SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Gagal malam pertama.


__ADS_3

.


.


.


Pesta pernikahan akhirnya selesai, si kembar pulang ke mansion bersama Oma dan Opanya. sedangkan Diva dan Darmendra kini menginap di hotel tersebut. Kini keduanya sedang berada di dalam kamar.


"Mas tolong bukain resleting gaunku, susah banget nih." Diva.


Darmendra segera menghampiri Diva dan membuka resleting gaun milik Diva. resleting pun ditarik kebawah hingga terpampang lah punggung putih mulus milik Diva, seorang Mama muda yang masih bersegel.


Gleek... Darmendra menelan silivanya melihat pemandangan itu, "baru lihat punggungnya saja sudah membuatku tidak tahan, sabar Darmendra sebentar lagi akan menjadi milikmu seutuhnya." batin Darmendra.


Diva menahan gaunnya agar tidak jatuh lalu masuk kedalam kamar mandi. Diva mengisi air dalam bathtub, karena sudah larut malam Diva pun mandi dengan air hangat. setelah selesai mandi, Diva merasakan sesuatu yang aneh dibalik sel*****ngannya.


"Astaga, aku lupa hari ini waktu tamu bulananku datang." batin Diva.


Diva menjulurkan kepalanya keluar dari balik pintu kamar mandi.


"Mas bisa minta tolong?" teriak Diva dengan wajah malu malu.


"Apa kamu lupa bawa handuk?" tanya Darmendra.


"Iya mas aku lupa bawa handuk tolong ambilkan ya mas, sekalian pembalut yang ada didalam tas kecil." Diva.


Mendengar kata pembalut seketika membuat Darmendra muram. wajah yang awalnya berseri seri seperti bunga yang hendak mekar tapi kini mendadak layu karena bunganya tidak jadi mekar.


"Sabar Darmendra sabar malam ini nasibmu lagi apes," batin Darmendra menyemangati diri sendiri.


Darmendra memberikan handuk dan pembalut pada Diva, lalu ia berjalan kearah ranjang dan menghempaskan tubuhnya disana. Untuk menutupi rasa kecewanya Darmendra berpura-pura tidur.


(wk wk wk kecewa ya mas bro gagal malam pertama)


Selang beberapa menit Diva keluar dari kamar mandi melihat Darmendra sudah tertidur tengkurap lebih tepatnya pura-pura tidur.


Diva berjalan kearah Darmendra dan duduk disampingnya sambil mengelus rambut hitam suaminya.


"Aku tidak menyangka akan menikah dengan ayahnya si kembar, maafkan aku belum bisa memberikan hakku untuk malam ini," gumam Diva, tentu saja gumaman itu didengar oleh Darmendra. hanya saja ia pura-pura tidak tahu.


Lalu Diva merebahkan tubuhnya disamping Darmendra dan menarik selimut hingga menutupi tubuh keduanya, Diva memeluk tubuh Darmendra walau hanya dari belakang.


Darmendra berbalik hingga mereka saling berhadapan dan membalas pelukan Diva.


"Maafkan aku mas telah membuatmu terbangun," Diva.


"Gak apa-apa santai saja, yuk tidur lagi." Darmendra.

__ADS_1


Keduanya pun tidur sambil berpelukan, Darmendra tersenyum manis walaupun ia gagal menikmati malam pertama, setidaknya istrinya tidak menolak untuk dipeluk, bahkan istrinyalah yang berinisiatif duluan. Akhirnya malam ini terlewati begitu saja.


Pagi ini berita di televisi dan media massa dihebohkan dengan berita pernikahan dua pengusaha terkenal yakni CEO dari J H company dengan SEVEN R CORP. yang lebih menghebohkan lagi persembahan dari si kembar dalam menghibur para tamu. Seluruh stasiun televisi swasta menayangkan berita tersebut. si kembar yang memang sudah terkenal menjadi semakin terkenal, nama mereka dialu alukan oleh setiap penggemarnya. Sebenarnya selama pesta pernikahan berlangsung, para wartawan dilarang untuk meliput acara tersebut. Namun ada beberapa wartawan yang diam diam merekam dengan kamera kecil milik mereka.


Ini adalah kesempatan bagi pencari berita hingga mereka tidak mengindahkan larangan tersebut.


Tapi kalau sudah tersebar begini biarkan sajalah, toh mereka bukan menyebarkan berita yang tidak benar. Semua orang mengira kalau Darmendra dan Diva menikah secara diam diam, hingga anak punya anak yang sudah sebesar ini baru dipublikasikan begitulah pemikiran mereka.


