SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Hubby I Love you.


__ADS_3

.


.


.


Hari ini Darmendra bekerja di mansion, entah kenapa tiba-tiba Diva tidak mau suaminya pergi kekantor. Diva juga terasa malas hendak kekantor.


"Sayang ada apa hmmm?" tanya Darmendra, Diva menggeleng.


"Bicaralah sayang mungkin kamu butuh sesuatu?" Darmendra.


"Aku hanya ingin dekat dekat dengan hubby," Diva.


"Tapi aku harus kekantor sayang, ada meeting hari bersama klien," Darmendra.


"Bisakah ditunda hubby?" tanya Diva.


Namun belum sempat Darmendra menjawab, ponsel Darmendra pun berdering. Darmendra segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo tuan, rapat dengan klien dari China dibatalkan," ucap Robert dari seberang sana.


"Kenapa? apakah mereka juga membatalkan kerjasama kita?" tanya Darmendra.


"Tuan, saya dapat informasi kalau perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita adalah ilegal, dan sekarang orang tersebut sudah ditangkap polisi karena melakukan penipuan." jawab Robert.


"Hmmm, dari mana kamu dapat informasi tersebut?" tanya Darmendra.


"Dari hacker misterius tuan, dan setelah saya selidiki ternyata informasi yang diberikan oleh hacker misterius itu adalah benar," Robert.


"Baiklah kalau begitu, sekarang aku beri kamu cuti 2 hari untuk bersama tunanganmu." Darmendra.


"Terimakasih tuan, pucuk dicinta ulam pun tiba," tanpa sadar Robert berteriak hingga Darmendra menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Heh, kau ingin membuatku tuli ya? teriak sembarangan." Darmendra.


"Maaf Tuan, saya terlalu gembira." ucap Robert lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Ada apa hubby?" tanya Diva.


"Apakah ini pekerjaan sikembar?" Darmendra balik bertanya.


"Maksudnya?" tanya Diva bingung.


"Klien yang akan kami temui ternyata penipu, dan sekarang sudah ditahan polisi. aku curiga ini ulah sikembar membongkar kejahatan orang itu." Darmendra.


"Kenapa hubby berkesimpulan seperti itu?" tanya Diva.


"Robert mendapat informasi dari hacker misterius, dalam dunia ini siapa lagi kalau bukan sikembar yang paling jago dalam masalah hacker, bahkan perusahaan J H company saja bisa mereka tembus katanya lagi sistem keamanan perusahaan ku lemah." Darmendra.


"Bisa jadi sih, soalnya sejak usia mereka 3 tahun sudah bisa membobol perusahaan orang lain, aku pikir mereka hanya bermain game ternyata mereka membobol perusahaan yang melakukan kecurangan hingga perusahaan itu bangkrut." Diva.


Darmendra terkejut dengan kemampuan anak anaknya, ia tidak menyangka akan mempunyai anak anak sehebat itu. Darmendra juga termasuk orang jenius yang mempunyai IQ 180, ternyata putra putranya melebihi kemampuan dari apa yang ia bayangkan. IQ 260 yang dimiliki sikembar sudah termasuk IQ tertinggi di dunia. Darmendra hanya geleng-geleng kepala membayangkan kejeniusan sikembar.

__ADS_1


"Nanti saja aku tanyakan kepada mereka," batin Darmendra.


Darmendra saat ini sedang berada diruang kerjanya, Darmendra duduk di kursi ruang kerjanya, Diva tiba tiba bersikap manja dan duduk dipangkuan Darmendra.



"Hubby I Love you, Ucap Diva, Darmendra melihat wajah Diva dengan seksama, seakan tidak percaya untuk pertama kalinya ia mendengar Diva mengatakan kalimat itu.


"I Love you more." jawab Darmendra sambil tersenyum.


Darmendra mengelus perut Diva yang sudah menonjol, padahal kehamilan Diva baru masuk dua bulan tapi perutnya sudah seperti hamil empat bulan.


"Hubby, kalau kita punya anak cewek gimana?" tanya Diva.


"Bagus dong, sikembar sudah ada cowok sekarang adiknya biar cewek." Darmendra.


"Hubby sudah menyiapkan nama untuk calon baby?" tanya Diva.


"Sudah kalau untuk cewek, tapi kalau untuk anak cowok belum," jawab Darmendra santai.


