SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
weekend


__ADS_3

.


.


.


Jordan dan Vera di antar oleh manager hotel sampai kekamar mereka, Jordan menyewa presidential suite room untuk mereka malam ini. uang ratusan juta tidak ada apa apanya bagi seorang Jordan Henderson. Keduanya masuk dan langsung beristirahat sejenak sebelum mereka mandi, lalu mereka memesan pakaian secara online untuk pakaian ganti mereka. Malam ini akan mereka habiskan untuk memadu kasih mendaki puncak tertinggi yang akan menguras keringat dan energi mereka.


Keesokan harinya...


Sikembar sudah terbangun jam 5 pagi, seperti biasa weekend ini mereka akan pergi berjoging kali ini mereka menggunakan skuter yang mereka ciptakan sendiri, lengkap dengan senjata rahasia dan kecepatan bisa disetel sedemikian rupa kalau kalau ada bahaya yang mengintai mereka, juga skuter tersebut bisa dilipat agar mudah disimpan didalam tas ransel milik mereka.


( Seven R memang tidak ada lawan)


Mereka keluar dari mansion setelah berpamitan kepada pelayan, karena Mommy mereka belum keluar dari dalam kamar, sedangkan Oma dan Opanya masih tepar dikamar hotel tempat mereka menginap.


Sikembar juga izin kepada penjaga gerbang mansion ini. pintu gerbang pun dibuka, sikembar dengan skuter mereka masing-masing segera berlomba menuju taman tempat biasa mereka datangi kalau setiap akhir pekan.


"Siapa yang dulu datang ketempat, maka dialah pemenangnya dan siapa yang kalah akan mentraktir semua orang yang ada ditaman tersebut." ucap Ram dengan lantang.


"Oke, kalau begitu kita setuju," Ren.


Dalam hitungan ketiga mereka pun mulai berlomba, saat ini mereka seimbang tidak ada yang ketinggalan, tapi saat saat diakhir dan hampir mencapai finis Ram tersandung dan terjatuh sehingga dialah yang kalah.


"Ahhh...! kenapa pake acara kesandung sih? kan jadi kalah aku nya?" Ram nyerocos tidak jelas.


"Sekarang siapa yang buat peraturan maka akan menepati janjinya," Ren.


"Makanya jangan sok jago," Roy.


"Baiklah, baiklah sesuai dengan janji akan aku tepati," Ram


"Nah gitu dong, lelaki sejati harus berpegang pada prinsip dan juga janji," Rakha.


"Halo everybody perhatian semuanya," ucap Ram, orang orang yang ada disitu menoleh dan penasaran dengan apa yang bocah itu ingin umumkan.


"Perhatian semuanya yang ada disini, saya akan mentraktir kalian semua untuk makan sepuasnya di warung sebelah sana. terserah kalian mau makan apa?" ucap Ram dengan suara lantang.


Orang orang yang ada ditaman itu begitu senang, jarang jarang makan gratis pikir mereka. kebetulan dekat tempat itu ada jual bubur ayam, nasi goreng, mie ayam, bubur kacang hijau. jadi terserah ingin memilih yang mana, mau semuanya juga bisa asalkan muat diperut mereka.

__ADS_1


Penjual tersebut begitu sibuk melayani orang orang yang sudah ngantri.


"Berapa semuanya kalau diborong, paman?" tanya Ram.


"2, 5 juta den," jawab penjual itu.


Begitu juga dengan penjual yang lain semua Ram yang borong habis. penjual itu merasa sangat senang, selama ini dagangan mereka lama baru habis, tapi kali ini hanya dalam beberapa jam sudah ludes semua. hingga mereka punya banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing.


Sedangkan sikembar sedang berlari keliling taman tersebut tanpa menghiraukan orang orang yang sedang makan, toh semua sudah dibayar lunas oleh Ram.


"Kalian tidak ikut makan?" tanya Ray saat mereka sudah selesai joging, dan sekarang mereka sedang duduk diatas rumput.


"Nanti saja di mansion, kalau makan disini terus dibawa lari lari nanti bisa begah," Ram.


"Benar, lebih baik seperti ini saja," Ren.


Mereka mengeluarkan air mineral yang mereka bawa dari mansion dan meminumnya.


"Apakah kamu ikhlas, Ram?" tanya Raffa.


