SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Ada yang ingin main main.


__ADS_3

.


.


.


Setelah selesai makan, Darmendra ingin membayar, tapi ia lupa bawa uang cash. Diva juga tidak bawa uang cash.


"Maaf pak, saya lupa bawa uang cash," ucap Darmendra merasa malu.


"Oh tidak apa-apa tuan, tuan bisa bayarnya nanti." ucap Bapak itu.


"Sebentar ya saya telpon anak saya dulu.," Darmendra.


Darmendra pun segera menelepon sikembar, saat deringan pertama tidak ada jawaban, deringan kedua juga tidak ada jawaban, hingga yang ketiga kalinya barulah Ram menjawab panggilan tersebut.


"Ya halo Daddy, apa yang terjadi pada Mommy?" tanya Ram cemas.


"Daddy ada masalah sedikit, Daddy makan sama Mommy dijalan xxx dan lupa bawa uang cash, bisa kalian datang kemari?" tanya Darmendra.


"Oke Daddy, kami akan segera datang kebetulan kami juga sudah habis belajar dan hendak pulang." Ram.


"Baik Daddy tunggu," Darmendra mengakhiri panggilan tersebut.


"Bagaimana?" tanya Diva.


"Sikembar akan kemari," jawab Darmendra.


"Kalau begitu aku pesan lagi ya, hubby." ucap Diva dengan puppy eyes nya.


"Kalau sudah begini mana bisa aku menolaknya?" batin Darmendra.


"Hubby kok diam? gak boleh ya? ya sudah kalau begitu?" Diva terlihat murung.


"Boleh dong sayang." Darmendra.


"Aaaaaa asik, beneran ya hubby?" mendengar Diva berteriak membuat orang orang yang ada disitu menoleh kearah Diva, Diva seketika sadar kalau ia berada di rumah makan.


"Pak, anak anak saya akan kemari membawa uang," ucap Darmendra, Bapak itu mengangguk.


"Hubby aku mau nasi ayam penyet, dengan pecel ayam." Diva, Darmendra pun memesan seperti keinginan istrinya.

__ADS_1


Sedangkan si kembar sudah dalam perjalanan bersama dengan Agus sang sopir, Darmendra yang tadi menelpon sikembar sudah berada diluar kelas dan hendak pulang.


"Ada apa sebenarnya? Mengapa Daddy meminta kita kesana?" tanya Ren.


"Daddy kelupaan bawa uang, jadi tidak dapat membayar makanan." Ram.


"Hei brother.. kalian ngerasa gak kalau akhir akhir ini kita seperti diawasi?" tanya Ray.


"Iya aku juga merasakan hal itu," Ram.


"Kita pura pura tidak tahu saja, anggap seperti biasa." Ren.


"Benar, kita lihat siapa yang mau main main dengan kita?" Rakha.


"Aku rasa mereka orang yang pengecut yang hanya menargetkan anak kecil seperti kita," Raffa.


"mungkin mereka kira kita anak yang lemah kali ya." Rasya.


"Hmmm, belum tau mereka siapa yang mereka lawan kalau memang mereka ingin main-main sama kita." Roy.


Akhirnya mereka pun sampai dialamat yang diberikan oleh Darmendra. sikembar turun dari mobil, Agus juga turun karena didesak oleh sikembar. mereka berjalan menghampiri Mommy dan Daddy mereka, Diva yang sedang asik makan belum menyadari kedatangan sikembar. Orang orang dirumah makan tersebut begitu takjub melihat sikembar yang memang sama persis dari segi tinggi badan, wajah yang sama dan pakaian seragam sekolah yang sama. seolah olah mereka melihat satu orang dengan bayangan menjadi enam. sikembar duduk dikursi yang sudah disediakan, Agus juga ikut duduk.


"Paman mau pesan apa?" tanya Ram.


"Baiklah kalau Paman tidak menurut, nanti aku suruh Daddy memecat paman dan paman tidak akan bisa bekerja dimana pun." ucap Ram santai tapi mengandung ancaman, Darmendra yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Kamu dengar Agus, apa kata anakku?" Darmendra.


"Dengar Tuan," jawab Agus takut takut.


"Kalau ingin bekerja lama dengan keluargaku maka turuti kemauan anak anakku, itu tidak akan merugikan kamu kok?" Darmendra.


