See Eye Stela

See Eye Stela
Semakin tak jelas.


__ADS_3

Stela menghabiskan waktu di Bhul 3 Oberstdorf. Menemani Brian melakukan pekerjaannya, di objek wisata populer yang dekat dengan Gaestehaus Buhl. Disini banyak objek wisata terdekat antara lain Heimatmuseum Oberstdorf, Alpin Skischule Oberstdorf dan Museum Bergschau.



Restoran dengan lokasi strategis antara lain Rieger´s Restaurant.



Keindahan pemandangan Alpin Skischule Oberstdorf.



Sebuah Restaurant Allgaeu.


"Kamu senang disini Stel?" Tanya seorang pria yang menemani Stela, tentu dalam pengawasan Brian.


"Sangat senang, terimakasih sudah mau menemani ku disini." Senyum Stela pada Lois.


Ya, Lois menemani Stela yang tengah melarikan diri dari Dedrick dengan alasan Samuel tengah membuat film di Oberstdorf.


"Hmmm, aku yakin Dedrick akan membunuh ku jika mengetahui aku menemani mu, Stel!" Jelas Lois.


"Kenapa? Kita kan menemani Brian, ada project! Kerja buat film Uncle Samuel! Lagian aku sedang jenuh!" Jelas Stela mulai menganggap pernikahannya dengan Dedrick semakin tak jelas.


Tentu kalian juga memikirkan hal yang sama. Dedrick tidak mencari Stela setelah 3 bulan mereka berpisah. Pernikahan seperti apa ini, batin Stela.


Adrian menutup akses komunikasi dengan Stela, begitu juga Fene. Adrian menyerahkan sepenuhnya pada Edward dan Brian.


"Hmm, tenangkan saja pikiranmu! Aku juga sedang menikmati suasana indah disini." Ucap Lois semakin senang menemani Stela.


"Bagaimana hubungan mu dengan Chay-in adikku?" Tanya Stela menggoda Lois.


"Baik! Saat ini dia tengah fokus menjalani ujian akhir!" Jelas Lois.


"Oogh! Apa kau merindukannya?" Kekeh Stela lagi.


"Ya iyalah, aku sangat merindukannya." Lois tertawa membayangkan Chay-in lah yang berada disampingnya, bukan Stela.


Stela kembali ke resto disela-sela break shooting, mendekati Brian. Dia menatap salah satu pria mapan berdarah Spain.



Mario Valverde, Usia 26 tahun, berdarah Spanyol. Sahabat dekat Brian Lincoln.


"Haii, Stela!" Sapa salah satu actor sahabat Brian.


"Hmm! Hai." Stela mengulurkan tangannya pada sang actor.


"Mario! Mario Valverde!" Ucapnya menyambut tangan lembut Stela.


Stela tersenyum, menatap kearah Brian. Ada perasaan bahagia bagi Stela berkenalan dengan pria setampan Mario. "Ternyata teman mu sangat tampan!" Bisik Stela pada Brian yang berada dihadapannya.

__ADS_1


"Hmm!" Brian mengusap lembut kepala Stela.


Samuel dan Lois tengah sibuk bertemu salah satu team produksi.


Mario menarik sebuah kursi untuk duduk di samping Stela, memesan beberapa makanan.


"Kamu mau pesan makan?" Tanya Mario pada Stela.


"Hmm! Cukup ini saja!" Senyum Stela sedikit gugup.


Stela sangat gugup jika didekati pria asing, karena seumur hidupnya, hanya Dedrick yang agresif mendekati.


Brian memberi ruang pada Mario untuk lebih leluasa dekat dengan Stela, agar adiknya tidak merasa jenuh di lokasi shooting.


"Bagaimana pernikahan mu?" Senyum Mario menyuap makanan yang ada dihadapannya.


"Hmm! Kenapa mesti bertanya pernikahan? Emangnya kamu tau tentang aku?" Senyum Stela sedikit penasaran.


"Eehm, apa mesti di tutupi dari media tentang pernikahan Cucu Hanz Parker, Putri Adrian Moreno Lim!" Godanya.


Stela menyatukan alisnya, "segitu terkenalkah keluargaku?" Jawab Stela enteng.


"Bukankah kalian keluarga sukses luar biasa?" Tambah Mario, membuat pipi Stela tersipu malu.


"Ya! Bagaimana denganmu? Apakah kamu actor terhebat di spanyol?" Kekeh Stela.


"Ck! Aku sama seperti Brian!" Jelasnya kaku. "Apa kamu ingin menghabiskan waktu malam ini?" Tanya Mario.


"Aku ingin mengajakmu makan malam!" Senyum Mario.


"Hmm! Okay, kita ketemu dimana? Brian ikut juga?" Tanya Stela meyakinkan.


"You and me!" Senyumnya mengusap lembut puncak kepala Stela.


