SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Dihadang


__ADS_3

.


.


.


Setelah kejadian tadi, ibu itu masih nampak tidak tenang. Bagaimana tidak, lengah sedikit saja anaknya sudah diculik.


"Bagaimana sekarang?" tanya Ray.


"Mau bagaimana lagi, semua telah terjadi." Roy.


"Setidaknya kita sudah tahu reaksi racun tersebut," Ram.


"Mari kita pulang, sepertinya kemanapun kita pergi selalu ada saja orang jahat," Rakha.


"Benar, di mana mana pasti ada kejahatan, bukan hanya di negara ini saja," Roy.


"Sudah, cepat kita pulang," Ray.


Akhirnya mereka pulang dengan menggunakan skuter mereka masing-masing, tapi baru saja mereka meninggal tempat itu sudah ada dua orang pria berpakaian serba hitam dan bermasker hitam pula, keduanya menghadang sikembar.


"Siapa kalian?" tanya Ray.


Kedua pria itu menyeringai. "kalian tidak perlu tau siapa kami? kami hanya menjalankan perintah."


"Cih ada ada saja pengganggu," ucap Roy.


Mereka yang malas bertele-tele langsung menyerang orang itu secara serentak. Sikembar menyerang keduanya tanpa jeda, ternyata orang yang mereka lawan juga bukan orang sembarangan.


Namun sikembar dengan semangat yang tinggi terus menerus menyerang orang tersebut. Hingga akhirnya keduanya terkapar di tanah.


"Ternyata kita salah memilih lawan," ucap salah satu pria itu.


"Benar kupikir mereka hanya anak kecil yang dengan mudah untuk kita tangkap," ucap pria satunya lagi.


Tanpa berkata apa-apa sikembar segera pergi dari tempat itu meninggalkan dua orang pria yang masih terkapar ditanah. Tidak berapa lama datang empat pria lain yang berpakaian serba tertutup memukul dua pria tersebut hingga pingsan dan kemudian membawanya entah kemana? Yang jelas kedua pria itu tidak akan selamat lagi. Ya keempat orang tersebut adalah pengawal bayangan untuk menjaga sikembar. Mereka jarang muncul dihadapan sikembar kalau sikembar masih bisa mengatasinya sendiri.


"Kenapa selalu saja ada pengganggu?" tanya Roy.


"Makanya kita harus selalu waspada, tapi bagus juga itu bisa melatih fisik kita, jadi tubuh kita tidak kaku. Anggap saja kita lagi latihan beladiri." ucap Ram santai.


"Sepertinya urusan kita memberantas orang jahat tidak akan pernah berakhir," Ren.


"Kamu benar, buktinya selalu saja ada orang jahat disekitar kita," Raffa.


"Aku juga tidak mengerti dengan dunia ini, kenapa banyak sekali orang orang jahat?" Rasya.


Begitulah perbincangan mereka sepanjang perjalanan mereka pulang ke mansion. Darmendra mendapat kabar dari bawahannya bahwa kedua orang tersebut sudah dilenyapkan. Darmendra menatap lurus kedepan sambil menyimpan ponselnya dibalik saku celananya. Darmendra saat ini berada diruang kerjanya.


Sedangkan Diva hanya berdiam diri dikamar, ia sudah cukup kelelahan karena kehamilan nya semakin mendekati hari kelahiran.


Sikembar telah tiba di mansion keluarga Henderson, Sikembar masuk dan bersikap seperti biasa seolah olah tidak terjadi apa-apa, padahal Darmendra sudah mengetahui semuanya.

__ADS_1


Setiap kejadian yang sikembar alami, Darmendra mengetahui semuanya hanya saja ia berpura-pura tidak tahu. selagi putra putranya bisa mengatasinya sendiri.


Sikembar masuk kedalam kamar mereka masing-masing, mereka mandi dan setelah itu mereka menemui Mommy mereka dikamar. Diva tersenyum melihat putranya sudah rapi dan wangi.


"Sini Mommy cium, udah wangi kayanya," ucap Diva sambil melambaikan tangannya agar sikembar mendekat.


Sikembar pun menghampiri Mommy nya, lalu Diva pun mencium pipi putra putranya satu persatu.


"Kalian jarang di mansion sekarang, Mommy jadi kesepian," kata Diva lagi.


"Maafkan kami Mom, kami pikir sudah ada Daddy, Mommy tidak lagi kesepian," Ram.


"Walaupun ada Daddy, tapi Mommy juga butuh kalian," ucap Diva sambil mengelus rambut hitam sikembar.