Agus pun memesan nasi ayam penyet. kebetulan dia juga lapar, hanya saja dia segan makan bersama majikannya itu. walaupun ia tau semua majikannya itu sangat baik tapi sebagai bawahan ia juga harus tau diri.


"Kalian mau makan apa?" tanya Darmendra.


"Apa yang ada?" tanya Ram balik.


"Ayam bakar, nasi ayam penyet, pecel lele, pecel ayam, soto, sop kambing, dan sop iga sapi." jawab Darmendra.


"Aku mau sop iga sapi dengan ayam bakar." Ram. Kemudian yang lain juga memesan yang sama.

__ADS_1


"Apakah ini anak anak tuan," tanya ibu istri pemilik rumah makan tersebut.


"Benar Bu, ini anak anak saya." jawab Darmendra.


"Wah kembar tujuh ya tuan, duh tampan sekali kalian." ibu itu menjadi gemas melihat sikembar. lalu ia menyuruh pelayan nya mengantarkan pesanan tersebut.


"Sepertinya enak nih," Ram, mereka pun makan dengan lahap, Diva jangan ditanya setelah makan iapun ketiduran, untung ada ruangan kecil seperti kamar hingga ia dapat berbaring disana. setelah selesai makan Ram membayar, karena Ram yang lebih cepat kalau soal mengeluarkan uang, begitu juga dalam membantu orang Ram selalu lebih dulu dari saudara saudaranya yang lain.


"Sudah?" tanya Darmendra, sikembar mengangguk, Lalu Darmendra mengangkat tubuh Diva dan membawanya kemobil, tak lupa Darmendra dan sikembar mengucapkan terimakasih.


"Gus, kamu bawa mobilku ya, aku pakai mobil yang lebih besar." Darmendra.


"Baik tuan..!" jawab Agus.


Agus mengendarai mobil sport milik Darmendra. seumur umur baru beberapa kali ia mengendarai mobil sport, itupun milik majikannya.


Sedangkan Darmendra Diva dan sikembar menggunakan mobil yang lebih besar agar muat untuk mereka. Diva masih tertidur dikursi penumpang depan dengan posisi kursi diatur sedemikian rupa agar Diva merasa nyaman.


Jalanan cukup senggang karena masih jam kerja bagi para pekerja seperti buruh, kuli bangunan dan pekerjaan kantor lainnya. Darmendra sesekali menoleh kearah Diva yang sangat anteng tidurnya, entahlah Diva akhir akhir ini gampang sekali untuk tidur, mungkin bawaan kehamilannya. tapi Darmendra dengan sabar melayani keinginan dari sang istri. Tidak berapa lama akhirnya mereka tiba di mansion keluarga Henderson, Darmendra menggotong tubuh Diva yang masih belum bangun juga.


Vera yang melihat hal itu menjadi cemas, takut menantu kesayangannya kenapa kenapa. tapi setelah mendengar penjelasan dari Darmendra, Vera pun akhirnya lega.


"Kalian kok bisa bareng Daddy kalian? mana Agus?" tanya Jordan.


"Kita tadi ditelpon oleh Daddy, minta dibayarin makan," Roy.


"Hah, kok bisa gimana ceritanya?" tanya Vera.


"Daddy makan di rumah makan yang hanya bisa menggunakan uang tunai, sedangkan Daddy lupa bawa uang tunai, dan Mommy juga tidak bawa uang tunai." jawab Ram


"Jadi kalian yang bayar?" tanya Jordan, sikembar mengangguk.


"Kita kekamar dulu ya Oma, Opa." Ren.


"Baiklah, istirahatlah jangan lupa mandi." pesan Vera, sikembar hanya mengangguk lalu berlari menuju lift untuk kekamar mereka masing-masing. dilantai atas hanya terdapat 8 kamar, yaitu kamar utama Darmendra dan Diva, lalu kamar sikembar. sedangkan kamar Vera dan Jordan ada dilantai bawah. Darmendra berencana akan merenovasi kembali mansion tersebut agar bisa membuat kamar lagi untuk baby mereka nanti.


Orang kaya mah bebas....


Darmendra meletakkan Diva dengan hati hati agar tidak membangunkan nya. sepertinya Diva sangat pulas tidurnya hingga tidak bangun dari tidurnya. Darmendra memandang wajah cantik istrinya yang tanpa make-up itu. Lalu ia merebahkan diri disamping Diva. Tanpa sadar ia juga terlelap sambil memeluk tubuh Diva.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2