
Pukul 13.00 waktu Buhl 3, Stela merasa tubuhnya saat ini mulai membaik. Brian sedang menemui Samuel disalah satu restoran bersama Mario dan Lois. Stela melangkahkan kakinya menikmati keindahan lokasi shooting pilihan Samuel.
"Hmmm! Uncle Samuel sangat pintar memilih lokasi, sangat indah dan menyejukkan! Bisa untuk bulan madu dan melupakan masa lalu!" Kekeh Stela.
Tiba-tiba lengan Stela digenggam erat oleh seorang pria. Stela menoleh kaget, betapa terkejutnya dia menatap mata biru yang tadi pagi dia rindukan saat ini ada dihadapannya.
"Dedrick, you!" Mata Stela menatap tak berkedip, menelan salivanya terasa tertahan di tenggorokan.
"I love you Stel!" Ucap Dedrick tanpa peduli dengan gengsi selama ini menjadi penghalangnya untuk mencari Stela.
"You!" Stela menyentuh dada suami yang dia rindukan, kemudian memeluk erat tubuh itu, "Jangan pergi lagi! I love you too hubby!" Tangis Stela pecah seketika di dada Dedrick merasakan kedamaian yang telah beberapa bulan menghilang darinya.
"Aku nggak pernah pergi dari kamu wife! Kau yang meninggalkan aku!" Ucap Dedrick memeluk erat tubuh Stela. "Kamu yang selalu pergi! Not me!" Geram Dedrick meremas bahu manja istrinya. "Kenapa kau lakukan semua ini pada ku? Kau tega Stel! Kau sangat menyakitkan hati ku! Kau hancurkan semua harapan kita!" Tangis Dedrick pun pecah tak tertahankan dengan bahu bergetar.
"Aku hamil Dedrick!" Ucap Stela tak mau menyimpan semua sendiri dari Dedrick.
"What? Serius? Ini anak kita?" Dedrick merenggangkan pelukannya, meletakkan tangan mengusap lembut perut yang sudah ada benih cinta mereka.
Stela mengangguk bahagia masih terisak.
"Apa salah ku Stel? Kenapa kamu pergi meninggalkan ku?" Dedrick menangkup pipi Stela menatap matanya butuh jawaban yang pasti.
"Aku jenuh hubby!" Jawabnya enteng tanpa perasaan bersalah.
"You! Hanya alasan jenuh, terus kamu meninggalkan aku! Membohongi ku tentang amnesiamu! Kau katakan pada semua keluarga bahwa aku menyakitimu? Why? Kenapa kau tidak mengatakan pada ku? Why Stela! Jawab aku! Jawab! Aku frustasi, memikirkan mu! Mengirimkan uang padamu! Menangisi mu sepanjang malam! Bahkan meratapi mu, Stel! Kau anggap aku apa? Aku mencintaimu, tapi kau tidak mencintai ku! Kau egois Stela! Sangat egois!" Dedrick semakin kesal menatap sinis mata Stela yang tak berani menatapnya. "Jawab aku! Jawab aku, Stela! Jangan diam! Begini kau menyelesaikan masalahmu? Kau pergi dengan pria lain! Kau bermesraan dengannya, tanpa kau peduli perasaan ku, perasaan keluargaku! Kau terlalu egois! SANGAT EGOIS STELA!" Dedrick benar-benar mencurahkan amarahnya, matanya memerah, menggeram sangat kesal.
"Jawab aku Stela! JANGAN DIAM!" Bentak Dedrick kesal melepas tangannya dari wajah Stela. Sangat geram, giginya beradu, rahangnya mengeras, buku-buku tangannya seketika memutih karena gengaman.
Perasaan Stela mulai berkecamuk, "benarkah Dedrick salah sepenuhnya? atau justru aku yang salah tanpa memikirkan perasaan suamiku!" Batin Stela melihat amarah dimata Dedrick.
"Jawab aku Stela! Apakah kau masih ingin bersama ku? Atau kau ingin pergi dengan pria itu? JAWAB AKU!" Teriak Dedrick diwajah Stela.
__ADS_1
Stela menelan salivanya, menatap mata Dedrick dengan cintanya. Kali ini dia kalah karena kehamilannya, tapi Dedrick lebih sakit karena sikapnya. "Aku membutuhkan mu Dedrick! Aku tak mau berpisah!" Jawab Stela pelan menantap manik mata Dedrick yang memerah.
