
.
.
.
Kini mereka meninggalkan tempat itu, dan membiarkan orang orang yang tergeletak diatas aspal tersebut. Darmendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, santai dan tenang. Terlebih lagi ada bumil didalam mobil tersebut.
"Apa kalian mau makan? kalian pasti lapar setelah bertarung," tanya Darmendra.
"Bagaimana kalau kita ke pantai?" tanya Diva kepada anak anaknya.
"Ide yang bagus, yuk Dad kita kepantai," ucap Ram.
Akhirnya Darmendra memutar haluan mobil mengarah ke pantai. Hari sudah sore ketika ini, jadi suasana jalanan sedikit macet. karena kendaraan mulai banyak.
"Hubby kita singgah sebentar ke supermarket mau beli cemilan dan minuman." Diva.
"Baiklah," jawab Darmendra singkat.
Mobil masih melaju di jalanan ibukota, saat tiba didepan supermarket Darmendra memarkirkan mobilnya ditempat parkir. Sikembar dan Diva turun lebih dulu, walaupun sedang hamil besar ia tetap semangat berjalan.
Pandangan mata tertuju kepada mereka, sikembar yang sedang mengawal Mommy nya menjadi pusat perhatian orang orang ditempat itu.
Kemudian Darmendra juga turun dari mobil dan disusul oleh Vera dan Jordan dibelakang mereka. Darmendra menggandeng tangan istrinya takut istrinya kenapa kenapa, sedangkan sikembar mendorong troli belanjaan, mereka memilih apapun yang mereka inginkan, seperti snacks dan sejenisnya. Setelah selesai dengan belanjaan mereka pergi kekasir untuk melakukan pembayaran. Diva hanya memperhatikan sikembar yang membayar belanjaan tersebut.
"Terimakasih dan sila datang lagi," ucap kasir dengan ramah.
"Sama sama kakak cantik," kata Ram, wajah gadis penjaga kasir tersebut memerah dibilang cantik.
Mereka pun kembali kemobil, disana sudah menunggu Oma dan Opanya juga Daddy dan Mommy, sikembar memasukkan barang belanjaannya kebagasi mobil setelah itu baru mereka masuk kedalam mobil.
Mobil kembali bergerak kali ini Darmendra menyetir dengan lebih cepat dari sebelumnya, karena mereka harus secepatnya tiba di pantai sebelum matahari terbenam.
Kini mereka sudah sampai di tempat yang mereka tuju, setelah memarkirkan mobil mereka pun turun, kebetulan sebentar lagi matahari akan terbenam.
"Wah sudah lama tidak kesini lagi," ucap Ram sambil merentangkan kedua tangannya, ia begitu menikmati suasana pantai ini.
Mereka hanya duduk diatas pasir putih karena tidak membawa tikar atau alas apapun, karena tidak ada persiapan sama sekali. cemilan dan minuman yang mereka beli masih dalam kantong plastik, kalau mau makannya tinggal ambil sendiri saja.
Sikembar berlari lari kecil menyelusuri tepian pantai sambil bermain air laut. Matahari mulai terbenam, semburat jingga nampak begitu indah dipandang.
__ADS_1
"Setelah ini mungkin akan lama baru kesini lagi," ucap Diva, Darmendra datang menghampiri Diva dan memeluknya dari belakang.
Perlahan lahan Darmendra mengusap perut Diva hingga calon bayi dalam kandungannya bergerak seolah menikmati elusan lembut sang Daddy.
"Sayang, terimakasih banyak karena sudah hadir dalam hidupku, memberi warna indah setiap hari hariku," ucap Darmendra sambil menyandarkan dagunya dipundak istrinya.
"Tidak perlu berterima kasih, setiap kejadian pasti ada hikmahnya, kejadian yang menimpa Monalisa akhirnya mempertemukan kita dan itu semua adalah takdir.," Diva.
"Sayang benar," ucap Darmendra sambil memandang kedepan dimana laut yang terbentang luas serta langit sore yang berwarna jingga.
"Ayo kejar, ayo kejar," teriak Ram melihat ada kepiting berukuran kecil lari lari ditepi pantai tersebut.
"tangkap," teriak Roy.
Hap, Ram melompat menangkap kepiting tersebut dan seketika terdengar suara melengking menjerit.
"Aaaaaakkh, lepas... tolong lepaskan, aaa sakit." Ram berteriak karena jari tangannya terjepit oleh capit kepiting, saudara saudaranya panik, Diva dan Darmendra juga ikutan panik apalagi Oma dan Opanya pun berlari kearah Ram yang menjerit karena kejepit capit kepiting tersebut.
Akhirnya Darmendra pun bisa melepaskan jepitan tersebut, tapi jari Ram berdarah.
"Cepat ambil kotak P3K didalam mobil," perintah Darmendra.
