SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Mengunjungi panti asuhan.


__ADS_3

.


.


.


Sikembar begitu antusias memilih pakaian, ada juga pakaian baby. pakaian anak perempuan juga mereka pilih.


Setelah selesai mereka pun membayar masing-masing belanjaan mereka. pelayan toko dan penjaga kasir melongo melihat sikembar membayar dengan menggunakan blackcard. batin penjaga kasir menjerit melihat anak sekecil itu masing-masing punya kartu hitam milik pribadi.


"Aaaaaa, kalau aku punya kartu hitam itu satu saja, aku tidak akan kekurangan uang," batin penjaga kasir.


Ram yang terakhir membayar, dan menyerahkan blackcard miliknya kepada penjaga kasir. Pelayan toko dan penjaga kasir tersenyum senang karena mereka akan mendapatkan bonus dari bos mereka.


Kini mereka sudah selesai, dan belanjaan mereka pun sudah diantar kemobil oleh pelayan toko. Sikembar selalu sedia uang cash yang banyak didalam tas ransel milik mereka masing-masing, karena sewaktu waktu mereka bisa membantu orang dengan uang tersebut. Hanya begitulah cara mereka berbagi.


"Hubby, lapar." rengek Diva, Darmendra akhirnya mengajak mereka untuk makan.


Mereka memilih restoran seafood, karena itu makanan kesukaan sikembar. Saat masuk tiba tiba Diva merasakan mual mencium aroma masakan di restoran tersebut. Padahal dapur restoran lumayan jauh dari mereka, tapi Diva sudah mencium aroma masakan itu.


"Hubby jangan disini, aku mual pengen muntah," bisik Diva, takut terdengar oleh pelanggan yang makan ditempat ini.


"Baiklah kita pindah, sikembar Daddy minta maaf tidak jadi makan disini, Mommy kalian pengen muntah." ucap Darmendra.


"Kami tidak apa-apa Dad," Ren.


"Kalau begitu kita ketempat lain saja ya?" Darmendra.


Mereka pun pergi dari situ dan masuk ke restoran lainnya, ternyata Diva tidak bisa diajak kompromi lagi lagi ia mual. akhirnya mereka pun tidak jadi makan.


"Kita cari tempat lain aja deh, mungkin ada yang Mommy suka," Ram.


Mereka pun pergi dari mall tersebut dan menuju panti asuhan yang akan mereka datangi. mobil melaju dengan kecepatan sedang.


"Mommy, kalau adek kembar juga gimana?" tanya Ram.


"Gak gimana gimana? apa kalian tidak suka punya adik kembar?" tanya Diva balik.


"Suka Mom, aku mau adek cewek aja." Ram.


"Adik cewek ataupun adik cowok itu sama saja, yang penting kalian saling sayang menyayangi antara satu dengan yang lain, dan sesama saudara tidak boleh berantem," Diva.


"Tapi tadi aku melihat baju anak cewek, cantik deh. kayanya kalau untuk adek sepertinya lucu." Ram.


"Hubby, aku mau makan disitu," tunjuk Diva pada salah satu rumah makan.

__ADS_1


Cukup ramai pengunjungnya dan itu menarik perhatian Diva. Darmendra pun memarkirkan mobilnya tidak jauh dari rumah makan tersebut. mereka keluar dari mobil dan berjalan memasuki rumah makan tersebut.


"Selamat datang tuan, nyonya silahkan." sapa pelayan itu ramah.


"Hmmm " sahut Darmendra.


Mereka dituntun menuju kursi panjang yang bisa menampung banyak orang. sikembar melihat sekeliling warung makan tersebut, dan memperhatikan orang orang yang sedang makan.


"Kamu tidak mual, sayang?" tanya Darmendra sambil berbisik.


"Tidak hubby, bahkan bau masakannya membuat aku semakin lapar." Diva.


"Daddy lupa bawa uang cash, kalian ada punya uang cash?" tanya Darmendra pada sikembar.


"Kami selalu sedia uang tunai Dad, karena sewaktu waktu pasti akan berguna." Ren.


"Bagus lah kalau begitu," Darmendra.


"Silahkan Tuan dan nyonya mau pesan apa?" tanya pelayan sambil menyerahkan buku menu. Darmendra, Diva dan sikembar melihat lihat menu yang ada di rumah makan tersebut. Sikembar menunjuk nunjuk menu tanpa menyebutkan namanya. dan pelayan pun mencatat pesanan mereka. setelah itu pelayan pun berlalu.