"Sudah pasti aku ikhlas, walaupun hanya kalah taruhan tapi tidak ada alasan untuk tidak ikhlas, semua yang telah aku berikan aku ikhlas," ucap Ram panjang lebar.


"Aku menggerutu karena aku kesandung terus jatuh, bukan karena tidak ikhlas untuk memberi mereka semua.


"Ya sudah sekarang kita pulang saja, kalian mau kemana lagi setelah ini?" tanya Rasya.


"Aku pengen ke mall aja nanti," Ren.


"Kita ikut dong," Rakha.


"Ya sudah kita ajak Mommy, pasti Mommy tidak akan menolak," Ram.


Yang paling dekat dengan Diva adalah Ram, karena ia yang paling manja dan juga paling cerewet diantara saudara saudaranya yang lain. bahkan Ram tidak segan segan minta dipangku oleh Diva, sekarang Diva sudah hamil jadi Ram tidak pernah lagi bersikap seperti itu. Lalu mereka pun pulang lewat jalur tadi yang mereka lewati.


"Mau lomba lagi gak?" tanya Roy seolah menantang.


"Gak ah kakiku masih sakit," Ram.


Mendengar saudaranya sakit, Ray segera melihat kaki Ram, dan benar saja lutut Ram berdarah karena terjatuh tadi.

__ADS_1


"Kenapa gak bilang dari tadi? kalau Mommy tau bisa marah nanti," Ray.


"Tadi tidak terlalu sakit, tapi setelah dibawa lari lari jadi sakit," ucap Ram.


Ray segera mengobati luka dilutut Ram, beruntung mereka selalu sedia obat atau salep juga sejenisnya jadi bila ada yang terluka walaupun dimana mereka berada bisa langsung diobati.


Setelah selesai diobati, mereka kembali dengan skuter mereka masing-masing, tapi saat dijalan ada saja orang mencari masalah dengan mereka, empat orang pemuda pengangguran yang kerjanya membegal orang, keempatnya mengendarai sepeda motor dan berhenti didekat sikembar.


Dua orang turun dari motor mereka, dan dua orang lagi standby untuk segera lari setelah mendapatkan harta dari korbannya. sikembar tentu tidak tinggal diam.


"Mau apa kalian?" tanya Ray dengan tatapan mata seperti elang.


"Serahkan uang kalian, kami tau kalian banyak uang dan tadi kami melihat kalian mentraktir semua orang di taman itu.


Pembegal tau, Ram mentraktir semua orang karena pembegal juga ada disitu ikut makan bersama orang orang yang ada di taman tersebut.


Sikembar bukannya takut, malah mereka berpencar mengelilingi keempat orang itu, Ram mendekati motor mereka dan menempelkan permen karet yang telah dikunyah nya. Pembegal itu tidak menyadari kalau kedua buah motor mereka sudah ditempelkan permen karet.


"Kalian hanya empat orang ingin melawan kami?" tanya Roy.


"Kalian kalah jumlah dari kami," Raffa.


Ram memberi kode untuk mereka menjauh, mereka menaiki skuter mereka masing-masing, pembegal itu sontak naik ingin mengejar sikembar, kedua temannya pun naik keatas motor, saat mereka hendak menghidupkan motor mereka dan tiba tiba...


Duar... Duar, dua ledakan sepeda motor secara bersamaan, keempat orang tersebut terlempar dengan luka cukup serius. Luka akibat ledakan dan luka akibat terlempar dari motor tersebut dan serpihan motor juga mengenai tubuh mereka.


Sikembar pun menyeringai dan berlalu dari tempat itu seolah olah tidak terjadi apa-apa. Kebetulan teman kejadian itu sepi, tapi karena terdengar bunyi ledakan membuat orang orang berhamburan ketempat kejadian, dan mereka melihat empat orang yang biasa malak, sudah terkapar dengan luka serius dan tidak sadarkan diri. tidak ada yang tau penyebabnya, tapi ada yang bersyukur bahwa keempat orang itu mendapat celaka atas perbuatan mereka.


.


Mohon maaf sebelumnya kalau ceritanya hanya bertumpu pada tokoh utamanya saja.


Dan kalau ada yang bertanya, kenapa orang orang yang pernah ditolong oleh sikembar tidak dimunculkan lagi?


Jawabannya karena mereka hanya pemeran figuran dan sengaja tidak dimunculkan lagi, takutnya ceritanya nanti malah berbelit-belit. anggap saja hidup mereka sudah lebih baik setelah ditolong sikembar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2