Stela mengangguk, hanya tersenyum menikamati hidangan bersama Mario, tertawa bersama. Stela merasakan suasana hati yang berbeda, yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Brian dan Lois memperhatikan Stela dari kejauhan. Ada perasaan sedih tapi tak kuasa harus berbuat apa. Kesalahan Dedrick adalah tidak mencari Stela selama 3 bulan, kalau nafkah uang kita nggak tau.


Menurut agama jika 3 bulan suami istri tidak bersama, tidak memberi nafkah lahir dan bathin, jika istrinya tidak ridho, maka jatuhlah talaknya, tapi jika istri ridho, masih sah pernikahan mereka. Hanya saja suasana hati yang berbeda. Ini di muslim yah. Mohon koreksi, jika salah.


"Why? Why doesn't he look for Stela?" Batin Brian.



Disela sela keberasamaan Stela dan team produksi.


Seseorang mengirim foto ini pada Dedrick, tentu hasil jepretan Lois. Agar Dedrick segera menyusul Stela. Lois tidak ingin melihat rumah tangga sahabatnya hancur berantakan, tapi tidak ada respons yang berarti dari Dedrick. "Dasar pria bodoh!" Kesal Lois.


Brian memberi izin pada Stela, karena percaya pada Mario. "Kamu hati-hati, jangan nakal!" Pesan Brian pada Stela.


"Iya! Aku ngerti kok! Aku hanya ingin menghibur hati ku bro! Bukan mau selingkuh! Mario pria yang sopan!" Senyum Stela mencium kedua pipi Brian.

__ADS_1


Brian memeluk Stela, melepas adik kecilnya menghabiskan malam dengan sahabatnya.


Pukul 19.00 waktu Buhl 3, Stela dan Mario duduk disebuah restoran menghabiskan malam menyambangi sebuah Museum di Bergschau.


Stela menggunakan mini dres berwarna hitam, kalung nama, menyematkan cincin berlian pemberian Brian.


"Wooow! You beautiful Stela, very nice!" Sambut Mario saat bertemu Stela, mengecup punggung tangannya sangat mesra.


Stela tersenyum, merasakan ada yang berbeda dengan perlakuan Mario padanya.


Musim dingin, membuat Stela memakai jacket bulu dombanya lebih cepat dari prediksi.


"Kapan kamu akan kembali ke La?" Tanya Mario memecah keheningan mereka.


"Hmm! Aku hanya ingin menghabiskan waktu disini! Bersama Brian." Senyum Stela.


Mario mengeluarkan sebuah bingkisan kecil, memberikan pada Stela. "Terimalah!" Ucap Mario.


"Apa ini?" Tanya Stela tersenyum tipis.


"Buka aja! Yang pasti bukan barang mahal!" Godanya.


"Iiighs! Emang barang ku mahal semua!" Rungut Stela.


"Iya kan? Jacket bulu ini aja harga fantastis, tentu nggak sebanding yang aku beri." Senyum Mario.


Stela membuka bingkisan kecil yang ternyata sarung tangan berbahan wool sangat lembut. "Hmm! Kamu memberikan ini pada waktu yang tepat brother!" Kekeh Stela.


"Of course! Aku memberi apa yang kamu butuhkan!" Tegas Mario, membantu Stela memasang sarung tangan tersebut.


Stela tersenyum bahagi, "thankyou Mario Valverde!" Tawa Stela menggoda Mario.


Mario membawa Stela kembali mengelilingi museum. Tanpa mereka sadari paparazi mengambil beberapa moment mesra Stela dan Mario.


*****************


Di Beverly Los Angeles seorang Dedrick tengah sibuk dengan perkerajaan dan menyelesaikan kuliahnya. Dia benar-benar tidak memperdulikan permasalahannya dengan Stela.


Tiiiing, sebuah pesan masuk dari sahabat lamanya Lois.


Deg, beberapa foto Stela berhasil terkirim ke handphone milik Dedrick. Seketika kosentrasinya buyar ambyar bubaaaar, dia fikir Stela akan mati dan mencari atau menyusulnya ke La. Karena semua keluarga sudah tau keberadaannya.


"Hmm! Apakah dia tidak pernah memikirkan aku?" Batin Dedrick. "Begitu bahagianya dia didunia prifilman ini!" Kesalnya menggenggam erat ponsel ditangan.


Ada perasaan cemburu dilubuk hati Dedrick, bagaimanapun Stela masih sah istrinya. "Apa dia ingin berpisah dariku? Kenapa dia seperti ini? Kenapa seolah olah aku yang salah dihubungan ini." Dedrick merenung, dia harus segera menyelesaikan semua ini tanpa menunggu lebih lama. Dedrick menghubungi Lois, menanyakan keberadaannya.


Lois memberi tahu keberadaan mereka. Baginya kebahagiaan Dedrick dan Stela paling utama, jika memang masih ingin bersama, inilah saatnya untuk memperjuangkan sebelum semua terlambat.


Ada setitik kekecewaan dihati Dedrick, tapi dia berusaha ikhlas jika Stela memang ingin meraih kebahagiaannya. Tak mudah, menjalani pernikahan diusia muda karena keegoan terus menghantui.


____Like and Vote...❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2