Dedrick menyeka wajahnya. "Ikut aku! Kita pulang sekarang ke Jakarta!" Tegas Dedrick menggenggam lengan Stela agak kasar.
Stela kaget melirik wajah Dedrick, "tapi aku ingin pulang ke Berlin!" Ucap Stela dengan perasaan tak menentu.
Dedrick menghentikan langkahnya, menghela nafas kasar, mengusap wajah dengan tangan dan duduk dibebatuan menatap kearah pemandangan. "Bisa kita bicara disini? Setidaknya duduk disini akan sedikit menenangkan ku! Duduklah." Pinta Dedrick tanpa melirik Stela.
Stela duduk disamping Dedrick, memandang ke arah yang sama.
Sebuah bangunan tua bersejarah di Oberstdorf Jerman Barat.🔥
📚.Sedikit menceritakan sejarah tentang Jerman atau Deutchland terjadi, karena pecahnya Jerman diawali oleh kekalahan Jerman pada perang dunia II. Kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II mengakibatkan negara ini terbelah menjadi dua negara yaitu, Jerman Barat dan Jerman Timur. Pembagian wilayah Jerman diatur dalam perjanjian Postdam pada 2 Agustus 1945. Dalam perjanjian Postdam, Jerman Timur berada di bawah kekuasaan Uni Soviet dan Jerman Barat di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Pembatasan wilayah antara Jerman Barat dan Jerman Timur dilakukan dengan membangun Tembok Berlin yang mulai dibangun pada tahun 1961. Dengan demikian, pecahnya Jerman karena kekalahannya dalam perang dunia ke II. Nanti kita akan bahas tentang tembok Berlin.📚
📚.Sedikit berbagi sejarah tentang Negara Panser ini. Next kita fokus ke cerita anak muda, Dedrick dan Stela. ❤️
Dedrick melirik wajah Stela yang sedikit sembab, lebih berisi dari sebelumnya. "Benarkah yang dikandungan Stela itu anak ku?" Batin Dedrick.
"Hubby!" Stela meraih tangan Dedrick disampingnya.
"Hmmm!" Dedrick tersenyum kearah Stela, menggenggam erat jemari istrinya. "Bicaralah! Agar aku tau apa salahku pada mu! Apa dengan kata maaf, mewujudkan semua permintaan mu itu tidak cukup Stela? Hingga kau tega membohongi ku dengan sakitmu?" Dedrick menatap mata Stela yang kosong.
"Maafkan aku! Aku salah karena meragukan cinta mu! Aku fikir, dengan aku pergi darimu kau akan mencari ku lebih cepat dari saat ini. Aku pikir kau tidak mencintai ku! Aku fikir kau hanya mencintai tubuh ku! Aku fikir kau hanya ingin mendampingi ku karena kekayaan ku! Aku fikir kau lebih over protektif hanya karena cemburumu! Aku fikir aku tidak mencintaimu!" Jawab Stela pelan tertunduk melirik wajah Dedrick.
"Aku tidak mencarimu lebih cepat, karena aku ingin berfikir ulang! Apa benar aku mencintai mu! Aku kembali bukan untuk membawamu! Tapi untuk memastikan hati kita, tapi saat ini kondisi semakin berbeda, kau hamil! Aku belum bisa melepasmu." Jelas Dedrick membuat Stela ternganga.
"Kau ingin kita berpisah?" Tanya Stela mencari jawaban yang pasti dimata sendu itu.
Dedrick tersenyum menatap Stela, "Jujur ya! Saat di Los Angeles, aku berfikir aku akan memutuskan meninggalkan mu, karena aku gagal menjaga mu menjadi istri. Aku tidak ingin mengekang mu! Semua orang membenci ku dengan kejujuranmu mengatakan aku menyiksamu! Aku menyiksamu dulu Stela! Dulu! Aku ingat kau juga menikmatinya, bahkan beberapa kali kau meminta aku melakukan itu padamu! Apa kau lupa? Kau menyukai cara ku kala itu. Aku menyakiti mu, mengasari mu YA! Tapi kau menikmati semua perlakuanku pada mu. Bahkan kau terus memohon pada ku! Apa kau amnesia tentang itu? Apa semua kesalahan karena ego mu kau limpahkan ke aku? Kau, aku larang ke mall ke tempat-tempat yang lebih ramai karena apa? Haaah? Karena kau anak Adrian Moreno Lim dan Fene Lim, Stela! Jika terjadi sesuatu pada mu, Daddymu akan membunuhku! Apa kau lupa perjuangan ku mendapatkan mu? Hingga kau tega membohongi aku! Jelas kan pada ku, hingga kita bisa melangkah ke depan tanpa beban, tanpa kebohongan. Apa kau sudah tidak mencintai ku? Saat ini, aku tidak ingin meminta mu atau memaksamu! Jika kau benar-benar ingin menjalin hubungan dengan Pria Spain itu! Aku tau kau mencintainya! Aku ikhlas Stela! Aku akan menjelaskan pada Daddy, kau yang tak ingin bersama ku! Bukan aku." Semua kalimat Dedrick membuat Stela menangis memeluk lengan suaminya.
