
Mereka mendarat di Bandar udara Internasional Schiphol Amsterdam setelah menikmati penerbangan selama 1 jam 20 menit. Dedrick menggandeng mesra tangan Stela saat memasuki ruang kedatangan, tentu disambut hangat Veni Visser.
Veni memeluk menantunya yang sangat cantik. "Bagaimana sayang? Kamu menyukai pekerjaanmu?" Tanya Veni membelai lembut rambut menantunya.
"Sangat Mami! Tiga bulan lagi kami akan ke New york! Mungkin aku akan mengurus kuliah ku untuk pindah kesini Mi!" Jelas Stela masih menggandeng mesra lengan mertuanya.
"Nanti kita ngobrol dirumah yah! Daddy sudah menyiapkan makanan special untuk kalian!" Usap lembut Veni pada punggung anak menantunya.
Dedrick dan Stela tersenyum setuju, "tapi aku akan tinggal di apartemen Dedrick, Mi!" Jelas Stela membuat Dedrick dan Veni saling tatap.
"Oogh! Bukannya kamu akan, hmmm! Sudahlah! Kita pulang dulu! Daddy sudah menunggu kita!" Senyum Veni menuju mobil mereka.
Mereka menuju kediaman Keluarga Visser, karena ada acara thanksgiving sengaja dibuat keluarga untuk menyambut Stela kembali ke rumah.
Dedrick dikejutkan dengan kehadiran Mertuanya disana, digarasi telah terparkir Ferrari seri 488 GTB milik Hanz Parker.
"Hmmm! Sepertinya keluarga ku sangat menyayangimu dari pada aku!" Bisik Dedrick pada Stela.
Stela tersenyum, "aku tidak memikirkan itu sayang! Aku hanya ingin fokus pada dunia kita." Ucap Stela mencari kehadiran Adrian dan Fene.
Dedrick tersenyum hangat membawa istrinya masuk kedalam rumah. Stela di kejutkan dengan kehadiran Keluarga Hu, tentu membawa Lois dan Dovi. Lusi juga ikut bersama mereka. Holi dan Petter yang tengah berada di Berlin sedang melakukan pengobatan turut hadir disana. Uncle Mesi bersama Jasmine. Semakin dikejutkan oleh Richard dan Sandra bersama putranya Dean.
"Surprise!" Sapa mereka serempak.
"Wooow!" Stela menutup bibirnya, dengan senyum bahagia mata berkaca-kaca. "Kenapa kalian tidak memberitahu ku!" Kesal Stela.
"Wooow! Sangat terkejut Dad!" Ucap Dedrick mendekati Miller.
Miller tertawa menyambut anak menantunya. "Apa kalian sudah lapar?" Ucap Miller.
"No! Justru kami sangat kenyang bertemu dengan kalian Dad!" Ucap Dedrick merangkul Stela.
Stela memeluk Lusi, "aku sangat kagum melihat fotomu, sangat cantik! Kau memang sepupuku paling menawan." Kekeh Lusi menyatukan pipi mereka.
Sesekali Lusi mengabadikan foto mereka. "Ini sebagai kenangan kita!" Peluk Lusi pada Stela.
"Bagaimana kita ke butik ku? Aku rasa baju-baju yang sekarang sangat cocok denganmu!" Bisik Stela pada Lusi.
Lusi mengangguk, mereka ingin pergi meninggalkan acara keluarga tapi ditahan oleh pria blesteran Indo itu. Dean, yah Dean.
"Apa kau melupakan aku Stel?" Kekeh Dean mendekati Stela.
"Siapa? Maaf, aku sedikit melupakan karena kau tidak pernah ada di kehidupanku beberapa akhir ini!" Ucap Stela jujur.
"What? Don't you remember all our memories in Jogja?" Dean mengerenyitkan keningnya, tentu dengan perasaan kesal.
Stela meletakkan tangan kedagunya, "Aku akan berusaha mengingatmu!" Senyumnya.
Dean berusaha memeluk Stela, ditepis oleh Dedrick. Segera dia merangkul mesra pinggang istrinya, walau ada perasaan cemburu, berlalu mengambil sepiring cemilan membawa ketaman terletak dihamparan kolam renang rumah clasik mereka, mereka duduk menikmati suasana kolam renang bersama Lois, Dovi dan juga Lusi.
Terlihat Mesi dan Jasmine tengah berbicara serius.
"Sepertinya mereka membicarakan hal yang serius." Bisik Dovi pada Lois.
"Ya! Mereka seperti ingin melamar." Kekehnya Lois kembali menatap pasutri dihadapannya, telah lama menghilang tanpa kabar.
__ADS_1
"Aku memutuskan untuk pindah kuliah disini! Menemani Stela kemana saja dia pergi!" Jelas Dedrick pada sahabatnya.
Ketiganya saling bertatapan, "Bukankah kalian selalu bersama? Kenapa baru sekarang memutuskan?" Jelas Dovi menatap penasaran.
"Hmm!" Dedrick melirik Stela yang tengah sibuk dengan dunia sosial medianya. "Aku yang semakin takut kehilangannya saat ini!" Jelas Dedrick membuat Stela menatap Dedrick dengan bola mata sedikit membesar.
"Kenapa kamu jadi bucin gini sayang? Bukankah dari kemaren kita sudah membicarakan ini? Merintis masa depan kita, kita jadi model produk kita atas saran Uncle dan Brian!" Senyum Stela mengingatkan Dedrick.
Dedrick mencium telinga Stela dengan gemas, "Aku sangat mencintaimu! Sangat!" Bisiknya, tanpa sengaja Dean memperhatikan kemesraan mereka sejak tadi.
"Aaaugh! Apa kau mau melakukan dihadapan mereka?" Goda Stela menikmati cumbuan dari Dedrick.
