
.
.
.
Para anggota mafia keluar dari dalam mobil tersebut, sikembar masih tenang tenang saja.
"Kalian tidak takut?" tanya Darmendra pada sikembar.
"Jangan kira kami lemah, Daddy. postur tubuh kami boleh kecil tapi untuk menghadapi penjahat kami masih punya otak yang cerdas, bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik saja," ucap Ram.
"Bagus, Daddy suka keberanian kalian sekarang saatnya kita bertarung." Darmendra.
"Let's go play," ucap sikembar serentak.
Sikembar kemudian memberikan senjatanya kepada Oma dan Opanya untuk berjaga-jaga, serta Mommy nya juga.
"Hei apa ini? Opa tidak lemah," Jordan.
"Untuk jaga jaga Opa," Ren.
"Kami tau Opa kuat, tapi Opa ingat umur," Ram.
"Kalian mengejek Opa sudah tua?" Jordan.
"Buktinya Opa sudah punya cucu," Roy.
Jordan tidak bias berkutik, ia kalah telak oleh sikembar.
"Mereka sudah mendekat, mari kita keluar." Darmendra.
Mereka semua keluar dari mobil, jalan yang mereka lewati adalah jalan sepi jarang dilalui kendaraan. karena Darmendra ingin menghindari macet jadi mereka lewat jalan ini.
"Untung aku pakai celana," Vera.
Mereka berdiri berjejer berhadapan dengan para mafia tersebut, tak berapa lama keluar seorang wanita paruh baya, berjalan dengan angkuhnya kehadapan Jordan dan keluarganya.
"Apa kabar Jordan Henderson, sudah lama kita tidak bertemu, mungkin kamu pikir aku sudah mati," ucap Serena tersenyum sinis.
Serena adalah ketua dari kelompok mafia tersebut, kelompok mafia tersebut diberi nama serigala hitam. Kelompok mafia serigala hitam terkenal dengan kekejaman nya dalam membunuh orang, tidak disangka ternyata ketuanya adalah Serena.
"Kamu tidak berubah Serena, tetap jahat seperti dulu," Jordan.
Awalnya Serena senang mendengar kata tidak berubah, tetapi diakhir kalimat Serena tersentak dibilang jahat.
"Semua ini karena kamu Jordan, seandainya dulu kamu menerima cintaku mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini," Serena.
__ADS_1
"itulah mengapa aku membenci kamu Serena, kesalahan yang kau perbuat tapi kamu menyalahkan orang lain, dan kau hampir saja membunuh istriku, dan satu anakku meninggal karenamu," Jordan.
"Hahaha, itu akibat perbuatanmu Jordan, dan itu adalah hukuman untukmu. dan sekarang nikmatilah kehancuran seluruh keluargamu bahkan anak cucumu semua akan aku habisi. Serena.
Darmendra dan sikembar masih tenang tenang saja, tapi tidak dengan Diva ia sudah mengepalkan tangannya kuat seperti ingin menghajar musuh. Darmendra sebisa mungkin memberikan usapan lembut agar Diva tenang.
"Habisi mereka semua," perintah Serena kepada anak buahnya.
Anak buah Serena maju, tapi belum sempat mereka bertarung, satu persatu mereka berjatuhan ternyata Vera dan sikembar lah yang menembak. dari 65 orang kini menjadi 21 orang termasuk Serena.
Vera maju menghampiri Serena, dendam Vera belum terbalaskan sejak ia koma dulu. kini Vera dan Serena saling berhadapan. tanpa aba-aba Vera langsung menyerang Serena dengan tendangan, Serena menghindar hingga tendangan Vera meleset. Diva yang melihat Serena begitu gesit maka ia langsung membantu Vera.
"Kalian urus yang mereka, Mommy ingin bantu Oma kalian." Diva.
"Baik Mommy, serahkan kepada kami." Ram.
Diva berlari, ia lupa kalau saat ini sedang hamil, Diva terus bersalto berputar sambil kakinya mengayun menendang dan...
Bruuk... Serena ambruk mengenai mobil karena tendangan kuat dari Diva. telinganya berdarah tapi dengan cepat ia bangkit seolah olah tidak apa-apa.
"Wah wah wah, ternyata kalian bisa bertarung," Serena.
