
.
.
.
Robert datang bersama polisi untuk menangkap Harris, Harris meraung-raung memaki mengatakan Darmendra adalah bos yang kejam, tapi Darmendra hanya tersenyum tipis saja, Harris berusaha berontak ingin melepaskan diri dari tangan polisi, tapi usahanya sia sia. Kemudian polisi pun memborgol tangan Harris sehingga ia tidak lagi memberontak.
"Anak anakku memang sangat hebat, aku yang bos disini malah tidak menyadari hal itu, tapi anak anakku bisa menyelidiki semua itu," gumam Darmendra.
Tidak berapa lama Robert pun masuk, selama ini ia juga tidak pernah curiga akan kecurangan diperusahaan ini. Dari lulus kuliah Robert sudah bekerja di perusahaan ini sampai sekarang masih tetap setia kepada tuannya itu.
"Robert, apa kamu tau kalau selama ini ada kecurangan dalam perusahaan ini?" tanya Darmendra.
"Tidak tuan, bahkan saya tidak pernah curiga sama sekali, karena dia bekerja dengan sangat baik rajin dan tekun," jawab Darmendra.
"Hmmm, tapi anak anakku bisa tau," ucap Darmendra.
"Benar Tuan, karena tuan kecil memang sangat hebat." Robert menimpali.
Sementara disekolah, istri Harris terkejut ternyata suaminya benar benar ditangkap polisi, wanita itu tidak tahu, apakah ia harus menyesal dengan tindakannya melabrak selingkuhan suaminya itu.
Namun semua sudah terjadi, wanita itu berpikir kalau suaminya dipecat lalu dipenjara karena ulahnya melabrak wanita selingkuhan suaminya, tapi kenyataan yang mengejutkan adalah ternyata selain selingkuh suaminya juga k*r*psi.
Jadi wanita itu bertekad akan menggugat cerai suaminya, bukan karena tidak terima karena suaminya dipenjara, tapi tidak terima kalau suaminya selingkuh.
Sedangkan wanita selingkuhan suaminya juga pergi meninggalkan Harris, karena merasa sudah tidak berguna lagi ia akan mencari mangsa baru.
"Sekarang masalahnya sudah selesai," ucap Ram lantang.
Mereka semua membubarkan diri masing-masing dan kembali ke kelas masing-masing. Tapi para guru mempersilahkan siswa siswi nya untuk pulang saja.
Wanita itu mendatangi suaminya di kantor polisi, Harris tersenyum melihat sang istri datang menjenguknya.
"Mi, akhirnya kamu datang juga, papi tidak bersalah mi," ucap Harris pada istrinya.
Namun seketika ia terkejut mendengar perkataan istrinya.
"Mami akan urus perceraian kita, dan mami tidak akan menuntut harta gono-gini, usaha catering mami masih bisa membiayai anak anak, papi tunggu saja surat dari pengadilan." ucap wanita itu tanpa ragu, kemudian ia pergi dari tempat itu meninggalkan suaminya yang kini menangis menyesali dirinya.
"Aku menyesal telah menuruti n*fsu sesaat, yang akhirnya menjerumuskan hidupku," batin Harris menyesali dirinya.
Sedangkan istrinya kini kembali kerumah tanpa ada airmata yang keluar, jujur hatinya sangat sakit saat mengetahui kalau suaminya selingkuh, ditambah lagi suaminya rela menghabiskan uang hanya untuk wanita lain, dan lebih parahnya suaminya sampai k*r*psi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup wanita lain. Sekarang tekadnya sudah bulat untuk menggugat cerai suaminya.
Sementara sikembar sedang dalam perjalanan menuju perusahaan milik Daddy nya, sampai diperusahaan tersebut mereka disambut ramah oleh sekuriti dan karyawan, terlebih lagi karyawan wanita yang terpesona dengan ketampanan sikembar.
__ADS_1
Sikembar masuk kedalam lift yang akan mengantarkan mereka keruang kerja Darmendra.
Ting... pintu lift terbuka saat mereka sudah tiba dilantai dimana ruang CEO berada. Sikembar mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah itu baru mereka masuk. Darmendra yang sedang fokus tidak menyadari bahwa yang datang adalah putra putranya, Darmendra mengira itu adalah Robert sang asisten.
"Daddy...!" panggil Ram, Darmendra pun langsung mendongak.
"Kalian? Kenapa kemari? Apa kalian bolos?" tanya Darmendra, sikembar menggeleng.
