SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
sedikit kekacauan


__ADS_3

.


.


.


Bu Tessa senang melihat perubahan siswa siswi nya, berkat adanya sikembar mereka tidak lagi meremehkan teman teman sendiri.


Pelajaran pun dimulai, Bu Tessa menjelaskan kalau nanti ada kompetisi murid cerdas.


"Disini saya akan mengumumkan bahwa sebulan lagi akan diadakan olimpiade murid cerdas, dan peserta yang ikut dari seluruh dunia. Kita tidak perlu keluar negeri untuk mengikuti olimpiade tersebut hanya perlu mengirim data dan hasil ujian kalian. Seluruh siswa di kelas 12 ini boleh mengikuti dan nanti akan diseleksi lagi mengikut kemampuan mereka masing-masing." ucap Bu Tessa menjelaskan.


"Bu kalau kami tidak ikut apakah bisa?" tanya Ram.


"Tidak bisa, karena kalian adalah murid terbaik dan sekolah ini adalah sekolah swasta terbaik di negara ini," jawab Bu Tessa, sikembar pun saling pandang.


"Tidak ada pilihan lain, kita terpaksa ikut," kata Ray.


"Benar, dengan begitu kejeniusan kita akan dikenal dunia," kata Ram.


"Apa boleh buat," ujar Ren.


"Ibu minta maaf, karena ini sudah menjadi peraturan. Dan ibu lihat kalian semua adalah siswa siswi yang berpotensi, jadi tingkatkan kualitas belajar kalian demi mengharumkan nama negara kita." kata Bu Tessa.


"Bagaimana?" tanya Ren.


"Apanya" Ray malah bertanya balik.


"Dengan kita, bagaimana kalau sampai diketahui dunia?" tanya Ren.


"Tidak akan terjadi apa apa, semoga yang kita khawatirkan tidak akan terjadi." Ray.


Tidak terasa waktu pelajaran pun selesai, para siswa dan siswi keluar dari kelas masing-masing menuju kantin, hanya sikembar dan kini mereka ditemani Ricardo.


"Kalian bawa bekal juga?" tanya Ricardo.


"Iya kami selalu membawa bekal dari rumah." jawab Ram.


"Kalau begitu sama dong," kata Ricardo.


Mereka pun makan dengan bekal mereka masing-masing, setelah selesai makan mereka mengobrol ngobrol ringan hingga jam istirahat habis.


"Nanti pulangnya bareng ya," kata Ricardo.


"Boleh deh, tapi kita beda arah," kata Ram.


"Tidak masalah, sampai dipersimpangan jalan baru kita menuju arah masing-masing," ucap Ricardo


"Atau kalian mau mampir ke cafe saya dulu," ucap Ricardo lagi.

__ADS_1


"Jangan dululah, kapan kapan kita mampir," Rakha.


Akhirnya jam pelajaran pun dimulai, suasana sekolah kembali tenang, tapi itu berlangsung hanya sekejap. Karena dikantin sekolah tiba tiba saja terjadi keributan. Para guru dan siswa berlarian menuju kantin tersebut.


"Ada apa Pak?" tanya Bu Tessa.


"Tidak tahu Bu, terjadi keributan dikantin sekolah," ucap Pak Udin yang tergopoh-gopoh karena mendapat laporan ada kekacauan dikantin sekolah.


"Maaf anak anak, pelajaran terpaksa kita hentikan sampai disini, karena ada sedikit kekacauan dikantin sekolah," kata Bu Tessa.


Sikembar saling pandang, lalu bergegas mengambil tas ransel milik mereka yang ada dibawah meja, kemudian pergi kekantin sekolah. Mereka penasaran kekacauan apa yang gurunya maksud?


Setibanya dikantin sekolah, sikembar melihat dua orang wanita saling jambak saling dorong hingga keduanya berguling dilantai.


Tidak ada satupun yang bisa meleraikan mereka berdua, sikembar saling pandang lalu mengangguk bersamaan seolah mengerti dengan apa yang akan mereka lakukan untuk meleraikan keduanya.


Byuur... Sebaskom air yang sengaja mereka campur dengan es hingga air itu menjadi dingin mereka siramkan kepada kedua wanita itu. Hingga keduanya pun berhenti bergelut.


"Ada apa ini!" ucap Ray dengan nada dingin, keduanya sudah kedinginan ditambah lagi tatapan mata Ray yang tajam tapi begitu dingin membuat keduanya merinding.


