
.
.
Persiapan pesta pernikahan Darmendra dan Diva sudah rampung seratus persen, besok adalah hari yang mereka nanti nantikan. Dulu waktu pernikahan Darmendra dengan Monalisa tidak ada pesta sama sekali. pernikahan mereka pun dilakukan secara rahasia. tidak banyak yang tau, bahkan teman temannya juga tidak ada yang tau, hanya Robert saja yang mengetahui semua tentang Darmendra. Karena Robert adalah asisten pribadi sekaligus sahabat baik Darmendra. Hanya Robert yang bisa menjaga rahasia Darmendra selama ini. Sebenarnya setelah kejadian malam itu, Darmendra sama sekali tidak menyentuh istrinya. meskipun mereka tidur satu kamar bahkan satu ranjang, tapi Darmendra selalu menolak bila Monalisa menginginkannya.
Sebenarnya Darmendra tidak membenci Monalisa, hanya saja Darmendra tidak punya perasaan apapun sama sekali, berbeda dengan Monalisa awalnya dia tidak mencintai Darmendra, tapi seiring waktu cinta itu tumbuh dihatinya karena perlakuan Darmendra yang baik padanya. Namun Monalisa tidak ingin berharap lebih, cukup Darmendra menerima anaknya dengan baik itu sudah cukup bagi Monalisa. tapi takdir Tuhan siapa yang tau? mungkin Darmendra dan Monalisa memang tidak ditakdirkan untuk bersama, sehingga Tuhan menitipkan anak anaknya pada seorang gadis.
Karena maut, jodoh, dan rezeki itu sudah diatur oleh Allah. sejauh apapun kita pergi kalau jodoh kita ada disini pasti Allah akan mendekatkan nya dengan berbagai cara.
Malam ini untuk pertama kalinya Diva tidur dikamar Darmendra, biasanya Diva tidur dikamar tamu meskipun mereka sudah menikah.
"Kok aku jadi deg degan gini sih, tidak biasa begini." ucap Diva saat berdekatan dengan Darmendra.
"Kamu gugup ya?" tanya Darmendra.
"Ehh oh, kelihatan banget ya? maaf aku tidak pernah tidur sekamar dengan pria, kecuali si kembar." Diva.
"Sini lebih dekat lagi," pinta Darmendra.
Diva mendekat dan bersandar pada dada bidang Darmendra, Darmendra pun merangkul pundak Diva dengan mesra.
"Untuk pertama kalinya bagiku merasakan bahagia punya seorang istri," Darmendra.
Diva menggenggam tangan Darmendra lalu mendongak sedikit menatap wajah tampan Darmendra.
"Dulu waktu bersama Mona, apa yang mas rasakan?" tanya Diva.
__ADS_1
"Entahlah, aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku padanya yang jelas tidak ada getaran getaran dihatiku, berbeda saat bersama denganmu." Darmendra.
"Benarkah?" tanya Diva, Darmendra pun mengangguk.
"Kamu ingat sewaktu kita bertabrakan didekat toilet sekolah?" tanya Darmendra.
"Ingat..! memang kenapa?" Diva.
"Kau tau, saat itu jantungku berdetak lebih cepat, tidak seperti biasanya kupikir jantungku bermasalah aku hampir saja periksa ke dokter. tapi kata Robert aku sedang jatuh cinta, aku menepis perasaan itu setiap kali melihatmu jantungku kambuh lagi. Dari situ aku memberanikan diri untuk mengajakmu menikah. aku tidak peduli sama ada ditolak atau sebaliknya." Darmendra.
"Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama ketika itu, Tapi aku tidak tahu perasaan apa? karena sejujurnya aku belum pernah jatuh cinta." ucap Diva malu malu.
"Esok adalah hari bersejarah kita, apakah kamu bahagia?" tanya Darmendra.
"Kebahagiaanku terletak pada si kembar, bila si kembar bahagia aku juga bahagia." Diva
"Bagaimana perasaanmu terhadapku?" tanya Darmendra lagi.
