
.
.
.
Sikembar kini sudah tiba di mansion keluarga Henderson, Oma dan Opa juga sudah datang, mereka bertemu didepan gerbang. Vera dan Jordan langsung masuk karena mobil mereka juga tidak muat kalau membawa sikembar ikut mobil mereka.
Dan juga sikembar sudah punya skuter yang mengikuti mobil Oma dan Opanya, saat masuk sikembar berlari menghampiri Mommy mereka.
"Mommy sudah sarapan?" tanya Ram.
"Sudah, kalian?" tanya Diva, dan sikembar menggeleng.
"Ya sudah mandi dulu sana setelah itu baru sarapan," Darmendra.
Sikembar pun berlari seperti biasa berlomba untuk masuk kedalam lift, Darmendra dan Diva hanya geleng-geleng kepala, Vera dan Jordan masuk dan mereka langsung kekamar.
Sikembar sudah selesai mandi dan berganti pakaian rapi, lalu mereka pun turun langsung menuju meja makan.
"Kalian mau kemana berpakaian rapi begini?" tanya Darmendra.
"Kami mau jalan jalan ke mall, mumpung lagi weekend," Ram.
"Hubby...?" rengek Diva, Darmendra langsung mengerti keinginan istrinya itu.
"Ganti pakaian setelah itu kita pergi," Darmendra.
Tanpa diperintah kedua kalinya Diva langsung kekamarnya untuk berganti pakaian. Tidak berapa lama Diva kembali turun dengan pakaian yang elegan, meskipun sedang hamil tidak membuat penampilan Diva menurun masih tetap elegan. sikembar juga sudah selesai sarapan. kali ini mereka akan jalan jalan lagi. bumil memang sukanya jalan jalan.
Akhirnya mereka semua berangkat setelah berpamitan kepada Oma dan Opanya. Kini mereka sudah didalam mobil, mereka begitu semangat dan perjalanan mereka pun begitu menyenangkan.
"hubby, nanti beli aku mau beli baju untuk orang hamil, bajuku sudah banyak yang tidak muat. lihat deh aku semakin gendut," ucap Diva sambil memberenggut.
Darmendra tersenyum, "terserah sayang aja mau beli apa? kamu tidak gendut kok, cuma buncit karena ada dedek bayi,"
"Tapi tetap saja jelek," Diva.
__ADS_1
"Siapa bilang, kamu adalah ratuku ibu dari anak anakku," Darmendra.
Mobil Darmendra tiba tiba berhenti karena ada seorang gadis sedang berlari dan menabrak mobil tersebut. gadis itu terpental tapi tidak terluka parah. tidak berapa lama datang segerombolan orang berpakaian serba hitam yang mengejar gadis itu.
"Tolong saya, mereka hendak menangkap saya." ucap gadis itu sambil mengetuk kaca mobil Darmendra. gadis itu berlindung disisi mobil kala melihat segerombolan orang yang mengejarnya.
"Tenang lah, kami akan menolongmu," ucap Diva.
"Sebenarnya ada apa sampai mereka ingin menangkapmu?" tanya Darmendra.
"Saya kabur dari mereka, ayah tiri saya menjual saya pada bos mereka untuk dijadikan pem*as na**u bos mereka," ucap gadis itu terbata bata.
Sepuluh orang berpakaian serba hitam mendekati mobil Darmendra, gadis itu semakin ketakutan.
"Masuklah kedalam mobil agar kamu aman." Darmendra, gadis itu pun menurut.
Darmendra dan sikembar keluar, Diva didalam mobil disuruh Darmendra menjaga gadis itu, entah kenapa kali ini Diva menjadi penurut? Biasanya ia yang paling bersemangat kalau soal berkelahi.
"Serahkan gadis itu pada kami, bos kami sudah membelinya dengan harga tinggi," ucap salah satu dari mereka.
"Kami tidak akan memberi ampun pada kalian semua," ucap Ram.
Ram melompat dan menendang dada pria itu saat sedang tertawa mengejek.
Bruuk, pria terpental mengenai temannya dan seketika itu juga tawa mereka berhenti. mereka saling pandang seolah olah tidak percaya dengan kekuatan seorang anak kecil yang mereka remehkan.
