" Kekeh Holi.


"Tapi aku pacaran sama Dovi, Mami! Jangan aneh-aneh deh!" Kesalnya.


"Ck! Mami pacaran sama pria Paris, nikahnya sama Papi pria Jerman!" Holi semakin terkekeh.


Fene menatap Holi dan Veni.


"Wait? Marsel?" Tanya Fene.


"Ssst!" Ucap Veni dan Holi bersamaan.


"Uuups!" Kekeh Fene.


"Kemana dia? Pasti anaknya udah besar!" Tawa Fene semakin keras.


"Iiighs! Dia gay!" Tawa Veni dan Holi.


"What? Pantes! Gue bakal ngasih tau sama Kevin!" Goda Fene semakin tertawa.


"Iiighs! Suka banget begitu." Kesel Holi.


"Stela!" Panggil Fene.


"Ya Mi!" Stela mendekat pada Fene.


"Nih! Password apartemen. Nanti kita nginep disana." Jelas Fene.


"Nggak usah! Aku di apartemen Dedrick aja! Dia ngasih ke aku, harus aku terima! Aku nggak mau dia jadi serba salah! Dia udah sangat baik sama aku! Kasih aku mobil dan semua yang aku butuh!" Senyum Stela membuat mulut Holi, Fene dan Veni ternganga.


"Dedrick ngasih anak gue apaan Ven?" Tanya Fene tak berkedip.


"Yaaah! Pasti belalai seeh!" Jawab Veni asal.


"******! Itu maah gue udah tau!" Kesal Fene menatap Veni yang cengegesan.


Holi terkekeh melihat wajah Fene,


"Dibandara Stela ngomong Fen, dia mau tinggal sama Dedrick diapartemen kecil itu! Besok gue minta maid kesana!" Senyum Veni.


"Terserah lo deh!" Fene tersenyum pasrah. Menatap Lusi, Stela dan Jasmine duduk tanpa memperdulikan Dean.


Sandra masih sibuk dengan pekerjaannya secara virtual, sementara Richard sudah bergabung dengan sugar daddy.


Fene mendekati Dean, agar dia tak merasa kesepian.


Direstuii yah...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2