
.
.
.
"Sabar ya Nek, sebentar lagi kita kerumah sakit," ucap Ram.
Tidak berapa lama dua taksi online pun tiba, Ram segera memanggil supir taksi itu untuk menolong mengangkat tubuh anak itu yang diperkirakan berusia 11 tahun, tapi karena tubuhnya kurus jadi terlihat kecil.
Kenapa Ram pesan dua taksi? karena kalau satu taksi tidak akan muat. Supir taksi itu pun mengangkat tubuh anak itu kedalam taksi, sedangkan Nenek menyiapkan pakaian ganti untuk mereka dirumah sakit nantinya.
Mereka semua pun masuk kedalam taksi tersebut, Supir taksi itu mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena mereka harus cepat sampai kerumah sakit.
"Nenek jangan takut," ucap Ram sambil memeluk tubuh Nenek itu, karena Nenek itu terlihat sangat tegang.
Nenek itu merapatkan tubuhnya saat dipeluk oleh Ram, jujur saja Nenek itu merasa ketakutan karena laju mobilnya apalagi Nenek tersebut tidak pernah naik mobil.
"Nenek yang sabar ya," ucap Ram lagi, ia berusaha membuat Nenek itu tenang.
Sekitar 40 menit taksi yang mereka tumpangi pun sampai dirumah sakit. anak itu diangkat oleh supir taksi tersebut, sikembar memanggil dokter untuk segera menangani anak itu. Ram sempat mengancam dokter kalau lalai menangani pasien maka rumah sakit ini akan ditutup. Tentu saja ancaman tersebut membuat dokter dan juga suster ketakutan. Apalagi mereka tau siapa sikembar itu?
Anak itu segera dibawa ke UGD untuk segera ditangani, sikembar segera melakukan administrasi pembayaran untuk pasien tersebut.
"Bagaimana keadaan cucu saya dok?" tanya Nenek itu setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan.
"Cucu ibu terkena demam berdarah, untung cepat dibawa kerumah sakit terlambat sedikit saja cucu ibu tidak akan bisa tertolong," jawab dokter.
"Alhamdulillah, syukur Kepada Allah," ucap Nenek.
"Kami akan segera memindahkan pasien keruang perawatan," ucap dokter.
"Oya dok pindahkan pasien kekamar VIP 2." ucap Ram.
"Baik tuan kecil," jawab dokter.
Kini anak itu sudah dipindahkan keruang perawatan, sikembar dan Nenek menunggu diruangan tersebut.
"Nek, Nenek jangan risau cucu Nenek pasti sembuh, semua pembayaran sudah kami urus dan ini ada sedikit uang dari kami untuk Nenek dan cucu Nenek nanti," ucap Ram sambil menyerahkan uang tersebut.
"Dan ini juga ada sedikit uang untuk Nenek," ucap Ren, lalu saudara saudaranya yang lain juga memberikan sedikit uang. sedikit bagi sikembar tapi sangat banyak untuk si Nenek.
"Terimakasih, terimakasih banyak," ucap Nenek sambil menangis.
"Nenek jangan sedih lagi ya, kedepannya Nenek bisa buka usaha kecil-kecilan dengan uang itu," ucap Ram bijak.
__ADS_1
"Apakah kalian reinkarnasi dewa?" tanya Nenek.
"Bukan Nek, kami hanya anak kecil biasa yang terlahir dari rahim seorang ibu yang baik dan kami dididik dengan baik diajarkan untuk berbagi untuk saling membantu bagi yang membutuhkan." Ren.
"Selagi kami mampu, kenapa kami harus menutup mata melihat kesusahan orang lain?" Ram.
"Terimakasih banyak Nak, aku yakin kalian tujuh dewa yang bereinkarnasi," ucap Nenek dengan lelehan air mata di pipinya.
"Bukan Nek, kami hanya manusia biasa," ucap Ram sambil menghapus air mata Nenek tersebut.
"Siapapun kalian, semoga Allah melindungi kalian teruslah berbuat kebaikan," pesan Nenek itu.
"Insyaallah Nek, selagi kami mampu akan kami laksanakan, kalau begitu kami pamit pulang Nek," Ram.