"Sudah kubilang tidak ada ampun untuk kalian," ucap Ram lagi.
Darmendra dan sikembar pun menyerang mereka, kali mereka benar benar serius menghajar para penjahat itu, hingga dalam sekejap saja sepuluh orang yang berpakaian serba hitam sudah terkapar di tanah. sudah pasti mereka akan cacat karena sikembar menyuntik mereka dengan cairan yang bisa membuat orang lumpuh, sekarang mereka kembali masuk kedalam mobil.
"Kamu mau kemana?" tanya Darmendra pada gadis itu.
"Saya ingin pergi jauh agar mereka tidak bisa menemukan saya," jawab gadis itu.
Lalu Darmendra mengantar gadis itu ke terminal, tapi sebelum itu ia tidak lupa membelikan gadis itu pakaian dan juga bekal untuk gadis itu makan saat diperjalanan dan tidak lupa juga Darmendra dan sikembar memberikan uang pada gadis itu untuk pergi jauh dari kota ini.
"Pergilah sejauh mungkin, agar kamu bisa terlepas dari mereka, dan mulakan hidup baru dengan uang ini, Darmendra menyerahkan amplop berisi uang, awalnya gadis itu ragu tapi demi kehidupannya nanti ditempat lain gadis itupun menerimanya, sikembar juga tidak tinggal diam memberikan bantuan pada gadis itu.
__ADS_1
"Carilah tempat yang aman menurut kakak," ucap Ram.
"Terimakasih, terimakasih banyak saya tidak tahu dengan cara apa untuk membalas budi baik kalian," ucap gadis itu yang kemudian keluar dari mobil dan memasuki kereta api entah kemana tujuannya pun gadis itu belum tau.
Setelah semua selesai Darmendra menjalankan mobilnya menuju mall, walaupun ia harus berputar arah demi mengantar gadis malang itu.
"Semoga saja ia bisa hidup dengan layak dan tenang ditempat yang ia tuju nanti," ucap Diva.
"Iya, kita hanya bisa sampai disini menolongnya, selebihnya urusan dia semoga ia bisa jaga diri," Darmendra.
Tidak berapa lama kemudian mereka pun sampai di parkiran mall, Darmendra memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus mobil. kemudian mereka keluar dari mobil tersebut. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pesona mereka selalu menyita perhatian publik, apalagi sikembar yang begitu menggemaskan dengan pipi chubby mereka dan bulu mata lentik alis tebal dan hitam membuat mereka semakin mempesona.
"Masih kecil aja sudah setampan itu, gimana nanti besarnya," gumam si A.
"Sudah pasti mirip papanya lah, gak lihat tuh begitu miripnya," jawab si B.
"Aku pengen bereinkarnasi agar bisa memiliki salah satu dari mereka," ucap si C.
"Ya kali kalau lu bereinkarnasi di zaman mereka, kalau lu bereinkarnasi tiga puluh tahun akan datang gimana?" tanya si D.
"Gak usah mimpi deh untuk memiliki salah satu dari mereka, jadi pengagum nya aja sudah cukup," Ucap si E.
Dan banyak lagi ocehan tidak penting mereka tentang sikembar.
Sedangkan yang jadi bahan gibah mereka sedang asik asiknya berbelanja, mereka ingin membeli baju untuk baby girl, tapi dicegah oleh Diva karena belum tahu jenis kelamin mereka. kalau beli baju baby girl takutnya yang lahir malah baby boy, Ram terlihat kecewa sebab ia sangat menginginkan adik perempuan. berbeda dengan saudara saudaranya mau laki laki atau perempuan sama saja.
"Nanti bila usia kehamilan Mommy sudah enam bulan baru kita lihat apakah dedek bayinya laki laki atau perempuan," ucap Diva.
"Masih lama dong Mom," ucap Ram.
"Sabar, semua butuh proses hidup tidak ada yang instan," ucap Diva.
"Kalau kami dulu gimana Mom!" tanya Ram.
"Kalian juga begitu, harus sabar menunggu sampai kalian lahir," ucap Diva lagi, Darmendra hanya tersenyum ia tidak menduga akan semudah itu menjawab pertanyaan sikembar.
.
__ADS_1
.
.