SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
SEVEN R sang pahlawan.


__ADS_3

.


.


.


Sikembar masuk kedalam mobil, Agus merasa heran melihat gelagat sikembar yang sangat terburu-buru.


"Cepat Paman, kita ikuti yang ada tanda merah ini, Ucap Ram seraya menunjukkan titik lokasi di Ipad-nya.


Agus bertanya, "ada apa tuan kecil?"


"Kita akan menyelamatkan teman kami yang kena culik." Ram


"Baik tuan kecil." jawab Agus.


Agus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sikembar bukannya takut malah merasa senang. ponsel diletakkan didepan Agus agar bisa mengikuti arah titik merah tersebut.


"Titik itu mengarah ke hutan." ucap Ram.


"Sepertinya target sedang berhenti," Ren.


"Perlukah kita minta bantuan Daddy?" Roy.


"Jangan dulu, kita lihat dulu situasi disana." Ray.


Agus hanya menjadi pendengar dan hanya fokus pada kemudi dan iPad didepannya. Sementara di sekolah sikembar, polisi masih menunggu kabar dari penculik tersebut, kalau kalau penculik itu minta tebusan. para guru masih begitu khawatir dengan keselamatan murid mereka, apalagi sikembar juga masih anak anak.


Di markas...


Penculik itu menyeret anak yang mereka culik tadi, mereka dibawa kesuatu ruangan tempat menyekap mereka. Ternyata didalam ruangan itu bukan hanya dua anak yang diculik tadi, tapi ramai anak anak lain yang juga diculik. Mereka menculik anak anak kecil untuk diperdagangkan. dari anak bayi sampai anak umur 12 tahun.


"Dapat berapa hari ini?" tanya bos penculik tersebut.


"Cuma dapat dua bos, tadi kami begitu terdesak karena anak anak lagi pulang sekolah." jawab si A.


"Hmmm... bagus, besok ada yang mau beli anak anak itu. mereka berani bayar mahal jika anak itu sesuai dengan keinginan mereka."


Penculik itu tidak menyadari kalau mobil mereka sudah dipasang pelacak oleh Ram.


Sementara didalam mobil, sikembar masih dalam perjalanan, jalan yang mereka lewati kini mengarah ke hutan, mengikuti petunjuk titik merah berada.


"Sepertinya kita sudah semakin dekat," Ram.


"Oke, siap kan senjata kalian, saatnya kita akan berperang." Ray.


Kini mereka sudah sampai di lokasi yang dituju, sikembar melihat mobil yang digunakan oleh penculik tersebut. mereka masih didalam mobil.


"Kalian sudah tau tugas kalian masing-masing?" tanya Ray.


"Sudah bos," jawab Mereka serentak.

__ADS_1


"Bagus, Rakha...!" panggil Ray


"Siap bos," tanpa diperintah Rakha segera melakukan tugasnya. Rakha memantau situasi, berapa banyak orang yang ada di markas tersebut.


"Mereka berjumlah 30 orang bos, dan aku tidak menemukan anak yang diculik itu," Rakha.


"Hmmm, sekarang kita mendekat, tapi hati hati kita belum tahu kekuatan musuh," Ray.


Sikembar keluar dari mobil, dan memantau situasi kalau kalau ada yang mengintai.


"Paman tunggu disini, dan jangan kemana-mana," pesan Ray.


"Baik tuan kecil." jawab Agus.


"Penjagaan diluar ada 20 orang, selebihnya ada didalam," ucap Rakha.


"Kalau begitu kita lumpuhkan yang diluar," perintah Ray.


"Baik bos," jawab mereka serentak.


Kalau dalam menjalankan tugas atau misi, mereka memanggil Ray dengan sebutan bos, entahlah mungkin Ray yang tertua diantara mereka. sikembar mengendap endap mendekati markas mereka. tidak ada yang menyadari kalau monster berwajah imut dan tampan itu sedang menargetkan mereka.


"Siapkan senjata kalian..!" perintah Ray.


mereka mengangguk serentak dan mempersiapkan senjata masing-masing.


"Kita berpencar, bagi menjadi tiga kelompok." Ray.


Mereka pun berpencar mengelilingi markas tersebut. Tidak lupa headset masing-masing ditelinga mereka, agar tetap bisa berkomunikasi.


"Siap bos," jawab sikembar serentak.


