SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Sebuah rahasia (part 2)


__ADS_3

.


.


.


Tiba giliran nama Vera dipanggil, Jordan menggandeng tangan Vera untuk masuk keruangan dokter kandungan.


"Selamat siang Dok," sapa Jordan.


"Siang, silahkan duduk tuan, nyonya." ucap dokter.


Jordan dan Vera duduk dikursi yang sudah disediakan, Jordan menceritakan tentang kehamilan istrinya dan dokter itu manggut-manggut.


"Silahkan nyonya berbaring di brankar, saya akan memeriksa menggunakan USG." ucap dokter.


Vera pun menurut, lalu dokter menggerakkan probe keperut Vera yang sebelumnya sudah diolesi gel. terlihat dilayar monitor ada dua embrio yang masih berbentuk sangat kecil.


"Wah calon bayinya kembar, tuan nyonya." ucap dokter.


Jordan dan Vera tersenyum bahagia, kehadiran buah hati yang selama ini mereka impikan akhirnya terwujud.


Setelah melakukan pemeriksaan kandungan, Jordan dan Vera keluar dari ruangan dokter kandungan tersebut, Jordan menggandeng tangan Vera dan menuntunnya kemobilnya.


Dari kejauhan ada seorang wanita sedang memperhatikan mereka dengan penuh amarah, dia bernama Serena seorang wanita yang berambisi untuk mendapatkan hati Jordan, berbagai macam cara ia lakukan, tapi tetap saja mendapatkan penolakan dari Jordan. Serena masih mengingat jelas saat Jordan menolak dirinya.


"Secantik apapun dirimu, kalau sudah tidur dengan banyak pria maka dirimu tidak ubahnya seperti sampah. melihatmu saja aku jijik, apalagi untuk menyentuhmu," ucap Jordan penuh penekanan.


Kata kata itu begitu melekat diingatan Serena, maka dari itu ia bertekad untuk menghabisi siapa saja yang dekat dengan Jordan.


"Jordan Henderson, akan kubuat kamu hancur melalui orang orang terkasihmu." batin Serena. lalu iapun pergi dari tempat itu, ya dia selalu mengikuti kemanapun Jordan pergi, terkadang ia menyewa orang lain untuk mengikuti Jordan dan Vera.


Waktu terus berlalu...


Kini usia kehamilan Vera menginjak 7 bulan, Vera dan Jordan sedang berada di mall berbelanja keperluan baby kembar, setelah selesai berbelanja Vera dan Jordan berniat untuk pulang, saat diparkiran tiba tiba Jordan kebelet ingin ke toilet, sedangkan Vera masih menunggu disitu. Tiba tiba ada mobil melaju kearah Vera, sangat cepat hingga Vera tidak bisa menghindar apalagi keadaannya yang sedang hamil. Dan....


Braak.... suara keras menghantam tubuh Vera, Vera terpental beberapa meter dari tempat ia berdiri. mendengar ada bunyi tabrakan, orang orang berkerumun melihat kejadian tersebut. sedangkan mobil yang menabrak Vera sudah kabur entah kemana.


Jordan yang baru tiga dari toilet merasa tidak enak melihat orang berkumpul, Jordan segera berlari menghampiri orang orang tersebut dan betapa terkejutnya Jordan melihat istrinya sudah tidak sadarkan diri. beruntung tadi orang segera memanggil Ambulance, tidak butuh waktu lama ambulance pun segera datang. Vera dimasukkan kedalam mobil ambulance, Jordan pun ikut masuk untuk menemani istrinya.


Tiba di rumah sakit Vera langsung dibawa keruangan IGD.

__ADS_1


"Keluarga pasien?" tanya dokter pada Jordan.


"Saya dok," jawab Jordan.


"Istri Bapak harus segera di operasi, karena janin dalam kandungan istri Bapak harus diselamatkan," ucap dokter itu.


"Bagaimana dengan kondisi istri saya pak?" tanya Jordan.


"Istri Bapak mengalami pendarahan akibat benturan keras dan maaf pak salah satu dari bayi bapak sudah meninggal, dan hanya tinggal satu yang harus diselamatkan." ucap dokter.


"Lakukan saja yang terbaik Pak, tolong selamatkan istri dan anak saya." Jordan.


"Kami akan berusaha pak, dan Bapak harus menandatangani surat izin ini," dokter.


Tanpa pikir dua kali Jordan langsung menandatangani surat izin tersebut. Operasi pun berlangsung, Jordan dengan cemas mondar mandir didepan pintu ruangan operasi.


