SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
memanjat pohon kedondong.


__ADS_3

.


.


.


"Kalau begitu mari Bu," ajak Darmendra.


Wanita itu bergegas berkemas memasukkan buah miliknya.


"Bu kenapa kita pulang? kita belum dapat uang sudah seharian tidak makan," tanya anak itu.


"Mari Nak, ada yang mau beli buah kita dirumah," ucap ibunya.


Lalu Darmendra menggiring ibu dan anak itu kemobilnya.


"Silahkan masuk Bu," Darmendra membukakan pintu mobil.


"Tapi rumah kami dekat mas, sekitar 30 menit jalan kaki," ucap wanita itu.


"Naik aja Bu, biar cepat." Diva, Wanita itupun masuk kedalam mobil, walaupun canggung.


"Anak ibu sekolah?" tanya Diva, wanita itu menggeleng.


"Kenapa gak sekolah Bu, sayang loh. ucap Diva lagi.


"Gak punya biaya neng, buat makan aja susah," jawab wanita itu.


"Suami ibu kemana?" tanya Diva.


Mendengar pertanyaan Diva, sontak membuat wanita itu sedih, "Suami saya menikah lagi neng, setelah saya melahirkan ternyata dia selingkuh dengan teman kerjanya."


Darmendra menghentikan mobilnya saat melihat ada warung tenda dipinggir jalan. Darmendra turun, dan berjalan kearah warung tenda tersebut.


"Mas nasi empat porsi, dan ayam goreng serta ikan, telur balado semua empat porsi, dipisah ya mas." Darmendra.


"Baik tuan," bapak itu segera menyiapkan nasi dan lauknya.


Tak berapa lama kemudian bapak itu sudah menyerahkan plastik berisi makanan tersebut.


"Berapa pak?" tanya Darmendra.


"80 ribu tuan," jawab bapak itu.


Darmendra segera membayar, "Kembalian nya biarkan saja pak."


"Terimakasih tuan," ucap bapak itu.


Darmendra kembali kemobilnya dengan menenteng plastik dan memberikannya kepada wanita itu. tentu saja wanita itu dengan senang hati menerimanya.


"Makan nanti dirumah ya Bu," Darmendra.


"Baik mas, terimakasih banyak." ucap wanita itu.


Hanya sekejap mereka sudah sampai di rumah wanita itu, Darmendra melihat rumah yang sudah sangat tidak layak untuk dihuni, atap dan dinding nya sudah banyak bocor, kawasan rumah itu dikelilingi oleh banyak pohon, Darmendra dan Diva saling pandang hati keduanya terasa terenyuh melihat pemandangan itu.


"Ibu bisa memasak?" tanya Darmendra.

__ADS_1


"Bisa mas, kenapa mas?" tanya wanita itu.


"Ibu bisa memasak apa saja?" tanya Darmendra lagi.


"Macam macam mas, soto, mie ayam, bubur ayam, dan banyak lagi mas," jawab wanita itu.


"Hmmm," balas Darmendra, yang belum menyadari kalau istrinya sudah naik keatas pohon kedondong tersebut.


Darmendra menoleh ke kiri ke kanan, tapi tak mendapati istrinya, Darmendra panik kehilangan sang istri. tiba-tiba mata Darmendra melotot melihat Diva sedang memanjat pohon kedondong tersebut.


"SAYANG." teriak Darmendra, lalu berlari kesamping rumah dimana terdapat pohon kedondong tersebut.


Ibu dan anak itupun juga terkejut melihat Diva sedang memetik buah kedondong itu. setelah mendapatkan beberapa buah, Diva pun segera turun.


"Sayang, kenapa kamu yang panjat?" tanya Darmendra sambil memeluk tubuh istrinya.


"Pengen aja hubby," jawab Diva tanpa merasa bersalah.


"Sayang, aku khawatir loh, hampir saja aku jantungan dibuatnya." Darmendra.


"Hubby aku cuma pengen makan buah kedondong dan aku sendiri yang panjat," Diva.


"Sayang, kenapa kamu semakin aneh hmmm?" tanya Darmendra.


"Gak tau by, rasanya pengen banget," Diva.


"Ya sudah kita temui ibu itu ya," Darmendra.


Lalu Diva dan Darmendra menemui ibu itu, dan berbincang bincang ringan.


"Baik Bu, setelah ini saya akan periksa istri saya." Darmendra.


Wanita itu pun mengangguk, "terimakasih banyak mas telah membelikan makanan untuk kami, anak saya begitu senang." ucap wanita itu.