Memang benar apa yang Diva rasakan, bila bersama dengan Darmendra ia merasa nyaman dan aman, entah itu cinta atau bukan Diva juga tidak tahu. Diva tidak sempat untuk jatuh cinta pada lawan jenis, saat lulus SMA Diva masih terlalu polos untuk mengenal itu semua, yang ada dipikirannya hanya belajar belajar dan belajar. lulus sekolah tiba tiba harus mengurus bayi.
"Kamu bilang, kamu menyukaiku sejak kecil, kok bisa?" tanya Diva.
"Entahlah, aku bilang sama Mommy ternyata Mommy merekam kata kataku diotak nya, kata Mommy kedua orang tua kita memang ingin menjodohkan kita, tapi tanpa sepengetahuan kita sendiri. kata Mommy lagi biarkan waktu yang menjawab." Darmendra
"Maafkan aku ya bila seandainya aku belum bisa membalas cintamu." Diva.
"Gak apa apa, seperti ini saja sudah membuatku bahagia, apalagi kalau kita saling mencintai." Darmendra
Diva sudah berulang kali menguap, dan tatapan matanya pun sudah sayu. perlahan Diva memejamkan matanya dibahu Darmendra. Darmendra yang menyadari kalau Diva sudah tertidur hanya tersenyum lalu mengangkat tubuh Diva dan membaringkannya di ranjang. kemudian Darmendra pun menyelimuti tubuh Diva agar tidak kedinginan. Darmendra berjalan kearah kamar mandi, seperti biasa sebelum tidur Darmendra akan mandi terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Darmendra pun berganti pakaian barulah ia masuk kedalam selimut yang sama dengan Diva. Darmendra memeluk tubuh Diva dengan erat. Diva pun membalas pelukan tersebut, entah sadar atau tidak yang pasti ia merasa nyaman dipelukan Darmendra.
Pagi pun menyapa, sang Surya belum menampakkan sinarnya karena masih terlalu pagi, tapi tujuh bocah sudah bersiap siap untuk berjoging keliling mansion, dengan mengenakan hoodie agar tidak dingin.
"Paman, joging yuk..!" ajak Ram.
"Maaf tuan kecil Paman harus cuci mobil." jawab Agus.
"Ya udah deh, kalau gitu aku ajak paman pengawal saja." ucap Ram.
Akhirnya mereka joging ditemani pengawal. karena hari ini hari Minggu jadi mereka bisa bebas. karena nanti jam satu siang mereka akan menghadiri acara resepsi pernikahan kedua orang tua mereka. dari jam satu siang sampai jam sepuluh malam.
Selesai joging si kembar kembali kekamar masing-masing untuk membersihkan diri, setelah itu barulah mereka sarapan. Diva sudah menyiapkan sarapan kesukaan mereka, yaitu seafood. apapun yang berhubungan dengan seafood si kembar pasti suka. Vera dan Jordan baru tiba di meja makan, mereka semua pun sarapan bersama sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang mereka sudah siap siap untuk pergi ke hotel tempat diadakannya resepsi pernikahan Darmendra dengan Diva. Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang berarti dua jam lagi acara akan dimulai. mereka berangkat hanya menggunakan satu mobil. penata rias serta gaun pengantin sudah ada diruang ganti hotel tersebut.
Mobil mereka pun melaju dijalan raya, karena waktu hanya tinggal sedikit lagi. Nanti penata rias paling hanya memoles sedikit saja make up ke wajah Diva, karena Diva sudah sangat cantik alami.
Mereka pun sudah tiba di hotel, mereka langsung masuk dan langsung keruang ganti, ruang ganti pengantin pria dan pengantin wanita bersebelahan. Diva masuk ternyata sudah ada penata rias sedang menunggu kedatangan pengantin.
"Maaf aku terlambat," ucap Diva. tidak apa-apa nona, kami juga belum lama sampai." jawab penata rias tersebut. padahal mereka sudah satu jam menunggu, mereka datang lebih awal karena takut terlambat. mereka harus memberikan kesan terbaik sebagai penata rias profesional.
Penata rias itu mulai melakukan pekerjaannya karena waktunya juga tinggal satu jam. jadi mereka harus siap sebelum acara dimulai. kini Diva di make over sedemikian rupa, Diva sudah cantik dipoles dengan make up makin cantik, Diva mau make up yang natural saja. penata rias tersebut pun mengerti.
.
.
__ADS_1
.