Jordan teringat dengan asisten pribadinya dan segera menghubunginya. Jordan meminta mencari orang yang telah menabrak istrinya itu.


Asisten pribadinya segera bertindak, ia mendatangi mall tersebut dan melihat rekaman cctv.


Operasi akhirnya selesai, Jordan segera menemui dokter tersebut.


"Dengan berat hati saya mengatakan bahwa istri anda mengalami koma, anak anda yang satu meninggal dan yang satunya selamat. karena kondisinya yang masih sangat lemah, jadi kami memasukkannya kedalam inkubator, ucap dokter itu.


"Apa dok? istri saya koma?"


"Bapak yang sabar ya, nanti bapak bisa menemui istri Bapak diruang ICU." ucap dokter.


"Aku tidak akan melepaskan siapapun yang telah mencelakai istriku." gumam Jordan.


Ponsel Jordan berdering pertanda panggilan masuk, Jordan segera menggeser layar ponselnya.


"Ya halo, apa yang kamu sudah menemukan pelakunya?" tanya Jordan.


"Sudah tuan, dari rekaman cctv pelakunya adalah Serena, tuan." jawab asisten pribadi.


"Baik, segera berikan rekaman cctv tersebut kepada pihak berwajib, biarkan dia membusuk dipenjara.


Tidak sampai 24 jam Serena pun tertangkap di bandara, ia hendak keluar negeri. ternyata Serena juga dalam keadaan hamil 3 bulan. Serena sudah berusaha untuk menggugurkan kandungan tersebut, tapi selalu gagal.


Selama dua bulan Vera mengalami koma, dan akhirnya iapun sadar, bayinya juga tumbuh dengan sehat dan diberi nama Darmendra.

__ADS_1


Flashback end...


"Dan hal itu tetap kami rahasiakan kalau sebenarnya kamu punya saudara." Vera.


"Kami tidak menyangka kalau semua itu ulah Serena," Jordan.


"Setelah itu bagaimana nasib Serena?" tanya Diva.


"Setelah beberapa bulan dipenjara, Serena melahirkan anak kembar perempuan, dan anak itu kabarnya dititipkan ke panti asuhan, dan ada orang yang mengadopsi kedua anak itu, kalian pasti tidak menyangka kan? anak itu adalah Monalisa dan Monica." Jordan.


"Sebelum kamu menikahi Mona, kami telah menyelidiki nya terlebih dahulu, kami tidak menyangka ternyata dunia ini begitu sempit." Vera.


"Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena Monalisa sudah hamil ketika itu, tapi kami perhatikan Monalisa orangnya baik tidak seperti Mama dan adiknya Monica." Jordan.


"Sebab itulah kami tidak suka dengan Monica, setiap kali datang ke mansion ini dia bertingkah seperti nyonya di keluarga Henderson, berbeda dengan Mona sikap dan sifatnya lembut." Vera.


"Kejadian yang Mommy alami hampir mirip dengan Monalisa, bedanya Mommy kena tabrak dan Monalisa kena culik." Diva.


"Tapi kami tidak membenci Monalisa, karena dia juga tidak tahu apa apa, yang jahat itu ibunya." Vera.


Darmendra hanya menjadi pendengar saja, ia tidak tahu mau berkata apa? Dia tidak tahu apakah harus senang ataupun sedih. yang pasti semua kejadian ada hikmahnya, dengan kejadian dimalam itu maka hadirlah sikembar dan karena penculikan itu hingga Mona meninggal dunia dan sikembar dirawat oleh Diva berkat adanya sikembar Darmendra bertemu dengan Diva.


"Apakah ini permainan takdir? walau apapun sekarang aku bahagia." batin Darmendra.


"Hubby...!" panggil Diva.


"Hmmm... Apa?" Darmendra.


"Istirahat yuk, sudah malam." Diva.


Martabak? tentu saja sudah habis dimakan oleh Diva sambil mendengarkan cerita dari Jordan dan Vera. Darmendra sampai dibuat heran dengan porsi makan Diva bertambah 3 kali lipat dari biasanya. Vera tidak heran lagi, sukur sukur mau makan, ada wanita hamil tidak mau makan.


"Jangan halangi istrimu kalau soal makan, yang penting dikontrol supaya makan makanan sehat," pesan Vera pada Darmendra.


Darmendra hanya mengangguk sebagai jawaban, toh dia juga tidak keberatan kalau Diva gendut sekalipun.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2