
.
.
.
Setelah selesai mandi sikembar turun untuk makan malam, dimeja makan sudah ada Mommy dan Daddy serta Oma dan Opa mereka. para pelayan juga makan tapi dimeja terpisah, sikembar sudah berulang kali menyuruh mereka untuk makan dalam satu meja bersama sama, tapi mereka sebagai pelayan harus tau diri, walaupun majikan mereka tidak memandang kasta terutama sikembar.
"Kalian mau makan apa?" tanya Diva, saat ia mau melayani sikembar.
"Tidak usah Mommy, kami bisa sendiri Mommy layani saja Daddy." Ram.
"Baiklah kalau begitu, tapi nanti kalau mau apa apa beritahu Mommy ya," Diva.
Sikembar diam dan hanya mengangguk saja, karena sewaktu makan mereka tidak berbicara, setelah selesai makan sikembar kembali kekamar mereka masing-masing.
Diva dan Darmendra juga masuk kedalam kamar mereka, biasanya mereka akan berkumpul lebih dulu, tapi kali ini tidak. Mereka ingin beristirahat karena capek setelah seharian jalan jalan dan juga sehabis pertarungan.
"Sayang, kamu pasti capek ya?" tanya Darmendra.
"Iya hubby, maaf ya hubby malam ini jangan dulu ya," Diva.
"Gak apa apa sayang, aku juga capek kok kita tidur aja ya," Darmendra.
Lalu mereka pun tidur sambil berpelukan, dan tidak ada adegan naik naik kepuncak gunung.
.
Sikembar sudah melakukan aktivitas mereka seperti biasa, hari ini mereka sedang berangkat ke sekolah bersama Agus sang sopir. Diva juga sudah kembali bekerja, meskipun dilarang tapi Diva tetap bersikeras mau bekerja, karena baginya kalau diam di mansion tidak melakukan apa-apa terasa sangat membosankan. akhirnya Darmendra pun mengizinkan dengan catatan tidak boleh terlalu lelah dan memaksakan diri. Darmendra juga kembali ke kantor setelah beberapa hari ini selalu bekerja di mansion.
"Tuan, ini berkas yang harus ditandatangani dengan cepat," ucap Robert.
"Hmmm, letakkan saja disitu sebentar lagi akan saya tandatangani." Darmendra.
Robert pun keluar dari ruangan tersebut, sedangkan Darmendra memeriksa berkas yang telah diberikan oleh Robert, Darmendra sangat teliti dalam urusan pekerjaan salah sedikit saja maka akan berdampak pada perusahaan, Darmendra harus secepatnya menyelesaikan semua pekerjaan karena ia akan menjemput istrinya.
...****************...
Hari hari berlalu kini tiba waktunya hari pernikahan Anisa dan Rivaldo, Darmendra dan Diva hadir diacara ijab kabul mereka berdua, saat ini empat sahabat itu sedang berada didalam kamar dimana Anisa sedang dirias.
"Serius Div kamu hamil lagi?" tanya Aryana, Diva pun mengangguk.
__ADS_1
Ada kabar gembira gak dikasih tau sama teman," Adefa.
"Aku gak kasih tau pun kalian bisa tau sendiri," Diva.
"Itu karena Nisa yang beritahu, kalau gak mana mungkin kami tahu." Aryana.
"Nisa juga bilang kalau kamu hamil anak kembar lagi, beruntung banget sih rahim lu bisa menampung anak kembar," Adefa.
"Enak aja bilang menampung, emang rahim ku apaan?" Diva.
"Kami iri loh sama lu Div, sekali melahirkan langsung dapat anak kembar," Aryana.
"Kalian pikir gampang?" Diva.
"Tapi lu memang beruntung Div, masih kecil aja udah mandiri, gimana nanti kalau udah gede?" Nisa.
"Oh ya, ngomong ngomong bagaimana lu bisa bertemu dengan Darmendra, setau gue lu gak pernah pacaran." Aryana.
"Ah sudahlah gak usah dibahas soal itu, rezeki jodoh dan maut kita tidak ada yang tau. seperti kalian, apa kalian pernah terpikirkan akan berjodoh dengan pasangan kalian yang sekarang?" tanya Diva hingga membuat ketiganya bungkam. mereka diam sejenak memikirkan apa yang dikatakan oleh Diva ada benarnya.
