SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Masuk SMA


__ADS_3

.


.


.


Waktu terus berjalan hingga waktu libur pun telah usai, sikembar datang kesekolah diantar oleh Daddy nya, sebelumnya mereka mendaftarkan diri mereka lewat online. Awalnya Bapak Kepala sekolah ragu untuk menerima sikembar. tapi setelah melihat ijazah mereka, Bapak Kepala sekolah itu pun menerimanya.


Kini mereka sudah sampai kesekolah swasta elit dikota ini, Para murid histeris melihat cowok tampan datang ke sekolah mereka.


"Uh tampan banget, tapi itu anaknya ada tujuh," ucap siswi A.


"Kalau tampan begini plus kaya, mau dong jadi sugar Daddy nya," ucap siswi B.


"Gue yakin pasti hot deh kalau di ran**ng," ucap siswi C.


Darmendra terus berjalan tanpa mempedulikan tatapan penuh kagum dari siswi yang butuh belaian. Sikembar pun berjalan dengan anteng. Mereka pun tiba diruangan kepala sekolah.


Tok...tok..tok..


"Masuk," perintah suara dari dalam, Darmendra dan sikembar pun masuk.


"Selamat pagi Pak, saya Darmendra Daddy dari sikembar," ucap Darmendra memperkenalkan diri.


"Oh silahkan duduk tuan Darmendra," ucap Pak kepala sekolah yang bernama Komarudin.


"Begini Pak, anak saya ini yang mendaftar lewat online, sekarang saya ingin mendaftarkan ulang untuk mereka," Darmendra.


"Ya, ya saya tahu itu tuan, sekarang anak anak tuan sudah boleh masuk ke kelas 10," ucap Pak Udin.


"Inilah yang ingin saya bahas Pak, saya ingin anak anak saya langsung masuk ke kelas 12." Darmendra.


"Hah... gak salah tuan, anak tuan diterima disekolah ini pun sudah dikira suatu keberuntungan," ucap Pak Udin.


Darmendra hanya tersenyum, "Usia anak anak saya memang masih kecil Pak, tapi mereka anak jenius," kata Darmendra.


Pak Udin tersenyum sinis, sambil geleng-geleng kepala seakan mengejek sikembar yang dibilang anak jenius.


"Bapak Udin boleh menguji kami, kalau seandainya kami bisa menyelesaikan semua soal ujian yang Bapak berikan maka kami akan langsung masuk ke kelas 12, tapi kalau kami gagal maka kami akan menyerah dan masuk kekelas 10." ucap Ram begitu menohok.


"Kalian pikir pelajaran SMA itu gampang, atau jangan jangan kalian nyogok supaya bisa lulus SMP dengan cepat, orang tua kalian kan kaya," Pak Udin.


Darmendra mulai emosi, tapi Ram segera memegang tangan Darmendra lalu menggeleng agar Darmendra bisa menahan diri.

__ADS_1


"Benar apa yang anak saya katakan, coba diuji dulu. Kalau anak saya tidak bisa menjawab maka saya akan carikan mereka sekolah lain. Tapi kalau anak saya bisa menjawab maka masukkan mereka kekelas 12," Darmendra.


"Baik, tapi jangan menyesal karena pelajaran yang akan kami berikan kepada kalian itu sangat sulit," ucap Pak Udin, lalu ia memanggil wali kelas 10 dan wali kelas 11 untuk menyediakan kertas soal ujian.


Dan juga Pak Udin sengaja memberikan soal yang tidak ada dipelajaran sekolah ini.


"Anak kecil sok hebat, kita lihat saja apakah kalian bisa mengerjakan soal-soal yang akan saya berikan," gumam Pak Udin dalam hati.


Tak berapa lama kemudian dua wali kelas 10 dan 11 pun masuk sambil memberikan kertas soal dan kertas jawabannya.


"Baiklah, disini adalah soalan yang akan kalian kerjakan, saya beri waktu kalian 30 menit dari sekarang." ucap Pak Udin.


Sikembar pun segera mengerjakan soal-soal tersebut, hanya butuh waktu kurang dari 10 menit sikembar sudah bisa mengerjakan soal-soal tersebut.


"Ini Pak sudah selesai kami jawab semuanya." ucap sikembar, sambil menyerahkan kertas jawaban tersebut.


Pak Udin pun tersenyum meremehkan, "Mana mungkin mereka bisa jawab dengan waktu sesingkat itu," batin Pak Udin.


