SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Tingkah manja dan kecemburuan Diva.


__ADS_3

.


.


.


"Hubby... cepat dong, lama amat mandi nya." teriak Diva.


Padahal Darmendra baru saja masuk kedalam kamar mandi, belum sampai lima menit mungkin. Diva kembali berteriak memanggil suaminya.


"Aduh, aku baru saja melepas pakaian. kenapa istriku semakin aneh?" gumam Darmendra.


"Hubby cepat." teriak Diva lagi.


"Iya, sebentar." akhirnya Darmendra hanya mandi kilat.


Darmendra keluar dari kamar mandi, tubuhnya hanya tertutup handuk sebatas pinggang.


Gleek... Diva menelan silivanya melihat tubuh suaminya yang begitu bagus, rambutnya masih ada tetesan air. Lalu Diva mendekat.


"Hubby satu ronde ya," Diva.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, seperti mendapat durian runtuh Darmendra tentu saja mengiyakan ajakan Diva yang menginginkannya.


Akhirnya pendakian pun bermula, dengan Diva menjadi pemimpin. setelah Diva merasa lelah Darmendra mengambil alih memimpin pendakian tersebut. sampai akhirnya keduanya pun mencapai puncak.


Darmendra membawa Diva kekamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kalau begini terus untung banget aku, sering sering aja istriku minta duluan, aku gak bakalan mau, gak mau nolak haha," batin Darmendra.


Kini mereka sudah bersiap siap untuk pergi jalan jalan, saat mereka membuka pintu ternyata sikembar sudah berada didepan pintu kamar mereka.


"Mommy sama Daddy mau kemana?" tanya Ram.


"Mommy mau jalan jalan sama Daddy." jawab Diva.


"Kalian mau ikut?" tanya Darmendra.


"Enggak ah, kami mau di mansion aja, tadinya kami mau nengokin Mommy, kata Oma Mommy sangat aneh." Ram.


Diva memandang kesuaminya, Darmendra hanya mengedikan bahu.


"Kalian benar gak mau ikut?" tanya Diva.


"Benar Mommy, kami akan mengerjakan tugas sekolah saja." Roy.


Akhirnya Darmendra dan Diva pun jalan jalan, mereka sampai di taman yang tidak jauh dari mansion keluarga Henderson. Dengan penampilan culunnya, Darmendra tidak mengurangi ketampanannya.


Diva memeluk Darmendra saat ada beberapa cewek curi curi pandang kearah Darmendra.


Diva menggerutu dalam hati, "Huh... sudah penampilan culun saja masih ada yang berani lirik lirik suamiku. kenapa sih suamiku tampannya kebangetan?"



Diva tersenyum memeluk Darmendra, seolah olah memamerkan bahwa Darmendra hanya miliknya seorang.

__ADS_1


"Kenapa istriku bersikap manja seperti ini?" batin Darmendra.


Namun Darmendra malah senang dengan sikap istrinya yang manja, dan bergelayut dipelukan suaminya.


Para cewek cewek, juga Tante Tante meleleh melihat senyuman Darmendra yang jarang mereka lihat.


"Duh, tampan banget tuh cowok, aaaa meleleh hatiku," ucap si A.


"Pengen juga dipeluk seperti itu, pasti senang deh," Si B.


Diva yang mendengar ocehan tidak jelas dari para wanita merasa panas, semakin mengeratkan pelukannya pada Darmendra.


"Mengapa hubby tampannya kebangetan sih?" tanya Diva.


Darmendra kembali dibuat heran dengan sikap istrinya. sebelumnya Diva tidak pernah begini, mengatakan dirinya tampan juga tidak pernah, hanya satu dalam pikiran Darmendra bahwa istrinya cemburu.


"Kenapa? kamu tidak suka kalau aku tampan?" bukannya menjawab Darmendra malah balik bertanya.


"Hubby jangan tampan tampan ya, bikin aku panas saja." Diva.


"Mau gimana lagi, sudah dari sononya begini," jawab Darmendra sambil tertawa.


Semakin menjerit batin cewek cewek yang berada disitu.


"Kalau aku yang berada disisinya aku mau peluk terus gak akan aku lepaskan." ucap si A.


"Gak lihat sudah ada gandengannya tuh, lebih cantik daripada kita. nyadar dong." ucap si C.


"Iya, walaupun cowoknya berpenampilan culun tapi tetap tampan, cocok banget dengan ceweknya." Ucap si D.


