
.
.
.
Sikembar masuk kedalam kamar mereka masing-masing, mereka mandi terlebih dahulu sebelum menemui adik adiknya, sikembar sangat merindukan adik adiknya itu.
Setelah selesai mandi Ram masuk terlebih dahulu kedalam kamar adiknya, yang lain masih dikamarnya masing-masing.
"Mommy...!" panggil Ram.
"Ehh sudah pulang? mana yang lain?" tanya Diva.
"Masih dikamarnya Mom, mungkin capek." jawab Ram.
"Kamu gak capek?" tanya Diva sambil mencium pipi putranya itu.
"Capek sih, tapi kangen sama adek," jawab Ram.
Diva tersenyum, "Ya Allah egois kah aku bila merahasiakan semuanya?" Batin Diva.
"Mom adek semakin lucu ya, gemesin," kata Ram sambil mencium pipi ketiga adiknya.
"Tentu dong, kalian sayang gak sama adek?" tanya Diva, Ram pun mengangguk.
"Besar nanti adek masuk kelas taekwondo dan karate ya Mom, biar bisa jaga diri seperti kami, biar tidak ada yang berani meremehkan adek," kata Ram.
"Tentu, apalagi adek itu cewek jadi gampang dan rawan akan kejahatan," ucap Diva.
Darmendra masuk kedalam kamar baby Angel dilihatnya Ram sedangkan memeluk baby Lina, Darmendra tersenyum.
"Sayang...!" panggil Darmendra lalu mencium pipi istrinya.
"Hubby sudah pulang? Apa sudah mandi?" tanya Diva, Darmendra menggeleng.
"Mandi dulu hubby sebelum menyentuh anak anak," kata Diva.
"Baiklah baiklah aku mandi dulu," jawab Darmendra.
Darmendra pun keluar dari kamar itu bertepatan dengan sikembar ingin masuk.
"Daddy pasti diusir Mommy karena belum mandi," kata Ren.
__ADS_1
"Tau aja kamu, ini Daddy juga mau mandi," ucap Darmendra.
Sikembar masuk dan melihat Ram sudah ada disitu memeluk baby Lina, ternyata Ram sedang tidur mungkin kecapean.
"Kalian jaga adek dulu ya, Mommy mau melayani Daddy kalian," kata Diva, sikembar mengangguk.
Diva pun keluar dari kamar baby Angel dan menuju kamarnya. Diva masuk dan mendengar suara gemercik air sudah dipastikan suaminya sedang mandi. Diva menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya dan kemudian duduk disisi ranjang. Setelah beberapa menit Darmendra keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya ada dikamarnya Darmendra pun tersenyum.
"Aku merindukanmu sayang," bisik Darmendra ditelinga Diva.
"Iya aku tau, maafkan aku bila jarang menunaikan kewajibanku sebagai seorang istri." kata Diva.
"Gak apa apa, aku tau kamu pasti sibuk mengurus anak anak," kata Darmendra. Diva mendekati Darmendra lalu memeluknya.
"Sayang jangan memancingku," ucap Darmendra dengan suara berat.
"Kenapa? Apakah salah kalau aku juga menginginkannya?" tanya Diva.
Memang sudah satu Minggu mereka tidak melakukan hubungan suami istri, tapi Darmendra tidak menuntut istrinya meskipun ia juga menginginkannya. Karena sekarang istrinya yang berinisiatif duluan jadi Darmendra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.
Dan akhirnya terjadilah pendakian disore hari ini, setelah kurang lebih satu jam mereka pun mencapai puncak. Darmendra tersenyum manis karena sudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Lalu keduanya pun masuk kedalam kamar mandi untuk mandi bersama, bukan hanya sekedar mandi tapi pendakian selanjutnya pun terjadi lagi, seolah olah keduanya melepas rindu yang teramat dalam. Setelah semuanya selesai keduanya pun berganti pakaian lalu menemui anak anaknya didalam kamar baby Angel.
Darmendra dan Diva masuk ternyata sudah ada Mommy dan Daddy-nya serta sikembar sedang bermain dengan baby Angel, baby Angel tertawa senang saat diajak bermain oleh Abang Abangnya.
"Tidak usah basa-basi," jawab Vera, Darmendra hanya nyengir.
"Mommy tau aja," kata Darmendra.
"Memang Mommy kenal kamu baru satu atau dua hari?" tanya Vera.
Darmendra hanya terdiam, percuma ia melawan Mommy nya gak bakalan menang. Bahkan Daddy nya saja tunduk kepada Mommy nya. Tunduk karena takut tidur diluar.
