
.
.
.
Waktu 60 menit yang diberikan cukup untuk mengerjakan soal-soal ujian tersebut, tapi sikembar hanya butuh waktu 8 menit untuk mereka menyelesaikan semua soal ujian tersebut, yang lain saling pandang saat sikembar bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja Bu Tessa.
"Kami sudah selesai Bu," kata sikembar serentak.
"Hmmm," jawab Bu Tessa sambil tersenyum.
"kalian boleh istirahat dulu, tapi jangan didalam kelas silahkan kekantin atau kemana saja asal masih dilingkungan sekolah," kata Bu Tessa lagi.
"Baik Bu," jawab sikembar serentak lalu kembali ke mejanya untuk mengambil tas ransel milik mereka.
Bu Tessa sudah tidak heran lagi dengan kejeniusan sikembar, mereka dapat mengalahkan negara negara lain dalam kompetisi berarti kejeniusan mereka tidak usah diragukan lagi.
Sikembar keluar dari dalam kelas dan menuju ketaman, tempat biasa mereka berkumpul kalau diluar sekolah.
"Ini pertanyaannya kok jadi sulit banget sih," gumam Mita pelan takut didengar yang lain.
Sebelum ada sikembar Mita selalu mendapatkan juara 1 dan Ayu sebagai juara umum. Mereka berdua sama sama pintar. Tapi kehadiran sikembar telah melengserkan posisinya. Dan kesombongan mereka sudah dipatahkan oleh sikembar. Sedangkan Ricardo nampak sedikit santai mungkin karena ia sedang berkonsentrasi untuk menjawab soal-soal tersebut.
Sikembar sudah berada ditaman saat ini, karena masih jam pelajaran tempat ini terasa sangat sepi.
"Aku harap kita semua bisa lulus," kata Ram.
"Tentu, sebenarnya mereka itu juga pintar pintar dalam pelajaran," kata Ray.
"Mimpi apa aku semalam, mendengar Ray ngomong banyak," kata Ren.
"Aku hanya ngomong yang penting penting saja, omongan yang tidak penting biar diberikan kepada Ram karena dia suka ngelantur," ucap Ray.
"Cih... ngaku aja kalau situ kulkas berjalan," jawab Ram tidak terima.
"Bagaimana dengan rencana pesta perpisahan sekolah nanti? Apa sudah dibicarakan?" tanya Rakha.
"Sudah, dan pak kepala sekolah sangat setuju." jawab Ram.
"Bagus deh, jangan katakan pada siapa siapa kalau kita yang mensponsori sepenuhnya acara itu," kata Ram lagi.
__ADS_1
"Gak akan, biarlah itu jadi rahasia kita," kata Ren.
"Hmmm, sekarang kita kemana? Masih ada waktu luang untuk kita sebelum jam istirahat," tanya Ram.
"Disini sajalah biar santai." jawab Rasya.
"Ternyata kalian disini," kata Ricardo yang baru saja datang menghampiri mereka.
"Ehh... Abang sudah selesai," tanya Ram.
"Sudah, semoga jawabannya benar," jawab Ricardo.
"Yang lain gimana Bang? Apa sudah selesai semua?" tanya Ram lagi.
"Tadi sewaktu saya keluar kayanya mereka masih belum selesai," jawab Ricardo.
"Berarti Abang termasuk yang paling cepat dong," kata Rakha.
"Hmmm, cepat tapi tidak secepat kalian," ucap Ricardo.
"Kalian seperti bukan manusia," sikembar mengernyitkan keningnya.
"Ada apa saja Abang ini," ucap Ram.
"Atau mungkin kalian ini monster cilik, dan bisa jadi alien yang menyamar," ucap Ricardo.
"Masa sih bang, kita ini manusia biasa loh bang yang masih banyak kekurangannya," ucap Ram lagi.
"Tapi kalian sudah sangat sempurna menurut aku, kalian anak orang kaya tapi tidak sombong dengan membanggakan harta orang tua," ucap Ricardo.
"Apa yang harus kami banggakan bang, kalau semua itu hanya titipan, bisa saja sewaktu waktu Tuhan mengambilnya kembali," kata Ram dan diangguki oleh yang lain.