"Kok hanya untuk anak cewek? bagaimana kalau anak kita ternyata cowok?" tanya Diva.


"Kalau itu nanti saja kita pikirkan, setelah anak kita lahir." Darmendra.


"Hmmm, jam berapa sekarang?" tanya Diva.


Darmendra melihat jam tangannya, "jam 10 pagi."


"Mommy ada kan?" tanya Diva, lalu ia bangkit dari duduknya tapi ditahan oleh Darmendra sehingga ia kembali terduduk dipangkuan Darmendra.


"Aku mau makan kek red Velvet," jawab Diva.


"Lalu hubungannya dengan Mommy apa? ingin dibuatin sama Mommy?" tanya Darmendra sambil mengelus perut Diva.


"Tidak, aku ingin beli sendiri." Diva.


"Terus?" tanya Darmendra lagi.


"Gak apa apa sih, cuma pengen itu aja." Diva.


"Kalau begitu ayo kita beli Dedek baby mau makan kek red Velvet," ujar Darmendra.


Lalu keduanya pergi, sebelum itu mereka berpamitan kepada Vera dan Jordan yang sedang menonton televisi diruang tengah.


Darmendra membawa mobil besar karena sekalian ingin menjemput sikembar.


"Hubby jangan lupa bawa uang cash, siapa tau nanti diperlukan?" Diva mengingatkan.


"Iya gak bakalan lupa lagi." Darmendra.


Darmendra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, jalanan cukup senggang saat ini. hingga tidak berapa lama mereka tiba di toko kue yang terkenal di kota ini. Diva langsung masuk dan melihat lihat kue yang ingin ia beli.


"Ada yang bisa saya bantu kak," sapa pelayan toko itu ramah.

__ADS_1


"Saya mau red Velvet cake coklat, dan red Velvet cake cheese." Diva. pelayan itu mengambilkan pesanan Diva dan membungkusnya dengan rapi. Setelah selesai pelayanan itu memberikannya kepada Diva.


Pelayan itu curi curi pandang kearah Darmendra, tapi Darmendra tidak menoleh sama sekali bahkan tidak menggubris saat pelayan itu cari perhatian kepada Darmendra.


Diva membawa kue tersebut kekasir untuk melakukan pembayaran. saat tiba di depan kasir.


"Kak Diva? Kak Diva kan?" tanya penjaga kasir.


"Maaf siapa ya?" tanya Diva kembali.


"Kak Diva tidak ingat aku? tetangga kakak dulu waktu dikampung. sejak kakak dan orang tua kakak pindah kita tidak pernah lagi bertemu." ucap penjaga kasir tersebut.


"Kamu Gadis?" tanya Diva, merasa mengingat hanya Gadis yang lebih dekat waktu ia sama sama masih kecil. umur mereka tidak beda jauh hanya beda beberapa bulan saja, tapi Gadis memanggil Diva dengan sebutan kakak.


"Kamu bekerja disini?" tanya Diva lagi.


"Ini toko milik saya kak, sejak orang tua saya meninggal, saya dibawa ke kota oleh orang tua angkat saya." ucap Gadis.


"Ini kenalkan suami saya Darmendra," Diva mengenalkan suaminya.


"Kok wajah nya familiar, mirip anak kembar tujuh itu loh," ucap gadis.


Diva tertawa, "memang dia Daddy sikembar."


"Hah... jadi mereka itu anak kakak?" tanya Gadis syok.


"Iya mereka anak anak kami," Darmendra.


"Aaaaa, jadi yang saya idolakan saat ini adalah ponakan sendiri," pekik Gadis. Darmendra dan Diva hanya tersenyum.


"Iya sekarang mereka sebentar lagi punya adik," ucap Diva, Gadis spontan menoleh kearah perut Diva.


"Hah... berapa bulan kak?" tanya Gadis.


"Baru 2 bulan," jawab Diva.


"Tapi kaya 4 bulan." Gadis.


"Kembar lagi, kali ini tiga." Diva.


"Masya Allah kembar lagi? kalau begitu kali ini saya kasih free untuk kakak," Gadis, Belum sempat Diva menjawab ada suara memanggil.


"Sayang," suara yang terasa tidak asing bagi Diva dahulu.


Diva dan Darmendra menoleh ke asal suara tersebut.


"Sayang kamu datang?" tanya Gadis, pria itu mengangguk.


"Aku sengaja menemuimu," ucap pria itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2