Jarang mereka semakin dekat, Ram membidikkan pistol nya, dan langsung mengenai penculik tersebut, penculik itu langsung tumbang tidak sadarkan diri. Begitu juga yang lain, mereka menembaki satu persatu orang yang berjaga diluar markas tersebut.


"Kita berkumpul," perintah Ray.


"Baik bos." jawab mereka serentak.


Ray mengirim lokasi mereka kepada Pak Fredi, Pak Fredi yang menerima pesan dari nomor tidak dikenal tentu saja heran.


'Bawa polisi kelokasi yang sudah kukirim. kami sikembar.' begitulah pesan Ray kepada Pak Fredi. Pak Fredi langsung mengajak polisi untuk ketempat yang dimaksud.


Sementara sikembar sudah bertarung dengan para penculik tersebut. 10 lawan 7, tapi sikembar tidak gentar sedikit pun. sikembar sudah berhasil melumpuhkan 7 orang dari mereka, kini tinggal 3 orang lagi termasuk bos mereka.


"Siapa sebenarnya kalian?" tanya bos penculik itu.


"Paman tidak perlu tau siapa kami? yang pasti kami ingin menyelamatkan anak anak yang kalian culik." Ram.


Kini lawan mereka tidak seimbang, 7 lawan 3. sikembar pun kembali bertarung melawan 3 orang tersebut. hanya dalam sekejap ketiganya sudah dapat sikembar lumpuhkan.


"Dimana kalian menyekap anak yang kalian culik?" tanya Roy.

__ADS_1


"Di suatu ruangan," jawab penculik itu.


"Ruangan yang mana? kalau kalian jujur maka akan kami lepaskan kalian." Ray.


"Diruangan yang berpintu coklat," jawab penculik itu.


Ray mengambil kunci dari saku celana penculik tersebut, dan...


Buugh...


Buugh...


Buugh...


Pukulan beruntun hingga penculik itu tidak sadarkan diri. Ray tersenyum devil.


"Kalian pikir aku akan melepaskan kalian, persiapkan diri kalian untuk mendekam dalam penjara." seringai Ray.


Sikembar pun pergi keruangan yang dimaksud, dari luar pintu terdengar suara tangisan anak anak yang mereka culik, bahkan suara bayi juga ada. Ray perlahan membuka pintu tersebut, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat anak anak yang di sekap ternyata sangat ramai. lebih dari 50 orang termasuk dua bayi yang baru berusia setahun. sikembar menghampiri mereka yang nampak ketakutan, lalu ram dan Roy menggendong bayi yang masih menangis, Ram memberikan susu kotak pada bayi tersebut, begitu juga dengan Roy. hingga bayi itu terdiam.


"Kalian jangan takut, kalian sudah selamat. sebentar lagi polisi akan datang kesini untuk menyelamatkan kalian,"


"Benarkah." tanya anak yang tadi diculik.


"Benar," jawab Ram.


"Sekarang kita keluar dari sini, sebelum penculik itu terbangun." Roy.


Mereka semua pun keluar, Ram dan Roy menggendong bayi mungil tersebut. mereka digiring menuju mobil sementara menunggu bantuan datang.


Sekitar 30 menit polisi dan kepala sekolah pun datang, polisi sibuk mengurus para penculik yang tidak sadarkan diri, sementara anak anak dibawa pulang dan akan dikembalikan kepada orang tua mereka masing-masing.


"Terimakasih SEVEN R, berkat kalian penjahat yang selama ini kami cari telah berhasil ditangkap." ucap komandan polisi.


"Tidak perlu berterima kasih tuan, kami melakukan ini hanya ingin menyelamatkan teman kami, tapi hal yang buat kami terkejut ternyata bukan teman kami yang diculik ada banyak lagi yang menjadi korban." ucap Ram bijak.


Komandan polisi pun merasa bangga dengan anak anak yang menjadi penyelamat anak anak lain.


"Orang tua kalian pasti bangga memiliki anak seperti kalian," ucap komandan polisi itu.


"Tuan, mohon jangan disebarkan tentang kami." pinta Ray.


"Kenapa? apa kalian tidak ingin mendapatkan penghargaan atas prestasi kalian?" tanya komandan polisi.


"Kami tidak butuh penghargaan atau pujian dari orang orang, kami ikhlas menolong." Ram.


Akhirnya komandan polisi pun setuju dengan sikembar yang tidak mau dipublikasikan tentang keberhasilan mereka.


Meskipun begitu, orang tua yang anaknya diselamatkan oleh sikembar tetap menganggap SEVEN R adalah pahlawan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2