"Benar bang, kami tidak pernah diajarkan untuk bersikap sombong, orang tua kami adalah panutan bagi kami," Ren menimpali.
"Saya semakin kagum dengan kalian, saya jadi penasaran dengan orang tua kalian." kata Ricardo.
"Gimana kalau nanti Abang ke mansion kami," tanya Ram.
"Boleh deh, saya juga pengen melihat rumah orang terkaya di negara ini," kata Ricardo.
"Sama saja bang, yang penting ada tempat berteduh, Oh ya Abang juga kaya loh," kata Ram.
__ADS_1
"Orang tua saya yang kaya, tapi aku tidak menggunakan kekayaan mereka untuk kepentingan pribadi, cafe yang sekarang adalah hasil usaha saya sendiri, sebelum cafe itu dibangun saya menabung dari hasil kerja part time disebuah restoran, dari SD sampai SMA saya bekerja part time dan hasilnya saya tabung, disamping itu saya juga belajar memasak, dan akhirnya saya membuka usaha cafe tersebut. Walaupun saya diberi fasilitas lengkap seperti mobil dan kartu hitam, tapi jarang saya gunakan." ucap Ricardo panjang lebar.
"Ternyata pendirian kita hampir sama bang, kami juga tidak ingin merepotkan orang tua, sejak umur kami 5 tahun kami menciptakan sebuah mainan anak-anak dan akhirnya timbul ide untuk membuka usaha mainan dan Alhamdulillah ternyata usaha tidak menghianati hasil, dan kami membuka perusahaan yang kami beri nama SEVEN R CORP GROUP. Dan dikelola oleh Mommy kami," ucap Ram panjang lebar.
"Dari umur 5 tahun?" tanya Ricardo kaget, dan sikembar mengangguk.
"Anak umur 5 tahun sudah memiliki perusahaan sendiri, benar benar menakjubkan. kalau anak jaman sekarang seusia begitu pasti masih merengek minta uang atau mainan baru," kata Ricardo lagi.
"Itu karena kami bukan anak anak biasa bang," ucap Roy.
"Iya, kalian anak luar biasa, mana ada anak seumuran kalian sudah masuk sekolah menengah atas, langsung kelas 12 lagi, saya aja sudah umur 18 tahun tapi baru kelas 12." kata Ricardo.
Mereka keasikan ngobrol, hingga tidak terasa waktu istirahat mereka sudah habis. Mereka kembali ke kelas dengan tenang. Tidak berapa lama Bu Tessa pun masuk dengan membawa kertas soal-soal ujian serta kertas jawaban.
"Anak anak, ibu tidak perlu bicara panjang lebar lagi, sekarang kalian sudah tahu apa yang akan kalian lakukan?" tanya Bu Tessa.
"iya Bu," jawab siswa siswi serentak.
Kemudian Bu Tessa membagikan kertas soal ujian tersebut kepada masing-masing murid. Setelah semuanya kebagian Bu Tessa kembali lagi ke mejanya.
"Dan untuk kali ini kalian ibu beri waktu selama 90 menit untuk menyelesaikan tugas kalian, dan dimulai dari sekarang," ucap Bu Tessa.
Mereka semua bersiap siap untuk menjawab pertanyaan yang ada di kertas soal-soal tersebut. kali ini waktunya cukup senggang dan lebih panjang dari yang sebelumnya. Siswa dan siswi semuanya harus konsentrasi dalam menjawab pertanyaan tersebut. Karena sedikit saja kesalahan mereka akan khawatir tidak lulus.
"Jangan terburu buru, waktu kalian cukup panjang," kata Bu Tessa.
Karena mereka semua terlalu fokus hingga mereka tidak terlalu mendengarkan apa yang dikatakan Bu Tessa barusan? Hanya sikembar yang terlihat begitu tenang dan santai. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sikembar menyelesaikan semuanya dan mereka pun bangkit dari duduknya dan berjalan bersama menuju meja Bu Tessa.
"Kalian sudah selesai?" tanya Bu Tessa.
"Sudah Bu," jawab sikembar serentak.
"Kalian kompak banget, suka ibu lihatnya," ucap Bu Tessa.
"Sekarang kalian boleh pulang," kata Bu Tessa lagi.
.
.
.
__ADS_1