Tidak berapa lama pelayan datang dengan memberitahukan bahwa makan malam sudah siap, mereka pun turun kebawah untuk makan malam, sedangkan baby Angel dijaga oleh pelayan. Diva memang tidak menyewa jasa baby sitter karena ia ingin menjaga baby Angel sepenuhnya. Sewaktu sikembar dulu Diva sengaja memakai jasa baby sitter karena kalau tidak ia akan sangat kerepotan.
Dimeja makan semua sudah berkumpul, Diva seperti biasa melayani suaminya dan Vera juga melayani suaminya Sedangkan sikembar tidak mau untuk dilayani.
"Kapan keputusan pengumuman pemenangnya?" tanya Darmendra pada sikembar.
"Besok Dad, apakah Daddy mau datang? Semua orang tua bisa datang, begitu kata kepala sekolah." Ram
"besok Mommy dan Daddy akan datang, iya kan hubby?" tanya Diva pada Darmendra.
"Iya, besok kita berangkat kesekolah kalian sama-sama." Jawab Darmendra.
__ADS_1
Kemudian mereka semua terdiam karena acara makan malam sudah dimulai. Seperti biasa hanya sendok dan garpu beradu dengan piring yang menjadi suara disaat mereka sedang makan. Setelah selesai makan malam sikembar pun kembali kekamar mereka masing-masing. Mereka ingin istirahat lebih awal.
Keesokan harinya...
Darmendra Diva dan sikembar sudah bersiap siap untuk pergi kesekolah mereka, Vera dan Jordan tidak ikut kali ini mereka hanya ingin bersama cucunya yang semakin hari semakin menggemaskan.
Setelah selesai sarapan sikembar dan kedua orang tuanya pun berangkat. Dalam perjalanan menuju sekolah mereka sangat senang, Ram melihat Ricardo sedang menggunakan skuter miliknya, Ram pun menyuruh Daddy nya untuk berhenti, Ram menghentikan mobilnya didekat Ricardo.
"Ayo masuk bang, biar bisa berbarengan." ajak Ram.
Ricardo awalnya enggan tapi sikembar memaksa akhirnya Ricardo masuk juga. Orang tua Ricardo tidak datang mereka sibuk dengan urusan masing-masing, terkadang Ricardo jarang kembali kerumahnya bukan rumah sih tapi mansion, dia lebih suka di cafe dan menginap disana.
Ricardo merasa kesepian tanpa teman sebelum ia mengenal sikembar, meskipun fasilitas yang diberikan oleh orang tuanya sangat banyak tapi itu tidak menjamin untuk dia bahagia.
"Siapa namamu?" tanya Diva
"Ricardo Tante," jawab Ricardo canggung.
"Tidak perlu canggung, aku Mommy nya sikembar dan ini Daddy nya," kata Diva.
"Iya Tante, Om," ucap Ricardo.
"Pantas saja sikembar sangat tampan, kedua orang tuanya cantik dan juga tampan," gumam Ricardo dalam hati.
Akhirnya mereka pun tiba disekolah, Darmendra memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus. Disana sudah banyak mobil terparkir, diantara banyaknya mobil hanya mobil Darmendra yang terlihat paling mewah.
Sikembar, Ricardo, Darmendra dan Diva keluar dari mobil. Semua mata tertuju kepada mereka, para siswa siswi dan orang tua mereka terkagum kagum melihat Diva dan Darmendra berjalan beriringan dengan sikembar sedangkan Ricardo dibelakang mereka seperti bodyguard saja.
Mereka menjadi pusat perhatian dan disambut baik oleh para guru dan kepala sekolah. Ada juga yang iri karena mereka tidak disambut sedemikian rupa oleh kepala sekolah. Ayu dan Mita tidak berkedip melihat kedua orang tua sikembar.
"Apakah itu ibu sikembar? Tanya Ayu.
"Iya cantik sekali, aku jadi insecure melihat kecantikannya," jawab Mita.
"Pantas saja sikembar tampannya kebangetan ternyata kedua orang tuanya sangat tampan dan cantik," kata Ayu.
Setelah semuanya berkumpul di aula, kepala sekolah dan para guru naik keatas panggung dan berdiri berbaris disana.
"Selamat datang bapak dan ibu semuanya, saya sebagai kepala sekolah disekolah ini merasa sangat berbangga karena kedatangan bapak ibu sekalian. Dan disini juga saya sangat berbangga karena diantara pelajar disini ada yang mempunyai IQ tertinggi di dunia. Terbukti siswa ini bisa mengalahkan juara bertahan dari negara lain. Baiklah untuk menyingkat waktu kita panggil pemenang lomba matematika seluruh dunia. Dia bisa mengalahkan peserta dari negara J dan juga negara C." ucap kepala sekolah dengan suara lantang melalui mic.
.
.
__ADS_1
.