"Iya sama sama Bu, ini dari kami terimalah Bu." Darmendra menyerahkan amplop berisi uang cukup tebal ke wanita itu.


"Apa ini mas? saya tidak bisa menerimanya mas," tanya wanita itu.


"Terima saja Bu, uang itu bisa ibu gunakan buat modal usaha, dan memperbaiki rumah ibu serta menyekolahkan anak ibu." Diva.


Akhirnya wanita itu menerima amplop tersebut, Darmendra dan Diva pun permisi mereka akan langsung kerumah sakit untuk memastikan apakah Diva benar benar hamil apa tidak?


Wanita itu masih terpaku didepan pintu, ia melihat amplop tersebut lalu membukanya, betapa terkejutnya wanita itu melihat uang pemberian Darmendra begitu banyak. jadi ia bertekad untuk menggunakan uang itu sebaik mungkin, terutama untuk modal usaha kecil-kecilan dan tidak lagi menjual buah kedondong.


"Bu, mereka orang kaya kan, mobilnya aja bagus begitu," tanya anak itu kepada ibunya.


"Benar Nak, mulai sekarang kita tidak lagi jualan buah kedondong," ucap wanita itu.


"Kenapa Bu? lalu dari mana kita mendapatkan uang untuk makan?" tanya anak itu.


"Ini, kita banyak uang sekarang, dan kamu bisa bersekolah seperti keinginan kamu, dan ibu akan buka usaha kecil-kecilan, semoga uang ini bisa bermanfaat bagi kita," ucap wanita itu.


"Alhamdulillah Bu, Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan bagi orang yang telah menolong kami, aamiin," ucap doa tulus anak itu.


Lalu iapun memeluk ibunya, dan menangis didekapan sang ibu.


"Mulai sekarang hidup kita akan berubah Nak."

__ADS_1


"Iya Bu, aku akan sekolah dan suatu hari akan menjadi orang sukses, aku ingin seperti Paman itu yang telah membantu orang susah seperti kita."


Sementara Darmendra dan Diva sudah tiba diruang sakit, keduanya langsung menuju ruang dokter kandungan.


"Hubby, bagaimana kalau aku tidak hamil, pasti hubby akan kecewa nantinya." kata Diva.


"Tidak apa-apa, yang penting kita cek dulu supaya tau hamil atau tidaknya." Darmendra.


Setibanya diruang dokter kandungan, Darmendra pun mengetuk pintu.


Tok...


Tok....


Tok...


"Masuk," perintah suara dari dalam.


Diva dan Darmendra pun masuk, "selamat sore Dok,"


"Sore, silahkan duduk," ucap dokter itu.


"Begini dok, saya mau memeriksa istri saya, karena sikapnya akhir akhir sangat aneh," Darmendra.


"Kalau begitu kita cek dulu pakai testpack ya, nanti kalau positif baru kita cek menggunakan alat lainnya." ucap dokter itu.


Diva pun diberikan testpack oleh dokter, lalu ia masuk kedalam kamar mandi, Diva membaca cara penggunaan alat tersebut. dan mencelupkan kedalam gelas plastik yang berisikan air seni. selang beberapa menit Diva keluar dengan membawa hasilnya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya dokter.


"Positif Dok," jawab Diva.


"Sayang, berarti kamu hamil?" tanya Darmendra, Diva pun mengangguk.


Darmendra pun langsung memeluk Diva, "pantas saja akhir akhir ini sikapmu sangat aneh, ternyata bawaan dedek bayi," batin Darmendra.


"Sekarang kita periksa menggunakan USG ya, untuk tau perkembangan janin dalam kandungan ibu." ucap dokter.


Diva pun disuruh berbaring diatas brankar, dokter mengoleskan gel keperut Diva, Diva tersentak karena merasa dingin diperutnya. lalu dokter itu meletakkan probe keperut Diva dan menggeser perlahan.


"Perhatikan ke layar monitor ya pak," ucap dokter itu.


Darmendra memperhatikan dengan seksama, keningnya mengernyit melihat kearah layar monitor itu.


"Dok, mana anak kami?" tanya Darmendra, untuk pertama kalinya ia melihat hal seperti itu.


"Coba bapak perhatikan, ada titik seperti biji kacang polong, itulah calon bayi kalian," ucap dokter itu menjelaskan.


Darmendra terus memperhatikan, dia masih belum mengerti dengan penjelasan dokter tersebut.


.


Selamat ya, SEVEN R mau punya dedek bayi.


Bagaimana menurut kalian? mau kembar juga atau tidak? silahkan dikomen pendapat kalian.


.

__ADS_1


__ADS_2