SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Perpisahan sekolah


__ADS_3

.


.


.


Kehidupan didalam keluarga Henderson semakin berwarna dengan kehadiran 3 bidadari cantik dan mungil, terutama Vera yang sejak dulu menginginkan anak perempuan, tapi takdir berkata lain setelah kecelakaan itu Vera divonis tidak bisa hamil lagi. Namun sekarang keinginannya terkabul walaupun hanya cucu tapi sudah cukup membuatnya bahagia.


"Anteng banget sih mereka dan tidak terusik sama sekali," ucap Vera sambil menoel noel pipi baby Lina.


Diva tersenyum melihat kebahagiaan mertuanya yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri.


"Aku tidak menyesal dengan keputusanku merawat sikembar, Tuhan inikah rencanamu yang sesungguhnya?" batin Diva, perlahan Diva menghapus air matanya sebelum diketahui oleh orang lain.


Bukan air mata sedih tapi air mata bahagia, "Kita tidak tahu jalan takdir seperti apa? aku kehilangan kedua orang tua disaat umurku yang masih belia, aku cukup terpuruk cukup frustasi tapi hidup harus tetap berlanjut, dengan menguatkan diri aku menjalani hidup seorang diri. Tapi sekarang aku menemukan keluarga yang menerima aku apa adanya," batin Diva.


Vera masih asik menimang nimang baby Angel walaupun mereka tidak memperdulikan keberadaan Vera.


"Cucu Oma kok tidur terus ya? Oma pengen main sama kalian," gumam Vera.


"Mom biarkan mereka tidur, jangan digangguin terus," ucap Jordan yang baru masuk kedalam kamar baby Angel.


Mereka sama persis dengan sikembar dulu jarang menangis, kadang kalau mereka lapar pun cuma merengek saja." Diva menimpali.


"Apakah mereka nanti juga akan jenius seperti Abang Abangnya.?" tanya Vera.


"Mungkin saja Mom, sebab mereka lahir dari gen yang sama," jawab Diva.


Vera memperhatikan baby Angel dengan seksama, "Baby Angel sangat mirip denganmu, Diva. tidak ada mirip miripnya dengan Darmendra,"


"Haha, gak tau deh Mom, mungkin karena mereka perempuan," jawab Diva.


"Bukankah sikembar tidak mirip sama sekali dengan Mona? bahkan lebih mirip ke Darmendra semua," tanya Jordan.


"Iya ya, benar juga." jawab Vera kikuk, ia merasa tidak nyaman dengan Diva takutnya Diva tersinggung. padahal tidak sama sekali.


...****************...

__ADS_1


Hari ini sikembar menerima kelulusan, dan acara perpisahan sekolah juga akan diadakan nanti malam. sikembar diminta untuk melakukan persembahan demi memeriahkan acara tersebut. sikembar tentu saja tidak menolak demi menghibur semua murid dan juga orang tua murid pun akan hadir.


Sikembar sudah tiba di mansion, tapi mereka mendapati mansion sepi hanya ada pelayan yang sedang bekerja. sikembar sudah menduga kalau Oma dan Opanya pasti dikamar baby Angel.


Sikembar langsung masuk kedalam kamar masing-masing, mereka akan mandi terlebih dahulu barulah mereka akan menemui adik adiknya yang sudah mereka rindukan padahal baru beberapa jam mereka tidak bertemu.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian sikembar secara bersamaan membuka pintu kamar mereka masing-masing, entahlah terkadang mereka sering kompak dalam melakukan sesuatu walaupun tanpa direncanakan.


Sikembar masuk kedalam kamar baby Angel, tapi ia melihat adiknya sedang tidur.


"Mom kapan sih adik bangun? setiap kali Kami kesini adek selalu tidur," Ram.


Diva tersenyum, "karena adek masih kecil jadi wajar kalau mereka tidur terus dan itu juga baik untuk pertumbuhan mereka." Diva.


Tak berapa lama Darmendra pun masuk, langsung hendak mencium baby Angel tapi dicegah oleh Vera.


"Mandi dulu sana, setelah dari luar bersihkan dulu badan setelah itu baru menyentuh anak anakmu," Vera.


