
Sebelum berangkat ke Italy Stela meminta Dedrick membawanya ke Sint Lucas Andreas untuk kontrol mingguan. Ditambah mereka akan melakukan perjalanan cukup panjang. Setelah dari Roma, Stela dan Dedrick akan ke New york. Melakukan aktifitas seperti biasa.
Stela berada diruangan Dean dan Dokter Senior yang menanganinya selama ini. Dedrick menunggu di luar dengan sangat tenang.
Stela menghela nafas panjang dihadapan Dean saat mereka ditinggal berdua oleh Dokter Senior di ruangannya.
"Santai yah Stel! Kamu sudah sangat baik saat ini! Silahkan nikmati sarapannya, saya tinggal yah!" Ucap Dokter senior meninggalkan Stela dan Dean didalam ruangan melalui pintu belakang.
Stela tersenyum, menatap Dean. Kembali ketempat duduknya menikmati sarapan yang dihidangkan oleh pelayan Dokter.
"Stela! Kenapa lo lakuin ini?" Tanya Dean menatap Stela dihadapannya.
"Aku benci sama Dedrick, Dean! Aku ingin pergi dari dia! Dia menyakitiku 6 bulan selama di Netherland! Sangat menyakitkan bagi ku! Dia hanya bisa berjuang melalui orang tua! Bukan dari hati untuk memperjuangkan ku! Semua sudah ku atur untuk benar-benar melupakannya hingga aku hamil Dean! Bantu aku! Aku tidak ingin bersamanya. Aku sudah cukup sakit selama ini!" Tunduk Stela dihadapan Dean.
"Tapi Dedrick sangat mencintaimu!" Jelas Dean.
"Siapa bilang? Dia hanya mencintai tubuh ku! Bukan aku, kata-kata itu yang selalu dia ucapkan pada ku!" Tegas Stela.
"Semua rencana mu sudah aku atur sebaik-baiknya! Aku menunggu kabar mu! Ternyata dendammu sangat sadis dibanding dendam keluarga kita Stel!" Kekeh Dean menggenggam tangan Stela.
"Hmm! Aku harap kau jangan membicarakan apapun! Aku telah membayar mahal mulutmu!" Goda Stela pada Dean.
"Yaaah! Good! Setidaknya kau aman, karena semua sudah kita kondisikan dengan baik. Waktu indahmu hanya beberapa minggu lagi! Semoga berjalan sesuai rencanamu!" Kecup Dean pada puncak kepala Stela.
"Wait and see! Aku permisi! Nice to meet you, Dean!" Stela berlalu meninggalkan ruangan privasi mereka, kembali menghampiri Dedrick masih menunggu sendiri.
Dedrick berdiri, menyambut Stela dan Dean semakin mendekat.
"Bagaimana kondisi Stela, Dean?" Tanya Dedrick merangkul erat pinggang istrinya.
"Cukup baik! Yang penting jangan terlalu capek, jaga kesehatan. Makan jangan telat! Oke dear!" Usap Dean pada kepala Stela.
"Oke! Jika hanya itu, akan aku perhatikan semuanya!" Ucap Dedrick meyakinkan Dean.
__ADS_1
Mereka berlalu, meninggalkan rumah sakit menuju bandara.
Stela sangat manja di pelukan Dedrick, "Aku sangat senang saat ini hubby! Kamu selalu ada buat aku." Stela menyandarkan kepalanya di dada Dedrick.
Miller dan Veni duduk menikmati hidangan dihadapan mereka.
"Wife, kamu nggak makan?" Tanya Dedrick menyuapkan cake pada Stela.
"Hmm! Aku udah kenyang makan kamu tadi pagi!" Kekeh Stela menolak cake secara halus dari tangan Dedrick.
"Ya udah! Nanti kalau kamu lapar kasih tau yah sayang!" Ucap Dedrick mengusap lembut kepala Stela. "I love you Stel!" Bisik Dedrick di telinga Stela.
"I love you to hubby!" Mereka saling memberi kecupan.
Tak ada tanda yang menunjukkan siapa Stela dan kenapa dia seperti ini pada Dedrick dan semua keluarga.
Flashback on Stela,
Semua berubah saat Stela kehilangan Hanz Parker, bagi Stela dendamnya pada semua belum terbalas.