"ADA APA INI?" tanya Ray mengulangi pertanyaannya dengan nada lebih tegas.


"Dia selingkuhan suami saya," jawab seorang wanita paruh baya yang masih ngos-ngosan karena aksi tarik rambut tadi.


"Apa benar begitu?" tanya Ram.


Wanita yang satunya masih terlihat muda sekitar 30 tahunan tidak menjawab dan hanya malah tertunduk.


"Pak Udin, Bapak kenal dengan suami ibu ini?" tanya Ram, Pak Udin menggeleng pertanda tidak.


"Bu, boleh panggil suaminya kemari?" tanya Rakha.


"Tapi dia sedang bekerja sebagai manajer di perusahaan J H company," jawab wanita itu.


"Siapa nama suami ibu?" tanya Ren.


"Harris Alif," jawab wanita itu lagi.


Kemudian Ray menelpon Daddy nya, untuk panggilan pertama tidak dijawab, dan panggilan kedua juga tidak terjawab hingga panggilan yang seterusnya barulah Darmendra menjawabnya.


"Halo Ray ada apa, maaf tadi Daddy lagi rapat," jawab Darmendra.


"Daddy kenal dengan pria yang bernama Harris Alif?" tanya Ray to the point.


"Iya kenal? Kenapa?" tanya Darmendra.


"Pecat orang yang bernama Harris Alif itu sekarang juga," ucap Ray penuh penekanan.


"Tapi kenapa?" tanya Darmendra, dan semua pembicaraan itu terdengar oleh mereka yang berada disitu karena Ray menggunakan loudspeaker.

__ADS_1


"Nanti aku kirim buktinya, dan telepon polisi untuk dia mempertanggung jawabkan perbuatannya," ucap Ray tegas.


Kedua wanita itu tercengang dengan sikap tegas Ray. Begitu juga dengan guru dan para siswa siswi disekolah ini.


Ting satu pesan masuk dari ponsel Rakha, saat wanita itu menyebut nama suaminya dan bekerja di perusahaan J H company Rakha diam diam mencari tahu tentang pria itu, dan bukti yang mereka dapat ternyata pria itu seorang k*r*ptor, dan Darmendra tidak menyadari itu.


Darmendra tercengang membaca email yang dikirim oleh Rakha kepadanya.


"Mengapa aku bisa secuai ini, aku tidak menyadari sama sekali bahwa ada yang k*r*psi di perusahaanku?" gumam Darmendra.


Setelah itu Ray memutuskan sambungan teleponnya, mereka semua masih terdiam dengan apa yang dilakukan oleh sikembar.


"Terimakasih Bu, karena telah membuat keributan dikantin sekolah," ucap Ram tidak kalah dingin.


"Ta.. tapi kenapa suami saya dipecat?" tanya wanita itu.


"Karena kalau tidak dipecat, maka perselingkuhannya terus berlanjut," ucap Ram santai.


"Bahkan kami menyuruh Daddy untuk memblacklist suami ibu," kata Rakha.


"Hah... kenapa bisa seperti itu?" tanya wanita itu.


"Karena kami tidak akan memberikan ampunan kepada orang yang menyalah gunakan kekuasaan," Ren.


Wanita itu terduduk lesu, begitu juga wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.


"Apakah tidak ada cara lain?" tanya wanita itu.


"Ada, kalau suami ibu bisa mengembalikan uang perusahaan yang telah ia k*r*psikan," ucap Ram santai.


"Itu adalah pelajaran bagi suami ibu yang sudah selingkuh, dan juga seorang k*r*ptor," Raffa.


"Biarkan suami ibu mendekam dalam penjara karena itu sangat pantas untuknya," Ram.


Sedangkan diperusahaan J H company, Harris Alif yang dipanggil keruangan CEO merasa heran, mengapa dia dipanggil?


"Kamu tau apa kesalahanmu Harris Alif?" tanya Darmendra yang siap mengintimidasi.


"Tidak tahu tuan," jawab Harris.


"Bukti ini sudah cukup untuk menjebloskanmu kepenjara," kata Darmendra.


Harris terkejut, selama ini dia sudah bermain sangat bersih hingga tidak ada yang menyadari hal itu.


"Tuan, itu pasti palsu, saya tidak pernah melakukan itu semua," jawab Harris mulai berkeringat.


"Oh ya, tapi sayangnya bukti ini asli," ucap Darmendra.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2