"Mas lihat deh, berita tentang pesta pernikahan kita menjadi trending topik utama hari ini." ucap Diva saat ia duduk didepan televisi.


"Biarkan saja, paling mereka hanya tertarik dengan si kembar di acara kita." Darmendra.


"Iya juga ya, saat aku membuka media sosial banyak sekali komentar komentar netizen hanya membahas tentang si kembar." Diva.


Mereka terus berbincang bincang ringan, sambil menunggu sarapan yang mereka pesan dari pelayan hotel.


"Berapa lama lukamu baru sembuh?" tanya Darmendra.


"Luka...? aku tidak terluka mas." Diva.


"Semalam kamu minta pembalut untuk apa?" tanya Darmendra lagi.


Seketika mata Diva melotot, baru ngeh dengan kata kata yang dimaksud Darmendra.


"Paling lama sepuluh hari mas." jawab Diva.


"Lima sampai tujuh hari," Diva.


"Siang ini kita pulang ya," ajak Darmendra.


"Loh katanya nginapnya tiga hari," goda Diva.


"Tadinya rencananya memang begitu, tapi karena pendarahan terpaksa deh dibatalin." Darmendra.


Diva memalingkan wajahnya kearah lain sembari menahan tawanya agar tidak meledak.


"Ya sudah gak apa-apa." Diva.


Darmendra berjalan kearah balkon kamar hotel dan duduk disana sambil melihat pemandangan diluar, Diva menghampirinya dan memeluk Darmendra dari belakang dengan mesra.



"Sabar ya mas, gak lama kok," Diva.


"Gak apa-apa, aku bisa bersabar kok, kamu tenang saja." Darmendra.


"Bagaimana kalau kita pulang sekarang? kita ajak si kembar ketaman permainan dan juga pasar malam." usul Diva.

__ADS_1


"Ide bagus tuh, tapi cium dulu dong." Darmendra.


Diva mencium pipi Darmendra sebelah kiri.


Cup, "Udah...!"


"ets...masa cuma sebelah, nanti yang lain ngiri loh," Darmendra.


"Dih... modus aja." Diva hendak beranjak dari situ, tapi pinggangnya ditahan oleh Darmendra. lalu memeluknya.


Darmendra mencium bibir Diva dengan perlahan, awalnya hanya ciuman biasa, tapi semakin lama Diva juga terbawa suasana dan membalas ciuman itu. Sadar dirinya mulai terhanyut, Diva melepaskan ciuman itu.


"Udah ya, nanti kebablasan tunggu aku sembuh dulu baru minta lebih." Diva.


"promise?" tanya Darmendra.


"Yes i promise." Diva.


Diva pun masuk kembali, dan langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri, Diva merendam tubuhnya didalam bathtub, kali ini dia tidak akan lupa lagi untuk membawa handuk dan pembalut serta pakaian ganti. Setelah selesai mandi Diva menghampiri Darmendra kembali.


"Sekarang giliran mas mandi," perintah Diva.


Darmendra tidak menolak sama sekali, langsung menuruti kemauan Diva. sementara Diva sedang siap siap siap mengemasi barang-barang bawaan mereka, tidak banyak sih hanya beberapa pasang pakaian, karena rencana mereka akan menginap selama 3 hari tapi nyatanya gagal.


Kini mereka sudah sampai di mansion, Vera dan Alex yang berada diruang tamu sedikit heran karena anak dan menantunya sudah pulang. Vera melihat jalan Diva masih normal langsung mengerti.


"Aku langsung kekamar ya Mom, Dad." Diva.


"ya istirahatlah dulu," Vera.


"Son, kok sudah pulang? katanya nginapnya tiga hari?" Jordan.


"Palang merah Dad, masa mau diterobos aja bisa kena tilang." ucap Darmendra to the point.


Hal itu sontak membuat Vera dan Jordan tertawa.


"Kasihan banget nasibmu, son. sudah berharap harap ehh malah lampu merah." ejek Jordan.


"Ejek aja terus, kami mau ngajak si kembar jalan jalan, Mommy sama Daddy gak boleh ikut," Darmendra.


"Ehh...kok gitu? gak bisa gitu dong." Jordan.


"Pokoknya Daddy sama Mommy tidak boleh ikut, titik. siapa suruh ngejek ngejek aku?" Darmendra.


Insya Allah nanti malam update lagi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2