Mereka kemudian mencium perut Diva secara bergantian, mulai dari Ram sampai yang terakhir Roy.


"Kok dedeknya tidak gerak Mom?" tanya Ram.


"Dedeknya lagi tidur, mungkin dedek ngantuk." ucap Diva.


Tidak berapa lama Darmendra pun masuk kedalam kamar, dilihatnya sikembar sedang duduk berjejer diatas ranjang.


"Daddy dari mana?" tanya Roy.


"Daddy dari ruang kerja ada pekerjaan yang harus diselesaikan." jawab Darmendra, lalu duduk disamping Diva, sikembar terpaksa bergeser sedikit demi memberikan ruang untuk Daddy mereka.


Hari sudah mulai gelap, sikembar sudah kembali kekamar Ray dan berkumpul disana. mereka membahas orang yang tadi menghadang mereka.


"Sepertinya orang itu bukan orang sembarangan, keduanya sangat kuat," ucap Ram.


"Boleh juga, aku juga penasaran mereka bilang suruhan seseorang," Ren.


Lalu sikembar mengeluarkan laptop mereka masing-masing, mereka mencari tahu identitas pria yang menghadang mereka, dengan gerakan lincah tangan mungil mereka menekan keyboard laptop mereka masing-masing, butuh waktu satu jam mereka baru menemukan identitas pria tersebut.


"Serigala hitam," ucap sikembar serentak, dan mereka saling pandang dan mencoba mengingat ingat kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Bukankah kelompok mafia serigala hitam sudah kita kalahkan waktu itu?" tanya Ram.


"Yang kita kalahkan itu baru sebagian, dan sekarang mereka datang untuk membalas dendam," jawab Ray.


Sikembar melanjutkan pencarian mereka untuk mengetahui siapa ketua dari pria tersebut. Butuh waktu berapa menit sikembar akhirnya menemukan ketua dari mereka yang sesungguhnya.


"Nenek sihir yang mengaku ketua serigala hitam ternyata adalah istri dari ketua sesungguhnya," ucap Ram.


"Ini pasti ada kaitannya dengan Opa dan Oma." ucap Ren.


"Bagaimana kalau kita tanyakan langsung pada Opa tentang pria ini?" tanya Rakha.


"Ayo, Opa pasti kenal dengan orang ini," ucap Roy, lalu mereka pun menemui Opanya dikamarnya.


Tok...


Tok...

__ADS_1


Tok...


Sikembar mengetuk pintu kamar Opanya, tak berapa lama pintu kamar pun terbuka.


"Ada apa? tumben kalian kekamar Opa?" tanya Jordan.


"Kami ada sesuatu yang kami tanyakan kepada Opa," ucap Ram, mereka langsung masuk kedalam kamar tersebut.


"Apa yang ingin kalian tanyakan?" tanya Jordan.


"Apa Opa mengenal orang ini?" ucap Ray sambil menyerahkan iPad miliknya kepada Jordan.


"Nathan...? darimana kalian dapatkan ini?" tanya Jordan.


"Kami mencari tahu tentang orang yang menghadang kami tadi," jawab Ram jujur.


"Lalu apa yang kalian dapatkan?" tanya Jordan lagi.


"Ternyata orang yang menghadang kami adalah anak buah dari orang ini, dan setelah kami cari tau ternyata pria tua ini adalah suami dari nenek sihir," Roy.


"Nenek sihir?" kening Jordan mengernyit mendengar nenek sihir.


"Itu nenek yang menyerang kita waktu itu," jawab Ren, barulah Jordan mengerti.


"Opa tau tidak? ternyata lelaki tua ini adalah ketua yang sebenarnya dari kelompok mafia serigala hitam." Rakha.


"Opa, kita harus berhati-hati, mungkin saja mereka mau balas dendam pada keluarga kita," Ray.


Jordan manggut-manggut membenarkan kata kata dari cucunya, "Opa lebih mengkhawatirkan kalian."


"Opa tenang saja, kami bisa jaga diri. walaupun kami kecil tapi kami bukan anak yang lemah," Ram.


"Hmmm, semoga saja kita semua terhindar daripada bahaya," ucap Jordan.


"Aamiin," jawab sikembar serentak.


.


.


.


Mungkin beberapa bab lagi cerita ini akan tamat.


Setelah ini baru aku buat cerita baru masih tentang sikembar hanya saja versi dewasa.


Semoga readers suka dengan karyaku.


Dukung terus ya agar aku semakin semangat untuk menulis.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2