Stela mengalami trauma kembali saat Dedrick menyakitinya. Dia selalu menangis sendiri dikamar mandi setelah melakukan hubungan badan. Sangat sakit, ditambah Dedrick melakukannya dengan kondisi mabuk. Dia memutuskan untuk ikut ke Netherland agar tenang dan bahagia. Ternyata Dedrick lebih sibuk dengan dunianya, bahkan memperlakukan Stela sangat buruk.
Pernikahan yang dia anggap indah, seperti cerita dongeng ternyata lebih buruk dari bayangannya. Stela tidak bisa percaya dengan siapapun saat ini. Kevin yang selalu menggunakan pikirannya, Fene yang terlalu egois, Adrian selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan, Brian yang terlalu sibuk dengan permasalahan pribadinya, Chay-in yang terlalu diberi kebebasan darinya, Miller yang terlalu memohon agar Stela tidak melepaskan Dedrick dengan segala kebaikannya, Veni yang memang berharap menjadi besan Fene untuk kembali dekat dengan Adrian.
Semua bukti telah Stela dapatkan dari Edward. Mereka pernah bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan Keluarga Van Visser. Rencana Stela untuk pergi didukung penuh oleh Edward dan Alberth. Dengan berbagai alasan yang disampaikan Stela.
Kali ini Stela ingin melihat, Dedrick memperjuangkannya. Stela yakin, dengan kehamilannya bisa membuat Dedrick semakin memperjuangkannya.
Stela sudah mempersiapkan datanya. Pergi bukan berarti melupakan, tapi ingin diperjuangkan oleh orang yang dicintai tanpa melibatkan keluarga.
Stela sangat manja, tapi sangat kejam dan pedendam, kepada siapapun, termasuk orang tua dan keluarganya.
Hanya Hanz yang memahami Stela, tanpa kenal lelah mengingatkan Stela dengan baik.
__ADS_1
Mereka mendarat di Bandar udara Leonardo Da Vinci pukul 17. 30 waktu Roma.
Stela menghirup udara segar dikota romantis itu. Menggandeng erat tangan Dedrick menuju hotel yang telah dipersiapkan Dovi.
Stela menggandeng erat tangan Dedrick erat tanpa melepasnya. Bertemu dengan Adrian dan Fene tanpa menyapa,
Dedrick tentu merasa heran, "kenapa Stela melupakan Mami dan Daddy Adrian?" Batinnya. "Apakah kondisi Stela semakin parah?" Tambah Dedrick lagi.
Fene dan Adrian beradu tatap dengan Miller dan Veni, sembari berbisik. "Kenapa putri ku semakin berubah Mil? Apa kah saat ini Stela semakin parah?" Tanya Adrian penasaran, segera menghubungi Dean.
"Sabar yah Fen!" Senyum Veni.
Stela hanya menyibukkan diri dengan Dedrick, jika dia lelah dia tertidur, hanya sekedar berpura-pura terlelap. "Otak ku sudah lelah berfikir selama ini karena mereka yang sangat egois! Saat ini mereka harus memikirkan aku! Bahagia ku! Perasaanku dan kebebasanku." Batin Stela dibahu Dedrick.
Dedrick tersadar, memilih membawa Stela ke kamar mereka. Sesungguhnya Dedrick tengah menunggu Dovi dan Lusi, tapi Stela tak ingin dipusingkan dengan urusan mereka. Stela saat ini hanya ingin fokus pada pemulihan dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain.
Adrian yang membeperhatikan Stela, sedikit curiga. "Jika memang Stela melupakanku, berarti dia juga akan melupakan Dedrick! Kenapa Stela masih mengingat Dedrick melupakan kami orang tuanya? Beberapa minggu lalu Stela baik-baik saja! Kenapa sekarang dia berubah!" Batin Adrian sedikit curiga. "Hmmm! Hanya Allah yang tau!" Tambahnya lagi.
Dipernikahan Lusi dan Dovi, hanya dihadiri oleh Petter dan Irene. Holi lebih memilih stay di Jakarta, karena dia tidak ingin menginjakkan kaki di Italy. Apapun alasannya.
Holi dan Fene, sempat berdebat sengit, tapi ini menjadi urusan masing-masing keluarga. Jadi mereka menyelesaikan cara mereka.
Like and Vote...❤️❤️
Kembali iklan Karya Author terbaru...
Judul 'Ugly 'n Fat Girl
Kisah cinta antara duda dan gadis gemuk memperjuangkan cinta mereka. Hanya karena perbedaan suku dan keyakinan.
Simak khuuuii... cerita ku... 'Ugly 'n Fat Girl'...❤️❤️
__ADS_1
_____ Like and comment_______