"Iiighs! Nggak pernah berubah! Sana, bawa ke kamar! Kami sedang menyaksikan Uncle Mesi melamar Jasmine." Kekeh Lois mengalihkan pandangannya.
"Oogh! No!" Stela tersenyum melihat Jasmine diberi cincin oleh Mesi.
Para orang tua tengah tertawa menjadi terdiam, menyaksikan keromantisan Mesi melamar Jasmine. Tentu bukan Adrian namanya, jika putrinya diganggu pria, akan tinggal diam.
Adrian memberi gelas digenggamannya pada Fene, bergegas mendekati Mesi dan Jasmine,
"Oogh My God! Adrian! No!" teriak Miller.
Adrian benar-benar kesal melihat kejadian yang tak mengenakkan hatinya. Mesi yang berusia 42 tahun, memikat hati sang putri yang berusia 24 tahun.
BHUUUK, Adrian menendang Mesi masuk kekolam renang.
"Dad!" Teriak Jasmine.
"Diam!" Bentak Adrian pada Jasmine, menatap penuh amarah kearah Mesi.
Jasmine terdiam.
"Adrian!" Fene berlari, mendekati Adrian dan Jasmine, membantu tangan Mesi untuk naik dari kolam.
"Ooogh shiiit!" Dedrick menutup mata istrinya agar tidak melihat kejadian itu.
Lois, Dovi dan Lusi menatap Dedrick dan Mesi.
"Lois bakal merasakan hal yang sama jika kau mengganggu Chay-in!" Bisik Dovi.
"Diam!" Geram Lois dan Dedrick bersamaan menatap Dovi.
Adrian menggeram, menatap Jasmine meminta kejujuran dari manik matanya.
"Jawab aku! Kamu mencintai Mesi?" Adrian menangkup pipi Jasmine.
Jasmine memeluk erat tubuh Adrian, "Aku mencintai Uncle Mesi, Dad! I'm sorry!" Isaknya dipelukan Adrian.
"Ooogh my God!" Wajah Adrian seketika memerah, jika dia bisa memilih, ingin rasanya dia membenamkan Mesi orang kepercayaannya di dasar kolam, dibanding harus menerimanya sebagai menantu.
"Adrian, sudah lama aku ingin melamar putrimu, tapi baru sekarang aku lakukan! Maafkan aku! Aku sangat mencintai putrimu!" Jelas Mesi.
BHUUK, Adrian menggeram tak bisa menahan amarahnya.
"Bangsat lo! Gue percaya sama lo! Lo masuk kekehidupan anak gue! Seharusnya lo jadi bapaknya! Bukan jadi suami!" Sarkas Adrian.
__ADS_1
"Aaaugh! Aku mencintainya Adrian! Aku melindunginya! Aku sangat menyayangi putrimu!" Tegas Mesi memegang rahang yang teramat sakit.
"Tapi usia mu terpaut jauh Mesi! Kau orang kepercayaanku. Kenapa mesti putri ku? Kenapa bukan yang lain?" Tegas Adrian.
"Adrian! Mesi sangat menyayangi Jasmine! Papi pernah bicara pada ku!" Jelas Fene menatap Adrian yang masih memeluk Jasmine.
"Tapi kenapa Jasmine, Fen? Kenapa Bukan yang lain! Dia putriku! Kenapa kalian ingin merebutnya? Jasmine masih 24 tahun, Fen! Sangat jauh!" Kesal Adrian masih menatap marah pada Mesi.
"Aku sudah lama ingin menemuimu! Tapi kalian terlalu sibuk! Dari dua tahun lalu Adrian! Salah, aku mencintainya? Aku bukan merebutnya! Aku justru ingin menjaganya!" Mesi berlalu, menghentikan pertikaiannya dengan Adrian. "Kau tidak mengerti Adrian! Karena kau hanya sibuk dengan Stela dan Fene." Kesalnya.
"Mesi! Mesi!" Teriak Fene. Mata Fene menatap marah pada Adrian. "Kamu nggak pernah ngerti! Selalu pakai kekerasan!" Kesal Fene mengejar Mesi masuk kedalam rumah.
"Mesi diatas! Kamar tengah!" Jelas Veni menatap mata Fene yang kurang bersahabat.
Miller merangkul Veni memberi waktu pada Adrian dan Jasmine.
"Hmm! Sedikit rumit, karena mereka memiliki 3 putri yang sangat cantik!" Senyum Miller.
Visual Jasmine Moreno Lim dan Mesi Bianchi.
Nama : Jasmine Moreno Lim
Usia : 24 tahun
Wewenang : Salah satu pewaris FeneSwiss Group.
Pekerjaan : Dokter Ahli Kandungan,
Penampilan : Modis, tinggi, putih, rambut dark coklat, body ideal, penyuka barang brandit, berdarah Swiss dan Indonesia.
Sifat positif : lembut dan romantis, penurut,
Sifat negatif : Keras kepala,
Hubungan dengan karakter lain : Putri Pertama Adrian bersama Almarhum istri pertamanya Jasmine, Kakak tiri Stela dan Chay-in. Adik tiri dari Brian Lincoln. Mencintai Mesi orang kepercayaan Adrian.
Nama : Mesi Bianchi
Usia : 42 tahun
Wewenang : Orang Kepercayaan Adrian.
Pekerjaan : CEO AMOL Hotel di Swiss,
Penampilan : Modis, tinggi, putih, rambut dark coklat, berdarah Swiss.
Sifat positif : tegas, lembut dan romantis,
Sifat negatif : Keras,
Hubungan dengan karakter lain : Kekasih Jasmine dalam diam, sahabat Adrian dan Fene.
__ADS_1
Pasti makin greget...❤️❤️
Happy reading...😘😘