
.
.
.
Sikembar pun menuju bangku paling belakang, berdekatan dengan seorang siswa yang juga selalu dikucilkan karena berpenampilan culun, sebenarnya siswa itu anak orang kaya juga hanya saja dia tidak mau pamer. Karena ia pikir itu hanya harta orang tuanya, dan siswa tersebut malah bekerja jadi pelayan cafe, walaupun ia mendapatkan fasilitas dari orang tuanya seperti mobil sport dan juga blackcard tapi tidak pernah ia gunakan kalau tidak terdesak.
"Hai kenalkan namaku Ricardo," sapa siswa culun itu.
Wajahnya tampan tapi selalu ia tutupi dengan penampilan culunnya itu, baginya kalau orang suka dengannya maka tidak akan memandang fisik, tapi dengan penampilan seperti itu membuat ia dijauhi oleh siswa dan siswi di sekolah ini.
"Aku Ram, dan ini saudara saudaraku," jawab Ram.
"Ya aku tau," ucap Ricardo.
"Boleh kami duduk?" tanya Ram.
"Oh boleh, hanya dibelakang bangku yang tersisa," jawab Ricardo.
Sikembar pun duduk, hanya Ram yang berbicara panjang lebar sedangkan saudaranya lebih banyak diam.
Tidak berapa lama kemudian Bu Tessa membagikan soal yang akan mereka kerjakan nantinya. Terdapat beberapa pertanyaan yang tidak terdapat pada pelajaran di sekolah tersebut.
Mita dan Ayu bertos, keduanya begitu yakin akan menjawab dengan mudah. sambil mengacungkan jari jempolnya kebawah dihadapan sikembar, sedangkan sikembar santai santai saja, toh mereka juga tidak pernah pamer.
Mita dan Ayu memang terkenal sombong disekolah ini, selain dari keluarga konglomerat keduanya juga yang paling pintar, mereka adalah saudara sepupu.
"Ujian ini akan kita mulakan dari sekarang, dan ingat kalian hanya punya waktu 20 menit kalau ada yang protes maka waktu akan dikurangi." ucap Bu Tessa, dari sekian guru wanita hanya Bu Tessa yang paling tegas tapi hatinya baik.
Para siswa dan siswi pun mengerjakan soal-soal tersebut, tanpa persiapan apapun mereka harus mengikuti ujian tersebut.
Tidak ada yang berani bersuara tidak ada yang protes, karena sudah diperingatkan kalau ada yang protes waktu akan dikurangi.
Sikembar bangkit serentak dari duduknya, siswa dan siswi saling pandang.
"Kami sudah selesai Bu," ucap sikembar serentak.
"Bagus, sekarang kumpulkan kemeja ibu," kata Bu Tessa.
Sikembar maju kedepan dan menyerahkan kertas soal dan kunci jawaban soal, Bu Tessa menerimanya dan langsung memeriksanya. Bu Tessa pun mengangguk dan tersenyum puas dengan hasil jawaban dari sikembar.
__ADS_1
"Sekarang kalian boleh duduk kembali," ucap Bu Tessa.
"Baik Bu," jawab sikembar serentak.
Lalu mereka pun duduk kembali, Ricardo merasa kesulitan dalam menjawab soal tersebut, lalu Ram pun menjelaskan dengan sedikit berbisik karena takut ketahuan yang lain dan juga Bu Tessa.
Akhirnya Ricardo pun mengerti, sebenarnya Ricardo juga termasuk siswa yang pintar, tapi ia masih dibawah Mita dan Ayu. Dengan bantuan sikembar Ricardo dapat menyelesaikan dengan cepat sebelum waktu yang ditentukan. Ricardo bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja Bu Tessa.
"Saya sudah selesai Bu," ucap Ricardo sambil menyerahkan kertas soal tersebut.
"Baik silahkan duduk kembali," jawab Bu Tessa.
"Hah, gak salah tuh si culun sudah selesai," bisik Mita ke Ayu.
"Tau tuh, tumben tumbenan dia cepat dari kita," jawab Ayu berbisik pula.
"Terimakasih karena kalian mau mengajari saya," ucap Ricardo tulus, selama ini ia selalu menyendiri karena sering dihina miskin hanya karena bekerja part time disebuah cafe sebagai pelayan.
"Waktu tinggal 2 menit lagi," ucap Bu Tessa dengan tegas.