"Guru meminta kami pulang lebih awal, karena tadi ada sedikit kekacauan disekolah," kata Ram.
"Kekacauan? Maksudnya?" tanya Darmendra.
"Istri dari Pak Harris itu datang kesekolah dan melabrak wanita selingkuhan Pak Harris, karena wanita itu bekerja dikantin sekolah semata mata untuk menutupi sikap yang sebenarnya, agar terlihat seperti wanita baik baik," jawab Ram panjang lebar.
"Lalu darimana kalian tau kalau Harris itu k*r*psi?" tanya Darmendra.
"Daddy lupa atau pura pura lupa siapa kami?" tanya Ren, membuat Darmendra merasa terpojok.
"Hahaha, maafkan Daddy, Daddy bukannya lupa hanya tidak ingat saja," jawab Darmendra, sikembar pun mencebikkan bibirnya.
"Kalian sudah makan?" tanya Darmendra.
"Belum," jawab sikembar serentak.
"Apa Daddy tidak sibuk?" tanya Roy.
"Pekerjaan Daddy sudah selesai, tadi hanya memeriksa berkas yang akan ditandatangani," jawab Darmendra.
Darmendra dan sikembar pun masuk kedalam lift, sedangkan Robert yang ingin turun juga dengan tergesa-gesa menuju lift beruntung pintu lift belum tertutup.
"Kenapa kamu? Seperti dikejar hantu saja?" tanya Darmendra.
"Saya juga ingin makan tuan kalau terlambat sedikit maka peluang akan hilang," jawab Robert santai.
"Memang kamu mau makan dimana?" tanya Darmendra lagi.
"Saya mau ikut tuan saja," jawab Robert.
"Kamu mau makan gratis dan kami yang bayarin, begitu?" tanya Darmendra.
"Kalau ada yang gratis kenapa harus beli," jawab Robert enteng.
"Ya sudah, biar Om nanti, aku yang bayarin," kata Ram.
"Terimakasih tuan kecil, kalian memang the best." kata Robert sambil mengacungkan jempol.
__ADS_1
Kini mereka sudah tiba dilantai bawah, para karyawan semakin takjub melihat cowok cowok tampan, ditambah tujuh bocah menggemaskan, mereka semua tidak tahu kalau bocah itu adalah monster kecil.
"Kita makan dimana?" tanya Darmendra pada sikembar, saat ini mereka sudah berada didalam mobil dan Robert lah yang menjadi supir.
"Restoran Padang," jawab sikembar serentak.
"Kompak banget kalian," kata Darmendra. Robert tersenyum melihat keharmonisan keluarga tuannya itu.
"Ngapain kamu senyum senyum?" tanya Darmendra.
"Ehh, tidak tuan," jawab Robert. Robert kembali fokus menyetir, di jam istirahat siang ini kendaraan cukup ramai.
Tidak berapa lama kemudian mereka pun tiba di restoran Padang, Robert memarkirkan mobilnya lalu kemudian mereka pun keluar dari mobil. Saat mereka masuk, mereka disambut ramah oleh pelayan dan mempersilahkan duduk. Di restoran Padang biasanya menyediakan kursi panjang untuk para pengunjung. Tidak berapa lama mereka dihidangkan dengan berbagai menu masakan dari ikan ayam sampai daging.
Kira kira seperti inilah ilustrasinya.
Lalu mereka pun makan dengan begitu nikmat, sikembar begitu lahap makannya. Jujur saja karena masakan Padang terkenal enak. Robert juga tidak mau kalah mumpung makan gratis kalau dengan bos.
"Tumben kalian mau ngajak makan disini?" tanya Darmendra.
"Lagi pengen aja," jawab Roy santai.
"Disini tidak kalah enak Dad," kata Rakha.
"Ya sudah, makan makan." kata Darmendra.
Setelah selesai makan Ram membayar semua makanan yang mereka makan, Robert hanya tersenyum senang dapat makan gratis.
"Sekarang kita kemana?" tanya Darmendra.
"Daddy tidak kembali kekantor?" tanya Ram, Darmendra menggeleng.
"Kalau begitu kita pulang saja, Om gak apa apa kan kalau kembali kekantor sendiri?" tanya Ram.
"Gak apa apa tuan kecil, nanti saya naik taksi saja," jawab Robert.
"Apes banget, pulangnya harus naik taksi," batin Robert.
.
.
.
__ADS_1