"Kalian kalau mimpi jangan terlalu tinggi, nanti jatuhnya sakit, beda kalau jatuh cinta mah enak," ucap si C lagi.


"Kalau jomblo mah selalu gitu, iri lihat yang lagi gandengan." ucap si C.


"Situ sudah ada cowok emang? tanya si D.


"Hehe, belum," jawab si C nyengir.


"Yuk ah kita susul teman kita yang ngambekkan."Ucap si C.


Akhirnya mereka pergi dari situ. Disisi lain taman, Tante girang juga panas melihat pasangan romantis itu, ia berjalan mendekati pasangan tersebut, dengan high heels yang setinggi 17cm membuat Tante itu terlihat tinggi, perlahan lahan ia mendekat kearah Darmendra dan Diva. Darmendra sudah menyadari hal itu, karena gelagat Tante itu sudah terbaca. saat hanya tinggal beberapa langkah wanita itu pura pura terjatuh, berharap ia ditolong oleh Darmendra.


"Sakit ya Tan?" tanya Darmendra.


"Iya nih sepertinya kaki ku keseleo deh," ucap Tante itu,


(Si Tante mau godain brondong).


Diva diam melihat bagaimana cara Darmendra menangani masalah ini.


"Aduh Tante sih gak hati hati..!"


"Mas jangan panggil Tante dong? saya baru 25 loh mas." ucap Tante itu genit.


"Masa sih Tan, ehh mbak , panggil nona aja deh. tapi mukanya nona kok udah seperti punya cucu." Darmendra.

__ADS_1


"Sial, dia bilang begitu bersusah payah saya merawat tubuh dan wajah kesalon sampai habis puluhan juta masih juga dibilang tua." umpat Tante itu dalam hati.


"Nona jadilah diri sendiri, jangan menyembunyikan wajah dibalik makeup tebal, jadi kaya tembok dicat." Darmendra.


Seketika Diva tertawa sangat kencang, hingga muka Tante itu memerah.


"Nona katanya keseleo kan? sini aku obati."


Praak....


Dengan tanpa hati Darmendra menginjak kaki Tante itu hingga berbunyi. seketika membuat Tante itu menjerit


"Aaaaaakkh, sakit...!" jerit wanita itu.


"Sudah Nona, aku pastikan nona keseleo beneran, ops... atau bisa jadi patah tulang deh kayanya." Darmendra.


"Bye bye Tante...!" ucap Diva.


Diva dan Darmendra pergi dari situ meninggalkan wanita itu yang tidak bisa berjalan. saat tiba di mobil.


"Hubby, aku pengen makan kedondong yang dipetik langsung dari pohonnya." ucap Diva.


"Hah, keanehan apa lagi ini?" batin Darmendra.


"Hubby kok diam?" tanya Diva.


"Oke... oke kita akan cari." kata Darmendra.


Darmendra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil memperhatikan kalau kalau ada pohon kedondong yang berbuah. sekitar 30 menit mereka berkendara ada seorang ibu dan anak menjual buah kedondong. Darmendra pun menghentikan mobilnya.


"Sayang mau buah itukah?" tanya Darmendra.


"Aku tidak mau itu, aku mau yang masih dipohonnya." jawab Diva.


Darmendra keluar dari mobil dan menghampiri penjual buah itu, nampak wajah ibu itu tersenyum senang melihat ada yang datang, karena hampir seharian belum ada yang membeli.


"Beli buah kedondong mas?" tanya wanita itu.


"Saya mau yang masih ada dipohonnya Bu," jawab Darmendra.


"Beli ini saja mas kasihan belum ada yang beli anak saya juga belum makan karena belum dapat uang." jawab wanita itu.


"Tapi ini permintaan istri saya Bu, maunya yang masih dipohonnya." jawab Darmendra.


"Apa istri mas ngidam? biasanya orang ngidam suka yang aneh aneh mas, seperti gak suka pakai parfum, menyuruh merubah penampilan dan mau buah yang seperti yang mas pinta tadi." jawab wanita itu.


"Apa benar istriku hamil? tapi ciri ciri yang dialami istriku sama persis dengan yang ibu itu ceritakan." batin Darmendra.


"Mas jadi gak beli buah nya?" tanya wanita itu lagi.


"Kalau ada yang masih dipohonnya saya akan beli Bu.


"Kalau dekat rumah saya ada mas." ucap wanita itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2