
.
.
.
Akhirnya acara pun usai, semua orang pun pulang kekediaman masing-masing.
"Kalian sebentar lagi masuk SMA, bagaimana perasaan kalian?" tanya Darmendra.
"Biasa saja," jawab Ray.
"Kalau bisa kami mau langsung kelas 12 saja," jawab Roy.
"Kalau soal itu kita perlu berbincang dengan Mommy kalian, semua keputusan ada padanya." jawab Darmendra, sikembar hanya terdiam karena itu adalah kelemahan mereka.
Tidak berapa lama kemudian mereka pun tiba di mansion, Darmendra memarkirkan mobilnya di garasi. sikembar buru buru turun dari mobil dan berlari menuju kamar mereka masing-masing.
"Jangan lupa mandi dulu sebelum menyentuh adik kalian," teriak Vera, karena sikembar sudah menjauh darinya.
"Yes Oma," jawab sikembar serentak.
Vera dan Jordan pun langsung kekamar mereka, Darmendra juga langsung kekamar mereka sebelum menemui istrinya yang sudah pasti di kamar baby Angel. Darmendra langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, Setelah itu barulah ia kekamar baby Angel.
Darmendra membuka pintu dengan perlahan takut membangunkan baby Angel, ternyata dia salah didalam kamar itu sudah ada sikembar yang sedang menimang adiknya.
"Sudah jangan diganggu adik nanti mereka terbangun." ucap Diva.
"Kapan kami bisa bermain dengan adik? adik kok siang malam tidur terus?" tanya Ram.
"Nanti kalau mereka sudah umur 2 atau 3 bulan, maka adik akan senang untuk bermain," jawab Diva.
"Kalian belum tidur?" tanya Darmendra.
"Kami mau tidur disini saja, boleh kan Mom?" tanya Ram.
"Boleh, nanti kita tidur ramai ramai," jawab Diva.
Darmendra nampak lesu mendengar sikembar akan tidur bersama mereka, padahal niatnya ingin tidur memeluk istrinya, sepertinya harus dipending dulu deh.
Keesokan harinya...
Seperti biasa sikembar selalu terbangun jam 5 pagi, hari ini mereka akan pergi berjoging ketaman. Penghuni mansion masih belum terbangun, hanya pelayan yang sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Tidak lupa sikembar pamit kepada pelayan karena Mommy, Daddy, Oma dan Opanya belum bangun. Setelah berpamitan mereka pun keluar dari mansion dengan memakai skateboard, karena jalanan cukup senggang jadi mereka melakukan atraksi dengan menggunakan skateboard. Dan tidak sengaja aksi mereka direkam oleh seorang YouTubers dan diunggah ke media sosial.
"Bakal viral nih," kata Yutuber tersebut sambil tersenyum senang. Niatnya mau jalan jalan gak taunya melihat ada atraksi bocah kembar tujuh dengan skateboard mereka.
__ADS_1
"Kesempatan sudah didepan mata," pikir Yutuber tersebut.
Sedangkan sikembar yang memang tidak menyadari aksi mereka direkam bahkan disiarkan langsung tentu menuai pujian dari netizen. Seketika itu juga unggahan tersebut ditonton oleh jutaan orang.
"Bagaimana kalau kita lomba, siapa yang paling lihai dalam atraksi tersebut maka ia pemenangnya," ucap Ram.
Yutuber itu semakin bersemangat untuk merekam aksi mereka. Ram melihat kearah Yutuber tersebut, tapi Ram tetap dengan aksinya dan tidak peduli sama sekali.
"Kita direkam mungkin dia seorang Yutuber," ucap Ram kepada saudara saudaranya.
"Biarin aja, biar dia jadi kaya karena memposting video kita," ucap Roy dengan santai.
"Udah yuk," ajak Ren, agar saudara saudaranya berhenti dari atraksi mereka.
"Ehh tunggu, lihat itu," tunjuk Ram pada seseorang yang terjatuh dan meraba raba tongkat kayu miliknya.
Ram segera menghampiri orang tersebut yang ternyata buta, Ram segera menolong orang tersebut.
"Paman tidak apa-apa?" tanya Ram, sambil menyerahkan tongkat kayu kepada orang tersebut.
"Uangku diambil orang, semua hasil aku mengemis hilang sudah," ucap pria itu.
"Paman pulang kemana? biar kami antar," tanya Ram.