__ADS_1
"Jangan buat cinta ini semakin pudar, semakin tak berasa Stel! Aku lelah! Sangat lelah! Kau benar-benar wanita keras kepala dan egois! Membuat aku kalah! Kali ini aku yang bertanya, apa mau mu?" Tanya Dedrick tegas.
"Hmmm! Aku masih ingin bersama mu Dedrick!" Tangis Stela di lengan kokoh itu.
"Jika kau ingin bersama ku, kenapa kau berciuman dengan pria itu? Kenapa? Apa kau sengaja membuat aku gila, bahkan mati? Hah? Kau istriku Stela! Istri! Aku Imam mu! Kita Muslim! Aku sangat menjaga mu, tapi kau terlalu all out memberi harapan pada pria di luar sana. Kau memberi celah, karena kecantikanmu! Aku kalah jika bersaing dengan pesonamu! Tapi aku tidak akan kalah, jika kau bicara kemewahan pada ku! Apa yang kau inginkan dari ku? Apa aku harus merangkak memohon dihadapanmu? Ini pernikahan Stela! Dosa mu aku yang tanggung sebagai suami! Bukan aku melepasmu begitu saja!" Geram Dedrick melihat kebodohan Stela terlalu ceroboh.
"Aku nggak berciuman, pria itu tidak menyentuhku! Dia hanya membantu ku memakai sarung tangan. Hanya itu! Apakah Lois mengirimkan foto ku pada mu?" Tanya Stela lagi.
"Paparazi mengambil fotomu, memberitakan tentang perceraian kita!" Jelas Dedrick dingin.
"Apa?" Stela menunduk semakin menangis. "Maafkan aku Dedrick! Aku salah! Aku mengaku salah! Kali ini aku yang memohon jangan tinggalkan aku." Isak Stela masih dilengan yang sama.
"Aku terlihat bodoh karena cinta ku begitu besar pada mu! Bagaimana dengan pemberitaan di media? Bagaimana dengan keluarga ku! Berfikirlah Stel, sebelum melakukan! Pikirkan Momy dan Daddy, Keluarga Lincoln, Keluarga Parker, Keluarga Mu! Kau istriku? Istriku Stela! Istri Willems Dedrick Visser." Tegas Dedrick ditelinga Stela.
"Apakah tidak ada kesempatan untuk ku?" Tanya Stela terdengar memohon.
"Kembalilah, jika kau ingin kembali! Jika tidak, pergilah! Aku sudah ikhlas!" Dedrick melepas tangan Stela, berdiri kemudian melangkah meninggalkan Stela.
Stela menangis memanggil nama Dedrick, "kemana aku akan pulang? Netherland atau Los Angeles! Aku merindukan mu Dedrick! Aku mohon, jangan tinggalkan aku! Please maaf kan aku Dedrick!" Teriak Stela semakin menangis.
Langkah Dedrick terhenti tanpa menoleh,
"Aku mohon maaf kan aku! Kita mulai dari nol! Aku mohon, aku hamil anak kita hubby! Please! Jangan tinggalkan aku! Please come back!" Stela menutup wajahnya. Tak menyangka Dedrick akan mengatakan hal ini padanya. Sangat menampar karena dia memang seorang istri.
Dedrick mengulurkan tangan kanannya pada Stela. "Bangunlah! Kita akan pulang ke Los Angeles." Ucap Dedrick.
Stela memeluk tubuh suaminya, wangi maskulin yang sangat khas baginya. "I love you hubby! I love you so much!" Isaknya.
Pelukan yang sangat dirindukan kedua insan ini.❤️😭
__ADS_1
Like and share, jangan lupa comment yah... ❤️
Maaf jika momentnya belum tepat untuk bersatu, tapi ini hanya karena kehamilan Stela, hikz...😭❤️