SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Kompetisi matematika.


__ADS_3

.


.


.


Robert terpaksa memesan taksi online untuk kembali kekantor. Batinnya menggerutu tapi hatinya senang karena makan gratis, jarang jarang bisa makan gratis kalau tidak dengan Darmendra atau dengan sikembar. Menggerutu karena pulang harus naik taksi.


Sedangkan Darmendra dan sikembar sudah tiba di mansion, mereka keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam, melihat Oma dan Opanya ada diruang tamu mereka menyalami Oma dan Opanya setelah itu mereka langsung kekamar masing-masing. Mereka harus mandi dulu sebelum menemui adik adiknya.


Setelah selesai mandi, sikembar langsung kekamar baby Angel, kebetulan Diva sedang berada dikamar itu.


"Kalian sudah pulang? Sudah makan?" tanya Diva.


"Sudah Mom, tadi makan sama Daddy di restoran Padang," jawab Ram.


"Daddy?" tanya Diva


"Ya, Daddy sudah pulang juga barengan dengan kami," jawab Ram.


"Kok bisa?" tanya Diva lagi.


"Tadi kami mampir ke perusahaan Daddy, setelah itu pergi makan siang," ucap Ram.


Diva mencium pipi putra putranya, sikembar dengan senang hati kalau Mommy mereka yang menciumnya.


"Mom, ada yang ingin kami bicarakan," ucap Ray dengan ragu.


"Tumben kalian izin dulu kalau mau ngomong, biasanya to the point aja," kata Diva.


"Ini masalah serius Mom," timpal Ren.


"Iya bicaralah Mommy siap dengar kok, biasanya masalah seberat apapun kalian bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah," kata Diva.


Belum sempat Ray berbicara, Darmendra masuk dan bergabung dengan mereka.


"Ada apa seperti serius sekali?" tanya Darmendra.


"Begini Mom Dad, sebentar lagi akan diadakan kompetisi murid cerdas, pesertanya dari seluruh dunia. Lomba tersebut diadakan untuk semua murid dan semua siswa siswi SMA harus ikut serta, dan nanti akan diseleksi sampai dapat yang terjenius dari seluruh dunia.," ucap Ray.


"Lalu masalahnya dimana?" tanya Darmendra.


"Masalahnya kami tidak mau kejeniusan kami terungkap keseluruh dunia," Rakha.


"Sekuat apapun kalian menghindari kenyataan nya akan terungkap juga.," Diva.


"Mommy benar, dan lagi kalau mendapat juara satu akan dapat undangan langsung dari profesor Albert di universitas ternama di kota London," Ram.


"Ini kesempatan baik untuk kalian, kalau kalian menang kalian akan mendapatkan bimbingan langsung dari profesor Albert, dulu Daddy sangat berharap bisa mendapatkan bimbingan dari profesor Albert tapi Daddy tidak punya kesempatan," kata Darmendra.


Sikembar berpikir sejenak lalu mereka saling pandang tanpa berbicara apapun mereka bisa berdiskusi lewat tatapan mata mereka masing-masing.


"Baiklah Dad, kami akan buktikan kalau kami bisa," sikembar akhirnya menerima tawaran tersebut.


"Lalu kompetisi apa yang diadakan kali ini?" tanya Diva.

__ADS_1


"Matematika, dan pesertanya semua siswa siswi SMA kelas 12." jawab Ram.


"Berusahalah kalian agar kalian bisa menang," kata Diva memberi semangat kepada putra putranya.


...****************...


Hari yang dijanjikan akhirnya pun tiba, semua siswa siswi SMA kelas 12 berada didepan komputer mereka masing masing, dan soal yang diberikan adalah soal matematika yang sangat sulit, mereka akan menjawab salam waktu 10 detik untuk satu soal, dan semua ada 10 soalan.


Begitu juga di negara negara lain mereka juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh sikembar dan rekan rekan mereka.


Sikembar menjawab hanya dalam waktu 20 detik untuk semua soalan yang ada. Setelah selesai menjawab semuanya, sikembar tidak diperbolehkan lagi untuk memegang komputer tersebut, dan semua data langsung terkirim saat sikembar menjawabnya.


Setelah acara ini selesai, semua mendapatkan notifikasi yang mengatakan pengumuman pemenang akan diadakan 3 hari dari sekarang. Hadiah utama atau hadiah juara satu akan mendapatkan uang tunai 1 juta dolar serta kuliah gratis di universitas terbaik di London.


Sikembar tidak berharap untuk menang karena pesertanya dari seluruh dunia, mustahil baginya untuk memenangkan kompetisi tersebut.


