SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Kembar lagi


__ADS_3

.


.


Sepanjang perjalanan mereka hanya bisa terdiam, Diva yang duduk dikursi penumpang bagian depan pun hanya menoleh kearah kaca mobil, Ram yang biasanya cerewet pun jadi pendiam entah apa yang dipikirkan oleh mereka. Ray yang biasa pendiam dan selalu bersikap dingin kini mulai bicara.


"Apa Opa punya musuh?" tanya Ray, seketika mengejutkan orang dewasa, tapi tidak untuk sikembar.


"Mengapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu, Ray?" tanya Jordan.


"Aku hanya bertanya aja Opa, mungkin Opa punya musuh dimasa lalu?" Ray.


"Kamu bertanya pasti ada sebabnya kan? apa yang kamu ketahui?" tanya Jordan lagi.


"Tidak ada apa-apa Opa," Ray.


Darmendra tersenyum, putranya mengambil kesimpulan pasti karena tadi mereka dihadang oleh beberapa orang jahat, sebenarnya Darmendra tau kejadian yang menimpa anak anaknya tadi, dari pengawal bayangan yang menjaga sikembar. hanya saja mereka tidak menampakkan diri, lalu Darmendra berpura-pura tidak tahu agar putra putranya tidak curiga. tapi sikembar bukan orang bodoh, mereka sangat peka kalau diikuti oleh pengawal bayangan Daddy nya.


"Sebenarnya ada kejadian apa?" tanya Diva.


Sikembar saling pandang, lalu menoleh kearah Daddy nya, Darmendra cuek cuek saja seolah olah tidak tahu apa apa.


"Daddy juga tahu Mom," ucap Ram, Diva menatap tajam Darmendra.


"Hubby...!" Diva.


"Loh kok Daddy?" tanya Darmendra.


"Daddy, kami lebih peka kalau Daddy mengirim pengawal bayangan untuk menjaga kami," ucap Ren.


Gleek... Darmendra menelan silivanya dengan susah payah, "anak anakku ternyata lebih hebat dari yang bayangkan," gumam Darmendra dalam hati.


"Daddy tidak tahu apa apa?" tanya Darmendra sok polos.


"Apa Daddy mau dipecat jadi ayah kami? kalau Daddy tidak mengaku juga," Ram.


"Ehh, mana mungkin kalian mau pecat Daddy? Daddy ayah kandung kalian, mana bisa dipecat?" tanya Darmendra mulai panik.


Vera dan Jordan sebisa mungkin menahan diri untuk tidak tertawa, ternyata anaknya tidak berkutik kalau berurusan dengan sikembar.


"Sebenarnya ada apa sih, hubby tolong ceritakan." Diva.


"Sebenarnya aku mengirim pengawal bayangan untuk menjaga keamanan sikembar, kupikir mereka tidak tahu tapi nyatanya aku salah. dan tadi sikembar sebenarnya dihadang oleh penjahat, tentu saja anak kita dapat mengatasinya." Darmendra.


"Benarkah apa yang diceritakan oleh Daddy kalian?" tanya Diva, sikembar pun mengangguk.

__ADS_1


Ray mengeluarkan iPad nya dan memperlihatkan foto seorang wanita paruh baya yang Ray ambil dari rekaman cctv, ya ternyata Ray diam diam menyelidiki hal ini semenjak mereka diawasi oleh penjahat tersebut. Ray meretas seluruh cctv yang ada dikota ini. dan ini lah yang Ray temukan, bahkan apartemen tempat tinggal wanita itu Ray juga mengetahuinya.


"Opa kenal dengan wanita ini?" tanya Ray sambil menyerahkan iPad nya.


Mata Jordan seketika membelalak melihat foto wanita itu yang ternyata masih hidup, Jordan mengira kalau Serena sudah meninggal.


"Ada apa Dad?" tanya Vera, lalu mengambil alih iPad tersebut, Vera pun dibuat terkejut melihat orang yang selama puluhan tahun menghilang tiba-tiba datang ingin membalas dendam.


Mereka juga melihat rekaman video cctv tersebut tentang rencana mereka untuk menculik sikembar.


"Apa yang akan kita lakukan Dad? Mommy kira dia sudah meninggal, lalu siapa dulu yang dikubur dan dinyatakan meninggal?" tanya Vera beruntun.


"Daddy juga kurang tau Mom, kejadian itu sudah puluhan tahun yang lalu, Daddy juga tidak menyangka kalau dia kembali lagi buat balas dendam." Jordan.