"Mommy..." Diva memberi kode kepada Vera untuk menyerang bersamaan. Vera memutar kakinya dan menendang tepat diperut Serena, Serena mundur beberapa langkah, giliran Diva memutar tubuhnya dan mengangkat kakinya menendang tepat di kepala Serena. begitu berulang-ulang, kolaborasi antara menantu dan mertua sangat sempurna sehingga lawannya tidak berkutik dan terkapar.
"Kamu tidak apa-apa Sayang?" tanya Vera.
"Tapi kandunganmu?" tanya Vera lagi.
"Aku tidak apa-apa Mommy, percayalah." Diva.
Lalu Vera menyeret Serena yang sudah tidak berdaya diaspal, dengan menarik rambut panjangnya. Serena yang setengah sadar hanya bisa pasrah.
Sedangkan sikembar, Darmendra dan Jordan masih bertarung, mereka juga kompak melawan mafia tersebut. akhirnya para mafia itu kalah semua.
"Apa yang Mommy lakukan pada wanita itu?" tanya Jordan.
"Aku ingin membuatnya lumpuh selamanya," ucap Vera dengan nada emosi.
"Biar kami saja Oma," Ray.
"Bagaimana kalian akan melakukannya?" tanya Vera.
"Dengan ini Oma, dengan benda ini maka Nenek itu akan lumpuh selamanya." ucap Ram sambil menunjukkan jarum suntik yang didalamnya ada cairan yang bisa melumpuhkan anggota tubuh.
Dengan penuh dendam Vera menusuk kan harum tersebut ketubuh Serena, seketika Serena pingsan.
"Bila ia sadar nanti, ia sudah tidak bisa bergerak bahkan berbicara juga tidak bisa," ucap Ray santai. kemudian ia memerintahkan keenam saudaranya untuk meletakkan permen karet kemobil penjahat tadi.
__ADS_1
"Kalian, letakkan permen karet seperti biasa kesetiap mobil mereka." perintah Ray.
"Siap bos," sahut mereka serentak. lalu mereka mengunyah permen karet itu dan meletakkannya di setiap mobil.
Darmendra yang tidak tau apa yang anak-anaknya lakukan hanya diam saja.
"Sekarang kita pergi," ucap Ray.
Darmendra dengan cepat meninggalkan tempat itu atas perintah Ray. Tapi baru beberapa ratus meter mobil mereka berjalan dan...
Duar...Duar...Duar... suara ledakan terdengar begitu dahsyat, dan 10 buah mobil pun hancur berkeping keping.
"Suara ledakan apa itu?" tanya Jordan.
"Mobil," jawab sikembar serentak, barulah Darmendra faham dengan apa yang anak-anaknya lakukan, Darmendra hanya bisa menghela nafas dengan kejeniusan anak anaknya yang diluar nalar.
"Anak anakku seperti monster, kecil yang imut tapi berbahaya." batin Darmendra.
"Jadi kalian...?" Jordan tidak meneruskan ucapannya karena sikembar sudah mengangguk.
Darmendra teringat dengan istrinya yang sedang hamil, jadi ia kembali khawatir tadi sempat lupa sejenak.
"Oma ternyata keren," puji Ram.
"Oh benarkah?" Vera.
"Mommy sejak kapan bisa bela diri?" tanya Diva.
"Sejak Mommy sembuh dari koma, beberapa bulan setelah sadar dari koma, Mommy belajar ilmu bela diri, waktu itu Darmendra masih sangat kecil. Mommy bertekad harus kuat agar kejadian yang lalu tidak terulang kembali." Vera.
"Hubby tau kalau Mommy bisa bela diri?" tanya Diva, Darmendra menggeleng.
"Makanya jangan kira kami lemah." ucap Vera dan sikembar kompak, lalu mereka pun tertawa.
"Sayang kamu beneran tidak apa-apa?" tanya Darmendra.
"Aku baik baik saja hubby, trust me Ok." Diva.
"Aku cuma khawatir kamu dan anak kita kenapa kenapa?" Darmendra.
Akhirnya mereka pun sampai ke mansion, hari pun sudah sore dan sebentar lagi malam. sikembar langsung berlari berebut memasuki lift, Diva dan Darmendra duduk diruang tamu sebentar sebelum keduanya masuk kekamar. Vera dan Jordan sudah lebih dulu masuk kedalam kamar, mereka akan mandi karena sudah seharian tidak mandi. sikembar juga mandi dikamarnya masing-masing.
Baru kemudian Darmendra menggendong Diva menuju kamar mereka. dan mengajak Diva untuk mandi bersama.
.
.
__ADS_1
.