Ren segera berlari kemobil mengambil kotak P3K dan menyerahkannya kepada Daddy nya. Darmendra pun mengobati luka tersebut dan memberikan plaster khusus untuk luka. Ram tidak menangis tapi ia tidak menyangka akan sesakit ini bila dijepit oleh capit kepiting.
Matahari semakin meredup dan malam pun menyapa, kini bulan muncul menggantikan matahari. sedangkan mereka masih berada ditepi pantai.
"Kalian lapar?" tanya Darmendra, sikembar mengangguk, mereka lupa kalau belum makan sejak tadi.
"Mari kita ke restoran," ajak Darmendra, mereka semua hanya mengikuti.
Mereka masuk kedalam mobil, sebenarnya jarak pantai dengan restoran tidak terlalu jauh, hanya saja mereka malas jalan kaki.
Darmendra memarkirkan mobilnya saat mereka tiba didepan restoran tersebut, mereka keluar dari mobil, dan masuk kedalam restoran, mereka disambut ramah oleh pelayan restoran itu.
"Selamat datang tuan tuan dan nyonya nyonya, ucap pelayan restoran sambil membungkuk seraya memberi hormat pada pengunjung. Karena itu pekerjaan mereka dan mereka harus profesional dalam melakukan pekerjaan, bersikap sopan dan melayani tamu dengan ramah adalah tuntutan dalam pekerjaan mereka. Pelayan itu pun mengantarkan mereka kemeja yang banyak kursi agar mereka bisa muat dalam satu meja.
"Silahkan Tuan nyonya," ucap pelayan menyerahkan buku menu.
"Saya mau ikan bakar dan cumi bakar," Diva.
"Kalian?" tanya Darmendra pada sikembar.
__ADS_1
"Udang dengan kepiting," jawab Ren.
"Tidak..aku tidak mau kepiting," kata Ram, yang lain ketawa melihat reaksi Ram menolak kepiting.
"Ya sudah kalau tidak mau kepiting pesan yang lain saja," Diva.
Mereka pun memesan makanan laut, hanya Ram saja yang tidak mau kepiting, pelayan pun pamit undur diri untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Kenapa gak mau kepiting?" tanya Ren menggoda Ram.
"Gak apa-apa cuma malas aja," Ram.
Setengah jam kemudian pesanan mereka pun sampai, pelayan mendorong hidangan tersebut menggunakan troli agar mudah membawanya dalam jumlah yang banyak. Dan mereka pun makan dengan nikmat.
Keesokan harinya...
Mereka telah melakukan aktifitas seperti biasa, sikembar kesekolah dan Darmendra bekerja tetapi tetap di mansion, Diva juga terkadang mengecek email yang dikirim oleh asistennya. walaupun sedang hamil tapi semangat Diva untuk bekerja tetap berjalan, percuma dilarang kalau Diva nya tetap ngeyel. katanya bosan kalau tidak ada kegiatan.
Sikembar berangkat ke sekolah tanpa diantar oleh supir, mereka memakai skuter yang mereka ciptakan. Sekalian mereka mau promosikan ciptaan mereka yang sedang dibuat di perusahaan SEVEN R CORP. Tapi untuk mereka diciptakan khusus dengan kecepatan yang bisa diatur sendiri dan juga ada senjata rahasia yang orang lain tidak tau.
Sedangkan yang ada di perusahaan SEVEN R CORP hanya yang biasa, cuma bisa diatur kecepatannya tidak ada senjata rahasianya.
Saat sikembar sudah tiba disekolah, mereka menjadi pusat perhatian karena menggunakan skuter keluaran terbaru dan belum ada dipasaran. Sebenarnya skuter yang sikembar ciptakan sudah beberapa bulan yang lalu, tapi itu hanya khusus untuk mereka saja. Tapi kali ini sikembar menciptakan kembali dan akan dipasarkan beberapa Minggu lagi.
"Dari mana kalian dapat skuter keluaran terbaru?" tanya Rudi murid yang paling besar diantara mereka, walaupun usia Rudi baru 15 tahun tapi sudah tumbuh kumis tipis dibawah hidungnya.
"Kami memesan khusus dari perusahaan SEVEN R CORP, dan mungkin beberapa Minggu lagi akan dipasarkan, karena kami memesan secara khusus jadi punya kami sudah keluar." ucap Ram.
"Aku juga mau beli," ucap Rudi lagi.
Kemudian teman temannya juga ingin membeli skuter seperti punya sikembar.
"Tunggu sebentar lagi akan ada dipasaran," Ren.
"Kok kalian tau kalau beberapa Minggu lagi akan dipasarkan?" tanya murid yang lain.
"Tau dong, karena kami pelanggan VVIP mereka," jawab Roy santai.
Lalu sikembar pun melipat skuter milik mereka dan memasukannya kedalam tas ransel milik mereka.
.
__ADS_1
.
.