"Kalau wanita itu musuhnya Opa, berarti musuh kami juga karena targetnya sekarang adalah kami," Ram.


"Bagaimana kalau kita menjebak wanita itu, lalu kita hancurkan dia dan orang orang suruhannya," Ray.


"Kalau begitu Mommy ikut rencana kalian, enak saja anak anak kesayanganku mau ditargetkan olehnya." Diva.


"Sayang, kamu lagi hamil nanti berbahaya untuk kehamilanmu," Darmendra.


"Tapi hubby wanita itu....!" Diva tidak meneruskan ucapannya karena sudah dipotong dulu oleh Darmendra.


"Percayakan pada sikembar, oke. aku tidak mau kamu dan calon anak kita kenapa kenapa," Darmendra.


"Mbaknya mau periksa kandungan juga,?" tanya wanita itu yang diperkirakan usia kehamilannya mencapai 6 bulan.


"Benar Bu? saya mau periksa," Diva.


"Itu anak mbak juga?" tanya wanita yang lain.


"Iya, anak anak saya, dan ini suami saya," Darmendra.


"Kok bisa kembar tujuh ya mbak, aku jadi pengen punya anak kembar seperti mereka," ucap ibu yang lain pula.


Diva hanya tersenyum menanggapinya, toh mau anak kembar atau tidak itukah kuasa Allah, kalau memang Tuhan sudah berkehendak apapun bisa terjadi.


Tanpa terasa sekarang sudah tiba giliran Diva, ibu ibu yang tadi sudah pulang bersama suaminya. Diva Darmendra dan sikembar pun masuk keruangan dokter kandungan.


"Maaf dok, mereka ingin melihat adik mereka, jadi mereka masuk," Diva.


"Tidak apa-apa nyonya, selagi mereka duduk dengan tenang," ucap dokter.


Diva pun mulai diperiksa, Darmendra melihat kearah layar monitor didepannya, sikembar pun juga melihat kearah monitor itu juga.

__ADS_1


"Dad mana adeknya kok gak kelihatan?" tanya Ram.


Dokter tersenyum, lalu iapun menjelaskan agar sikembar bisa mengerti, Darmendra dan sikembar hanya mengangguk angguk saja.


"Calon adeknya sepertinya kembar lagi, lihat lah ada tiga embrio yang terlihat," ucap dokter.


Darmendra dan sikembar saling pandang, lalu Darmendra mengecup kening istrinya.


"Terimakasih sayang anak kita kembar lagi," Darmendra, Diva pun mengangguk sebagai jawaban.


"Adek kami kembar juga dok?" tanya Ram.


"Iya adek kalian juga kembar seperti kalian, kalian kembar tujuh dan adek kalian kembar tiga," ucap dokter.


Setelah selesai pemeriksaan kandungan, mereka pun keluar karena masih banyak orang yang sedang mengantri. Vera dan Jordan yang tidak ikut masuk pun bertanya.


"Bagaimana?" tanya Vera.


"Kami akan dapat adek kembar lagi, Oma," jawab Ram, orang orang yang ada disitu mendengarnya pun tercengang.


"Sekarang kita kemana?" tanya Darmendra.


"Hubby, aku mau makan madu lebah yang masih ada sarangnya," rengek Diva.


"Mas saya tau tempat orang beternak lebah, dan lebah itu tidak menyengat," ucap seorang ibu.


"Boleh beritahu alamatnya Bu?" tanya Darmendra.


"Dijalan xxx mas, dan mungkin hari ini mereka sedang panen, dan itu dekat dengan rumah saya mas." jawab ibu itu.


"Apa ibu sudah selesai periksa?" tanya Diva.


"Sudah mbak, hanya tinggal nebus vitamin ibu hamil saja." jawab ibu itu.


"Kalau begitu biar saya saja yang tebus Bu, sekalian dengan punya istri saya," Darmendra.


"Terimakasih mas, tapi saya kekurangan uang," ucap ibu itu malu malu.


"Ibu tenang saja, biar saya yang bayar semuanya, lebih baik ibu tunggu dimobil saya, bersama istri dan anak anak saya juga orang tua saya," Darmendra.


Betapa senangnya ibu itu, tadinya ia sempat bingung, mau tebus vitamin uang tidak cukup untuk ongkos pulang juga. dan ibu itu merasa bersyukur ada orang baik yang menolongnya.


"Ya Allah doaku Engkau kabulkan," gumam ibu itu dalam hati.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2