"Aduh gimana nih, ini kan tidak ada dipelajaran sekolah kita," tanya Mita pada Ayu.
"Jawab sembarangan aja lah," ucap Ayu.
Mita dan Ayu semakin tegang. siswa siswi yang lain juga belum selesai.
"Waktu sudah habis, angkat tangan kalian dan tidak boleh lagi memegang pulpen. dan sekarang kumpulkan semua jawaban kalian," ucap Bu Tessa lantang.
"Sekarang ibu akan memeriksa jawaban kalian diruang guru, kalian boleh istirahat." ucap Bu Tessa, Lalu kemudian pergi meninggalkan kelas.
"Heh cupu, Lo pasti jawabannya asal asalan kan, agar Lo bisa cepat dari kita?" tanya Mita dengan bersidakap dada.
"Saya cuma jawab apa adanya kok," jawab Ricardo.
"Dan kalian bocah, kalian pikir kalian hebat dengan hanya menjawab dalam waktu 5 menit," ucap Mita lagi.
"Kami tidak merasa diri kami hebat, tapi kalau memang itu kelebihan kami terimakasih banyak," ucap Ram santai.
"Kalian belum tau siapa kami?" tanya Ayu.
"Siapa emang," jawab Ren.
__ADS_1
"Kami anak orang terkaya nomor 2 dan nomor 3 di negara ini.
"Oh, cuma itu?" tanya Ray dingin.
"Kalian harusnya patuh kepada kami," jawab Mita.
"Oh ya, apakah itu harus? kalau kami tidak mau patuh bagaimana?" tanya Rakha.
"Kalian akan menyesal telah menyinggung kami." ucap Ayu.
"Oh ya, namamu tidak mencerminkan sikap mu nona," ucap Roy mengejek Ayu.
Ayu ingin menjawab tapi Bu Tessa lebih dulu masuk. Ayu dan Mita pun gelabakan dibuatnya dan kembali duduk di bangku mereka.
"Sekarang semua keputusan sudah ada ditangan ibu," ucap Bu Tessa sambil memperlihatkan kertas jawaban yang telah diperiksanya.
"Dan disini saya tidak menduga kalau Ricardo mendapatkan nilai yang cukup tinggi, selamat Ricardo pertahankan prestasimu. dan untuk nilai paling tertinggi, jatuh kepada sikembar 7. karena nilai mereka sama jadi saya sudah membuat keputusan dan ini juga didukung oleh para guru guru yang lain menetapkan sikembar sebagai juara satu, dan untuk juara dua jatuh kepada Ricardo," ucap Bu Tessa.
"Kami tidak terima Bu , kenapa anak kecil itu yang dapat juara satu dan sicupu itu kenapa bisa juara dua?" protes Mita dan Ayu.
"Baiklah kalau kalian masih ragu dengan keputusan saya, saya akan menguji kalian lagi dengan menjawab satu pertanyaan lagi." ucap Bu Tessa.
"10+10+10x100x1000+90+30+100-200\=? jadi berapa jawabannya?" tanya Bu Tessa.
"1000.040 Bu," jawab sikembar serentak, hanya kurang dari 5 detik sikembar menjawabnya.
"Benar, sekarang terbuktikan?" tanya Bu Tessa.
"Hah," ucap siswa dan siswi dengan mulut terbuka, mereka merasa tidak percaya dengan bocah yang mereka remehkan ternyata super jenius.
"Kalian benar benar hebat," puji Ricardo.
"Abang juga bisa kok, asalkan rajin belajar dengan tekun dan benar, dan satu lagi jangan memandang rendah seseorang walaupun dia orang miskin sekalipun," ucap Ram dengan lantang sengaja biar semua mendengarkan.
"Dengar, orang yang kalian hina ini, jauh lebih baik dari kalian," ucap Roy sambil mengeluarkan dompet milik Ricardo.
"Kalian lihat orang yang kalian rendahkan bahkan memiliki ini," ucap Roy lagi sambil menunjukkan blackcard milik Ricardo, seketika siswa siswi dibuat syok. orang yang mereka kira miskin ternyata mempunyai kartu hitam tanpa batas. Ricardo tertunduk, lalu Ram mengangkat dagu Ricardo hingga mendongak.
"Angkat wajahmu Bang, tunjukkan pada orang orang sombong yang hanya mengandalkan harta orang tuanya," ucap Ram lagi.
.
__ADS_1
.
.