Kini sikembar sedang beristirahat ditaman sekolah, khusus hari ini siswa siswi dari kelas 10 dan 11 diliburkan agar tidak menggangu berlangsungnya kompetisi tersebut.


"Bagaimana kalau kita kalah?" tanya Ren.


"Menurutku tidak masalah, berarti kemampuan kita masih dibawah, didunia ini banyak anak anak jenius," ucap Ram.


"Benar kata Ram, kalah menang dalam pertandingan adalah hal yang lumrah," Roy.


"Hai guys, ternyata kalian disini?" sapa Ricardo.


"Gimana tadi?" tanya Ren.


"Sangat sulit, aku tidak bisa menjawab semuanya," jawab Ricardo.


"Iya, apalagi yang kita jawab tadi soalan matematika gila," ucap Ricardo.


"Bang, aku perhatikan kak Ayu sepertinya suka deh sama Abang," goda Ram.


"Ngaco kamu, anak kecil tau apa tentang begituan, lagian saya masih ingin fokus belajar," jawab Ricardo.


"Ya aku kan cuma ngasih tau aja," ucap Ram.


"Ehh, terimakasih banyak loh hadiah skuternya, sekarang saya tidak lagi menggunakan sepeda," kata Ricardo.


"Kita cari makan yuk, sudah lapar nih," kata Ram.


"Kita cari warung tenda aja deh, bagaimana?" tanya Rakha.


"Boleh juga tuh," jawab Ricardo.


Akhirnya mereka pun pergi mencari makan siang, saat diparkiran mereka bertemu dengan Mita dan Ayu, Mita dan Ayu sampai saat ini masih merasa malu dengan sikembar, padahal sikembar tidak apa-apa. Dan sikembar juga tidak dendam dengan mereka.


"Kak Mita kak Ayu...!" sapa Ram. Mita dan Ayu tertunduk saja, keduanya tidak berani menatap wajah sikembar.


"Kenapa kak? Tidak perlu takut kami tidak makan orang kok," tanya Ram.


"Tidak ada apa-apa," jawab Ayu.


"Kalau begitu kami pulang dulu," ucap Mita.

__ADS_1


Lalu keduanya bergegas masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari parkiran. Sementara sikembar mengeluarkan skuter mereka masing-masing begitu juga dengan Ricardo. Mereka begitu kompak hingga mereka kini sudah berada dijalan raya.


"Kita ke jalan xxxx," kata Rakha.


"Baik, ayo lebih cepat lagi," seru Roy.


"Ternyata sangat menyenangkan," ucap Ricardo, sambil menikmati perjalanan mereka.


Mereka akhirnya tiba ditempat yang mereka tuju, sikembar melipat kembali skuter miliknya dan memasukkan kedalam tas ransel milik mereka masing-masing, Ricardo juga tidak ketinggalan. Setelah itu mereka pun duduk dikursi yang telah disediakan.


"Abang mau makan apa?" tanya Ram.


"Ikut kalian aja deh," jawab Ricardo.


"Paman...! Panggil Ram.


"Iya den mau pesan apa?" tanya penjual warung tenda tersebut.


"Nasi ayam geprek 8 porsi dan bebek panggang 8 porsi." kata Ram.


"Baik den mohon ditunggu sebentar, Oh ya minumnya apa?" tanya pria itu.


"Es teh manis aja Paman," jawab Ram. Pria itu pun pamit untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Kalian sering kemari!" tanya Ricardo.


"Gak juga sih, sekali sekali saja," jawab Roy.


"Apa makanan disini enak?" tanya Ricardo lagi.


"Menurut kami sih enak, makanya kita suka kesini," jawab Rakha.


Ricardo manggut-manggut, tidak berapa lama pesanan mereka pun datang, pria itu sampai berulang ulang mengantarkan pesanan mereka karena banyak.


"Kak minta makan," ucap seorang anak yang tubuhnya sangat kurus dan juga lusuh.


"Mari sini duduk," pinta Ram pada anak itu.


"Tapi badanku kotor kak, nanti Kakak dan orang orang disini jijik." ucap anak itu.


"Gak apa-apa, badan boleh kotor asal jangan hati yang kotor," ucap Ram.


Akhirnya anak itu pun mendekat dan duduk disamping Ram, kemudian Ram memesan satu porsi lagi menu yang sama, yakni nasi ayam geprek dan bebek panggang.


"Makan ya jangan takut," ucap Ram.


"Ricardo yang melihat Ram memperlakukan anak itu dengan baik merasa takjub dengan sikap Ram.


"Kenapa bengong Bang?" tanya Ram pada Ricardo.


"Ehh, iya saya cuma salut sama kamu," jawab Ricardo gugup karena ketahuan oleh Ram.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2