
.
.
.
Perjalanan selama dua jam tidak membuat si kembar merasa lelah, malahan mereka terlihat begitu bersemangat. Darmendra menoleh kearah Diva kebetulan juga Diva menoleh kearah Darmendra hingga mereka saling tatap, lalu keduanya pun tersenyum.
Akhirnya mereka pun sampai diarea pantai, Darmendra memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus (berbayar). Lalu mereka pun turun, Darmendra mengeluarkan bekal yang mereka bawa, dan mengangkutnya ketempat mereka duduk, si kembar juga membawa bekal mereka sendiri. Diva menggelar tikar dibawah pohon agar tidak terkena cahaya matahari langsung. si kembar meletakkan barang barang mereka didekat Mommy, lalu mereka pun berlari kepinggir pantai. Darmendra duduk didekat Diva, sedangkan Vera dan Jordan berjalan menyusuri pesisir pantai tersebut, sambil menemani si kembar bermain.
"Lihatlah mereka nampak begitu bahagia," Darmendra.
"Mas benar, kalau begitu kita harus meluangkan waktu seperti ini untuk mereka. kalau kita hanya mementingkan pekerjaan kita akan semakin jauh dari mereka." Diva.
"Aku semakin kagum sama kamu, bagaimana bisa kamu menjaga mereka dengan begitu baik?" Darmendra.
"Sudah lah mas, tidak usah dibahas lagi yang penting sekarang mas sudah menemukan mereka." Diva.
"Mau gabung dengan mereka?" tanya Darmendra.
"Yang jaga ini siapa?" tanya balik Diva.
Darmendra menepuk keningnya pelan, "Oh iya aku lupa."
"Kalau mas mau kesana tidak apa-apa aku akan jaga ini." Diva.
"Disini aja deh temani kamu" Darmendra.
Sedangkan si kembar sedang asik bermain pasir, mereka berlarian ditepian pantai tanpa alas kaki. Vera dan Jordan sedang duduk dibawah pohon kelapa, sambil memperhatikan si kembar.
"Ram kamu ada bawa bola?" tanya Ren.
"Ada dalam tas ransel," jawab Ram.
"Kita main bola aja yuk!" Roy.
"Boleh, sebentar aku ambil bolanya." Ram pun berjalan menuju tempat Diva dan Darmendra duduk.
"Kalian mau minum?" tanya Diva saat Ram sudah berada disitu.
Ram menggeleng, cuma mau ambil bola."
Setelah mengambil bola, Ram pun berlari menghampiri saudaranya, kemudian mereka pun bermain bola ditepi pantai tersebut. para pengunjung lain terkagum-kagum melihat si kembar.
"Itukan SEVEN R," ucap salah satu dari mereka, seorang anak remaja yang kebetulan melihat si kembar.
"Iya mereka SEVEN R, kita samperin yuk minta tanda tangan mereka." ucap satunya lagi.
Lalu mereka berlima menghampiri si kembar, tapi si kembar masih asik bermain bola, jadi tidak begitu peduli dengan kehadiran mereka. si kembar terus saja bermain, sedangkan lima anak remaja yang menghampiri mereka hanya jadi penonton tidak berani menyapa.
"Ah capek," ucap Ram, lalu terduduk dipasir.
__ADS_1
Melihat Ram duduk, saudara saudaranya juga ikutan duduk, melihat si kembar duduk kelima anak remaja pun menyapa si kembar.
"Hai... kalian SEVEN R itu kan?" tanya salah satu dari mereka, si kembar menoleh dan mengangguk.
"Boleh kami minta tanda tangan kalian?" tanya yang satunya lagi.
"Ada pena atau spidol?" tanya Ram, karena Ram yang paling ramah diantara mereka.
"Ad... ada," jawab anak remaja itu gugup.
"Ada kertas?" tanya Ram lagi, mereka berlima menggeleng.
"Disini saja," ucap salah satu dari mereka menunjukkan baju yang mereka pakai.
"Tapi spidol ini permanen loh." Roy.
"Gak apa apa, gak apa apa."
Si kembar pun memberi mereka tanda tangan dibaju yang mereka pakai, tujuh tanda tangan setiap satu orang.
"Terimakasih, boleh kami berjabat tangan dengan kalian?"