"Iya, gue gak pernah berpikir akan bertemu dengan mas Aldo dan menikah dengannya," Anisa.
"Nah itu kalian tau, jadi kalian bisa pikirkan sendiri, dan aku gak perlu menjawab pertanyaan dan rasa penasaran kalian, kemarin adalah masa lalu, hari adalah kepastian dan esok adalah masa depan. adakah diantara kalian yang bisa memastikan besok apa yang akan terjadi?" Diva.
Sementara dibawah, acara ijab kabul sedang berlangsung, setelah terdengar kata sah dari para saksi akhirnya Rivaldo Bernafas lega, Anisa digiring oleh para sahabatnya menuju lantai bawah. dimana ada pengantin pria.
"Ehhem," Darmendra berdehem saat Rivaldo memandang Anisa tanpa berkedip.
"Apaan sih, ganggu kesenangan aja," Rivaldo.
Jhon dan Robert terkikik geli melihat tingkah sahabatnya itu.
"Bro lihatnya jangan gitu juga kali?" Robert.
"Huh, tunggu giliran kalian, biar kalian merasakan gimana rasanya ada diposisi ku saat ini," Rivaldo.
Perdebatan mereka terhenti saat Anisa sudah berada didekat Rivaldo, Rivaldo menyarungkan cincin Kejari Anisa begitu juga Anisa kemudian Anisa mencium tangan suaminya dan Rivaldo mencium kening istrinya.
"Siap siap nanti malam ya?" Rivaldo berbisik ditelinga Anisa, Anisa yang malu-malu hanya tertunduk. wajahnya sudah memerah, beruntung ia memakai eyeshadow jadi tidak begitu ketara.
Tamu yang hadir dipersilahkan untuk menyantap hidangan, sedangkan Diva entah kenapa ia tidak mau makan, padahal biasanya paling doyan makan, karena katanya semua makanan yang ada disini tidak sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
"Sayang kamu mau makan?" tanya Darmendra, Diva pun menggeleng.
"Kenapa?" tanya Darmendra lagi.
"Gak ada yang sesuai keinginan ku hubby," rengek Diva.
"Sayang mau makan apa? nanti lapar loh kalau tidak makan?" Darmendra.
"Aku mau makan soto daging sapi bersama sikembar," Diva.
"Sikembar kan tidak ikut sayang, apa perlu kita jemput mereka?" Darmendra.
"Yuk hubby kita jemput mereka," ajak Diva lalu menarik tangan Darmendra.
"Sayang kita pamitan dulu sama yang punya acara," Darmendra.
Kemudian Darmendra dan Diva pun pamit, dan menjelaskan bahwa Diva mau makan makanan yang lain. Tuan rumah pun memaklumi sikap ibu hamil yang bisa saja dalam hitungan detik berubah ubah.
Kemudian keduanya masuk kedalam mobil, Darmendra mengendarai mobilnya dengan santai tidak terlalu terburu buru, ia juga takut calon bayinya kenapa kenapa, padahal calon bayinya sangat kuat jangankan naik mobil fighting aja bisa.
Tidak berapa lama Darmendra dan Diva pun tiba di sekolah sikembar, keduanya menunggu didepan gerbang sekolah. Diva celingukan mencari cari sikembar, tapi belum keluar. para murid berlomba untuk keluar sedangkan sikembar santai saja, seketika Diva tersenyum kala melihat sikembar keluar dari sekolah dengan tertib tidak seperti teman temannya yang main terobos saja.
"Mommy, Daddy," panggil sikembar, barulah mereka berlarian menghampiri mobil Daddy nya.
"Cepat masuk, Mommy kalian ngajak makan soto daging," Darmendra.
"Benarkah Mom?" tanya Ram dengan antusias, Diva hanya mengangguk.
Lalu mereka pun bergegas masuk, Darmendra segera menjalankan mobilnya mencari makanan yang diinginkan oleh Diva.
Didalam mobil, sikembar lah yang paling antusias bercerita tentang ini itu. terkadang Darmendra menanggapinya dengan senyum saja.
"Nanti malam kalian mau ikut gak?" tanya Darmendra.
"Ikut dong," jawab sikembar serentak.
Ya nanti malam adalah acara resepsi pernikahan Anisa dan Rivaldo.
.
.
__ADS_1
.