"Daddy pernah makan disini?" tanya Roy.


"Belum pernah, melihat banyak pengunjung sepertinya makanan disini enak." jawab Darmendra.


Sekitar 30 menit pesanan mereka pun datang, karena pesanan mereka banyak jadi tidak bisa seorang diri mengantarnya. ada salah satu pengunjung diam diam mengambil foto sikembar dan menguploadnya ke sosial media. Hanya dalam sekejap rumah makan tersebut dibanjiri pengunjung, mereka rela datang hanya untuk melihat sikembar dari dekat.


"Sudah biarkan saja," Ray.


"Mereka mau makanlah, Roy." Rakha.


"Aku yakin karena ada kita deh," Ram.


"Dih pede banget kamu Ram," Raffa.


"Sudah makan saja jangan pedulikan mereka." Rasya.


"Benar tuh, yang penting mereka tidak menggangu kita," Ren.


Mereka melanjutkan makannya, sedangkan Diva sudah nambah lagi dan lagi. Darmendra sampai geleng-geleng melihat tingkah Diva makan, seperti tidak makan berhari hari.


Setelah selesai makan, Ram membayar semua yang mereka makan.


"Berapa kak?" tanya Ram.


"250 ribu dek," jawab pelayan itu.

__ADS_1


Ram memberikan uang seratus ribu tiga lembar, "Kembaliannya buat kakak saja,"


"terimakasih dek," ucap pelayan itu dengan senang hati.


Darmendra, Diva dan sikembar sudah kembali kemobilnya. sekarang mereka akan menuju panti asuhan.


Sesampainya di panti asuhan, mereka disambut dengan hangat oleh pemilik panti. Darmendra dan Diva berbincang bincang dengan ibu Susi pemilik panti tersebut. sedangkan sikembar bermain dengan anak anak panti. Ram membagi bagikan uang kepada anak anak panti tersebut. dan diikuti oleh saudara saudaranya juga memberikan uang seratus ribu perorang. Alangkah senangnya anak anak panti dengan uang tersebut, mereka mengucapkan terimakasih dan Alhamdulillah. Kemudian sikembar juga membagikan pakaian yang tadi mereka beli.


Sementara Darmendra menyumbangkan uang untuk membantu anak anak, Darmendra dapat uang dari sikembar saat dimobil tadi.


"Gimana anak anak sudah selesai?" tanya Darmendra.


"Kalau sudah mari kita pulang." Diva.


Sikembar pun pamit kepada mereka. dan berkata bahwa lain kali akan kesini lagi membawa mainan untuk mereka. Darmendra dan Diva juga pamit kepada Bu Susi.


Sikembar melambaikan tangan kepada anak anak saat mobil mereka mulai bergerak. jalanan cukup senggang jadi mereka tidak terkena macet.


Mereka sampai di mansion hari sudah sore sebentar lagi magrib. sikembar langsung masuk dan melihat Oma dan Opanya ada diruang tamu, sikembar menyalami Oma dan Opanya setelah itu mereka langsung menuju kamar mereka masing-masing.


"Mommy, aku mau istirahat dulu ya," Diva.


"Iya istirahatlah sayang," Vera.


Darmendra dan Diva menuju lift untuk naik keatas. sesampainya didepan kamar mereka, Diva langsung masuk kedalam kamar mandi. karena seharian ia tidak mandi, hanya tadi pagi saja Diva mandi.


Sedangkan dikamar sikembar, mereka berkumpul didalam kamar Ray.


"Bagaimana kalau kita menciptakan sebuah alat yang bisa mendeteksi keberadaan orang walaupun tanpa alat pelacak ditubuhnya?" Ray.


"Boleh juga tuh, dengan begitu kita bisa melacak orang yang kena culik atau yang semacamnya." Ren.


"Kalau begitu hari Minggu ini kita membuatnya," Roy.


"Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja." Rasya.


"Benar, sebaiknya kita persiapkan diri untuk menolong orang dimasa depan." Rakha.


"Ya sudah, sekarang kita istirahat, aku rasanya capek banget." Ram.


Lalu mereka pun tidur dikamar masing-masing padahal masih awal dan belum terlalu malam.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2