"Tapi tangan kami kotor," Ram.
"Tidak apa-apa, yang penting kami bisa berjabat tangan dengan idola kami."
Si kembar pun mengangguk mengizinkan berjabat tangan dengan mereka, lalu mereka pergi dari tempat itu dengan perasaan senang.
"Aaaa, tidak sia sia aku pergi kepantai ini." ucap remaja itu sambil menjerit.
"Aku juga rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengan mereka disini."
Begitulah kata kata mereka yang begitu heboh bertemu fans mereka, mungkin ini akan menjadi kenangan terindah bagi mereka berlima.
Sedangkan si kembar menghampiri Mommy dan Daddy mereka, karena merasa harus dan juga lapar, begitu pula dengan Vera dan Jordan.
"Oma tidak lapar?" tanya Ram.
"Lapar, tadi tidak sarapan." Vera.
"Iya Opa juga," Jordan.
"Daddy pesan makanan ya, lewat online." Darmendra.
"Boleh, aku mau seafood." Ram.
"Aku juga," ucap si kembar serentak.
Akhirnya Darmendra memesan seafood untuk mereka semua, beruntung tidak ada yang alergi terhadap makanan laut. satu jam kemudian pesanan mereka pun sampai, mereka pun sarapan lebih tepatnya makan siang karena sudah jam 11 siang.
"Kalian istirahat dulu ya, nanti baru main lagi," Diva.
__ADS_1
"Mom, kita mau lihat matahari terbenam," Rakha.
"Oh kalian mau melihat sunset? kalau begitu kita ke hotel saja karena untuk beristirahat, karena kalau menunggu disini sunset nya masih lama." Darmendra.
Mereka akhirnya pergi ke hotel dekat pantai tersebut. Dan bekal mereka disimpan didalam mobil. hanya ransel si kembar yang tidak boleh tinggal.
"Nanti kita cari baju ganti, didekat hotel sini ada jual pakaian." Darmendra.
Mereka menyewa tiga buah kamar berdampingan agar tidak berjauhan, Jordan dan Vera satu kamar, Diva dan Darmendra satu kamar, dan si kembar juga satu kamar.
Setelah memesan kamar, si kembar pun terus mandi, karena tubuh mereka keringatan selepas bermain tadi. si kembar sudah mempersiapkan baju ganti, mereka membawa dari rumah. hanya Darmendra, Vera dan Jordan yang tidak membawa baju ganti. jadi mereka membeli pakaian di toko yang ada didekat hotel ini. si kembar kini sedang beristirahat siang, setelah capek bermain lari sana sini, seolah olah menunjukkan betapa bahagianya mereka.
"Sayang kapan kita menikah?" tanya Darmendra, Diva yang mendengar pertanyaan itu langsung menoleh.
"Mas maunya kapan?" Diva balik bertanya.
"Besok," jawab Darmendra singkat.
"Kalau bulan depan gimana? kita juga harus berbincang dengan Mommy dan Daddy sebagai orang tua." Diva.
"Sebenarnya Mommy sama Daddy terserah kita," Darmendra.
"Memangnya mas sudah ngomong dengan mereka?" Diva.
"Sudah, tapi mereka menunggu keputusan darimu juga." Darmendra.
"Sebaiknya nanti kita bicarakan lagi dengan mereka mas." Diva.
"Ya nanti kita bicarakan." Darmendra.
"Memangnya mas serius mau menikah denganku?" Diva.
"Kalau aku sudah mengajak wanita itu menikah, itu artinya aku serius." Darmendra.
Diva tersenyum, "aku mau mandi dulu mas."
"Hmmm, aku mau turun kebawah dulu mencari pakaian," Darmendra.
Namun Diva tidak lagi menyahut, saat Darmendra keluar dari kamar hotel Mommy dan Daddy-nya juga keluar.
"Gimana si kembar?" tanya Darmendra.
"mereka sedang istirahat siang," jawab Vera.
"Mommy sama Daddy mau kebawah juga?" tanya Darmendra lagi.
"Kami mau cari pakaian ganti, Mommy lihat tadi ada jual pakaian disini." Vera.
"Kalau begitu sama sama, aku juga mau cari pakaian ganti," ucap Darmendra.
.
__ADS_1
.
.