Pak Udin memeriksa hasil jawaban dari sikembar, dibantu oleh tiga orang guru lainnya sebagai saksi bahwa tidak ada kecurangan dari pihak manapun. Dan alangkah terkejutnya Pak Udin ternyata jawaban dari sikembar semuanya benar. 100 persen jawaban tidak ada yang salah sedikitpun, tadi Pak Udin menggelengkan kepala karena meremehkan dan sekarang Pak Udin geleng-geleng kepala karena merasa tidak percaya kalau ada murid sehebat sikembar.


"Sudah puluhan tahun saya disini baru kali ini menemukan anak yang benar benar cerdas, ini bukan lagi cerdas tapi ini jenius," batin Pak Udin.


"Bagaimana Pak? jawaban mereka benar semua?" tanya pak Sabri kepada Pak Udin.


"Panggil semua guru kesini, kita akan mengadakan rapat," perintah Pak Udin.


"Baik Pak," jawab Bu Tessa.


Lalu Pak Udin mengumpulkan semua guru disekolah ini, mereka mengadakan rapat dadakan karena kedatangan murid super jenius. Kurang lebih satu jam para guru rapat sehingga keputusan pun diambil bahwa sikembar resmi diterima masuk kekelas 12. Lalu Pak Udin pun kembali menghampiri Darmendra dan sikembar yang masih menunggu keputusan dari kepala sekolah.


"Kami sudah sepakat untuk menerima anak tuan masuk kekelas 12." ucap Pak Udin.


"Terimakasih banyak Pak, karena mempercayakan anak anak saya untuk masuk kekelas 12," kata Darmendra.


Kemudian sikembar pun diantar kekelas 12 A, tempat para murid pintar. Sedangkan Darmendra sudah pamit pulang karena urusannya sudah selesai, seperti biasa Darmendra berpesan kepada putra putranya sebelum ia pulang.


"Perhatian semuanya kita kedatangan siswa baru, silahkan perkenalkan diri kalian masing masing," ucap Bu Tessa wali kelas 12 A.


Para siswa dan siswi yang ada dikelas tersebut pun mengejek sikembar.


"Gak salah Bu anak kecil bersekolah disini?" tanya salah satu siswi.


"Mita jangan memandang remeh seseorang, nanti kamu malu sendiri," ucap Bu Tessa pedas.

__ADS_1


"Hahaha, itu anak kecil Bu tidak pantas berada disekolah ini," timpal Ayu temannya Mita.


Ayu dan Mita selalu juara kelas makanya keduanya sombong, dan juga mereka terlahir dari keluarga kaya.


"Kalau kalian masih mengejek mereka, nanti ibu akan menguji kalian berdua dengan sikembar ini," ucap Bu Tessa, ia tentu membela sikembar karena sudah tau kemampuan sikembar.


Ayu dan Mita pun terdiam, keduanya tidak berani berbicara lagi setelah dapat kata kata pedas dari Bu Tessa.


"Sekarang perkenalkan diri kalian," perintah Bu Tessa pada sikembar.


"Perkenalkan namaku Rayden Henderson," ucap Ray dengan lantang.


Mereka yang mendengar nama Henderson tentu saja kaget, siapa yang tidak kenal orang terkaya di negara ini, sikembar sengaja menyebutkan nama belakang mereka untuk membungkam mulut orang yang sombong.


"Namaku Rendra Henderson," kata Ren tidak kalah lantang.


"Namaku Rasya Henderson," kata Rasya.


"Namaku Rakha Henderson," kata Rakha.


"Namaku Raffa Henderson," kata Raffa.


"Namaku Roy Henderson," kata Roy.


"Namaku Ramendra Henderson," kata Ramendra.


"Dan kami adalah saudara kembar," ucap sikembar serentak.


"Sekarang kalian boleh duduk," perintah Bu Tessa.


"Baik Bu," jawab sikembar serentak.


"Sekarang ibu akan memberikan kalian soal, karena tadi ibu dengar ada yang meremehkan siswa lain. dan jika kalian bisa menjawab soal tersebut dalam waktu 20 menit maka kalian akan mendapatkan hadiah dari ibu," ucap Bu Tessa.


"Semua itu ibu lakukan semata mata agar kalian bisa introspeksi diri dan tidak meremehkan kemampuan orang lain," kata Bu Tessa lagi.


"Itu mah kecil," kata Ayu dan Mita hampir bersamaan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2