Yutuber masih merekam sikembar, semakin banyak pengikut Yutuber tersebut, apalagi dengan aksi sikembar menolong orang buta itu.
"Rumahku di gang situ," jawab orang tersebut, meskipun ia buta tapi dia tau jalan pulang kerumahnya.
Komentar komentar dari netizen terus menerus masuk ke akun Yutuber tersebut. Banyak pujian untuk sikembar dari para netizen.
"Sini rumahku," kata orang itu saat sudah tiba digubuk kumuh dengan atap seng bekas dan dinding triplek.
Sikembar melihat sekeliling hanya rumah ini yang terlihat berbeda dari yang lain. sikembar seketika saling pandang, Ram memberi kode pada saudaranya, dan ajaibnya saudaranya langsung mengerti, kebetulan tadi didepan ada minimarket jadi Roy dengan Ren segera pergi kesana.
Tidak berapa lama Roy dan Ren membawa plastik berisi makanan, roti dan juga minuman.
"paman tinggal sendiri?" tanya Ram, orang itu menggeleng.
"Ada ibuku yang sudah tua," ucap pria itu.
Tidak berapa lama keluar seorang wanita yang diperkirakan usianya sekitar 60 tahun.
"Siapa yang kamu bawa Nak?" tanya wanita itu.
"Aku tidak tahu Bu, tadi mereka menolongku dan mengantarkan pulang," jawab pria itu.
"Apa kabar Nek?" tanya sikembar serentak.
__ADS_1
"Oalah kalian kembar toh?" tanya wanita itu, karena penglihatan nya yang sudah mulai kabur juga.
"Iya Nek," jawab Ram.
"Maaf rumah nenek seperti ini, jadi gak bisa ngajak kalian masuk," kata wanita itu.
"Tidak apa-apa Nek kami disini saja, dan ini ada sedikit makanan tadi saudaraku yang beli. dan ini ada sedikit uang untuk biaya hidup nenek sehari hari," ucap Ram sambil menyerahkan amplop berisi uang yang berapa jumlahnya. dan saudara saudaranya juga memberikan uang kepada wanita itu.
"Terimakasih, terimakasih banyak. Ya Allah betapa baiknya anak anak ini, hanya Engkau yang bisa membalas semua kebaikan mereka," ucap wanita itu dengan berlinangan air mata.
"Aamiin," jawab sikembar serentak.
"Semoga bermanfaat ya nenek, hanya ini yang bisa kami lakukan untuk membantu Nenek." Ram.
Yutuber tersebut tercengang melihat sikembar memberikan uang kepada wanita itu. para netizen? jangan ditanya pasti bakalan kepo abis.
"Kalau begitu kami permisi dulu, nanti orang tua kami risau karena kelamaan pergi," ucap Ram.
"Iya, iya sekali lagi terimakasih banyak," ucap wanita itu.
Sikembar sudah berlalu dari rumah wanita itu, kemudian wanita itu pun masuk kedalam bersama anaknya, dan betapa terkejutnya wanita itu melihat begitu banyak uang merah tersusun rapi didalam amplop tersebut.
"Masya Allah, Allahu Akbar," ucap wanita itu. sekali lagi dia menangis, seumur hidupnya belum pernah ada orang yang begitu baik pada mereka, yang ada mereka hanya dihina karena sering ngutang pada tetangga.
"Siapapun kalian semoga kesuksesan dan keselamatan selalu menyertai kalian," ucap pria buta itu.
Sedangkan sikembar sudah tiba di mansion mereka, Yutuber yang mengikuti mereka sampai mansion tercengang melihat kediaman sikembar yang super megah.
"Apakah mereka seorang pangeran?" batin Yutuber tersebut, kemudian ia pun pulang.
"Kalian dari mana?" tanya Jordan saat sikembar sudah masuk kedalam.
"Joging Opa, biar badan sehat," jawab Ram.
"Opa tidak joging?" tanya Roy.
"Sudah lama Opa tidak joging," jawab Jordan.
"Opa harus sering olahraga biar tidak cepat tua," Ren.
"Kalian bilang Opa tua?" tanya Jordan.
"Kabur...!" teriak sikembar serentak, mereka berlarian menuju lift.
.
.
__ADS_1
Tadinya novel ini mau aku tamatin pada episode 100, tapi setelah ditulis rasanya tidak cocok kalau tiba tiba tamat, lalu nulis lagi. ehh ternyata keterusan.
.