"Iya Nak, hati hati dijalan," ucap Nenek, kemudian sikembar keluar dari ruang rawat inap itu.
Saat di lorong rumah sakit mereka tidak sengaja mendengar percakapan dokter dengan supir taksi tadi yang mengantar mereka.
"Tolong selamatkan anak dan istri saya Dok," ucap supir taksi itu bersimpuh dihadapan dokter tersebut.
"Bapak harus menyediakan uang 50 juta untuk biaya operasi istri Bapak," ucap dokter.
"Saya akan usahakan Dok, asal istri dan anak saya selamat." kata supir taksi itu.
Lalu dokter itu pun pergi dari tempat itu dan kini hanya tinggal pria itu yang menangis karena keadaan istrinya kritis.
"Ehh, tuan kecil ada apa?" tanya pria itu kikuk.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa Paman menangis?" tanya Ram pura pura tidak tahu.
"Tidak apa-apa tuan kecil," jawab pria itu.
"Cerita saja Paman, jangan disimpan bila ada masalah, mungkin kami bisa tolong," ucap Ram.
"Benar Paman, ceritakan lah permasalahan Paman itu," Rakha.
Lalu pria itu menceritakan tentang keadaan istrinya yang sedang hamil, tapi didalam rahimnya ada sesuatu dan harus dioperasi untuk membuangnya agar anak dan istrinya bisa selamat.
"Istri saya menderita kanker kalau cepat dioperasi kemungkinan besar keduanya akan selamat, tapi saya tidak punya uang untuk biaya operasi tersebut, dokter bilang harus ada 50 juta untuk biaya tersebut." ucap pria itu.
"Disini ada uang 100 juta, Paman bisa gunakan uang tersebut untuk biaya operasi dan biaya lainnya." Ram.
"Terimakasih, terimakasih banyak saya tidak tahu harus dengan cara apa membalas kebaikan kalian," ucap pria itu.
"Tidak perlu Paman, cukup bahagiakan keluarga Paman karena mereka adalah harta yang tidak ternilai," Ram.
__ADS_1
Pria itu mengangguk sambil mengucapkan terimakasih berkali kali.
(Ada gak ya orang seperti sikembar didunia nyata?)
Kemudian sikembar pun pamit karena sekarang sudah jam 3 sore, mereka harus segera pulang kerumah.
Saat mereka diluar rumah sakit, ponsel Ram berdering menandakan panggilan masuk, Ram pun segera menggeser layar ponsel nya.
"Halo Mom ada apa?" tanya Ram.
"Kalian dimana? kenapa jam segini belum pulang?" tanya Diva beruntun.
"Kami lagi dirumah sakit, Mom," kata Ram.
"Hah, siapa yang sakit? Mommy akan kesana," ucap Diva cemas.
"Tidak usah Mom, sebentar lagi kami akan pulang, Mommy jangan cemas kami tidak apa-apa," ucap Ram.
Lalu Ram menceritakan yang mereka alami tadi, barulah Diva merasa lega. Sikembar pun pulang dengan skuter mereka masing-masing. Butuh waktu satu jam mereka pun tiba didepan gerbang mansion, penjaga pun membukakan pintu untuk mereka. Sikembar pun masuk kedalam mansion, diruang tamu sudah ada Oma dan Opanya, Daddy juga Mommy mereka.
"Besok kalian diantar supir aja ya," Diva.
"Gak usah deh Mom," ucap Ram sambil mengelus perut Diva.
"Ehh kok gerak gerak," ucap Ram lagi.
Mendengar hal itu saudara saudaranya juga ingin mengelus perut Mommy mereka.
"Benar gerak gerak," ucap Ren.
Vera dan Jordan tertawa melihat tingkah sikembar yang baru tau kalau didalam perut Diva bergerak.
"Adek pengen ngajak Abang main," ucap Diva sambil tersenyum, Darmendra mendekati Diva dan ikut mengelus perut Diva.
"Abang sudah tidak sabar ingin melihat adek," ucap Ram.
"Sabar ya Abang, adek akan keluar 2 bulan lagi," ucap Diva menirukan suara anak kecil.
"Kalian mandi dulu ya, setelah itu baru main lagi dengan adek," Vera.
"Baik Oma," ucap sikembar serentak.
.
.
__ADS_1
.