Darmendra hanya menurut saja, sikembar mencium pipi adiknya bergantian, tapi baby Angel hanya menggeliat tanpa membuka matanya. membuat sikembar makin gemas.


"Gimana dengan sekolah kalian? bukankah hari ini kalian menerima kelulusan?" tanya Darmendra.


"Hmmm, dan nanti malam kami disuruh membuat persembahan untuk memeriahkan acara," jawab Ram.


"Dan orang tua disuruh datang, semua keluarga juga bisa datang," Ren.


Diva berubah sendu, karena ia tidak dapat hadir dihari penting anak anaknya. Ram yang melihat perubahan Mommy nya langsung menghampiri dan memeluknya. saudara saudaranya juga ikutan memeluk Diva.


"Maafkan Mommy tidak dapat hadir dihari penting kalian," ucap Diva sedih.


"Tidak apa-apa Mommy, kami bisa mengerti masih ada waktu lain kali kok, ini juga baru perpisahan sekolah SMP nanti masih ada perpisahan sekolah SMA." ucap Ram menghibur Mommy nya.


"Mommy jangan sedih, karena acara nanti malam akan disiarkan langsung di televisi swasta, begitu kata Pak Fredi," Roy.


"Hmmm, nanti Oma sama Opa akan datang," Vera.


"Daddy juga akan datang, jam berapa acaranya?" tanya Darmendra.

__ADS_1


"Jam 7 malam sampai 9 malam." jawab Rakha.


"Mommy jangan sedih ya, kita tidak apa-apa kok," ucap Ram, Diva pun mengangguk.


"Kalian sudah makan?" tanya Diva, sikembar menggeleng.


"Makan dulu sana, nanti baru ketemu adek lagi." Diva.


Sikembar pun berlari menuju lift, seperti biasa saling rebutan dan tidak ada yang mau kalah. Tiba dimeja makan pelayan pun menghidangkan untuk mereka.


"Bibik sudah makan?" tanya Ram.


"Sudah tuan kecil, bibik tadi makan bersama nyonya besar." jawab pelayan.


Begitulah kalau tuan rumah tidak ada teman untuk makan maka pelayan dipaksa untuk menemani mereka, walaupun pelayan merasa kurang pantas tapi mereka tidak memandang rendah para pelayan di mansion ini.


Pelayan tersenyum kalau mengingat perhatian kecil dari majikannya, contohnya Ram yang selalu memberi perhatian walau hanya sekedar menanyakan bibik sudah makan? tapi kalimat itu sudah menyentuh sangat dalam direlung hati mereka yang hanya seorang pelayan. mungkin kalau majikan lain masa bodo pelayan sudah makan atau belum?


Tapi sikembar setiap kali mau makan selalu bertanya seperti itu, walaupun sudah ratusan kali hanya pertanyaan itu yang terlontar dari mulut majikan kecilnya, tapi para pelayan merasa mereka diperhatikan.


Malam hari...


Sikembar sudah berada diruang ganti bersama murid murid yang lain yang akan melakukan persembahan.


Oma, Opa dan Daddy sikembar sudah berada dikursi VIP yang paling depan, karena mereka adalah tamu terhormat malam ini. juga orang tua para murid yang lain sudah hadir semuanya. Diva berada didalam kamar sambil menonton acara televisi yang akan menyiarkan persembahan mereka nanti.


Suasana kali ini sedikit berbeda dari yang sebelumnya, kali ini acaranya disponsori oleh perusahaan ternama di kota ini tanpa mereka ketahui bahwa perusahaan ternama itu adalah milik sikembar. Tapi sikembar tetap merahasiakan semuanya, hanya orang orang tertentu saja yang mengetahui siapa pemilik perusahaan tersebut?


Sikembar sudah siap dengan pakaian formal mereka, karena malam ini mereka akan tampil ditengah tengah acara yang sedang berlangsung. persembahan pertama akan diisi oleh para murid yang lain, mengikut keahlian mereka masing-masing.


Diva yang berada didalam kamar sudah tidak sabar menunggu persembahan anak anaknya, dan menunggu pengumuman hasil kelulusan mereka. walaupun Diva tau pasti sikembar lah juaranya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2